Take It Poor Boy

Take It Poor Boy
BAB 16


__ADS_3

Eric berpose sesuai dengan apa yang di instruksikan oleh Billy walau dia sendiri sangat tidak nyaman melakukan pose senonoh tersebut, hanya memakai boxer dan bergaya dengan anggun di depan kamera. Dunia benar-benar kejam, dan ini adalah resiko pekerjaannya


"Hari ini kita kedatangan seorang tamu special" kata Billy membuka suara saat mereka melakukan break istirahat. Eric menanggapinya dengan mengangkat bahu tidak peduli


"Dia akan menjadi partnermu di pengambilan gambar berikutnya," ujar Billy lagi yang membuat Eric menatap sahabatnya itu meminta penjelasan


"Apa maksudmu partner? Bukankah aku hanya akan berpose solo?" tanya Eric tak percaya


"Sayangnya kontraknya bukan seperti itu" jawab Billy santai


"Apa kamu sedang merencanakan sesuatu, Billy?" Eric mulai curiga pada sahabatnya itu


"Tidak, aku... oh itu, partnermu datang, Eric" ujar Billy tersenyum. Eric mengalihkan pandangannya kearah yang di tunjuk Billy dan matanya mendadak membulat melihat wanita angkuh yang menjeratnya disana. Lisa berjalan dengan anggun mendekati kedua pria itu


"Apa maksudnya ini?" tanya Eric tak percaya. Billy tersenyum


"Nona Lisa akan menjadi partner pengambilan gambarmu" jawab Billy tenang


"Billy, kamu bercanda! Aku tidak mau." Eric menjawab keras sambil meraih mantelnya hendak pergi dari tempat itu. Namun, suara Billy menginterupsinya


"Profesionallah, Eric," ujar Billy masih tampil dengan ketenangannya. Eric mengeraskan rahangnya dan kembali berbalik menghadap Billy


"Profesional katamu?" Billy mengangguk


"Kamu menjebakku dengan kontrak, Billy" Eric mengeram dalam suaranya


"Aku sudah menyuruhmu untuk membacanya dulu sebelum menandatanganinya, bukan? Jadi, sekarang kamu profesionallah, kawan!"

__ADS_1


"Baik... kau akan melihat diriku yang profesional" Eric berucap keras dengan mata melotot. Dia merasa telah dibohongi oleh sahabat sendiri. Melepas lagi mantel yang baru dipakainya dengan kasar, memperlihatkan badan menggodanya. Billy tersenyum


"Baguslah! Ayo, kita ambil gambar pertama kalian sebagai partner," kata Billy lagi. Eric tidak menjawab, namun wajahnya sama sekali tidak bersahabat


"Nona Lisa, silahkan ganti pakaiannya sesuai konsep," lanjut Billy. Lisa mengangguk anggun dan berlalu sedang Eric masih kentara dengan kekesalan yang dirasanya, terlihat dari wajahnya yang masih mengeras.


Beberapa menit kemudian Lisa keluar dengan pakaian super minimnya. Billy tersenyum, bukan karena tertarik namun dia tahu kalau sahabatnya Eric pasti akan kesal setelah ini. Pria itu pasti tidak suka Lisa menampilkan bagian tubuhnya yang intim, dan benar saja... Eric spontan berdiri dengan tangan memegang kain seakan Ingin menutup tubuh gadis itu. Namun tindakannya terhenti, dirinya terdiam dengan tangan mengepal memandang tidak suka pemandangan di depannya


Lisa tampak tidak nyaman dengan pakaiannya. Namun, dirinya harus melakukannya supaya Eric tidak berpartner dengan wanita lain. Dirinya tak akan rela jika itu terjadi


"Baiklah! Mari kita ambil gambarnya," seru Billy. Eric maupun Lisa melangkah ke arah background yang sudah tersedia


"Berusahalah se-alami mungkin, oke!" Billy menambahi dengan senyuman malaikatnya.


Eric mulai diarahi gaya pose yang harus dilakukannya dengan Lisa. Di mana Eric disuruh berdiri dengan tangan memeluk pinggang Lisa yang terekspos dan sebelah lagi berada di dada Gadis itu serta wajah yang harus dibenamkan di leher Lisa dari arah belakang. Eric memandang Billy dengan tetapan protes tidak akan melakukan itu semua


Dengan gigi yang menggeretak, Eric melakukan apa yang diinstruksikan oleh Billy. Tangannya menyentuh kulit Lisa dan sebelah lagi tepat di dada gadis itu. Ketika wajahnya ditenggelamkan di leher Lisa, keduanya tercekat. Hidung mancung Eric menghirup pelan harum kulit gadis itu. Sedangkan Lisa menahan keras bibirnya agar jangan sampai mengeluarkan suara laknat bernama *******


"Sial! Kalau begini terus, aku bisa lepas kendali" batin Eric mendesis


"Oh tidak! Jangan sampai mengeluarkan suara, itu akan sangat memalukan." Lisa membatin. Billy yang merupakan provokator utama tersenyum senang akan rencananya yang berjalan lancar


"Jangan terlihat trgang begitu. Kalian harus tampak natural," ucap Billy lagi menginstruksi. Eric kembali mencoba terlihat se-alami mungkin walau itu cukup berat. Akan tetapi, Billy lagi-lagi protes. Karena kesal, Eric akhirnya melepaskan dekapannya pada Lisa dan melangkah menjauh


"Aku tidak bisa lagi... kita harus bicara, Billy!" seru Eric kesal. Melangkah menjauh yang di ikuti oleh Billy dengan santai, sedangkan Lisa yang ditinggal menghembuskan nafasnya lega. Tadi Lisa merasakan nafasnya seakan terhenti saat Eric menyentuhnya sedemikian rupa


Sampai di suatu ruangan. Eric memandang tajam Billy yang hanya menampilkan wajah santainya

__ADS_1


"Apa maksud semua ini? Kau pasti sengaja merencanakannya kan? Apa sebenarnya tujuanmu?" tanya Eric beruntun. Billy tetap dengan senyum simpulnya dan mulai menjawab


"Aku tidak punya maksud apa-apa. Ini murni hanya sebatas pekerjaan"


"Lalu, kenapa ada wanita itu disini? Pasti ada alasannya kan?"


"Lisa datang memintaku untuk menjadikannya salah satu model majalahku. Aku tidak tahu apa tujuannya!" jelas Billy


"Lalu kenapa harus aku yang kau pasangkan dengan dia?"


"Karena kamu sahabatku. Aku ingin model berlian seperti nona Lisa anita berpasangan dengan model terbaikku, yaitu kamu!"


"Aku tak mau! Aku tak bisa melakukannya Billy. Pasangkan saja dia dengan model lain" Eric mencoba untuk menyerah. Dia tidak bisa jika harus bersama Lisa


"Tidak bisa! Aku suka chemistry kalian. Lagian, apa yang susah sih! Kamu cukup lakukan apa yang di instruksikan. Kamu bahkan boleh melakukan lebih dari itu jika ingin. Tidak akan ada yang menuntutmu, karena ini kan pekerjaan" jelas Billy panjang lebar


"Jadi maksudmu, aku boleh melakukan sesuatu diluar prosedur pada wanita itu tanpa ada kesalahan dan tuntutan?" Billy mengangguk


"Itu resikonya! Dia sendiri yang menginginkannya untuk menjadi modelku" jawab Billy membuat Eric menghembuskan nafasnya pelan. Jika itu penjelasannya, dia tidak akan membiarkan Lisa berpartner dengan model pria lain. Eric tidak akan rela, dan kenapa juga gadis itu harus melibatkan dirinya kedalam pekerjaan ini. Membuat Eric susah saja


"Baiklah, mari lakukan!"


---


---


---

__ADS_1


Kritik dan sarannya teman-teman๐Ÿ™๐Ÿ™


__ADS_2