
Eric menatap gadis itu tak percaya, tapi pria itu mencoba untuk tidak terlalu terkejut
"Apa kamu sadar yang kamu katakan?" tanya Eric memastikan pendengarannya masih baik-baik saja
"Aku sadar...aku ingin tidur dikamarmu" jawab Lisa akhirnya, mencoba berani untuk menatap wajah Eric walau wajahnya kini memerah
"Apa yang terjadi dengan kamarmu? Ada masalah, kah?"
"Tidak, kamarku baik-baik saja. Aku hanya ingin tidur di kamarmu" jawab Lisa tidak peduli lagi dengan rasa malunya. Eric meraup wajahnya lelah menghadapi gadis keras kepala seperti Lisa
"Lisa, dengarkan aku ya! Kita tidak bisa tidur sekamar, tidak sebelum kita menikah" kata Eric mencoba menjelaskan
"Kenapa tidak? Kita bahkan pernah melakukan yang lebih dari sekedar tidur" tantang gadis itu lagi membuat Eric kembali menghembuskan nafas lelah
Ujian apa lagi sekarang yang menimpanya?
"Oke baiklah. Hanya tidur ya, jangan buat masalah kalau tidak ingin__"
"Iya-iya, aku mengerti" potong Lisa cepat dan berjalan dengan wajah senang menuju kamar Eric
🍀🍀🍀
Eric menatap pada Lisa yang masih saja terbuka matanya diatas ranjang, padahal dirinya sudah cukup berlama-lama didalam kamar mandi tadi, hanya untuk menunggu gadis itu tertidur
"Kau belum tidur?" tanya Eric sembari terus mengusap handuk kecil dikepalanya yang basah, agar air menyerap dan mengeringkan rambutnya
"Aku belum mengantuk" jawab Lisa yang matanya terus tertuju pada dada bidang Eric dan perut menggoda pria itu
"Kau harus tetap tidur, bukankah besok kau akan pergi ke kantor" kata Eric lagi yang kini menuju lemarinya mencari pakaian yang biasa dipakainya tidur
"Aku akan tidur kalau kamu ikut tidur"
Eric memutarkan matanya lelah mendengar jawaban provokasi tersebut
"Sudahlah Lisa, jangan kekanakan seperti ini! Tidurlah jika kau ingin tidur, aku akan tidur dibawah" ujar Eric sembari memakai pakaiannya dan melihat kearah Lisa
__ADS_1
"Coba saja kalau kau berani tidur dibawah, maka sekalian saja kita tidak perlu tidur malam ini" ancam Lisa yang juga menatap Eric dengan tajam
"Apa sebenarnya yang kau inginkan?"
"Aku hanya ingin tidur disini, bersamamu" jawab Lisa yang menatap penuh harap pada Eric
Eric kembali menghembuskan nafasnya lelah dengan sikap Lisa, dia rasa dirinya tidak perlu berumur untuk terlihat tua, dengan sikap menyebalkan Lisa saja sudah cukup membuatnya cepat tua karena emosi
"Kalau kamu seperti ini terus, besok aku akan pindah dari rumah ini" tutur Eric akhirnya
"Ya, lakukan saja sesukamu dan lihat apa yang bisa ku lakukan. Kau harus bertanggung jawab atas diriku" tuding Lisa seakan semuanya salah Eric yang telah melecehkannya, padahal jelas semua itu terjadi karena dirinya yang memprovokasi pria itu dan Eric yang tidak mampu mengendalikan diri
"Kau bahkan tidak mengandung, kenapa mempermasalahkannya" Eric kembali berkata setelah selesai memakai pakaiannya dibawah tatapan lapar Lisa, dan Eric tidak peduli dengan itu semua
"Lalu bagaimana jika benihmu sedang bertumbuh didalam sini? Kau bahkan tidak memakai pengaman saat menyetubuhiku" ujar Lisa dengan begitu blak-blakan sembari mengusap perut ratanya. Pembahasan mereka terlalu sensitif ketika waktu bahkan sudah menunjukkan tengah malam
"Oke, baiklah. Kita tidur bersama malam ini" kata Eric akhirnya tanpa menjawab apa yang Lisa tanyakan dan berjalan mendekat kearah ranjang dimana Lisa terlihat tersenyum seakan ingin menyambutnya. Eric sungguh lelah dan malas untuk memperpanjang masalah dengan Lisa sekarang. Jika gadis itu kembali memprovokasinya, Eric akan sekalian menerkamnya, toh, dia tidak akan dirugikan dalam hal ini
Eric mulai merebahkan punggungnya lalu menarik selimut mulai ingin tidur, mengabaikan makhkuk bernama wanita disampingnya yang menatapnya tanpa berpaling
"Kau tampan" ujar Lisa
"Aku tahu, sekarang lebih baik kau tidurlah" jawab Eric tanpa membuka matanya yang terpejam. Lisa mendumel mendengar jawaban itu dan menatap kesal pada wajah Eric
Tanpa peduli dengan rasa malunya, gadis itu masuk menyeruak dalam pelukan Eric, menarik lengan kiri pria itu sebagai bantalannya
"Hei! apa yang kau lakukan?" Eric terkejut dengan gerakan tiba-tiba itu dan menatap Lisa yang sudah memeluk posesif dirinya
"Aku sedang tidur" jawab gadis itu tanpa rasa bersalah sedikitpun. Eric kembali mendesah lelah, jika dia memperpanjang masalah ini dapat dipastikan kalau istirahatnya tidak akan cukup malam ini, sedang dia harus bekerja esok harinya
"Lakukanlah sesukamu" ujar Eric akhirnya malas untuk meladeni sikap aneh Lisa. Pria itu kembali memejamkan matanya sedang tubuhnya masih dipeluk oleh Lisa yang merasa begitu terharu. Lisa selalu ingin tidur dalam keadaan dipeluk selama ini, karena sudah sedari kecil kehangatan pelukan itu tidak di dapatnya. Orang tuanya terlalu sibuk dengan pekerjaan mereka dan tidak pernah menemaninya yg kurang kasih sayang
Kehangatan tubuh Eric membuat Lisa memejamkan matanya damai, sedang Eric hanya bisa mengerang dalam hati dengan pelukan Lisa
Bagaimana dia bisa tidur dalam keadaan begini saat tubuh dan otaknya sama sekali tidak ingin sinkron, namun Eric tetap mencoba tenang dan tidur hingga keduanya tertidur dalam keadaan berpelukan
__ADS_1
🍀🍀🍀
Paginya Eric bangun dengan mata pandanya, pria itu tidak bisa tertidur nyaman semalam saat Lisa menggigau dan menangis dalam tidurnya. Eric bergerak pelan-pelan bangkit dari ranjangnya agar tidak mengganggu Lisa yang masih terbuai lama mimpinya
"Lisa, bangunlah" panggil Eric setelah selesaj membenahi diri. Dirinya kini telah siap berangkat ke studio Billy untuk bekerja
Dengan lenguhan kecil dari bibirnya, Lisa membuka mata lentiknya dan tersenyum saat menemukan wajah tampan Eric yang menyambut Paginya
"Pagi" sapanya dengan nada manja, Eric melirik kearah jam
"Kurasa sekarang tidak lagi bisa dikatakan pagi. Jam sudah menunjukkan pukul sembilan" jelas Eric yang membuat Lisa membulatkan matanya
'Jam sembilan'
"Sial, aku akan sangat terlambat ke kantor" gadis itu buru-buru turun dari ranjang dan secepat kilat masuk kedalam kamar mandi tanpa peduli lagi dengan Eric yang menatapnya bingung
"Hei! Itu handukku" teriaknya terakhir saat Lisa menggapai handuk yang baru saja dipakainya dan kembali masuk kedalam kamar mandi
Eric menggelengkan kepalanya lalu keluar dari kamar itu menuju meja makan. Pria itu mengambilkan sepotong roti dan segelas susu untuk Lisa lalu kembali membawanya ke kamar bersamaan dengan Lisa yang juga baru keluar dari kamar mandi
Eric hanya bisa terdiam sembari membelalakan matanya melihat gadis yang keluar dengan santainya. Lupakan tentang rasa malu pada Lisa, gadis itu bahkan berani tampil telanjang didepan Eric sekarang
Lisa membuka lemari pakaian Eric dan mengerut bingung, tidak ada pakaiannya disana
"Dimana pakaianku?" tanya Lisa sembari menatap pada Eric yang masih terdiam
"Ini kamarku! Tentu saja pakaianmu di kamarmu sendiri" jawab Eric yang berbalik hendak pergi dari kamarnya. Berada disana dengan Lisa yang dalam keadaan itu bukanlah sesuatu yang baik untuknya
Lisa menatap sekelilingnya dan baru sadar kalau dirinya berada dalam kamar Eric.
"Oh ya ampun!" desisnya merutuki kebodohannya sendiri. Lisa menggigit bibirnya dan menghilangkan gengsinya saat memanggil Eric dan meminta tolong pria itu mengambilkan pakaiannya
Menghembuskan nafasnya pelan, Eric akhirnya berlalu kekamar Lisa mengambilkan pakaian gadis itu walau bibirnya terus mengeluarkan gerutuan dengan sikap Lisa yang suka menyuruh
......................
__ADS_1