
Merasa diabaikan oleh pria miskin tampan itu, Lisa menjadi kesal dan mendekat ke arah Eric dengan sengaja membuat pria itu mendelik ke arah Lisa
"Suapi aku makan!" suruh Lisa angkuh. Eric menghembuskan nafasnya lelah
"Makan saja sendiri! Kamu kan punya tangan," jawab Eric mencoba tak peduli dengan sikap menyebalkan gadis itu
"Kamu berani membantah perintahku?" Lisa makin dibuat kesal memandang tajam wajah Eric yang hanya menampilkan wajah datar
"Lalu aku harus bagaimana? Aku tak mau melakukannya!" jawab Eric
"Kamu harus mau! Kamu itu budakku."
"Tetap aku tidak mau!" jawab Eric melanjutkan memakan makanannya tanpa mau peduli dengan tingkah gadis itu. Lisa yang terlanjur kesal menarik kasar sendok di tangan Eric yang makanannya akan segera dilahap oleh Eric hingga makanan itu jatuh berhamburan. Eric melongo sesaat, kemudian memandang Lisa tajam
"Apa-apaan kamu!" ujar Eric menahan geram dengan kelakuan Gadis itu
"Itu akibatnya karena kamu tidak mau menuruti perintahku," kata Lisa membalas tatapan tajam Eric
"Baiklah! Kamu ingin disuapi kan? Akan kulakukan," kata Eric masih dengan rahang yang mengeras, secepat kilat dirinya menyendok sesuap makanan ke dalam mulutnya dan memandangi Lisa yang tampak kebingungan. Eric menarik lengan Lisa dan mencium bibir gadis itu. Lebih tepatnya menyalurkan makanan di mulutnya ke mulut gadis itu
Lisa gelagapan menerima serangan itu, dirinya mencoba mendorong Eric untuk melepaskan terkaman pria itu. Namun, Eric tidak membiarkannya, bahkan semakin melesakkan lidahnya memaksa Lisa menelan semua makanan di mulutnya beserta saliva keduanya
__ADS_1
Lisa yang kehabisan nafas akhirnya terpaksa menelan semuanya sambil terus memukul dada bidang Eric. Merasa semuanya sudah habis, Eric melepas ciuman paksanya. Lisa memandang Eric dengan penuh dendam. Sedang pria itu hanya memandang datar ke arah gadis itu dengan alis terangkat
"Bagaimana? Enak?" tanya Eric mencemooh. Lisa menyapu bibirnya dengan kasar
"Menjijikan." desisnya dan sejurus kemudian tangan lembutnya melayang menampar pipi Eric
"Dasar bajingan sialan kamu!" teriaknya keras dan air matanya spontan mengalir dengan sendirinya. Lisa berbalik dan lari menjauh dari Eric.
Lisa merasa begitu terluka dengan perlakuan pria itu. Dirinya hanya ingin dicintai, disayangi, serta diperhatikan. Namun, selamanya dirinya hanya akan sendirian dan kesepian
Setelah kepergian Lisa. Eric menyentuh pipinya yang memanas terkena tamparan Lisa. Dirinya tak menyangka akan melihat gadis sombong itu menangis seperti itu. Lisa tampak terluka
"Iya, ada apa Bi?" kata Eric. Si bibi tersenyum
"Bibi mohon, Tuan janganlah terlalu kasar pada non Lisa! Memang terkadang non Lisa terlihat angkuh dan sombong, tapi sebenarnya hati non Lisa baik. Non Lisa seperti itu mungkin karena hampir seumur hidupnya non Lisa tidak merasakan kasih sayang sebuah keluarga. Dari kecil non Lisa sudah mencoba segalanya sendiri, orang tuanya bahkan tak pernah ada di rumah. Non Lisa dulu sering terlihat menangis saat melihat temannya bahagia bersama keluarganya, sedangkan dirinya kesepian dan hanya sendirian tanpa ada yang mengasihi dan memanjakannya seperti teman-temannya yang lain. Seringkali non Lisa bicara dengan orang tuanya namun, seringkali pula orang tuanya tak peduli seakan tidak ada waktu untuk mendengarkan keinginan non Lisa..."
"...saat non Lisa berumur 16 tahun, kecelakaan naas itu terjadi. Orang tua non Lisa meninggal dunia. Kini tinggallah non Lisa sendirian, semakin kesepian. Saat umurnya 17 tahun non Lisa bahkan terpaksa harus mengambil kursi pimpinan perusahaan peninggalan orang tuanya. Umur yang seharusnya digunakannya untuk belajar dan berbahagia bersama teman-temannya hilang ditelan tanggung jawab, dan tanpa sadar, sejak saat itu non Lisa jadi wanita yang angkuh hanya untuk menutupi rasa kesepiannya ya semakin membesar. Jadi, Bibi mohon! Jangan buat non Lisa semakin menderita." Penjelasan si Bibi disertai air mata. Seperti dugaannya selama ini. Lisa adalah wanita yang kesepian, kurang kasih sayang, dan rasa cinta. Jadi, topeng angkuh yang dibaluti gadis itu selama ini hanya untuk menutupi kalau dirinya sebenarnya rapuh
"Terima kasih atas penjelasannya, Bi. Saya akan berusaha untuk memahaminya," jawab Eric masih tertegun. Si Bibi menghapus air matanya dan tersenyum
"Tuan, sepertinya non Lisa menyukai tuan," ujar Si Bibi. Eric memandang wajah si Bibi yang tersenyum
__ADS_1
"Saya belum pernah melihat non Lisa bersikap seperti itu selama ini. Tuan adalah pemuda pertama yang dibawa non Lisa ke rumah ini dan juga kejadian antara tuan dan non Lisa kemarin membuat Bibi menyadari sesuatu, non Lisa mencintai tuan." pungkas sang bibi yakin. Eric tersenyum tak percaya
"Tidak mungkin, Bi. Bibi salah mengerti," ujar Eric sedikit ragu. Penjelasan Bibi sangat masuk akal, melihat gelagat Lisa selama ini saat bersamanya, sangat jelas sekali kalau wanita itu berminat pada nya. Ditambah lagi wanita itu cepat sekali terbuai dengan sedikit sentuhan darinya, dan seringkali apa yang diperbuat Gadis itu untuk memancing hasrat dirinya
Erik menjadi bingung sendiri. Pasalnya, dia juga begitu berminat pada Gadis itu. Bukan tidak mungkin suatu saat dia akan lepas kendali dan melakukan tindak asusila pada Gadis itu jika Lisa masih dengan sikap menggodanya
" Bibi harap tuan akan segera memahaminya," kata si Bibi seraya berjalan meninggalkan Eric yang masih termenung memikirkan apa kemungkinan yang dirasanya akan penjelasan malam ini
Lisa memasuki kamarnya dengan hati yang begitu kesal. Berani sekali pria miskin tampan itu melakukan hal menjijikan itu padanya, dan kenapa juga dia harus menyukai pria sialan itu.
Lisa menyentuh bibirnya yang sudah beberapa kali terjamah oleh pria itu. Dia harus mengakui walau itu menjijikan tapi tetap saja rasanya manis. Lisa menjadi semakin kesal memikirkannya dan melampiaskannya dengan memukul-mukul bantalnya keras
"Aku benci kamu Eric bajingan..." teriaknya keras untuk melampiaskan emosinya
Kritik sarannya ya😁🙏
__ADS_1