Take It Poor Boy

Take It Poor Boy
26


__ADS_3

Setelah pertemuannya dengan keluarga Eric yang menerimanya dengan tangan terbuka, Lisa langsung mengubah pandangannya pada orang-orang kecil, walau sikap angkuh dan sombongnya tidak dapat dihilangkan semudah itu


"Apa yang sedang kau pikirkan?" tanya Eric yang duduk disamping Lisa. Mereka kini berada di taman kota dan sedang duduk disebuah bangku yang tersedia disana


Lisa menggeleng dan menerima air yang disodorkan Eric padanya


"Aku berpikir, kalau kamu memiliki gen kembar dalam keluargamu, akankah nanti kita punya anak kembar?" tanya Lisa penuh harap. Hidup sendirian sangatlah kesepian, Lisa ingin punya banyak anak


"Aku tidak tahu akan hal itu, tapi sebaiknya jangan terlalu berharap" jawab Eric datar yang membuat wajah Lisa berubah cemberut. Jawaban Eric selalu membuatnya tidak puas


"Aku ingin punya anak" rengeknya kemudian dengan wajah mengerucut imut


"Kita akan memilikinya nanti setelah menikah" Eric menjawab sebisanya akan keinginan konyol yang Lisa ucapkan


"Aku ingin punya anak sepuluh"


"Iya, iya...suka-suka kamu" jawab Eric asal dan mengalah. Dia jelas tidak ingin membuat gadis sombongnya kembali cemberut


Setelah jawaban itu, keduanya terdiam memperhatikan apa yang ada dihadapan mereka, hingga Eric kembali membuka suara


"Lisa, apa kamu tidak malu menikah dengan pria miskin sepertiku?" tanya Eric akan sesuatu yang mengganjal di kepalanya


"Tidak, kenapa memangnya?"


"Tidak ada apa-apa, aku hanya merasa tidak pantas dengan gadis yang memiliki segalanya seperti dirimu" jawab Eric menatap Lisa yang juga menatapnya


"Kalau begitu belajarlah... Jika kau menjadi suamiku kelak, aku tidak mau bekerja lagi, kau yang akan ambil alih pekerjaanku. Jadi, persiapkan dirimu mulai dari sekarang"


"Apa! Apa maksudmu? Aku tidak mengerti" Eric menjadi bingung dengan maksud Lisa


"Maksudku, nanti aku akan mengajarimu cara menangani perusahaanku dan kamu akan menggantikanku sebagai presiden direktur nantinya" jelas Lisa yakin


"Tidak. Aku tidak mau menerima dan melakukannya"


"Lalu kamu mau aku yang bekerja, begitu?"

__ADS_1


"Tidak, bukan begitu maksudku! Aku hanya__" Eric menghentikan kalimatnya saat melihat tatapan tajam sekaligus pedih Lisa. Eric sadar, dia telah salah bicara. Lisa sudah terlalu lelah dengan semua tanggung jawab yang dipikulnya selama ini dan gadis itu sedang mencoba untuk memindahkan tanggung jawab itu ke pundaknya sekarang. Bukankah memang seharusnya laki-laki yang bekerja dan perempuan yang menghabiskan hasilnya


"Baiklah, aku akan mempelajari caranya padamu" kata Eric akhirnya. Dia mengalah pada Lisa yang langsung berubah tersenyum senang sembari memeluk dirinya


"Terima kasih" gumam Lisa memeluk erat Eric yang memejamkan matanya resah. Dia masih terikat kontrak dengan Billy, bagaimana dia harus menyelesaikan semuanya


"Lalu bagaimana dengan hutang 500 juta ku?" tanya Eric tiba-tiba. Dia sedang mencoba menggoda Lisa


"Bayarlah dengan kesetiaan seumur hidupmu" jawab Lisa membuat Eric tertawa. Siapa yang akan peduli dengan utang 500 juta itu, saat Eric mendapatkan bank beserta pemiliknya sekalian


🍀🍀🍀


Lisa sedang melakukan manicure sama pedicure sebagai persiapan pernikahannya yang akan dilangsungkan minggu depan. Setelah mendapatkan restu dari ayah Eric dan tentu saja adik-adik Eric yang antusias


Gadis itu sedang menikmati dirinya dilayani dengan begitu baik oleh beberapa pelayan yang membantunya saat sebuah panggilan masuk terdengar dari ponselnya


"Halo sepupu cantikku" terdengar suara Vika yang menyapanya


"Ada apa kau menelponku. Apa penyamaranmu sudah terbongkar?" tentu saja dia tidak akan memberikan jawaban yang manis pada sepupu nakalnya itu


"Aku menelponmu hanya iseng-iseng karena aku bosan" jawab Vika akhirnya tanpa rasa bersalah sedikit pun telah mengganggu waktunya


"Kalau kau bosan kenapa menggangguku, kenapa tidak kau ganggu saja suamimu itu" jawab Lisa yang masih terlalu kesal pada sosok Marcel, suami Vika yang sok-soan umbar kemesraan didepannya dulu, padahal saat itu dirinya masih belum terikat dengan Eric


"Ah kau ini. By the way, Lis, kamu dimana sekarang?"


"Aku sedang meni pedi, kan aku akan melangsungkan pernikahan minggu ini" jawab Lisa dengan nada malas. Dirinya terlalu malas meladeni sepupunya itu


"Menikah! Siapa? Kamu?" terdengar nada terkejut Vika di seberang. Lisa berani bertaruh kalau sepupunya itu belum mengetahui tentang pernikahannya yang akan segera diadakan


"Ya iyalah, memang siapa lagi. Kamu? Kan udah"


"Menikah dengan siapa? Siapa pria gila yang mau menikahimu?" nada Vika terdengar terkejut sekaligus tak percaya


"Tanyakan saja pada suamimu, dia kenal dengan calon suamiku. Sudah ya, aku lagi sibuk. Besok, kapan-kapan aku akan menghubungimu lagi" tut... Lisa langsung mematikan panggilannya secara sepihak, dia sedang malas meladeni sepupunya itu karena ini saatnya baginya santai sebelum besok dia harus kembali ke perusahaannya untuk mengurus beberapa hal yang ditinggalkannya tiga hari ini.

__ADS_1


🍀🍀🍀


Malamnya Eric kembali kerumah Lisa, dia sudah menjelaskan perihal tinggalnya pada Ayah dan adik-adiknya, dan syukurlah keluarganya sangat mengerti


"Kamu pulang!" seru Lisa yang membuat Eric terlonjak kaget


"Kamu belum tidur?" tanya Eric bingung melihat gadis itu duduk menunggu diatas sofa


"Kenapa larut sekali pulangnya?" Lisa mengabaikan pertanyaan Eric dan memberikan pertanyaan lainnya. Kening Eric berkerut bingung


'Ada apa dengan Lisa, apa dia sedang mencoba berperan sebagai seorang istri yang baik sekarang' batin Eric bertanya


"Tadi ada beberapa hal yang harus kubahas dengan Billy setelah pemotretan, jadinya aku terlambat pulang" jawab Eric sedikit menjelaskan perihal keterlambatannya pulang walau itu tidak perlu dilakukannya sebenarnya. Lisa belum resmi jadi istrinya


"Oo, bagaimana pemotretan hari ini? Lancarkah? Apakah kamu ada jadwal pose dengan model wanita?" tanya Lisa lagi penuh dengan keingintahuan


Eric menghembuskan nafasnya lelah, mulai lagi mode posesif gadis sombongnya. Ini jika dia menjawabnya jelas Lisa akan marah jika mengetahui kalau hari ini dia ada berpose dengan model wanita sebagai ganti Lisa yang membatalkan kontrak modelnya, dan jika dia tidak menjawabnya, maka itu juga akan menjadi neraka baginya. Akhirnya Eric memilih untuk berbohong demi keamanan dan ketentraman jiwanya


"Tidak, hanya ada pose solo diriku hari ini" jawab Eric akhirnya


"Kenapa belum tidur? Menungguku pulang ya?" lanjutnya menatap Lisa yang wajahnya mulai memerah


"Si__siapa yang menunggumu, aku hanya tidak bisa tidur makanya memilih duduk disini" jawab Lisa yang membuat Eric mengulum senyum. Gadisnya bukan pribadi yang pandai berbohong, itu akan terlihat sangat jelas


"Kalau begitu pergilah tidur sekarang. Ini sudah sangat larut, aku juga akan pergi tidur sekarang" kata Eric melangkah menuju kamarnya


"Tunggu!" Eric menghentikan langkahnya dan menatap Lisa seakan bertanya alasan gadis itu menghentikan langkahnya. Lisa menunduk gelisah, seakan ragu untuk menyampaikan keinginan hatinya


"Bo__bolehkah a_aku..." Lisa tidak sanggup melanjutkan kalimatnya


"Eum...lanjutkan. Apa yang kamu inginkan?" tanya Eric penasaran


"Bo_boleh_kah aku tidur dikamarmu?" Lisa akhirnya menyelesaikan kalimatnya sembari menunduk malu, sedang Eric kembali melongo mendengar permintaan itu


......................

__ADS_1


__ADS_2