Take It Poor Boy

Take It Poor Boy
29


__ADS_3

"Bagaimana kau akan menjelaskan ini?" tuding Lisa pada gambar yang ditunjukkannya pada Eric


Eric meraup wajahnya kasar, lalu menghembuskan nafasnya pelan. Dia akan butuh banyak penjelasan untuk meyakinkan gadisnya


"Lisa, dengar!" kata Eric tegas


"Iya! Aku mendengarnya" Lisa menjawab santai dengan tatapan angkuhnya


"Itu hanyalah bentuk dari profesionalitas kerja, lagian aku terpaksa berpose dengan model itu sebagai ganti pembatalan kontrakmu" jelas Eric akhirnya


Lisa tersenyum, namun senyum itu malah terlihat mengerikan bagi Eric. Gadis itu melangkah mendekat pada Eric yang terlihat was-was, menunggu apa tindakan yang akan dilakukan Lisa selanjutnya


"Lalu, haruskah tanganmu menyentuhnya seperti itu?" senyum Lisa berubah menjadi mimik wajah mengerikan. Eric mengusap tengkuknya yang mendadak terasa dingin, singa betinanya akan segera mencabiknya


"Itu hanya bentuk dari__"


"Potong tanganmu sekarang!" ujar Lisa memotong perkataan Eric


"Apa!!"


"Aku tidak ingin melihat tangan yang menyentuh wanita lain." Lisa memukul keras kedua tangan Eric yang masih terkejut dengan ujaran Lisa yang pertama


"Lisa, berhenti! Itu tidak seperti yang kamu pikirkan" kata Eric yang menangkap kedua tangan gadisnya dimana tangan mungil itu terus memukul Eric dengan membabi buta


"Aku tidak akan berhenti sampai kau memotong tanganmu ini... tanganmu menyentuh wanita lain" Lisa mencoba melepaskan tangannya yang dicekal oleh Eric


Dalam sekali hentakan, Eric berhasil menarik gadis itu dalam dekapannya. Ini adalah cara ampuh membuat Lisa berhenti dari kegilaannya


"Tenanglah, Lisa" ujar Eric yang memeluk Lisa erat


"Kau selingkuh" tuduh Lisa, sedang Eric hanya bisa menerima tuduhan tidak berdasar tersebut. Bagaimana bisa itu disebut selingkuh saat itulah resiko pekerjaannya, tapi Eric tidak bisa untuk mendebatnya sekarang


"Bagaimana aku bisa selingkuh saat calon istriku lebih dari wanita manapun" jawabnya kemudian


"Tapi tanganmu memeluknya" bantah Lisa


"Tapi itu hanya tuntutan pekerjaanku, Lisa"


"Kamu tetap tidak boleh memeluk wanita lain tanpa seizinku! Kalau perlu kau tidak usah jadi model lagi" Lisa menatap prianya tajam saat mengucapkan kata-katanya


"Bagaimana aku tidak melakukannya? Aku sudah menandatangani kontraknya"


"Aku akan mengganti semua kerugiannya dengan Billly karena aku tidak mau kamu harus berpose dengan wanita lain, kamu itu milikku! Jadi, semua di kamu itu punyaku" kata Lisa yang mengklaim seenaknya

__ADS_1


Eric memutar matanya jenuh, gadisnya sudah terlalu over posesif dan itu sedikit menyebalkan jika dipikirkan


"Iya, baiklah! Aku janji tidak akan berpose dengan model wanita lagi, tapi batalkan niatmu yang ingin menebus kerugiannya. Biarkan aku selesaikan kontrakku dengan Billy"


"Tidak... aku tidak setuju. Kamu tidak boleh jadi model lagi. Kita akan segera menikah, jadi berhenti dari pekerjaan modelmu segera dan belajar ambil alih perusahaanku sekarang"


"Tapi, Lisa__"


"Aku tidak mau mendengarnya lagi atau potong saja tanganmu itu" Lisa memotong cepat ujaran Eric yang ingin menjelaskan


Menghembuskan nafasnya pelan saat Eric harus menekan emosinya, dia harus banyak bersabar sekarang ini


"Baiklah, akan ku usahakan"


Eric melangkah lesu menuju kamarnya meninggalkan Lisa yang merobek-robek kesal gambar di lembaran majalah yang memperlihatkan prianya dengan wanita lain


"Mati saja kau wanita sialan"


๐Ÿ€๐Ÿ€๐Ÿ€


"Aku akan berusaha aktif setelah pernikahan. Jadi sekarang aku mau fokus sama pernikahanku" Eric sedang mencoba merayu Billy untuk cutinya atau lebih tepatnya berusaha untuk menyelesaikan permasalahannya satu persatu


Dia menggunakan pernikahannya sebagai alasan agar Billy menyetujuinya


"Iya! Aku tahu" seru Eric yang membuat Billy terkekeh di seberang


"Aku hanya bercanda kawan"


"Aku tahu" jawab Eric bersamaan dengan pintu kamarnya yang terbuka, menampilkan Lisa dengan sebuah laptop di tangannya


"Lisa!" gumam Eric yang buru-buru mematikan sambungan telponnya dengan Billy yang kembali mengelus dada di seberang sana saat sahabat-sahabatnya suka sekali mematikan panggilan sebelah pihak dan Billy adalah pihak yang selalu menerima tindakan itu


"Kamu belum tidur, kan?" tanya Lisa sembari melangkah ke dekat Eric yang masih terjaga dengan ponsel di tangannya


"Ada apa? Kau ingin tidur disini juga malam ini?" Eric menatap bingung Lisa yang mendekat padanya, padahal dirinya sudah bernafas lega tadi saat selesai makan malam dan Lisa tidak berulah, namun apa sekarang? Gadisnya ingin kembali mengusik malamnya


"Bolehkah? Kalau boleh aku akan tidur disini nanti, tapi sekarang aku punya tugas lain untuk mengajarimu"


"Mengajari apa?" Eric kembali dibuat terkejut saat Lisa dengan santainya duduk diatas pangkuannya, dan mulai membuka laptop ditangannya


"Kamu harus belajar untuk mengambil alih perusahaanku sekarang, kan aku sudah bilang! Nanti setelah menikah aku tidak mau bekerja lagi. Kamu yang harus bekerja dan aku bertugas menghabiskan hasilnya" jelas Lisa dengan jari-jarinya yang mulai bergerak diatas keyboard laptop


"Tapi, apakah ini tidak terlalu terburu-buru, Lisa?"

__ADS_1


"Kamu harus mulai belajar dari sekarang, Sayang"


"Tapi ini sudah terlalu malam dan... posisimu sekarang... membuatku sangat tidak nyaman" Eric menyuarakan isi pikirannya walau sedikit ragu untuk menyampaikannya, bagaimana dia bisa nyaman saat Lisa duduk di pangkuannya dengan pakaian tidur tipis gadis itu dan gerakan gadis itu yang tidak mau tenang membuat sesuatu yang lain juga terbangun


"Bilang saja kau tidak suka aku ganggu! Apa sekarang kau sedang mencoba menjauh dariku? Apa model wanita itu telah membuatmu terpikat?" ujar Lisa menatap tajam wajah Eric yang hanya bisa mendesis sembari meremas kuat sprei dengan tangannya


Gadis itu bergerak hanya membuat penderitaannya semakin banyak, dan itu berefek pada organ lain ditubuhnya


"Kumohon, jangan bergerak lagi Lisa!" ucap Eric dengan susah payah. Suasana yang mendukung, malam yang beranjak sunyi dan tindakan Lisa yang terlalu memprovokasi jelas-jelas undangan yang sangat menggoda bagi Eric, tapi jelas dia ingin tetap dikuasai akal sehatnya saat ini


"Bergerak apa? Maksudmu ini?" Lisa dengan sangat sengaja menggerakkan pinggulnya hingga dapat dirasanya sesuatu dibawah sana membengkak


"Sial!" desis Eric yang semakin tidak dapat mengontrol diri, dia lupa kalau gadisnya bahkan akan rela telanjang di depannya, dan sesuatu yang dilarangnya adalah perintah bagi gadis itu


"Kau menegang!" tuding Lisa sembari tersenyum nakal


"Turun dari pangkuanku, Lisa!" suruh Eric akhirnya


"Tidak mau! Kenapa aku harus melakukannya" jawab Lisa dengan kekeras kepalaannya, Eric yang sudah diambang batas kesabaran merengkuh pinggang Lisa dari sisi kanan daan kiri gadis itu, lalu mengangkat tubuh mungil itu dan memindahkannya ke sampingnya


"Jangan memancingku, Lisa!"


"Siapa yang memancing? Aku hanya berniat mengajarimu" jawab gadis itu sok polos. Eric menatapnya malas lalu meraih laptop di tangan Lisa


"Baik, ajari aku! Tapi bukan dengan posisi seperti tadi" bukan hal sulit bagi Eric untuk belajar, dia dapat menguasainya dalam sekejap


Wajah Lisa berubah cemberut, dinding pertahanan Eric-nya sangat sulit diruntuhkan, tapi begitu jebol maka pria itu sangatlah menyebalkan dan dominan menguasai permainan


.


.


.


**Note: jika ada pertanyaan "kok updatenya lama banget sih?"


Jawabannya: motivasi saya menulis adalah komentar yang berisi kritik untuk kekurangan cerita yang saya tulis dan juga saran yang membangun bukan uang, jadi saat itu tidak saya dapatkan, malas semakin menjadi-jadi dan saya malah lebih betah update di tempat lain dimana banyak komentarnya


Semoga tidak tersinggung dan maaf jika memang saya sebagai penulis tidak konsisten๐Ÿ™ dengan up yang terlalu lama


Saya cuma mau bilang, saya menyanyangi pembaca setia saya dan nama kalian pembaca setiaku akan ku ingat.


Salam damai dari penulis super receh iniโœŒ๐Ÿ˜Š

__ADS_1


__ADS_2