Take It Poor Boy

Take It Poor Boy
30


__ADS_3

Eric menatap pada Lisa disampingnya, gadis itu bersikeras untuk tidur bersamanya setelah mengajarinya beberapa hal terkait perusahaan yang saat ini ditangani gadis itu sebagai direktur utama


"Harus ku apakan dirimu ini, Lisa?" gumam Eric pelan sembari menatap wajah damai Lisa yang tertidur


Sungguh jiwa liar dalam dirinya ingin sekali menerkam gadis nakal di depannya saat ini, tapi lagi-lagi logikanya lebih bekerja. Eric jelas tidak ingin melakukan tindak asusila yang lebih lagi pada Lisa sebelum gadis itu resmi jadi istrinya.


Tindakan provokatif Lisa cukup membuatnya kewalahan seperti apa yang sekarang terjadi, gadis itu memeluk erat dirinya saat sedang tertidur dan Eric tidak punya kuasa untuk menolaknya karena jelas itu akan berakibat pada kemarahan gadisnya yang mengerikan


"Sepertinya aku harus segera menikahimu kalau tidak ingin aku menahan diri lebih lama lagi" gumam Eric tersenyum sembari menyingkirkan seuntai rambut yang jatuh di wajah calon istrinya


"Kau tidak mencintaiku, kau selingkuh!" gumam Lisa dalam igauannya. Eric terkekeh mendengarnya lalu berucap pelan


"Aku mencintaimu nona Lisa Anita" ucap Eric lirih. Dia tidak mungkin tidak jatuh cinta pada gadis sombongnya, bahkan setelah berbagai kasus diantara mereka


"Jahat" terdengar lagi kata yang keluar dari mulut Lisa tapi hanya sekilas sebelum gadis itu kembali tenang tertidur dengan nafas teratur


"Kamu pasti sudah terlalu lelah dengan tanggung jawab yang kamu pikul selama ini, dan sekarang kamu ingin mengurangi beban itu dengan menyerahkannya padaku! Lisa, kamu wanita yang luar biasa walau sifat angkuhmu tidak dapat dibenarkan" ucap Eric pelan sambil terus memainkan rambut gadisnya dan menatap wajah damai itu instens


Andai Eric tidak ingat akan norma kehidupan yang berlaku, sudah tidak ada kata menahan dalam kamusnya. Lisa sudah dilahapnya habis walau gadis itu akan meminta ampun untuk berhenti nantinya


🍀🍀🍀


Hari pernikahan...


Lisa tidak henti-hentinya memamerkan senyum bahagianya. Siapa yang tidak bahagia dengan suami berwajah tampan disampingmu. Tapi bukan itu saja yang menjadi sumber bahagianya, melainkan bebannya yang mungkin akan terangkat setelah ini dan tentu saja dirinya lebih leluasa mengeluarkan tindakan untuk menggoda pria yang telah resmi menjadi suaminya


Ayah dan sepasang adik kembar Eric tampak begitu bahagia yang duduk di jajaran para tamu paling depan, ayahnya terlihat jauh lebih sehat dan sekarang duduk merestui pernikahan Eric dalam balutan pakaian mewah yang khusus dipesankan Lisa untuk ayah mertuanya itu


Riana dan Riani memakai gaun putih khas pernikahan, sepasang remaja kembar itu terlihat begitu antusias dengan pernikahan kakaknya saat janji suci antara Eric dan Lisa terucap


Eric juga memamerkan senyum menawannya pada para tamu yang kebanyakan berisi kolega kerja Lisa serta orang-orang kolega para sahabatnya. Eric dapat melihat kehadiran para sahabatnya dengan berbagai ekspresi. Marcel yang hadir dengan istrinya yang merupakan sepupu Lisa tampak tidak melepaskan sedikitpun pinggang Vika dari rangkulannya, dan Eric sudah dapat menerka seberapa tingkat kemesuman dan kecanduan Marcel pada istrinya itu

__ADS_1


Billy datang dengan wajah sumringahnya dan jangan lupakan tindakan playboy itu yang langsung bergerak mencari mangsa untuk menjadi pacarnya yang kesekian, dan acara resepsi pernikahan itu sangat cocok sebagai ladang bagi playboy seperti Billy memanen wanita incarannya. Serta Mike yang hadir dengan wajah lesunya, Eric sudah dapat menerka kalau sahabatnya itu masih belum menyelesaikan masalahnya dengan istrinya. Tindakan yang dilakukan Mike pada Elina tidak bisa diselesaikan hanya dengan kata maaf, dan Eric cukup mengerti dengan keadaan itu


"Kapan kamu membeli cincin? Ini tampak bagus dan mahal" tanya Lisa menatap pada cincin yang tersemat di jari manisnya, cincin berwarna silver itu tampak begitu pas di tangannya


"Kemarin bersama Billy, dan harganya cukup memakan gajiku selama bekerja sebagai model" jawab Eric datar, seakan apa yang di ucapkannya bukanlah apa-apa. Sedang Lisa cukup terharu dengan kenyataan itu, pria yang sudah sah menjadi suaminya beberapa saat lalu sangatlah bertanggung jawab dan pria itu terlihat luar biasa di matanya


Kedua mempelai pengantin itu menyambut tamu dengan senyum cerah dan bahagia


"Selamat ya atas pernikahannya, aku tak berpikir kamu akan menikah secepat ini" model wanita yang dulu berpose dengan Eric tampak memberikan pernyataan selamatnya dan wanita itu tanpa sungkan memeluk Eric yang sudah dapat merasakan angin dingin berhembus disampingnya


"I_iya... terima kasih atas kehadirannya!" ujar Eric menanggapi dengan wajah mulai berkeringat dingin. Lisa-nya bisa kembali salah paham dengan apa yang terjadi sekarang


"Jangan sungkan" tutur si model wanita sambil mengedipkan sebelah matanya genit pada Eric tanpa peduli dengan Lisa yang mulai mengeluarkan asap di kepalanya


"Menjauhlah dari suamiku!" Lisa dengan terang-terangan memperlihatkan ketidak sukaannya pada si model wanita yang hanya menampilkan senyum ramahnya


"Itu hanya pelukan ucapan selamat dari seorang teman, Anda tidak perlu khawatir Nyonya Mananta" ujar Si model itu lagi sambil sekali lagi menatap pada Eric, ada kilat penuh minat di matanya pada sosok Eric namun dia kalah cepat dengan gadis yang kini jadi istri Eric


"Siapa? Hanna?" tanya Eric tidak berani menyimpulkan


"Oo jadi namanya Hanna, kamu bahkan mengingat namanya dengan begitu baik ya!"


"Tentu saja aku mengingatnya, dia partner kerja-ku" jawab Eric polos, dia bahkan tidak bisa melihat Lisa yang saat ini sudah mau meledak. Untung saja sahabat gilanya datang di waktu yang tepat


"Selamat ya! Akhirnya kau menikah juga... kalian semua benar-benar sialan, melangkahiku soal wanita" ujar Billy seraya mengapit kepala Eric dengan lengannya, bercandaan khas sahabat


"Hei, Lepaskan! Kau ingin mencekikku" Eric mencoba melepaskan diri dari Billy yang gila sedang Marcel memilih tertawa dengan Vika yang juga terhibur dengan pertunjukan itu, dan Mike yang hanya menatap datar kelakuan teman-temannya itu


"Makanya berhenti mempermainkan wanita" seru Marcel dibelakang Billy yang menendang pelan kaki Billy sedang Vika, istrinya sudah memisahkan diri pada Lisa yang masih saja menatap tajam Eric yang masih berusaha melepaskan diri dari Billy


"... Dan carilah seorang istri" lanjut Marcel yang kemudian menarik Billy untuk melepaskan Eric

__ADS_1


"Sialan! Kau ingin membunuhku, Bil" Eric sudah terbatuk-batuk akibat ulah Billy


"Itu hadiah terakhir dariku, hadiah pernikahan. Semoga kau bertahan dengan nona Lisa yang galak itu"


Eric langsung menghunuskan tatapan tajamnya pada Billy saat pria itu mengatai istrinya galak. Dia sudah bergerak ingin menyerang Billy seperti yang dilakukan Billy padanya. Namun gerakan tangan Marcel lebih cepat menahan kerah belakangnya


"Nanti saja urus biang masalah itu, aku harus memberikan sesuatu padamu" Marcel menarik Eric padanya lalu menyerahkan sebuah tab di tangan pengantin pria itu


"Semua yang harus kau pelajari sudah aku ringkas didalam sana. Kebetulan istrimu menggeluti usaha yang sama dengan yang kulakukan, jadi itu akan sangat berguna bagimu dan ini..." Marcel menyerahkan sebuah kunci mobil pada tangan Eric yang menatap bingung dua benda di tangannya


"Tapi, bagaimana kau tahu..."


"Vika yang memberitahuku kalau kau akan segera dijadikan pengganti dirut di perusahaan istrimu. Kurasa istriku tahu masalah ini dari istrimu, mereka kan bersaudara"


Eric mencoba menolak apa yng diberikan oleh sahabatnya itu tapi tentu saja dia tidak bisa menolaknya saat tiga sahabatnya bersikeras


"Pastikan nanti malam kau membuat gol yang indah, kalo bisa langsung jebol gawangnya hingga istrimu minta ronde tambahan, hahaha" ujar Billy sembari tertawa puas dengan kalimat godaannya hingga sebuah pukulan menghantam tengkuknya dan pelakuny adalah Marcel


"Dasar mesum... Otak kotormu mengerikan."


"Siapa yang berotak kotor? Kau lebih mengerikan... Kau bahkan pernah meniduri istrimu di ruang kantormu bukan? Dasar mesum!" tuding Billy tidak terima sembari mengambil langkah menjauh dari Marcel sebelum sahabatnya itu murka karena kata-katanya yang dikatakan dengan intonasi nyaring hingga beberapa tamu lain mendengarnya


"BILLY! Mati kau hari ini." Marcel langsung mengejar pria playboy itu yqng sudah duluan mengambil langkah bersembunyi sedang Eric, Mike, Vika dan Lisa tertawa melihat tingkah pria dewasa berakhlak bocah tersebut


.


.


.


Novel baru sudah up ya teman-teman..jangan lupa mampir👇

__ADS_1



__ADS_2