Teman Menuju Syurga

Teman Menuju Syurga
Jangan Menggangguku


__ADS_3

••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••


فَاطِرُ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ ۚ جَعَلَ لَكُم مِّنْ أَنفُسِكُمْ أَزْوَٰجًا وَمِنَ ٱلْأَنْعَٰمِ أَزْوَٰجًا ۖ يَذْرَؤُكُمْ فِيهِ ۚ لَيْسَ كَمِثْلِهِۦ شَىْءٌ ۖ وَهُوَ ٱلسَّمِيعُ ٱلْبَصِيرُ


(Dia) Pencipta langit dan bumi. Dia menjadikan bagi kamu dari jenis kamu sendiri pasangan-pasangan dan dari jenis binatang ternak pasangan-pasangan (pula), dijadikan-Nya kamu berkembang biak dengan jalan itu. Tidak ada sesuatupun yang serupa dengan Dia, dan Dialah yang Maha Mendengar dan Melihat.


(Quran Surat Asy-Syura Ayat 11)


••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••


Fathan pov.


Sejak abi menutup telfon karena waktu subuh telah masuk, aku merasa sedikit lega namun masih sedikit takut.


Lega karena aisyah tidak menjawab lamaran itu karena ia lebih memilih untuk memikirkan jawabannya terlebih dahulu.


Takut karena bisa saja setelah satu bulan itu habis masanya, aisyah memutuskan untuk menyambut lamaran tersebut.


Ah sudahlah, allah tau mana yang terbaik.


Aku ada jam kuliah pagi ini.


Setelah mandi dan membersihkan kamar, aku beranjak ke lemari milikku yang ada di dapur. Aku heran ketika hanum sepertinya sedang meletakkan sesuatu pada lemari yang memang sengaja tidak dikunci.


"Apa yang kamu cari hanum?"


Dia terperanjat.


"Eh, oooh. Zikri. Aku pikir siapa."


Dia gugup


"Apakah kamu yang selalu memasukkan makanan makanan berbeda dengan yang lain kelemariku?"


Aku memang sering mendapat jatah makan yang berbeda dengan yang lain.


Sekali dua kali aku pikir itu wajar.


Namun sudah sering aku mendapati makanan ku lebih wah dari pada yang lain.


Aku tidak protes dan lebih memilih untuk diam. Ternyata sudah taulah aku kenapa makananku selalu berbeda.


"Umm.. kenapa zikri?"


Dia balik bertanya.


"Tidak mengapa, aku hanya heran kenapa kamu selalu berbuat baik kepadaku, selalu memperhatikan makanku."


Aku berbicara tanpa melihat kearahnya. Lama dia menjawab pertanyaan dariku


"Aku mengerjakannya dengan ikhlas."


Jawabannya sama sekali tidak memuaskan hatiku. Atas dasar apa? Aku rasa aku tak melakukan kebaikan apapun pafanya yabg mengharuskan dia berbuat seperti ini


"Atas dasar apa hanum? Sekarang aku mau bertanya. Kau suka padaku?"


Aku to the point.


Aku memang tidak sanggup lagi dengan sikap sikap hanum.


Baik memang baik, tapi aku tidak suka ada perempuan yang bukan siapa siapa bagiku melakukan hal hal seperti ini kepadaku.


Aku tidak terbiasa.


Hanum menunduk.

__ADS_1


Sadar aku meninggikan suara terhadap perempuan,


Aku pun minta maaf.


"Hanum maafkan saya. Saya benar benar tidak berniat untuk membentakmu. Saya hanya bingung karena sikapmu."


Lawan bicaraku hanya tersenyum santai.


"Tak mengapa zikri. Aku memang menyukaimu."


Ucapnya berlalu.


"Hanum."


Aku mencegahnya. Dia berbalik masih dengan senyumnya.


"Jangan belikan aku makanan lagi."


Aku meninggalkannya.


Hanum pov.


Pagi ini aku kembali meletakkan makanan di lemari makanan milik zikri.


Sudah menjadi kebiasaan bagiku untuk menyiapkan menu menu istimewa dan memasukkan ke lemarinya sebelum dia berangkat ke kampus.


Aku sangat senang melakukannya.


Apalagi setelah pindah rumah, aku sekarang satu rumah dengan zikri dan dengan beberapa teman lain yang mendapat beasiswa seperti kami juga.


Setiap pagi aku akan datang ke dapur lebih awal lalu meletakkan makanan makanan yang kadang aku beli dan kadang juga aku buatkan khusus untuk zikri.


Seperti pagi ini, aku membuat bubur ayam untuk zikri.


Hanya untuk dua porsi yaitu untukku dan untuk zikri.


"Apa yang kau lakukan dilemariku hanum?"


Sebuah suara yang berasal dari belakangku sukses membuatku sedikit terperanjat.


Aku mengenali suara bariton ini,


Ini seperti suara zikri.


"Eh, ooo zikri. Aku pikir siapa."


Aku sebenarnya takut kepergok seperti ini. Namun sebisa mungkin aku mencoba untuk tetap tenang.


"Apakah kamu yang selalu memasukkan makanan yang berbeda dengan yang lainnya kelemariku?"


Aku terkejut sekaligis takut dengan pertanyaan zikri yang seolah mengulitiku saat ini.


"Umm, emangnya kenapa zikri?"


Aku lebih memilih bertanya balik kepadanya. Memangnya ada apa dengan makananku? Ah, semoga saja dia menyukai masakkanku.


"Tidak mengapa, aku hanya heran kenapa kamu berbuat baik kepadaku dan selalu memperhatikan makananku."


"Itu karena aku menyukaimu zikri. Aku kagum dengan keshalehanmu, aku ingin menjadi teman hidupmu. Apakah sedikitpun kamu tidak mengerti perasaanku dan seluruh perhatianku terhadapmu zikri?"


Aku hanya mampu menjawab dalam hati.


"Aku mengerjakannya dengan ikhlas."


Aku tersenyum getir saat mengingat aku bukanlah siapa siapa bagi zikri.

__ADS_1


"Tapi atas dasar apa hanum? Apakah kau menyukaiku?"


Aku kaget.


Namun berusaha relaks


Kau benar zikri. Atas dasar apa aku melakukannya.


Toh aku bukan siapa siapamu. Mana tau juga kamu memiliki perempuan yang sudah bertahta dihatimu.


Perih zikri, kenapa kamu malah membentakku? Aku hanya mencoba masuk kedalam lika liku hidupmu.


Mencari setiap peluang yang apabila tersedia aku tidak akan melepaskannya.


Kau tau zikri? Memendam rasa selama bertahun tahun itu tidak mudah dan tidak akan mampu dilakukan oleh sembarangan perempuan zikri.


Ini hati yang mencintaimu dalam diam dan hari ini kau malah membentaknya.


Perihal suka aku memang mencintaimu sejak SMA apakah kau tidak menyadarinya, zikri-ku?


"Hanum maafkan saya. Saya tidak bermaksud membentakmu. Saya hanya bingung karena sikapmu."


Kau sebenarnya tidak perlu bingung zikri.


Kau cerdas dan menurutku kau pasti mengerti kenapa aku melakukan ini padamu.


Aku berusaha menampilkan senyuman relaks agar lawan bicara yang aku kagumi ini beranggapan bahwa aku adalah perempuan yang kuat.


Ku pikir, aku akan dirayu oleh setan jika aku masih disini berhadapan dengan wajah tampan milik zikri.


Aku berjalan meninggalkan zikri


"Tak apa, aku memang menyukaimu."


Aku berlalu.


Sebenarnya hatiku deg deg an mengatakan ini. Tapi kali ini aku tidak akan memendam rasa itu lagi zikri.


Sebisa mungkin aku akan mendapatkanmu.


Paling tidak, saat kita wisuda dan balik ke indonesia, aku sudah menjadi tunanganmu.


Saat beberapa langkah, dia memanggilku lagi


"Hanum"


Aku berbalik dan berusaha menariknya dengan senyum terbaikku.


"Jangan belikan aku makanan lagi."


Ucapan itu seperti mematahkan bunga cinta yang baru saja mekar dihatiku.


Tak apa.


Aku tidak akan menyerah zikri.


Sebisa mungkin akan kubuat tunduk kau dengan segala kemampuanku.


Yang terpenting, kali ini aku tak akn memendam apa yang seharusnya dari dulu aku dapatkan.


Lagipun, tidak akan ada perempuan lain yang tersakiti karena perbuatanku. Toh dari awal sekolah sampai sekarang saja kau tidak pernah membawa ataupun dekat dengan satu perempuan.


Itu artinya, kau adalah milikku zikri.


Jadi berhentilah untuk menghindari semua perhatian termasuk makanan yang tetap akan aku berikan kepadamu setiap hari.

__ADS_1


Aku menggumam di dalam hati seraya masuk kedalam kamar untuk mempersiapkan diri kuliah pagi ini.


Aku akan memperhatikanmu selama di kampus zikri-ku.


__ADS_2