Temen Jadi Demen

Temen Jadi Demen
Bab 1 Prolog


__ADS_3

Perkenal kan namaku Keisya Anggraeni biasa dipanggil Key atau keisya


Umurku 17 tahun


Aku masih duduk dibangku Sma


Banyak temen2 sekolahku yang bilang kalau aku ini kutu buku karna kalau dilingkungan sekolah buku tak pernah jauh dariku


disekolah aku tak punya banyak teman karna mungkin penampilan ku yang cupu dan Norak jarang ada yang mau berbicara dengan ku,Mungkin mereka takut tertular cupu sepertiku padahal kan cupu itu tidak menular emngk nya penyakit😅


Tapi jangan salah masih ada satu orang yang mau berteman dengan ku Ia adalah Annisa,Dia adalah sahabatku satu satunya disekolah.


Walau dia cenderung bawel dan kadang ngeselin


namun aku bahagia karna, masih ada orang yang mau berteman dengan ku..


Waktu dulu aku adalah orang paling bahagia


karna di anugrahi kedua orang tua yang sangat amat menyayangii ku


tapii semua hilang saat aku berumur 10 tahun


Bukan aku tak bahagia sekarang, Aku bahagia namun lebih bahagian dulu saat masih ada ayah ku


Iyaahh,, ayah ku meninggal saat aku berumur 10 tahun


saat itu ayah ku sedang bekerja di luar kota


dia pulang seminggu sekali.


Namun saat itu..


Flasback on


" Bunda bundaa,, Harii inii ayah jadi pulang kan??" Tanya anak kecil yang lucu dan itu adalah aku


Bunda tersenyum Hangat sambil mengelus rambut ku


" Kayanyaa ayah gak pulang sayang minggu inii." Balas nyaa mencoba tersenyum namun aku tau ada kesedihan didalam matanya


" Kenapaa bundaa?? padahal kan ayah udah janji sama keisya mau beliin boneka doraemon bunn." Timpal ku sendu dan menundukan kepala ku


Bunda mensejajarkan duduk nya dengan ku


dan dia peluk aku dalam dekapan nya


jujur aku kecewa, karna ayah tidak jadii pulang


padahal dia sudah janji padaku akan membelikan boneka kesukaan ku.


Aku menangis dalam dekapan bundaku


namanya juga anak kecil gampang menangis karna hal sepele


" Keisya jangan nangis yaa,, Tadi ayah bilang sama bunda, minggu depan ayah akan pulang, dan beliin boneka kesukaan keisya, Keisya harus sabar yahh nakk." Sahut bunda sambil mengahapus air mata ku


" Tapii keisya mau nya sekarang bundaa, Soalnya kan stok boneka nya cuman ada satu lagii, kalau nunggu minggu depan keburuu abis boneka nyaa Hiks hiks.." Ucap ku dan kembali menangis


Dengan sigap bunda langsung memeluk ku kembali


aku sesegukan dipelukan bunda


sampai sampai baju bunda basah karna air mata ku dan ingus ku


" Keisya harus sabarr, Kalau nanti boneka nya habis, kan bisa beli nya diluar kotaa, biar ayah yang beliin pas mau pulang." Ujar bunda menenangkan ku


" Emangk nya diluar kota adaa..??" Tanya ku disela sela tangisku


" Adaa dong, kalau dikota boneka nya lebih komplit sayang ada banyak, ada yang kecil ada yang besar, keisya tinggal bilang sama ayahh, mau boneka kecil atau yang besarr." Balas bunda


" Benerann bundaa?? Dikota ada banyak boneka nyaa


kalau gitu keisya mau boneka yangg geeedddeee banget


segede keisya, biar nanti keisya bisa peluk peluk boneka nyaa kalau bobo." Sahut ku antusias dan menghapus air mata ku


" Bolehh sayang,, tapii keisya harus sabarr, ayah kan cari uang nya dulu, nanti malam kita telpon lagii ayah kita bilang kalau keisya mau boneka yang gede banget, yaahh sayangg." Timpal bundaa


" Iyaahhh..bundaa


Yeyyy...keisya bakalan punya boneka gedee.." Balasku sambil melompat lompat kegirangan


Bunda hanya tersenyum melihat tingkah ku


Malam pun tiba bunda mengambil benda pipih nya dan menekan tombol seseorang


Tak lama telepon pun tersambung.


Via telepon..


( Assalamuallaikum ayah.)


( Waalaikumsalam bunda, maaf yaa ayah tidak bisa pulang bun, soalnya ada kerjaan tambahan.)


( Iyahh yah, bunda sudah tau darii pak hasan tadii)


( Keisya bagaimana bun?? apakah dia kecewa??)


( Iyahh yah tadii nangis karna ayah gak jadii pulang, tapii tadi bunda udah kasih pengertian kok, dan sekarang dia gak kecewa lagii yahh.)


( Syukur lahh bun,, disini ayahh kepikiran takut keisya marah sama ayahh.)


( Ayah tidak usah khawatir keisya tidak marah kok, Tapii minggu depan ayah jadi pulang kan??)


( Doain ajah yaa bun, semoga ayah jdi pulang, dan bisa kumpuk kumpul lagii sama bunda dan keisya, jujur ayah kangen sekali sama keisya dan bunda.)


( Iyaa yahh, kami juga kangen sama ayahh, Ayah sehat sehat yahh disanaa jaga makan jugaa.)


( Iyaahh bunn, tapii...)

__ADS_1


( Tapii apaa yahh?? Ayah gak kenapa napa kan??)


( alhamdulillahh ayah sehat bun, cuman akhir akhir inii ayah sering mimpiin keisya nangis bun, semoga ajah inii bukan pirasat buruk.)


( Mungkin ayah kangen berat kali sama keisya, mangkanya ayah mimpiin keisya terus, udah ayahh pikirin itu kan hanya bunga tidur yahh.)


( Iyaahhh bun,, semoga memang itu hanya bunga tidur, Oiyaa keisya belum pulang ngaji bun??)


( Belum yahh, nanti pulang nya abis isya.)


( Tadinya ayah mau minta maaf sama keisyaa, tapi karna keisya tidak ada yasudah lahh nanti sajaa.)


( Kalau begitu ayahh istirahat yaahh, pasti ayah cape seharian kerja.)


( Iyaah bun, badan ayah pegel pegel semuaa, udah kangen inii sama pijitan bunda)


( Nanti kallau ayah jadi pulang, bunda pijitin sepuasnya hehe.)


( Janji yahh,, kallau begitu ayah istirahat yaa bun


Assalamualaikum)


( Waallaikumsalam yah.)


Tutt..tutt...


Entah ada rasa enggan untuk menutup telpon


tapi bunda tepis semuaa, mungkin bunda hanya kangen sama ayahh


Dia pun berjalan keruang keluarga untuk menunggu anak nya pulang ngajii


" Assalamuallaikum bundaa,, keisya pulang" Ucap keisya pas masuk kedalam rumah


" Waallaikumsalam sayang, Anak bunda yang cantik udah pulang?? Bagaimana ngaji nya sayang??" Tanya bunda


sambil memeluk ku


" Alhamdulillah baik bundaa,, Oiyaa katanya mau nelpon ayahh??" Ujar keisya


Karna tadii bunda nya sudah berjanji ingin menelpon ayah nyaa


" Ayahh sudah tidur sayang, kasian ayah nya abis kerja seharian jadii mungkin ayah capee, gimana besok ajaa." Timpal bunda


Ada rasa kecewa dihati kecil keisya


karna jujur dia sangat rindu pada ayah nya


dengan berat hati keisya mengangguk kan kepala


dan masuk ke kamar


Bunda yang melihat wajah sedih keisya


memaklumi kalau keisya rindu pada ayah nya


karna sudah satu minggu lebih dia tak berjumpa


setiap kali ayah nya telpon pasti keisya sedang tak ada dirumah, kadang dia pergi main atau mengaji


Didalam kamar keisya memeluk poto nya bersama sang ayah


dia rindu, rindu sangat pada ayah nya


dia ingin bermain layak nya anak lain nyaa


bercanda bersama sang ayah dan bunda nya


tak terasa keisya pun terlelap dan memeluk poto ayah nya


Bunda melihat keisya yang tidur memeluk poto ayah nya pun hanya tersenyum dengan mata berkaca kaca


" Sabarr yaa nakk, minggu depan kamu pasti bertemu dengan ayah kamu sayang." Ucap bunda sambil mencium kening keisyaa


Mataharii sudah menampak kan wujud nyaa


namun keisya kecil masii enggan untuk membuka mata nya


dia masih terlelap dalam tidur nya


Bunda yang seperti biasa tiap pagi akan pergii ke warung warung untuk menitip kan kue bikinan nyaa


dan hasil nya lumayan untuk membantu mencukupi kebutuhan seharii harii


karna bunda pun harus membantu sang suami menabung untuk keisya sekolah kelak.


Dia berjalan kewarung warung guna menitip kan kue buatan nyaa


dan karna kue bikinan bunda sangat enak jadii pemilik warung tidak keberatan kalau bunda menitipkan kue nya diwarung merekaa


Saat sedang berjalan ke warung seberang jalan Raya


telepon bunda berdering


dan ternyata itu adalah telepon darii sang suamii


Bunda heran, biasa nya ayah menelpon siang atau sore harii pas istirahat, tanpa pikir panjang bunda mengangkat telepon tersebut


Via telepon..


( Hallo assalamuallaikum ayahh)


( Waallaikum salam bun, bunda inii ayah lagii diperjalanan pulang bun)


( Apaa!!! ayahh jadi pulang sekarang??)


( Iyaa bun, habisnya ayah kangen banget sama keisya dan bundaa, dan syukur lah mandor ayah mengijin kan ayah untuk cuti sekarang bun)


( Alhamdulillahh bunda seneng denger nyaa yaahh, Sekarang ayah ada dijalan mana?? apakah masihh jauh??)

__ADS_1


( Ayah sekarang lagi dijalan raya bun, udah deket sama rumah karna ayah berangkat nya subuh tadii)


( Jalan rayaa?? Bunda juga lagi ada dijalan raya yah, Inii bunda lagi dideket lampu merah)


( Apaa bunda llagii ada di jalan rayaa?? Yasudah bunda tunggu ayah disitu bentar lagii ayah sampai dilampu merah bun ,assalamuallaikum )


( Waallaikumsalam.)


bunda sangat senang kala mendengar bahwa sang suamii akan segera pulang dan berkumpul bersama nya dan juga keisya


Setelah beberapa menit menunggu


telepon genggam bunda berdering kembali


dengan cepat dia angkat


( Haloo bun,, inii ayahh sudah sampai dilampu merah diseberang bunda berdirii, Bunda tunggu disitu ayah akan memghampiri bunda.)


Bunda melirik keseberang, dan ternyata benar suaminya


berada disanaa, orang yang sangat keisya rindukan ada disanaa


Namun saat sudah lampu merah


dari kejauhan ada sebuah mobil berlaju kencang


padahal sedang lampu merah, yang manaa seluruh pengendara harus berhentii


Namun, saat itu juga ayah keisya sedang berlari menuju kearah bunda


dann...


Brruuukkkk....


Ayah keisya terpental jauhh karna tabrakan keras


bunda membeku ditempat


tak terasa air mata nya menetes


dunia seakan berhenti berputar


bunda menyaksikan suaminya berguling guling dengan berlumuran darah


padahal baru saja dia mendengar suara nya


Dengan cepat bunda berlari dimana suaminya terkapar lemas tak berdayaa


" AYAHHHH!!!!!!" Pekik bunda sambil berlari kearah suaminya


" Ayahh,, ayah bangunn!! bangun yahh,, ayok kita pulang keisya sudah menunggu ayahh dirumahh." ucap bunda pilu sambil berusaha membangun kan sang suamii


" BBbuun-daa aa-yyaahh **-iitip ke--isya." Ucap ayah terbata karna mulut nya dipenuhi darah


" Engga yahhh hiks hikss..kita jagain keisya bareng bareng, ayah bangun kitaa pulangg yahh Hiks hiks." timpal bunda disela sela tangis nya


Setelah mengucapkan kata itu ayah keisya menutup mata nyaa dan meninggal ditempat


Bunda yang melihat suaminya tak bergerak lagii


pun tak kuasa menahan air mata


tangis nyaa pun pecahh


" AYAAHHH Hiks Hikss bangunn yahh Hiks..." Ujar bunda pilu


Orang orang yang melihat adegan menghayat hati pun tak kuasa menahan air mata merekaa


namun saat bunda sedang berduka karna sang suamii


tiadaa pun, melirik mobil yang sudah merenggut nyawa suami nya ituu


namun saat mentatap pelaku penabrak suami nyaa dengan penuh amarahh, Dia amati wajah nyaa dengan kebencian yang membara, sang pelaku langsung masuk kedalam mobil dan


mobil itu mulai melarikan dirii


dan tak bertanggung jawab sama sekalii


Namun saat mobil itu melintas didepan bunda


bunda diam tak menghindar, seolah olah bunda juga ingin ditabrak oleh mobil tersebut


namun dengan sigap, warga yang berada disitu langsung menarik bunda agar tidak tertabrak


Mobil pun melaju dengan kencang nyaa


para warga mengejar mobil tersebut


Bunda masih meraung raung dalam kesedihan nya


saat sedang menangis dia melihat seperti selembar kertas


bunda pun mengambil kertas tersebut dan ternyata itu adalah kartu namaa Atas nama HARDI


bunda yakin inii adalah kartu nama sipelaku penabrak suaminyaa karna kertas inii berada dimana sipelaku berdiri tadii,


Dengan kepalan penuh amarah bunda menggenggam kartu nama tersebut..


" HARDII" gumam nya penuh kebencian


untung saja bunda bisa melihat wajah siipelaku dan plat nomor mobil tersebut


Flasback Off


Namun bunda tak pernah memberitahu keisya


bahwa kematian ayah nya bukan lah karna penyakit yang dia derita, namun karna tabrak larii


Bukan bunda tak ingin memberitahu yang sebenernya

__ADS_1


bunda hanya tidak ingin, anak nya merasakan apa yang dia rasakan yaitu kebencian terhadap HARDI


__ADS_2