Temen Jadi Demen

Temen Jadi Demen
Bab 37 Kado


__ADS_3

" Keyy.." Panggil dafa lembut


Aku masih enggan menatap nya


aku malu sangat maluu


Pleas dafa jangan natap aku terus


" KeKeyMarKeisya..." Panggil nya lagii namun dia malah memanggil nama itu


Yang membuat ku langsung menatap nya dengan wajah sebal


" Ihhh...Apaann sihh lo manggil gue kaya gitu!! Nama gue Keisya Anggraenii!!." Tegasku dengan wajah sebal


Dia bukan nya menjawab malah cengengesan


Karna kesal ku berdirii, Dan menghampiri dan kuberii jurus andalan ku


" Aww aww Keyy sakitt, Kumat dehh." Ujar nya sambil mengelus elus tangan yang baru aku cubit


" Biarinn..Abisnya lo nyebelinn sihhh." Ucap nya menyilangkan lengan didada


" Tapii gak usah nyubit juga kalii keyy, Lihat nih sampe merah lo tangan nya." Ucap nya sendu dan memperlihatkan tangan nya yang memang sedikit merah


Ada rasa kasian melihat tangan nya merahh


tapii karna aku gengsii jadii kubiar kan saja


" Keyy keisya mauu kemanaa!." Tanya nya saat melihat ku melenggang pergii


Aku tak menjawab, hanya terus berjalan menuju kamar tamu, bukan nya aku tak sopan tapii karna dafa tak kunjung memberitahu mukena ku ada dimanaa


jadii aku ambil sendirii sajaa.


Ceklekk!!


Kubuka pintu kamar

__ADS_1


kuedar kan pandangan namun tak menemukan ada nya mukena kuu


dengan mengucap kan assalamuallaikum


aku masuk ke kamar tersebut


ku carii ditempat tidur tak ada


dilemarii tak ada juga


sampai kekamar mandii pun tak adaa jugaa


" Huupt..koo gak adaa yaah?? Terus mukena nya kemana kalau disinii gak adaa." Lirihku sambil berjalan keluar kamar dengan wajah ditekuk


tak lama dafa pun menghampirii ku dan melihat mimik wajahku yang ditekuk, Dia pun mendekat dan bertanya


" Lo gak papa??" Tanya nya


" Mukena gue gak ada disinii..Huuppt mungkin ditempat lainn." Jawab ku lesu dan mulai berjalan menuruni tangga


" Emngk berharga banget yaa itu mukena bagii lo." Tanya nya


" Jelas berharga lahh, Kalau gak berharga gak mungkin gue jauh jauh datang kesinii." Jawabku kesal dan melanjutkan menurunii tangga


" Lo tunggu disinii, jangan kemana manaa.." Titah nya


Aku berbalik dan baru akan berkata tapi dia


sudah pergi menuju kamar nyaa


Mau apaa cobaa nyuruh aku nungguin disinii


Akhirnya mau tak mau akupun menunggu nya karna penasaran, awas aja kalau dia akan menunjukan hal yang tidak penting, akan kupastikan mencubit nya bertubi tubi


Terdengar suara pintu tertutup


dan bisa kupastikan itu adalah pintu kamar dafa

__ADS_1


tapii aku enggan untuk melihat nyaa


jadii aku tetap dalam posisi ku yaitu duduk ditangga


" Keyy!." Panggil nya


" Apaa??" Jawab ku malas tanpa menengok sama sekali


" Heii..Kalau orang manggil itu nengokk." timpal nya


Dengan malas ku menengok nyaa


dia hanya nyengir


" Apaann sihh, Katanya mau nunjukin sesuatuu??" Tanya ku kesal


" Tarraaaaaa..." Sahutnya sambil memberikan satu kotak merah yang lumayan agak besar


Aku menaikan satu alis


" Ngapain lo ngasih gue kado, Gue kan gak lagii ulang tahun??" Tanya ku bingung


" Emngk siapa yang bilang lo ulang tahun, inii buka ajah." Jawab nya sambil menyodor kan kotak tersebut


Aku menerima nyaa, namun sebelum membuka nya


aku memperhatikan kotak ituu dengan telitii


dan ku alihkan menatap dafa yang sedang tersenyum manis


" Lo gak lagii ngerjain gue kann???" Tanya ku waspada


Dia memutar mata malas dan berkata


" Hehh...bawell yaa lu buka aja sihh susahh amatt." Ujar nya


Akhirnya kuputus kan untuk membuka nyaa

__ADS_1


dann ternyataa....


__ADS_2