Temen Jadi Demen

Temen Jadi Demen
Bab 8 Kebencian Maya


__ADS_3

Disaat sedang menyantap bakso sesekali sambil bercanda ria


tanpa mereka sadarii ada seseorang yang melihat keakraban mereka dengan tatapan kebencian.


Siapa lagii kalau bukan maya


Maya yang sakit hatii karna daffa menolak mentah mentah ajakan nya makan bareng diikantin, Namun lihatt sekarang dia tengah asyik bercanda gurau dengan siicupu keisyaa


maya tidak menduga daffa yang dingin kepada cewe lain bisa bisanya dalam waktu yang singkat mereka sudah sepertii sahabat saja.


Kinii dia sedang memperhatikan setiap tawa yang keluar darii dua orang ituu dengan amarahh.


" Liatt ajah Cupu gue bakal bikin perhitungan samaa loe, Susah payah gue buat dapetin perhatian nya daffa tapi ternyata diluar dugaan dia lebih akrab sama loe, tapii loe tenang ajahh karna sebentar lagii loe akan mendapatkan akibat nya karna beranii ngerebut daffa darii gue." Gumam maya dengan penuh kemarahan


Keisya dan daffa telah selesai memakan habis bakso nya dan saat dia hendak membayar namun diicegah oleh daffa.


" Loe mau kemanaa??" Tanya daffa sambil memegang jemarii keisya


" Gue mau bayar." Jawab keisya sambil menepis pegangan daffa


" Mending sekarang loe duduk, biar gue yang bayar okk." Ucap daffa sambil berdiri dan hendak membayar


" Yaa tapii kan loe mau bayar bakso yang loe makan doang." Ujar keisya


" Kata siapa? Gue mau bayar bakso loe juga kokk udah mending loe diem ajah disituu." Balas daffa


keisya pun menurut dan duduk kembali


setelah selesai membayar daffa kembali menghampiri keisya yang membaca buku nyaa.


" Sekarang loe mau kemanaa? Mungpung belum bel masukk gimana kalau loe temenin gue keliling gue pengen tau ada yang menarik gak disini." Ajak daffa


" Bolehh gue bakal tunjukin tempat yang paling indah disini" Balas keisya


Mereka pun pergii keliling sekolah dengan jalan beriringan tentu hal itu membuat para siswi yang ngepans sama daffa irii kepada keisya


" Daffa yang ganteng nya mirip lee minho ituu sama sekali gak pantes jalan beriringan bareng sicupu keisya Gedeg gue liat nyaa knpa daffa lebih suka jalan sama sii cupu sihh." Kata para siswi yang irii


" Mmmmm..daffa makasihh yaa telaktiran nya tadii." kata keisya memecah keheningan


" Iyaaa sama samaa, Oiyaa rumah loe jauh darii sini? " tanya daffa


Disinii lahh mereka duduk diantara rindang nya pohon mangga yang sedang berbungaa.


yang lansung menghadap ke area persawahan. daffa kagum pada sekolahan papa nya inii meskipun darii luar sangat amat jelek tapii beda lagii kalau didalam ternyata sekolahan papa nya ituu langsung berhadapan dengan persawahan yang sangat luas


tidak hanya persawahan namun ada juga kebun jagung, Kebun singkong dan kebun sayuran.

__ADS_1


dan suasana disinii sangaat amat beda dengan suasana sekolahan nya dullu disinii sejukk tanpa ada polusii kendaraan sedikit pun dikarna kan jauh darii jalan rayaa wajar saja kalau tempat inii damai tanpa ada kebisingan kendaraan sedikit pun.


hanya beberapa warga yang berlalu lalang itupun mengguna kan sepedaa


daffa menariikk napas panjang panjang dann membuang nyaa sunggung tempat yangg tak pernah dia bisa temuii kalau disekolahan nya dulu.


" Rumah gue disanaa diseberang perkebunan sayur itu." Jawab keisya sambil menunjuk rumah nya


" Oouuhhh...lumayann jauhh juga yaa terus loe kesinii naik apa? " Tanya daffa lagi


" Naik sepedaa." Jawab keisya lg


" Hahh rumah segitu jauhh nya loe pake sepedaa?? Gak capee?? " Tanya daffa tak percaya


Keisya tersenyum dan berkataa


" Engga lahh kan gue udah biasaa darii sd gue udah pake sepeda bahkan kemana mana pun gue masiih pake sepeda, Jadii ni kaki udah kebal Hhehe." Jawab keisya sambil terkekeh kecil


Daffa yang melihat keisya tertawa terpesona dia sangat cantik kalau tertawa dua lesung pipit menghiasai pipi tirus nyaa.


sungguh Mempesonaa


" Loe tahu gak tempat inii itu tempat paforit gue sama annisa, Kalau lagii punyeng karna pelajaran gue sama nissa sering kesinii buat sekedar nenangin dirii, Abisnya inii tempat gue suka bangett angin sepoy sepoy dan perkebunan yang hijau sengguh membuat mata enggan untuk tidak menatap nya." Ucap keisya sambil tersenyum


" Iyaaa benerr cantikk bangeett bahkan cantik nya ngalahin Lisa Blakping." Ucap daffa ngaur


Keisya mengerutkan dahii dan melihat daffa, ternyata daffa sedang melihat dirinya sambil senyum senyum gak jelas.


" Enakk ajahh kesambet, Lagian roh mana siihh yang beranii masuk ketubuh gue, mereka juga pilih pilih kalii kalau ngerasukin cowo tampan kaya gue, yang ada mereka betah dan pada gak mau keluarr." Jawab daffa dengan pede nya


" Yeyy dibilangin, atii atii kalau ngomong kerasukan beneran tau rasa loe." Ucap keisya


Mendengar perkataan keisya barusan muncul lah idee gila untuk mengerjaii keisya.


daffa pun langsung menunduk dan mengerang ngerang layak nya kucing garong.


mendengar daffa yang mengerang ngerang membuat keisya sedikit was was bagaimana kalau daffa beneran kerasukan karna ucapan nya barusan yang seakan menantang untuk dirasukin. Daffa pun sedikit keras mengerang ngerang tapii dalam hatii dia tertawa melihat keisya yang mulai panik.


" Daff loe kenapaa? Daff gak lucu jangan becanda dehh." Ucap keisya was was sambil mengguncangkan bahu daffa


daffa tak menjawab malahan dia memperkeras erangan nyaa dengan tangan yang menggaruk garuk bangku.


" Haddduuhhhh kaya nya daffa beneran kesurupan dehh, Gimana inii manaa gue gak tahuu cara ngadepin orang yang kesurupan." Ucap keisya panik


" Mending gue panggil annisa dan carii badaffa, yaa carii bantuann." Gumam keisya yang hendak berdiri


Namun baru ia melangkah kan kaki daffa pun bersuara dengan suara berat.

__ADS_1


" Maauu kemanaaa?? Sinii temenin Mbah" Tanya daffa


Keisya takut setengah matii saat mendengar suara daffa yang sangat bedaa.


" MMmmm-aaauuu PPeerr-gggii." jawab keisya terbata


" Jangan pergii disinii sajaa temenin mbahh." ucap daffa sepertinya dia sudah tidak tahan ingin tertawa karna melihat keisya yang ketakutan sepertii ituu menurut nya sangat lucu


Dengan takut keisya pun duduk kembali disamping daffa


dan karna daffa kurang puas mengerjaii keisya akhirnya diaa pun mendekat dan mulai menatap keisya


Hal itu justru membuat keisya mundur untuk menjaga jarak dengan daffa yang ternyata berpurapura kesurupan.


" Eeemmmmbaahh mmaaa-uuuu nngaaa-paainnn?? Toolllooonggg mmbaah jjaang-aan ddekeee-ttt ddekkee-ttt." Jawab keisya ketakutan


Daffa terus saja mendekat kan wajah nyaa kee wajahh keisya


dan ittu membuatt keisya menutup mata nyaa rapat rapat karna takut.


disaat sudah berjarak sangat dekat Daffa punn tidakk bisa menahan tawa nya lagiii.


" Bbwwuuuhahahahahhaahaha Hahhaha hahhahaaa..." Daffa tidak bisa menahan tawa nya lagii


Mendengar daffa tertawa terbahak bahak membuat keisya membuka mata nyaa dan dibuat terkejut kala melihat dafa yang tertawa sambil memegang perut nyaa. karna keisya belum sadar kalau daffa hanya berpura puraa masiih terlihat was was


" Kooo mbaaahhhhh kkeee-tawaaa." tanya keisya dengan hati hatii


Mendengar keisya memanggilnya dengan sebutan Mbah membuatt tawa nya semakin kerass sampai sampai mengeluar kan air mata.


Keisya yang melihat tingkah daffa pun hanya dibuat bingung, Tapii beberapa detik kemudian keisya tersadar dan berkataa.


" Ooouuuhhh....loe ngerjainn gue yaa dengan berpura pura kesurupan?? " Geram keisya


daffa yang tak henti hentinya tertawa membuat keisya semakin yakin kalau inii anakk pastii mengerjaii nyaa.


" Iiihhhh..ngeselinn bangeett siihh jadii beneran loe ngerjain gue??" Tanya keisya lagii


Melihatt daffa yang tek kunjung berhentii tertawa membuat keisya kesal dan dengan kekesalan dia mendekati daffa dan mencubit daffa berulang ulang kalii


" Hahahah...Adduhhh duhh aduuhh aduuhh sakitt key sakitt aduhh keyy ampunn." Ucap daffa yang kesakitan karna keisya mencubita nya dengan sangat kerass


" Bodooo amattt,, Lagiann loe malah ngerjain gue, Gak tahu apaa gue ketakutan setengah matii tadi hahh!! " Kesal keisyaa dan terus mencubit daffa tanpa hentii


" Iyyaa keyy iyaaa maafff guee khilaf maaff maafff gak bakal gitu lagii dehh sumpahh adduhh aduuhh sakit key." Jawab daffa yang masii terus dicubitii oleh keisya


Sakit karna diicubit oleh keisya tanpa hentii dengan sigap daffa mencekal tangan keisya dan menarik nyaa

__ADS_1


dan otomatis keisya menabrak dada bidang daffa, Dengan menatap mata indah milik keisya dan keisya pun menatap mata coklat milik daffa


dan alhasil mereka tatap tatapan dongg..


__ADS_2