Temen Jadi Demen

Temen Jadi Demen
Bab 23 Marah


__ADS_3

Setelah keisya pergi kekamar nya


dafa menundukan kepala nyaa


Dia menangis, Karna dia pikir dia akan berteman baik sama keisya, ternyataa tidakk justru karna dirinya keisya mengalamii inii semua.


Bunda yang melihat dafa tertunduk pun, mengusap pundak nya dengan lembut.


"Nakk dafa jangan diambil hatii yaaa omongan keisya tadii, Dia emngk kalau marah kayaa gitu, tapii besok juga pasti lupaa." Hibur bundanya keisya


Dafa pun mengangkat kepala nya


dan melihat bunda nya keisya tersenyum hangat


" Gak papa koo tantee, wajar kalau keisya marahh emngk inii bener salah dafa, Sekalii lagii dafa minta maaf yaa tante." ucap dafa


" Inii bukan salah nak dafa, Ini cuman salah paham sajaa biasa lahh seumuran nak dafa dan keisya pastii ngerasainn yang nama nya jatuh cinta,cemburu, bertengkar sudah biasaa ituu." Sahut bunda


Dafa yang mendengar bunda nya keisya berkata sepertii itu hanya bisa menggaruk tengkuk


" Nak dafa suka sama anak tante??" Tanya bunda


Deg


Bunda yang bertanya sepertii itu, Membuat dafa jadi salah tingkah, Dan bunda yang menyadari itu pun tersenyum


bagaimana pun dia tahu ciri ciri orang yang sedang jatuh cinta ituu bagaimanaa,, Yaa macam dafa inii lahh


" Jatuh cinta wajarr koo nakk dafaa, tidak usah salah tingkah gituhh." Goda bundaa


" Aahhhh...ttantee bisaa ajahh." Ucap dafa


" Tapii tantee gak ngijinin keisya pacaran nak dafa." Timpal bunda

__ADS_1


Seketika ada raut kecewa diiwajah dafa


sejak saat keisya tinggal dirumah nyaa, Dafa sudah mulai menyukai nya dia ingin terus terusan melihat senyum keisya tawa nyaa marahh nyaa pokonya semuuaaa nya


tapii sepertii nyaa itu hanya khayalan, Sekarang bahkan keisya tak ingin bertemu dengan nyaa lagii.


" Tante pengen keisya sekolah dulu yang benerr, Setelah lulus pun tante tak mengijin kan keisya pacaran sampai kuliah pun tante tidak mengijin kan, Tante pengen keisya langsung menikah, berumah tangga." Ucap bunda panjang lebar


" Jadii nak dafa paham kan maksud tante.?? " Tanya bunda


" Paham ko tantee, Kalau begituu dafa pamit yaa tante sampaikan salam dafa ke keisya, Bilang kalau dafa sangat menyesal." Ucap nya sendu


" Baikk nanti tante sampai kan, Hati hatii yaa nak." Jawab bunda


" Iyaahh tante,, Assalamuallaikum" Pamit nya


" Waallaikumsalam." Jawab bunda


Dafa pun pamitt dan pergii darii kediaman keisya


" Gue bencii lo daf." Gumam nya


Bunda keisya pun mencoba mengetuk pintu kamar anak nya ituu.


Ttoktoktokk...


" Sayang kamuu tidak apa apa nak??" Tanya bunda


" Keisya lagi pengen sendirii dulu bun." Jawab keisya dari dalam kamar nyaa


" Baiklah nakk, sebentar lagii waktu zuhur, jangan lupa solat yaaa." timpal bunda


" Iyaaa bunn.." sahut keisyaa

__ADS_1


Dering gawai keisya menggangu nya yang sedang bengong


ternyata telepon darii nissa


Keisya baru ingat, kalau dia belum memberii tahu sahabat nya bahwa dia sudah pulang


akhirnya dia mengangkat nyaa..


Via telepon


( Keisyaaaa,, Inii benerrr loo kannnn????) Teriak nisa


Bahkan keisya menjauh kan gawai nya dari telinga nya karna merasa sakit mendengar teriakan nisa


( Yaaa ampunn nisaaa,, Gak usahh teriak teriakk jugaaa kalii, Sakit kuping gue.)


( Gue itu khawatir sama lo tau gakk,, Gue kepikiran terus samaa loo, gue ngerasa bersalah Hisk hisk)


( Niss lo nangiss???)


( gue khawatir sama loo, tapii syukur lah kalau lo gak papa)


( Gue gak papa ko nis, Gue baik baik ajahh, makasihh udah khawatirin guee)


( Btw kemaren lo kemanaa?? Lo ituu kaya ditelan bumii tau gak sihh, ngilang gak ada kabar)


( Cerita nya panjang niss, Nanti ajh gue ceritaan kalau ketemu)


( Yaudaahh kaya nya lo butuh istirahat key, suara lo lemes banget, Oiyaa gue mau ngasih tau kalau besok itu libur)


( Hahh,, ko liburr??)


( Iyaa gak tahu, tadii gue dapet pemberitahuan darii grup, yaudah key lo istirahat yaaa By)

__ADS_1


( Ohh gituu...okk By)


Telepon pun terputuss,Dan keisya kembali termenung


__ADS_2