
" Daff,, Gue gak diambilin sekalian." Rengek nisa
" Hhehe..sorry niss gue gak tau porsi makan lo segimanaa, jadii lo ambil sendirii aja yaa." tolak dafa halus
Skakmatt...Rasanya aku ingin tertawa terbahak bahak
rasain loo nisa malu malu tuhh
tapii ku coba tahan..
tenang nis nanti aku ketawain koo kalau kita udah pulang
Nisa tak menjawab hanya memasang wajah cemberut
langsung ku ambil piring nya dan ku isi dengan nasi
" Sinii nis, biar gue aja yang ambilin, gue kan tahu porsi lo." Tawar ku mengambil kan nya nasi yang sangat banyak
" Seriuss itu porsii nisa segituu???" Tanya dafa tak percaya
" Iyaa..malahan ya kalau dirumah gue dia suka nambah lagi iyaa kan nis??" Tanya ku sambil menaik kedua alis
__ADS_1
Dia tak menjawab hanya memandang ku tajam
Aku tak takut menurut ku itu tatapan sangat lucu
ku duduk kembali dan mulai mengambil lauk pauk yang tersedia, Puas aku karna sudah membalas nisa
" Kekey kebanyakan kalii, emngk lo pikir gue tukang kuli bangunan makan seginii banyak nyaa.." Sungut nya dan kembali menyimpan setengah nasi yang ku ambilkan
Aku tak menjawab hanya cengengesan sajaa
Kami pun mulai makan sambil bercanda
tak terasa rasa bencii yang teramat sangat
apakah benar aku mulai menyukai dafa??
Setelah selesai makan, aku memberes kan bekas makan kami dan nisa pergi ketoilet dulu
Ada yang menyodorkan piring kotor
aku kira itu mbok jum ternyata..
__ADS_1
" Makasiihh mbokk." Ucap ku tanpa menoleh sama sekali
" Sejak kapan nama gue digantii jadii mbok." Suara bariton dafa
Degg..
aku menoleh dan ternyata benarr itu dafa
" Gue bantuin yahh." Ujar nya sambil menyimpan piring yang baru aku cucii
Aku tersenyum dan mengangguk
entah mengapa kali inii aku sangat nyaman bila berdekatan dengan dafaa
Aku mencucii sedangkan dafa membilas
sungguh adegan yang luar biasa
yang tak pernah terbayangkan oleh ku
kemarinn aku sangat membencii nyaa
__ADS_1
tapii sekarangg??