Temen Jadi Demen

Temen Jadi Demen
Bab 25 Curhat


__ADS_3

Aku yang termenung dikejutkan oleh ketukan pintu kamarku


tapii aku enggan untuk membuka nya, akhirnya aku abaikan


saja


Tok! Tok! Tok!


" Keyy inii guee nisa,, Gue boleh masuk gakk??" Tanya nisa dari luar


Mendengar nama nisa, sedikit memberiku pencerahan


mungkin aku bisa bercerita padanya, Agar pikiran ku bisa lebih baik


Kubuka pintu dan benar sahabat ku ada disinii


tapii siapa yang memanggil nyaa


Biasa nya nisa kalau mau main kesini, slalu bilang dulu padaku, Apakah bunda yang menyuruh nyaa


Kulihat dibelakang nisa bundaku tersenyum hangat


senyuman yang sering aku rindukan


Tanpa berkata kata langsung saja ku memeluk nya eratt


sambil menangis kutumpah kan semuaa nyaa


" Hiks Hikss hiskk...maafin keisya bunn, Keisya pasti udah bikin bunda khawatir karna ga keluar kamar." Ucap ku sambil menangis

__ADS_1


Bunda mengelus bahu ku lembut


lembut sekalii sehingga aku merasa kan kenyamanan


" Jangan gitu lagi yaa sayang, Kamu tahu betapa khawatir nya bunda melihat kamu mengurung dirii dikamar terus nakk." Ujar nya menasehatiku


" Maafin keisya bundaa hiks hiks." Balasku dengan menundukan kepala dan menangis


" Iyaahhh bunda maafinn, Lain kali kalau emang kamu lagi ada masalah, bilang sama bunda nakk, Jangan dipendam sendirian ituu tidak baik untuk diri kamuu sayang." Timpal nya dengan senyuman yang tak pernah pudar


Aku mengangguk patuhh dan melerai pelukan


kutatap sahabat ku yang bola mata nya sudah berkaca kaca


Dia pun langsung memeluk ku sambil menangis


" Keisyaa gue kangen bangett sama lo Hiks hiks" Ucap nya sambil tersedu sedu


Pukk!


Dia memukul punggungku pelan


dan berkata


" Eloo mahh sahabat lagi kangen, Dibilang lebay." jawab nya merengut


"Becandaa zayaangggg." sahutku sambil mencolek hidung mancung nya


" Yasudahh kalian lanjut kangen kangenan nyaa ya, Bunda mau kedapur dulu,, Eehhh nisa kamu mau minum apaa?? Bunda sampe lupa tawarin minum." Timpal bunda terkekeh

__ADS_1


" Gak papa bundaa, gak usahh, kaya sama siapaa ajah, biasa nya juga nisa ambil sendirii kok." ujarnya tersenyum


Memang nisa kalau main kerumah ku


slalu memanggap rumahku juga rumah nya


jadii dia sudah tidak sungkan sungkan lagii


Bunda tersenyum dan berkata


" Baiklah kalau begitu, Bunda kedapur dulu yaa nak." Pamit bunda padaku dan nisa


" Okk bundaa!." jawab kami berbarengan


" Kebalkon yukk, kangen gue udah lama gak kesanaa." Ajaknya


" Yukk, gue juga kangen udah lama gak kesana bareng lo, Biasa nya sendirii teruss." balasku


" Iyaa kan gue nya sibuk les keyy, Lo sihh enak kaga usah ikutan les aja udah pinter, nah gue nilai dari sd segitu segitu aja kaga pernah naik." timpal nya cemberut


"Mangkanya kalau lo les itu fokus kepelajaran, bukan cogan cogan yang ada disonoo." Ujarku


" Ya kan mata juga perlu di les key, Butekk gue liat yang burik burik teruss, Apalagii yaa disana ituu cowo nya ganteng ganteng kekey." Sahut nya dengan mata berbinar


" Hemmm...lo mahh cowo terus dipikiran nyaa, Pantes gak pinter pinter." timpalku.


" Biariinn...Ehh btw lo katanya mau ceritain masalah lo hilang waktu ituu?? ceritain dong, gue penasaran bangett" Desaknya


Akupun membuang nafas kasarr

__ADS_1


sesak sebenarnya harus mengingat hal itu


tapi aku harus ceritakan pada nisa, biar pikiran ku lebih baik..


__ADS_2