
Aku yang termenung dikejutkan oleh ketukan pintu kamarku
tapii aku enggan untuk membuka nya, akhirnya aku abaikan
saja
Tok! Tok! Tok!
" Keyy inii guee nisa,, Gue boleh masuk gakk??" Tanya nisa dari luar
Mendengar nama nisa, sedikit memberiku pencerahan
mungkin aku bisa bercerita padanya, Agar pikiran ku bisa lebih baik
Kubuka pintu dan benar sahabat ku ada disinii
tapii siapa yang memanggil nyaa
Biasa nya nisa kalau mau main kesini, slalu bilang dulu padaku, Apakah bunda yang menyuruh nyaa
Kulihat dibelakang nisa bundaku tersenyum hangat
senyuman yang sering aku rindukan
Tanpa berkata kata langsung saja ku memeluk nya eratt
sambil menangis kutumpah kan semuaa nyaa
" Hiks Hikss hiskk...maafin keisya bunn, Keisya pasti udah bikin bunda khawatir karna ga keluar kamar." Ucap ku sambil menangis
__ADS_1
Bunda mengelus bahu ku lembut
lembut sekalii sehingga aku merasa kan kenyamanan
" Jangan gitu lagi yaa sayang, Kamu tahu betapa khawatir nya bunda melihat kamu mengurung dirii dikamar terus nakk." Ujar nya menasehatiku
" Maafin keisya bundaa hiks hiks." Balasku dengan menundukan kepala dan menangis
" Iyaahhh bunda maafinn, Lain kali kalau emang kamu lagi ada masalah, bilang sama bunda nakk, Jangan dipendam sendirian ituu tidak baik untuk diri kamuu sayang." Timpal nya dengan senyuman yang tak pernah pudar
Aku mengangguk patuhh dan melerai pelukan
kutatap sahabat ku yang bola mata nya sudah berkaca kaca
Dia pun langsung memeluk ku sambil menangis
" Keisyaa gue kangen bangett sama lo Hiks hiks" Ucap nya sambil tersedu sedu
Pukk!
Dia memukul punggungku pelan
dan berkata
" Eloo mahh sahabat lagi kangen, Dibilang lebay." jawab nya merengut
"Becandaa zayaangggg." sahutku sambil mencolek hidung mancung nya
" Yasudahh kalian lanjut kangen kangenan nyaa ya, Bunda mau kedapur dulu,, Eehhh nisa kamu mau minum apaa?? Bunda sampe lupa tawarin minum." Timpal bunda terkekeh
__ADS_1
" Gak papa bundaa, gak usahh, kaya sama siapaa ajah, biasa nya juga nisa ambil sendirii kok." ujarnya tersenyum
Memang nisa kalau main kerumah ku
slalu memanggap rumahku juga rumah nya
jadii dia sudah tidak sungkan sungkan lagii
Bunda tersenyum dan berkata
" Baiklah kalau begitu, Bunda kedapur dulu yaa nak." Pamit bunda padaku dan nisa
" Okk bundaa!." jawab kami berbarengan
" Kebalkon yukk, kangen gue udah lama gak kesanaa." Ajaknya
" Yukk, gue juga kangen udah lama gak kesana bareng lo, Biasa nya sendirii teruss." balasku
" Iyaa kan gue nya sibuk les keyy, Lo sihh enak kaga usah ikutan les aja udah pinter, nah gue nilai dari sd segitu segitu aja kaga pernah naik." timpal nya cemberut
"Mangkanya kalau lo les itu fokus kepelajaran, bukan cogan cogan yang ada disonoo." Ujarku
" Ya kan mata juga perlu di les key, Butekk gue liat yang burik burik teruss, Apalagii yaa disana ituu cowo nya ganteng ganteng kekey." Sahut nya dengan mata berbinar
" Hemmm...lo mahh cowo terus dipikiran nyaa, Pantes gak pinter pinter." timpalku.
" Biariinn...Ehh btw lo katanya mau ceritain masalah lo hilang waktu ituu?? ceritain dong, gue penasaran bangett" Desaknya
Akupun membuang nafas kasarr
__ADS_1
sesak sebenarnya harus mengingat hal itu
tapi aku harus ceritakan pada nisa, biar pikiran ku lebih baik..