Temen Jadi Demen

Temen Jadi Demen
Bab 53 Teringat


__ADS_3

Bunda yang melihat ku dan dafa main kejar kejaran


tersenyum sambil geleng geleng kepalaa


lalu dia pun menghampiri ku dan dafaa


"Yaa allah,, Inii ada apaa?? kenapa kejar kejaran kaya anak kecill??." Tanya bunda sembari berjalan kearah kami


Melihat ada peluang bersembunyi, dafa langsung berlindung dibelakang bunda


" Tantee..tantee tolongin dafa tante." Ujar dafa sembari bersembunyi dibelakang bunda


" Tolongin apaa nakk,inii kalian kenapa?? Kenapa kejar kejarann??" Sahut bunda


" Itu keisya tante, Keisya ngamuk gak tau kenapaa."Balas dafa yang ngeri melihat ekspresi keisya yang menakutkan


"DAFAA!!! sinii gakk, Jangan sembunyi dibelakang bundaa lo yaa, sinii cepetan!!!!." Kesal keisya yan mencoba mencubit dafa namun tak bisa karna benteng dafa ialah bunda nyaa


" Gakk mau, nanti lo cubit lagii, cubitan lo kan menyakit kan cubitan tadi ajah gak ilang ilang sakit nyaa, Tante tolongin dafaa,, Keisya marah nya nyeremin tan." Mohon dafa sambil memasang wajah melas


Bunda tersenyum melihat mimik wajah dafa yang ketakutan karna kemarahan anak bungsu nya itu


" Sayang kenapa marah sama dafa?? Kasian loh kalau dicubitin teruss." Ucap bunda sembari mencoba menenangkan anak nyaa


" Tauu tuhh tan,, Dafa aja gak tau dia marah kenapaa Gak jelass banget." Timpal dafa yang setia bersembunyi dibelakang bunda


" Gue marah karna lo ngeselinn..sini gak buruannn!!" cecar ku yang kekeh ingin mencubit dafa


" Udahh udahh yaa sayang, udahh jangan marah marah nantii cepet tuaaa lohh." sahut bunda terkekeh kecil


aku pun mulai tenang, Dan mencoba mendudukan bokong nya ke kursi dengan dada yang masih naik turun


karna jujur dia cape mengejar dafa.

__ADS_1


Bunda pun mengisyarat kan pada dafa untuk tidak bersembunyi dibelakang nya dan duduk beserta keisya


Dengan masih was was dafa pun duduk, Dan mata nya tak lepas darii keisya


karna dafa harus berjaga jaga jikalau tiba tiba keisya mengeluar kan jurus nyaa


karna jujur sajaa cubitan keisya sangat amatlah sakit


dan dia tak mau merasakan nya lagii


Bunda yang melihat wajah anak nya yang seperti masih kesal pun bertanya


" Keisya sayang, Udah shalat zuhur belum??" Tanya bunda lembut


Seketika aku tersadar, Aku kan belum salat zuhur


" Yaa ampun, keisya lupa belum shalat bun, Kalau gitu keisya shalat dulu yaa bun." Pamit keisya tak lupa dia memberi dafa tatapan tajam


Dafa yang dihadiahi tatapan tajam keisya


" Tante, Boleh gak dafa ikut shalat disinii??" Tanya dafa pada bunda


" Boleh dong, Bentar yahh tante ambilin dulu sarung beserta koko nyaa." Ujar bunda dan pergi kekamar nya untuk mengambil kan sarung untuk dafa


Dafa pun memilih untuk mengambil air wudhu dikamar mandi yang berada diidapur


tak lama bunda pun datang dan memberikan sarung


bekas almarhun suaminya namun walaupun bekas masih tetap layak pake kok.


Dafa pun pergi kemusholah yang berada disebelah kamar keisya, Dia terkagum kagum melihat musholah ini


walaupun ukuran nya tidak luas namun sangat nyaman

__ADS_1


dan membuat dafa betah berlama lama disinii


Dia pun mulai menunaikan kewajiban nya sebagai muslim


Diseberang keisya pun sama melakukan kewajiban nya sebagai muslimah.


Dilain tempat bunda sedang memasak untuk makan bersama keisya dan dafa


dia memasak makanan kesukaan putri kesayangan nya


yaitu Ayam kecap, Tumis kangkung dan tak lupa sambel dan lalapan timun sederhana namun itulah makanan kesukaan keisyaa, Bagii keisya mau apapun masakan bundanya tetap lah juaraa


Aku pun telah selesai melakukan kewajiban ku


dan aku bergegas untuk kedapur karna aku tau


bunda pasti sedang memasak, Aroma dan suara nya bisa sampai kekamar ku


aku langsung membantu bunda memasak


Setelah beberapa menit, Seluruh hidangan telah tersaji dimeja makan dan tinggal disantap saja


tak lupa buah buahan pun ikut serta


" Sayang, panggil dafa gihh, Kita makan bareng." Suruh bunda yang sedang menata piring dimeja


" Iyaa bundaa, Dimusholah bukan dafa nyaa??" Tanya ku


Bunda mengangguk sembari tersenyum


dan langsung aku menuju musholah


dan ternyata dafa baru selesai shalat dan hendak keluar daru musholah.

__ADS_1


Seketika aku termenung melihat penampilan dafa


yang memukai, Dengan memakai koko dan sarung yang tak asing bagi diriku, Dalam sekejam tak terasa air mata ku melelehh..


__ADS_2