
" Ayah.." Lirih ku saat melihat penampilan dafa yang memakai baju ayah ku
Dafa yang melihat ku menangis sembari menatap nya pun
menghampirii ku
" Key,,Lo gak papaa??" tanya dafa memegang pundak ku
Seketika aku langsung tersadar dan menghapus air mata ku
bodoh!! mengapa aku harus menetes kan air mata pas melihat nyaa, Namun tak bisa ku pungkiri dafa begitu hampir mirip dengan ayah ku yang ada difoto bingkai kamar ku, bajunya Gaya rambut nya namun wajah nya saja yang berbeda.
" Gue gak papa, Disuruh bunda buat makan bareng." Ucap ku dan langsung pergii dari hadapan dafa
dafa yang melihat tingkah keisya hanya menatap bingung
" Ada apa dengan nyaa???" Gumam dafa yang mengikuti keisya
Setelah sampai dimeja makan bunda tersenyum melihat penampilan dafa.
" Yaa allahh nak, dengan penampilan mu yang sekarang sangat persis dengan ayah nya keisya." Ucap bunda dalam hatii dengan mata yang mulai berkaca kaca
" Bundaa.."Tegur ku seraya menyentuh lengan nya
Bunda tersadar dan tersenyum padaku
namun aku tau dalam senyum nya pasti ada kesedihan
" Nak dafa duduk nak." Ujar bunda mempersilahkan dafa duduk
" Iya tante,, Wuahh makanan nya enak enak." Sahut dafa yang langsung mengambil nasi beserta lauk pauk nya
Aku yang melihat dafa yang langsung makanan nya
tak mau kalah, Ku ambil piring beserta nasi dan teman teman nyaa, Melihat saaf dafa mengambil lauk pauk nya aku tentu takut kehabisan oleh nyaa..
Saat aku hendak mengambil paha ayam, kebetulan dafa pun ingin mengambil nyaa..
__ADS_1
" Inii paha punya gue." Ujar ku yang sudah mengapit ayam itu dengan garpu
" Enak ajahh, Inii punya gue, Lu mahh sayap aja noh biar bisa terbang kaya burung." Sahut dafa yang langsung menyingkir kan garpu ku dari paha ayam itu
" Tapii gue suka nya pahaa gak mau sayap." Kekeh ku
" Gue juga suka nya pahaa, Udah lu ganti aja kesukaan nya jangan paha sayap ajh." Timpal dafa
Bunda yang menyaksikan pertikaian ku dengan dafa
hanya bisa geleng geleng kepala sembari berucap
" Yaa ampun keisya dafa, Kenapa kalian berantem, Itu kan paha ayam nya ada duaa." Sahut bunda
Aku dan dafa langsung saling tatap dan melirik kewadah daging ayam tersebut, dan ternyata memang benar paha ayam itu ada dua yang satu yang ku perebutkan bersama dafa, Dan satu lagii tertutupi oleh sayap ayam
Melihat itu aku dan dafa saling tatap kembali
dan aku langsung mengambil paha itu sedangkan dafa mengambil paha yang satu nya lagii.
Aku dan dafa hanya menggaruk tengkuk yang tak gatal
dan kamipun makan bersama dengan nikmat.
Skip
" Tante makasih yaa tadi makanan nya enakk." Puji dafa sembari mengangkat jempol nya
" Ialahh..siapa dulu yang masak, Bunda gue." Sahut ku yang langsung memeluk lengan bunda
" Ahh nak dafa bisa ajh, Kalau nak dafa suka sama masakan tante lain kali main kesini lagi yaa, Nanti kita makan bareng lagi." Timpal bunda
" Iyahh tante nanti dafa main kesini lagii, Tapii kalau keisya nya ngijinin." Balas dafa yang langsung melirik ku
" Apaan sihh,, yaa kalau mau main main ajahh, Tapi ada satu syarat." Jawab ku
" Apa?? " ujar dafa langsung
__ADS_1
" Kalau mau kesinii bilang bilang jangan mendadak, Ngerti gak?" Cecar ku
" Gimana mau bilang bilang, Punya nomor lo juga kagak." Jawab dafa jengah
" Emang lo belum punya nomor guee??" Sahut ku sok kaget
" Punya darimanaa?? Emang lo pernah ngasih apa." Jawab dafa
" Yaudah sinii mana Handphone lo." Pintaku
Dafa memberikan handphone nya dan langsung kucatat nomor telepon dan ku simpan
" Nihh,, Udahhh.." Ucap ku sembari memberikan Handphone dafa
Terlihat dafa seperti kaget, Mungkin dia pikir mengapa aku begitu gampang memberikan nomor ku
" Seriusan inii nomor lo??" Ujar dafa tak percaya dan hendak memiscall nomor tersebut, Namun dengan sigap ku larang
" Eittt...mau ngapain??" Tanyaku
" Yaa mau Miscal lahh, Entar yang lo kasih nomor tetangga lo lagii." Cecar dafa
" Iihh...gak percayaan banget sihh lo, itu beneran nomor gue, Udah sanaa buruan lo balik, Udah sore jugaa." Sahutku
" Keisya sayang, Jangan gitu dongg." Ucap bunda
" Gpp tante, Keisya bener ini udah mau sore, Gelap juga takut keburu ujan, Kalau gitu dafa pamit yaa tante." timpal dafa dan langsung mencium tangan bundaku
" Iyaa nak hati hati yaa dijalan nyaa." Ujar bunda
" Iyaa tante, Assalamuallaikum." Salam nya
" Waallaikumsalam." Jawab ku bersama bunda barengan
Motor dafa pun sudah pergi dari perkarangan rumahku
bunda masuk kedalam, sedangkan aku tersenyum penuh arti
__ADS_1