Temen Jadi Demen

Temen Jadi Demen
Bab 15 tidak bisa tidur


__ADS_3

Daffa pun keluar dari kamar keisya dan menuju kamar nyaa


Keisya yang masih menggengam handpon nyaa dan dia masih mempertimbang kan, apakah dia harus menelpon bunda nya atau tidak


disela sela kegalauan nya itu, keisya pun melirik jam dinding ternyata sudah jam 10 malam.


" Jangan dehh,, pasti bunda udah tidurr Lagian kasian kalau harus nelpon, nanti bunda jadii kepikiran." Gumam nya


Tapii saat kinii keisya merasaa gundah gelisahh dia tak tahu kenapaa dia sepertii itu, saatt hendak membaringkan tubuh nya


keisya kembalii bangun dan terkejut


" Astagpirullah!!! Ini kan udah jam 10, Gue kan belum sholat, kenapaa gue bisa lupaa, pantes aja gue ngerasa gelisah." Ucap nya


Keisya pun bergegas bangun dan menuju kamar mandi untuk mengambil air wudhu,


setelah selesai, Dia pun persiapkan peralatan solat nya yang slalu dia bawa jika kesekolah. dia pun melaksanakan solat qodho dengan kusyu, Mengapa qodho? Karna dia menunai kan sholat maghrib terlebih dahulu yang telah terlewat setelah itu baru lah sholat isya.


Setelah melaksanakan ibadah dia pun mulai membaringkan diri kembali, Dia merasa sangat tenang setelah menunai kan kewajiban nya sebagai muslimah.


tak terasa keisya pun langsung terlelap.


setelah keisya terlelap, Ternyata daffa memperhatikan gerakan sholat yang tadi keisya lakukan, dia merasa tertampar orang yang sedang tidak sehat pun masih melakukan kewajiban nya sedangkan dia? tubuh sehat wal'alfiat masih saja menyianyiakan nyaa.


perlu diketahui sebenernya daffa dan keluarga nya itu adalah seorang yang beragama islam, dulu sebelum mereka mempunyai semua kekayaan, Mereka orang yang taat akan kewajiban, tapii seiring berjalan nya waktu lambat laun mereka mulai melupakan agama nya, Dikarna kan kesibukan masing masing.


tak terasa air mata daffa mengeluarkan air


Iyaa daffa menangis hatinya bagaikan teriris, sudah berapa lamaa dia melupakan nya, Yang telah memberi semua yang dia punyaa. dia pun mulai sesegukan didepan kamar keisya.


Bi jum yang melihat anak majikan nya menangis pun menghampiri nya.


" Yaa allah adennn,, Aden kenapaa? " tanya bii jum


dalam sela sela tangis nya daffa berkata.

__ADS_1


" Mbokk sudah berapa lamaaa dafa melupakan nya mbokk, Sudah berapa lama daffa melupakan kalau dafa adalah seorang muslim, Kenapa dafa harus lupa siapa yang menciptakan dafaa


setelah dafa memiliki semua yang dafa mau kenapa dafa harus melupakan nya mbok kenapaa mbokk kenapaaa Huhuhu." Sesal dafa dengan menangis


Tak terasa air mata mbok jum menetes


mendengar perkataan dafa yang menyayat hatii.


" Adenn, Sebenernya aden tidak melupakan nyaa, aden hanyaa lalai saja, karna hakekat nya kalau orang itu melupakan agama nyaa pasti dia tidak akan ingat kembali, walau dia melihat orang lain yang sedang melakukan ibadah dia tetap tidak akan mengingat nyaa, tapi aden tidak seperti ituu buktinya aden menyadarii siapa yang menciptakan aden karna apaa? karna dilubuk hati aden masih ada iman." Ucap mbok jum


" Tapii apakahh dafa masih bisa menebus semuaa nya mbok, Apakah dafa masih bisa diimaaff kan apakah dafa masih bisa diterimaa mbokk." Jawab dafa


" Dia maha pengasih lagi maha pengampun den, kalau aden benar benar ingin menuju jalan nya lagii, kalau aden sungguh sungguh mengapaa tidakk, gusti allah sangat menyukai orang orang yang bersungguh sungguh ingin menuju jannah nya den." ucap mbok jum


" Tapii dafa malu mbok, dafa maluuu Huhuhuu..." jawab dafa


" Wajar kalau aden malu, tapi jika aden ingin menebus semuaa nya, aden harus bisa melawan rasa malu aden, Sesungguh nya aden telah diberi hidayah lewat non keisya supaya aden mengingat gusti allah kembali." kata mbok jum


Dafa tak menjawab


berkat dia lah dafa mengingat agama nyaa kembalii.


" Sekarang aden sholat taubat, Minta kepadanya mohon kepadanya untuk selalu mengingat kan aden kepadanyaa." Titah mbok jum


Dafa pun mengangguk


" Terimaa kasihh mbokk." ucap dafa sambil memeluk mbok jum


" Berterima kasih lahh padanya dan non keisya den, Mbok seneng aden yang dulu yang taat pada agama kembali lagii ." Balas mbok jum dengan membalas pelukan dafa


dafa pun mengangguk dan berdirii


sebelum dia menuju kamar nyaa, dia menatap keisya.


" Makasiihh key, makasih karna lo udah nyadarin gue." gumam dafa dengan diiringi air mata

__ADS_1


Dafa pun pamit pada mbok jum untuk melaksanakan apa yang mbok jum saran kan


mbok jum menatap punggung dafa yang menghilang dibalik pintu


air mata wanita paruh baya itupun kembali menetes derass.


" Terimaa kasiihh gustii, terimaa kasihh engkau sudah mengembalikan den dafa yang dulu lagii." Gumam simbok


Dikamar dafa, Dia sudah mencoba beberapa kali tapii tetap salah untuk berwudhu dengan benar, tapii dafa tak pantang menyerah dengan mencoba kembali dengan mengucap kan Bissmillahirrohmanirrohim, dan akhirnya dafa bisa berwudhu dengan benar.


setelah berwudhu, dia pun mengambil sarung koko dan pecii yang dia simpan didalam kotak


dafa kembali menangis betapa lama nya dia meninggal kan kewajiban nya, tapii sarung dan pecii yang sering dia pakai dullu masih sangat bagus dan tertata rapih didalan kotak besar itu.


dafa mengambil satu setelan koko beserta sarung dan pecii dia pun menggunakan nya dan melihat dirinya dari pantulan cermin


dafa tak dapat memendung air mata nyaa


dia menangis kembalii, begitu sangat berbeda penampilan nya sekarang dengan wajah basah karna air wudhu dan air mataa


tidak mau berlarut larut dalam kesedihan dia pun mulai melakukan solat taubat


setelah selesai melakukan sholat dia pun kembali menangis terisak isakk, dia tak dapat memendung kesedihan nya lagii


betapaa adil nya yang maha kuasaa menerima taubat nyaa, dengan lancar tanpa hambatan dia membaca surat dan surat dengan khidmat, padahal dia sudah lama tidak membaca itu.


" Ampunii hambaa yaa allahhh...." gumam dafa sambil terisak


Hanya kata itulah yang bisa dafa ucapkan


Malam itu dafa tak tertidur diaa dengan masih menangis tetap duduk diatas sajaddah.


dimanaa sekian lama dafa meninggal kan yang maha kuasa


akhirnya dia pun kembali lagii menuju jalan nyaa...

__ADS_1


__ADS_2