Temen Jadi Demen

Temen Jadi Demen
Bab 51 Jangan jangan


__ADS_3

Pukul 02: 10 aku dan dafa sampai dirumah ku


Dan dafa sama sekali tidak mengucap satu kata pun


darii pas keluar diwarung bakso sampai kerumah pun dia tidak berkata apapun.


Aku turun dari motor gede nyaa


dan tak lupa mengucap kan terima kasih padanya


" Thanks yaa daf udah nganterinn." Ujarku sambil tersenyum manis


" Hemm...sama samaa." Balasnya tanpa menoleh sedikitpun


Aku berdirii kikuk, ada apa dengan ku


kenapa aku jadii salting beginii


" Gak tawarin gue buat masuk dulu gitu???" Timpal nya dan melepas helm nya


" Aaaa Iyyyaaa..masuk dulu yukk." Sahutku canggung


Dia mengangguk dan turun dari motor nyaa


Aku berjalan keteras dan mengetuk pintu


Tokk..Tokk..Tokkk


" Assalamuallaikum bundaaa, Keisya pulangg." Sahut ku sambil mengetuk pintu


Namun hening, tak ada sahutan bundaa


biasanya kalau ada yang mengetuk pintu


bunda bergegas membuka pintuu


Tokk..Tokk.Tokk..


" Bundaa assalamuallaikumm..." Sahut ku sekali lagi


Dan nihil masih tidak ada jawaban


" Mungkin tante lagii keluar kalii?" Timpal dafa


" Tapi biasa nya bunda kalau keluar gak pernah ngunci rumah??." Ujarku bingung karna biasa nya bunda kalau keluar tidak pernah mengunci rumah


" Yaudahh tunggu disinii ajah, siapa tau bentar lagii pulang, Duduk yukk" Sahut dafa dan mendudukan bokong nya kekursi yang berada diiteras

__ADS_1


" Yang punya rumah siapa yang nawarin duduk siapa." Balasku tersenyum kecil


Dafa hanya nyengir kudaa


Aku duduk berdampingan dengan dafa


dan hanya meja yang jadii pembatas disinii


Hening tak ada obrolan sama sekalii


namun ku coba untuk mencairkan kecanggungan ini


" Mmm..daff boleh nanya gakk??" Tanyaku memecah keheningan


" Mau nanya apa?? " Balasnya melirik ku


" Lo gak suka yahh sama donii??" Timpal ku


Dia tertawa renyah dan menjawab


" Kekey kekeyy..Yaa jelas gue gak suka lahh, emang gue cowok apaan suka sesama jenis, Ada ada ajah luu." Sahutnya


" Iihhh...bukan gitu maksud guee, Waktu tadi kita makan lo itu kayak gak suka gituh sama keberadaan sii donii." Ujarku


Dafa tak menjawab dia hanya mengeluarkan gawai nya darii saku celana nyaa


Aku yang melihat dafa yang acuh akan pertanyaan ku pun kesall, bagaimana bisa dia tak menjawab ku


" Gak penting keisyaa gue jawab jugaa." Jawab nya yang tanpa melirik ku sedikitpun


" Gue cuman pengen tau ajah, emang gak bolehh??" Sahutku kekeh ingin tau


Dia menyimpan gawai nya di meja dan menatap ku intens


" Lo yakin pengen tau jawaban nyaa??" Ucapnya menaikan alis sebelah


Aku langsung mengangguk antusias


karna memang aku penasaran


" Gue gak suka sama tu anak, karna gue tau kalau dia..." Ucap dafa terpotong karna bunda ku keburu datang dan berkata


" Eehhh...ada nak dafaa, Udah lama yahh nunggu nyaa??" Tanya bunda yang baru datang sambil membawa kantong kresek


Dafa langsung berdirii dan mencium tangan bundaku


begitupun dengan ku

__ADS_1


" Iyaa tante baru ajaa, dafa kesinii nganterin keisyaa." Ucap dafa sopan


" Ohhh begitu, Yasudah masuk yukk, kebetulan inii bunda dikasih kue brownis sama buk juleha, Cobain yukk." Timpal bunda dan membuka pintu rumah


" Bunda abis dari rumah Tante juleha??" Tanyaku


yang mulai mengikuti bunda masuk kedalam rumah


" Engga, tadii bunda abis jarah ke makan ayah kamu, dan kebetulan lewat rumah buk juleha, jadi bunda mampir dulu dan ternyata buk juleha sedang membuat brownis jadi bunda dibagi dehh,, Duduk nak dafa." Jelas bunda panjang lyukk dan mempersilahkan dafa duduk


" Iyaa tantee." Ucap dafa


" Tante tinggal kedapur dulu yaa." Pamit bunda


" Oohh..iyaa tantee silahkan." Balas dafa


Bunda pun pergi kedapur, dan tinggal lah aku dan dafa


" Gue kekamar dulu yaa daf." Pamitku karna ingin menyimpan mukena ku


Dia mengangguk sambil tersenyum manis


aku pergi kekamar ku dan menyimpan mukena ku kedalam lemarii, setelah itu aku menemani dafa diruang tamu


karna tidak enak ada tamu tapi tidak ditemanii


" Lo mau minum apa daf??" Tanya ku


" Emm...gak usah repot repot key, tapi kalau ada teh manis boleh." Jawab nya sambil cengengesan


" Heh...gak usah repot repot tapii minta es teh manis, yaudah bentar yaa gue bikinin dullu." Gurau ku dan hendak membuatkan dafa minum namun bunda datang dan membawa 2gelas teh manis beserta satu piring brownis


" Gak usah repot repot sayang, bunda udahh bikinin kokk." Ucap bunda sembari tersenyum hangat


Aku tersenyum dan duduk diruangan tamu untuk menemani dafa, Karna bunda pamit untuk kekamar dahulu


" Lo suka bunga nyaa??" Tanya nya tiba tiba sembari memperhatikan bunga mawar yang ada didepan nya


" Bungaa???" Jawab ku bingung karna aku tidak tau bunga mana yang dimaksud dafa


" Iyaa, Bunga inii elo suka??" balasnya


" Oohhh...suka lahh bunga mawar merah kan emang bunga kesukaan gue." Timpal ku sambil tersenyum


" Syukurlahh, kalau boneka nyaa tentu pasti lo suka kann." Tanya nya lagii


Aku masih mencerna ucapan dafa barusan

__ADS_1


Boneka?? boneka yang manaa


Apa jangan jangann....


__ADS_2