
" Lo tau gak keyy,, Gue beruntung banget bisa kenal sama lo." Ucapnya menengok padaku sambil tersenyum
Kamii duduk bersampingan diipinggir kolam
Angin sepoy sepoy yang menambah kan kesejukan
" Beruntungg?? Emngk nya gue Hoki yahh pembawa keberuntungan??" Sahutku bingung
" Iyaahh,,lo hoki buat gue." Timpal nya menatap mataku dan dalam hitungan detik kami bersitatap
Aku yang tersadar, langsung memalingkan wajah ku kedepan kembalii
Dan jantung inii kembali berdegup kencang
akhir akhir inii jantung ku gampang berdetak kencang
Kayanya aku harus memeriksa kan pada dokter nantii
" Apaann sihhh.." Sahutku canggung
" Kayanya lo udah gak takut sama kolam lagii yahh??"tanyanya
" Kata siapaa" balasku cepat
" Buktinya lo udah gak takut deket deket sama kolam." Ujarnya sambil tersenyum
Degg
Mendengar dia berbicara sepertii itu
mengalihkan pandangan ku arah bawah
__ADS_1
dan ternyata aku sudah berada dipinggiran kolam
dan apa inii, kaki ku direndam pada kolam tersebut
mengapa aku tidak sadarr..
Langsung saja aku berdirii dan akan menjauh darii kolam
namun dafa mencekal tangan ku
" Duduk disinii aja key, Gue mohonn." Ujar nya memohon
Terpaksa aku duduk kembalii
sebenernya aku takut duduk diisinii
namun karna dafa tadii memohon ku untuk tetap disinii
aku tidak bisa menolak, karna aku merasa pasti ada seuatu masalah yang dafa coba sembunyikan
aku maupun dafa tidak memulai percakapan
aku hanya menunggu nya bercerita
dan siapa tau dia bakal ceritain masalah nya
Namun dia tak kunjung bercerita ataupun berbicara
dia hanya pokus menatap kedepan
" Huupt..daf lo nyuruh gue duduk disinii, cuman buat nemenin lo bengong?? Gak berpaedah bangett udahh ahh gue mau balikk." Ucap ke dan bersiap pergii
__ADS_1
namun lagi dan lagii tangan ku dicekal nyaa
dengan kesal ku balikan kembali badan ku
" Apaa!! Gue mau balikk! Buang buang waktu tauu nemenin lo bengong ginii, Yang ada gue ikutan kesambet lagii." Timpal ku sebal
" Lo mau pulang?? Biar gue anterin." Sahutnya dan mulai berdirii
" Engga usahh,, gue bisa pulang sendirii." Tolak ku sambil mencoba melepas kan cekalan nya
" Engga ada penolakan." Tegasnya
Heelloo...siapaa diaa beranii melarang ku untuk menolak ajakan nyaa
" Yaa tapii lo mau anterin pake apaa?? gue kan berdua sama nisaa, Satu motor bertiga gituhh??" Tanya ku
" Kata siapa gue mau pake motor, Udah ayook buruan gue anterin." Balasnya dan langsung melenggang pergi begitu saja
Entah ada apaa dengan dirinya ituu
mengapa dia mendadak bersikap dingin sepperti itu
" Diaa kenapaa?? Mmm..aneh banget tuh anak." Gumam ku
aku memutus kan untuk kebalkon
dan memberi tahu nisa kalau kita pulang akan diantar oleh dafaa, pastii dia seneng tuhh pulang nya dianterin dafa
tapi ada yang aneh sama nisa, perasaan pas ketemu dafa waktu pertama kali, dia ngebet banget pengen deket sama dafa, beda sama sekarang dia jadii kaya biasa ajaa
Saat sampai dii balkon, aku tak melihat keberadaan nisa dan mbok jum
__ADS_1
" Koo gak adaa?? pada kemana merekaa??" Gumamku
akupun mencarii kedapur dan ternyata disanaa ada mbok jum.