Temen Jadi Demen

Temen Jadi Demen
Bab 45 Dingin


__ADS_3

" Lo tau gak keyy,, Gue beruntung banget bisa kenal sama lo." Ucapnya menengok padaku sambil tersenyum


Kamii duduk bersampingan diipinggir kolam


Angin sepoy sepoy yang menambah kan kesejukan


" Beruntungg?? Emngk nya gue Hoki yahh pembawa keberuntungan??" Sahutku bingung


" Iyaahh,,lo hoki buat gue." Timpal nya menatap mataku dan dalam hitungan detik kami bersitatap


Aku yang tersadar, langsung memalingkan wajah ku kedepan kembalii


Dan jantung inii kembali berdegup kencang


akhir akhir inii jantung ku gampang berdetak kencang


Kayanya aku harus memeriksa kan pada dokter nantii


" Apaann sihhh.." Sahutku canggung


" Kayanya lo udah gak takut sama kolam lagii yahh??"tanyanya


" Kata siapaa" balasku cepat


" Buktinya lo udah gak takut deket deket sama kolam." Ujarnya sambil tersenyum


Degg


Mendengar dia berbicara sepertii itu


mengalihkan pandangan ku arah bawah

__ADS_1


dan ternyata aku sudah berada dipinggiran kolam


dan apa inii, kaki ku direndam pada kolam tersebut


mengapa aku tidak sadarr..


Langsung saja aku berdirii dan akan menjauh darii kolam


namun dafa mencekal tangan ku


" Duduk disinii aja key, Gue mohonn." Ujar nya memohon


Terpaksa aku duduk kembalii


sebenernya aku takut duduk diisinii


namun karna dafa tadii memohon ku untuk tetap disinii


aku tidak bisa menolak, karna aku merasa pasti ada seuatu masalah yang dafa coba sembunyikan


aku maupun dafa tidak memulai percakapan


aku hanya menunggu nya bercerita


dan siapa tau dia bakal ceritain masalah nya


Namun dia tak kunjung bercerita ataupun berbicara


dia hanya pokus menatap kedepan


" Huupt..daf lo nyuruh gue duduk disinii, cuman buat nemenin lo bengong?? Gak berpaedah bangett udahh ahh gue mau balikk." Ucap ke dan bersiap pergii

__ADS_1


namun lagi dan lagii tangan ku dicekal nyaa


dengan kesal ku balikan kembali badan ku


" Apaa!! Gue mau balikk! Buang buang waktu tauu nemenin lo bengong ginii, Yang ada gue ikutan kesambet lagii." Timpal ku sebal


" Lo mau pulang?? Biar gue anterin." Sahutnya dan mulai berdirii


" Engga usahh,, gue bisa pulang sendirii." Tolak ku sambil mencoba melepas kan cekalan nya


" Engga ada penolakan." Tegasnya


Heelloo...siapaa diaa beranii melarang ku untuk menolak ajakan nyaa


" Yaa tapii lo mau anterin pake apaa?? gue kan berdua sama nisaa, Satu motor bertiga gituhh??" Tanya ku


" Kata siapa gue mau pake motor, Udah ayook buruan gue anterin." Balasnya dan langsung melenggang pergi begitu saja


Entah ada apaa dengan dirinya ituu


mengapa dia mendadak bersikap dingin sepperti itu


" Diaa kenapaa?? Mmm..aneh banget tuh anak." Gumam ku


aku memutus kan untuk kebalkon


dan memberi tahu nisa kalau kita pulang akan diantar oleh dafaa, pastii dia seneng tuhh pulang nya dianterin dafa


tapi ada yang aneh sama nisa, perasaan pas ketemu dafa waktu pertama kali, dia ngebet banget pengen deket sama dafa, beda sama sekarang dia jadii kaya biasa ajaa


Saat sampai dii balkon, aku tak melihat keberadaan nisa dan mbok jum

__ADS_1


" Koo gak adaa?? pada kemana merekaa??" Gumamku


akupun mencarii kedapur dan ternyata disanaa ada mbok jum.


__ADS_2