Tempat Tertinggi

Tempat Tertinggi
Ch 12 : Inara dan layanan Pelayan


__ADS_3

Rudy saat ini sedang berjalan menuju kamar gamenya sambil terus menggerutu.


Dia sudah lelah akibat keadaan tubuhnya yang sekarang. Ditambah lagi oleh semua situasi kacau yang saat ini telah terjadi dirumahnya.


Rudy terus berjalan sambil terus menggerutu kesal! Ketika dia sampai ke kamar gamenya, dia segera membuka pintu kamar yang memang tidak pernah dikunci tersebut.


"Jegglleeeeekkk"


Lampu kamar itu masih menyala?


Disana ia melihat lagi wanita cantik yang sebelumnya!


Saat ini Wanita itu sedang duduk bersimpuh diatas tempat tidur layaknya seorang pelayan yang sedang menyambut Tuannya.


"Selamat datang Tuan. Apakah Anda akan mandi sekarang? Pakaian Anda juga sudah Saya siapkan?"


Wanita itu berkata setelah melihat Rudy memasuki kamar tersebut.


Disebelahnya memang sudah ada setelan piyama warna biru yang terlipat dengan rapi.


"Ehmm, tidak perlu. Kamu istirahat saja dikamar ini, Saya akan tidur disofa untuk malam ini? Ya, Saya akan mandi besok pagi saja"(Rudy)


Rudy pun menjawab perkataan wanita tersebut dengan nada acuh!


Dia sudah tidak kaget lagi dengan kejadian klise seperti ini.


"Mmmmm tidak bisa seperti itu, Tuan? Sebagai bawahan dari Tuan Reyzo, Saya juga harus memperlakukan Tuan dengan baik?"(Inara)


Wanita itu tetap memaksa untuk melayani Rudy!


Dia juga menjelaskan bahwa dia adalah bawahan dari Reyzo.


Setelah Rudy mengetahui hal ini, percakapan diantara mereka pun berlanjut.


"Ehhhh! jadi Kamu bawahannya si Mucikari, ya? Ehmmm, ya, ya, Saya paham sekarang?"(Rudy)


"??????????"(Inara)


"Saya kira Kamu Siluman, Uhhmmm, sudah lupakan saja. Saya salah bicara barusan. Ya, dimana si Mucikari Reyzo sekarang?"(Rudy)


"Tuan Reyzo sedang tidur dikamar tamu sekarang, tadi itu Saya sedang mengambil minum didapur, lalu Saya mendengar suara dari halaman belakang jadi Saya memeriksannya. Ternyata itu adalah Tuan Rudy?"(Inara)


"Ehmmm yah, setelah sadar Saya membuat pesan untuk mereka dan langsung meninggalkan rumah sakit, lalu Saya langsung pulang kerumah. Ehmm, ya itulah yang terjadi kira-kira?"(Rudy)


"Mmmm, Itu pasti Bos Roy ya yang membuat kalian berdua ada disini sekarang? Mmmm, ya kalau begitu Saya akan mandi dulu, Kamu istirahat saja duluan ehmmm. Ya, anggap saja rumah sendiri?"(Rudy)


"Iya Tuan. Terima kasih"(Inara)


Rudy saat ini sudah tidak mau ambil pusing lagi.


Lalu dia mengambil piyama itu dan langsung masuk kekamar mandi yang ada disana.


Sedangkan Inara sendiri tetap menunggu dikamar tersebut layaknya pelayan yang patuh.


Didalam kamar mandi?


Rudy mengeluh pelan.


"Mmmmm, hebat juga si Reno(Reyzo)? Sekarang sudah jadi bos besar dan punya pelayan cantik. Hmmmm?"(Rudy)


Rudy memang agak menjaga jarak dari wanita, dia tidak pernah merekrut wanita sebagai agen bawahannya dalam organisasi.


Yah, lihat saja contohnya adalah si Tua Roy yang menjadi bawahan utamanya saat ini.


8 orang agen lain bawahannya juga pria semua. Mereka juga tidak pernah menunjukan identitas aslinya didepan umum. Karna seperti itulah aturan dari Organisasi Rahasia yang sangat-sangatlah dirahasiakan ini. Identitas dari ke 8 agen bawahan Rudy, hanya Rudy sendiri dan Roy yang sebagai bawahan utamanya yang mengetahuinya.


Begitu juga untuk Anggota Dewan yang lain.


Karna sesuai aturan yang telah mereka sepakati sebelumnya, semua agen no 1 sampai no 8 dari Rudy dan ke 8 Dewan Organisasi lainnya, selalu menggunakan topeng dan bergerak dalam bayang-bayang dengan sangat rahasia.


Tapi yang paling rahasia dan dirahasiakan secara rahasia adalah tentang Dewan no 9?


sosoknya hanya Rudy dan 8 Anggota Dewan saja yang tahu!


Itu karna Dewan no 9 memang tidak pernah ambil bagian dalam kegiatan-kegiatan organisasi, bahkan 9 orang bawahannya juga tidak ada yang tahu bagaimana sosoknya.


Saking rahasianya, sosok yang menjadi Dewan no 9 pun tidak pernah tahu bahwa dia adalah salah satu Dewan dari Organisasi Rahasia itu sendiri!


Yah. Hanya sebuah kalung dengan permata berwarna biru yang menjadi bukti bahwa dia adalah salah satu Dewan dari Organisasi Rahasia tersebut.


(fufufufufufufu sungguh super rahasia)


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Lanjut kecerita . . .


Rudy saat ini sudah selesai mandi dan mengganti pakaiannya, kemudian dia keluar dari kamar mandi yang memang ada didalam kamar gamenya tersebut.


Saat Rudy keluar dari kamar mandi, dia kaget karna melihat sosok Inara yang masih berada disana.

__ADS_1


Dia lupa kalau sebelumnya dia memang tidak meminta Inara untuk keluar dari kamar ini.


Saat ini Inara masih ada diposisi sebelumnya, sepertinya dia bahkan tidak beranjak sedikit pun!


Yah, dia adalah sosok pelayan yang sempurna.


Kemudian...


"Apakah Anda ingin langsung beristirahat, Tuan?"(Inara)


Inara bertanya layaknya seorang pelayan.


"Ah! Kamu masih disini, ya? Ehm ok. Saya akan tidur disofa ruang tv saja. Malam ini Kamu silahkan tidur dikamar ini?"(Rudy)


Rudy lupa kalo rumah yang sering dia sebut besar ini cuma memiliki 3 kamar saja.


Lalu dengan terpaksa dia ingin berjalan meninggalkan kamar gamenya.


Tapi ketika dia akan keluar, Inara berdiri dan juga ikut berjalan mengikuti dibelakangnya.


"Ehhh! Kenapa Kamu mengikuti Saya lagi? Kamu tidur di kamar ini, biar Saya tidur diruang Tv? Tidak mungkin Saya meminta seorang wanita yang tidur disofa sedangkan Saya malah tidur enak dikamar, kan?"(Rudy)


Rudy merasa canggung dengan perlakuan ala-ala pelayan yang inara lakukan saat ini.


Dia pun kembali menekankan masalah lokasi tidur itu kepada inara.


"Tidak bisa Tuan! Saat ini Saya harus mengutamakan kepentingan Tuan! Sama halnya seperti yang Saya lakukan untuk Tuan Saya Reyzo! Lagipula Tuan baru saja keluar dari rumah sakit, jelas keadaan Tuan sedang tidak baik sekarang?"(Inara)


Inara masih kukuh dengan pendapatnya. Hal itu yang membuat Rudy merasa serba salah saat ini.


"Apa-apaan lagi sekarang? Arghhhh! Kepala Saya tambah sakit rasanya! lagian apa pula tingkah ala maid bocah ini, ehmm! Ya, walaupun tidak buruk juga sih, jujur dia juga terlihat sangat cantik menurut saya. Ehmm ya, untuk saat ini saya ikuti saja dulu keinginannya, biar diri saya yang besok yang mengurus masalah ini besok, diri saya yang sekarang sudah lelah dan tidak akan peduli lagi."(isi pikiran Rudy)


Rudy berspekulasi dalam pikirannya.


Yah, hal ini lah yang membuat otak Rudy memiliki kapasitas dan kinerja super.


Karna seringnya dia menjalankan simulasi didalam pikirannya, Kinerja otaknya pun terus meningkat melampaui batasan manusia normal. Jauh dan jauh melebihi kinerja otak pada umumnya.


Hal inilah yang menyebabkan Dewa Ildraiz mengajarkan semua hal mengenai kekuatan psikis, serta cara untuk melacak sumber energi Mana kepada Rudy saat itu.


Karna Dia yakin bahwa Rudy memanglah mampu.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Lanjut kecerita saat ini.


"Ok. Kamu istirahat saja duluan karna Saya mau buat kopi dulu?"(Rudy)


"Biar saya saja yang buatkan Tuan. Tuan duduk saja dulu dan beristirahat disini?"(Inara)


Inara pun mengajukan dirinya lalu meminta Rudy untuk duduk dan beristirahat dikamar itu.


"Ehm, iya terima kasih"(Rudy)


Inara segera beranjak dari tempat tidur lalu pergi kedapur.


"Jegggleeeek"


Setelah Inara pergi, pintu kamar pun tertutup kembali.


"Emmm, ya. Begini tidak buruk juga? Hehe"(Rudy)


Lalu Rudy pun tiduran ditempat tidur untuk meregangkan tubuhnya yang lelah itu.


Selang beberapa menit, pintu kamar itu diketuk kembali?


"Tok tok tok"


"Tuan? Saya akan segera masuk?"(Inara)


"Yah, silahkan"(Rudy)


"Gila! Fufufufu, Saya sudah kayak raja saja sekarang? Fufufu, hidup seperti ini bagus juga rasanya. Mmmmm, sepertinya saya harus cari maid juga nih, fufufufufu"(isi pikiran Rudy)


Rudy beranjak dari tempat tidur dan segera duduk dikursi.


Lalu dia mempersilahkan Inara untuk masuk.


Setelah mendapat persetujuan Rudy, Inara pun masuk kekamar. Lalu dia berjalan kearah Rudy yang sedang duduk santai dikursi.


Inara meletakan cangkir kopi hangat itu diatas meja, dan kembali berdiri disebelah kursi lainnya, seolah ia menunggu Rudy untuk memintanya duduk.


"Ehhhh? Silahkan duduk saja, Kamu tidak perlu menunggu Saya? Emmm ya, anggap saja ini rumah sendiri dan bersikaplah seperti biasa?"(Rudy)


"Iya Tuan, terima kasih"(Inara)


Lalu dengan cara yang elegan, Inara duduk dikursi yang sebenarnya bersebelahan dengan kursinya Rudy.


Karna merasa canggung, Rudy sedikit menggeserkan kursinya untuk membuat jarak diantara mereka.

__ADS_1


"Sluurrpppppp . . . Slurpppppp . . . Slurppp"


Rudy meminum kopi panas itu dengan terburu-buru karna gerogi, hal itu membuat ia tersedak!


"Uuhhhhhh"(Rudy)


"Ada apa Tuan?"(Inara)


"Tidak apa-apa. Tidak apa-apa?"(Rudy)


Rudy pura-pura tidak terjadi apa-apa, lalu ia meletakan kembali cangkir kopi itu keatas meja.


Rudy hanya bisa duduk diam sekarang, dia tidak tahu harus bertindak bagaimana untuk mengatasi situasi saat ini.


"Ehhhhh! Bagaimana ini sekarang? Apa Saya harus mencoba sok akrab? Atau Saya harus bertingkah dingin dan menyuruhnya tidur saja? Ahhhh!"(isi pikiran Rudy)


Rudy kembali bersimulasi didalam pikiran sambil sesekali ia melirik kearah Inara.


Yah, seolah-olah saat ini mereka berdua sedang melakukan kencan pertama mereka.


Rudy akhirnya memberanikan diri untuk memulai pembicaraan.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Catatan: kenapa mereka bisa bebas berkomunikasi?


Yah, karna memang didunia mereka terdapat bahasa umum.


Dengan begitu semua orang didunia pusat ini bisa tetap berkomunikasi tanpa adanya permasalahan tentang bahasa yang mungkin berbeda.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Lanjut kecerita.


"Karna ini kali pertama kita bertemu, maka Saya akan memperkenalkan diri Saya.


Ehheeemmm. Saya Rudy kenalannya Reyzo dan kebetulan juga Ketua dari Organisasi saat ini"(Rudy)


"Iya Tuan, Saya sudah tahu karna Tuan Reyzo sering membicarakan tentang Tuan? Baiklah sebagai Bawahan Utama Tuan Reyzo dan Anggota Organisasi, Saya juga akan memperkenalkan diri Saya. Ehm. Saya adalah Inara Kimihime, Saya merupakan penduduk asli kekaisaran Nippon, dan saat ini Saya berusia 18 tahun! Mohon bimbingan Tuan untuk kedepannya?"(Inara)


Setelah Rudy memperkenalkan dirinya, Inara segera berdiri dan juga memperkenalkan dirinya dengan gaya prajurit, lalu dia mengakhirinya dengan membungkuk 90°!


Setelahnya inara kembali duduk dikursinya.


Rudy yang melihat hal itu, langsung bersimulasi liar lagi dipikirannya.


"Woy, woy, woy, jangan bercanda? Eeemmm, bagaimana bisa si Mucikari mendidik bocah perempuan jadi seperti ini? Gilaaa!"(isi pikiran Rudy)


Tapi mana mungkin Rudy akan mengungkapkan isi pikirannya. Dia malah mencoba untuk bertingkah layaknya seorang kepala organisasi yang benar sekarang.


Tapi sayangnya dia adalah Rudy. Saat ini dia sudah tidak tahan lagi dengan situasi seperti ini, dia benar-benar lelah!


Lalu Rudy mengambil keputusan yang paling mudah untuk mengakhiri ini.


"Oke, sepertinya Saya akan langsung tidur saat ini. Untuk Kamu Inara? Eemmm, terserah Kamu saja? Ya, terserah Kamu saja. Tidak perlu untuk mengkhawatirkan Saya, ok? Yah, untuk saat ini itu saja yang ingin Saya katakan. Kita akan lanjutkan pembicaraannya besok pagi. Ok, selamat malam"(Rudy)


Seperti yang diduga Rudy mengakhiri pembicaraan itu dengan cara yang akan membuat siapa pun yang mendengarnya mengira bahwa dia sedang marah.


Lalu Rudy segera naik ketempat tidur,menarik selimut, dan segera berbaring untuk beristirahat sepenuhnya.


Namun baru beberapa detik saja, dia kembali melirik kearah Inara yang masih duduk diam dikursi. Dia sepertinya merasa sedikit bersalah.


Dengan tetap berbaring didalam selimut, Rudy menghela nafasnya dan berkata.


"Maaf, Saya tidak marah atau kesal? Saya hanya sedikit lelah saja malam ini. Dan untuk kamu Inara?"(Rudy)


"Iya Tuan?"(Inara)


Mendengar perkataan Rudy, Inara segera berdiri dan menjawab.


Sambil tetap melirik ke arah Inara yang sedang berdiri, Rudy melanjutkan perkataan yang sebelumnya terhenti itu.


Sekarang dia sudah sangat muak dengan situasi ini!


Lantas dia berbicara sedikit keras dengan nada layaknya sosok pimpinan yang sebenarnya.


"Saya tidak tahu apa yang telah si Mucikari Reyzo itu ajarkan kepada Kamu sebelumnya. Namun atas nama Ketua yang memegang otoritas tertinggi dalam Organisasi ini. Saya, Rudy Wijaya Kusuma memerintahkan Kamu, Inara Kimihime untuk segera beristirahat sekarang juga! ____Dan dimana Kamu akan beristirahat, itu terserah Kamu? Apakah Kamu mengerti?"(Rudy)


Setelah mengatakan itu, Rudy segera tidur dan benar-benar tidak akan peduli lagi dengan apa pun yang akan terjadi selanjutnya.


"Iya Tuan, Saya mengerti"(Inara)


Setelah menjawab, Inara naik ketempat tidur, menarik selimut, dan berbaring tepat disebelah Rudy.


Dan Rudy hanya melihatnya lalu dia berkata?


"Selamat malam???????"


Akhirnya malam ini mereka tidur bersama.

__ADS_1


__ADS_2