Tempat Tertinggi

Tempat Tertinggi
Ch 8 : Serangan Bangsa Binatang, Bag Akhir


__ADS_3

Saat ini Inara masih mengunci pergerakan dari Pria Kepala Banteng diudara. Dia mengerahkan Kekuatan psikisnya hingga urat-urat dikepalanya bermunculan dan keringat pun mulai membasahi dahinya.


"Dasar Manusia Hina. Cepat Lepaskan Saya!"(Kepala Banteng)


Pria Kepala Banteng itu masih meronta di udara, dia berteriak Mengecam Inara untuk segera melepaskannya.


Tapi Inara tidak memperdulikannya sama-sekali.


Dan akhirnya Pria Kepala Banteng itu menguatkan lengan kanannya dengan Mana dan berusaha mengambil kalung yang ada dilehernya.


Sepertinya Kalung itu merupakan sebuah item sihir yang dia gunakan untuk menciptakan perisai psikis, ketika dia menangkis mantra sihir Lucas sebelumnya.


Setelah kalung itu berhasil dia genggam, Pria Kepala Banteng itu segera merapal mantra untuk mengaktifkan Item Sihir tersebut. Lalu seketika tubuhnya telah terbungkus oleh perisai transparan berbentuk bola dan melindunginya dari pengaruh kekuatan psikis milik Inara.


Setelah berhasil membebaskan diri, sambil tetap melayang di udara Pria Kepala Banteng itu tertawa dan mengejek Inara.


"GAHAHAHAHA. KAMU PIKIR SAYA TIDAK BISA MELEPASKAN DIRI DARI KEKUATAN ITU? GAHAHAHAHA DASAR MANUSIA BODOH! KAMI JUGA BISA MENGGUNAKAN KEKUATAN DEWA ITU. GAHAHAHA."(Kepala Banteng)


Pria Kepala Banteng itu berkata dengan bangga.


Dia sekarang sedang berdiri di udara dengan berpijak pada perisai psikis yang telah melindunginya tersebut.


"Oh? Jadi perisai sebelumnya memanglah kekuatan psikis. Ya ya Saya paham sekarang."(Inara)


Inara yang melihat hal ini hanya berkata dan menganggukan kepalanya dengan santai. Dia telah mengerti mengenai apa yang dilakukan oleh Pria Kepala Banteng sebelumnya.


Kemudian Inara mengangkat kedua tangannya dan mengulurkannya kearah dimana Pria Kepala banteng itu berada.


Lalu Inara berkata, mengancam dengan nada tenang.


"Kamu pikir karna perisai psikis itu telah melindungi Kamu, Kamu sudah aman, sekarang? DASAR BODOH! ITULAH MENGAPA SAPI TETAPLAH SAPI"(Inara)


Setelah mengatakan kata pelecehan itu, Inara mulai memfokuskan pikirannya.


Dia berniat untuk mengerahkan lebih banyak lagi energi psikis yang masih dia tahan sempai sekarang.


Kemudian dia membentuk dua buah telapak tangan raksasa dengan menggunakan kekuatan psikisnya. Dia berniat untuk menghancurkan Bola perisai yang saat ini masih melindungi Pria Kepala Banteng tersebut.

__ADS_1


Lalu Kedua telapak tangan Raksasa itu muncul secara tiba-tiba disamping kanan dan kiri dari Pria Kepala Banteng itu.


"Benda Apa ini? Hey Manusia? Apa yang mau Kamu lakukan?"(Kepala Banteng)


Melihat penampakan dari telapak tangan raksasa itu, Pria Kepala Banteng menjadi panik dan berteriak takut pada Inara.


Tapi Inara tidak menanggapinya. Dia akan segera menghancurkan bola perisai psikis itu.


Kemduian kedua telapak tangan raksasa itu mencengkram bola perisai tersebut dengan keras!


Retakan pun mulai bermunculan pada bola perisai itu.


"Krak . . . Krakkk . . . Krakk..."


"TIDAK! HENTIKAN ITU MANUSIA! Arrghhhhhh Kecurangan macam apa ini?"(Kepala Banteng)


Pria Kepala Banteng berteriak panik berusaha untuk menghentikan Inara.


Tapi Inara semakin mempererat cengkramannya!


"Tash......."


Kini kedua telapak tangan raksasa itu mulai mencengkram kuat tubuh milik Pria Kepala Banteng sehingga dia meronta berusaha melepaskan dirinya.


"KAMU AKAN MENYESALINYA MANUSIA. CEPAT LEPASKAN SAYA! KALAU TIDAK, TUAN SAYA AKAN DATANG KESINI DAN MENGHANCURKAN KALIAN SEMUA"(Kepala Banteng)


Pria Kepala Banteng itu masih saja berteriak keras dan mengancam Inara. Dia mencoba untuk menakut-nakuti Inara, sekarang.


Tapi sayangnya Inara tidak takut!


"Hooooh . . . Mari Kita lihat bagaimana Tuan Kamu akan menolong Kamu sekarang."(Inara)


Inara sudah muak dengan tingkah Pria Kepala Banteng ini. Lalu dia mengancam untuk melihat apa yang akan terjadi selanjutnya.


"RASAKAN KEMARAHAN DARI PARA PENDUDUK YANG TELAH KAMU BUNUH!"(Inara)


Inara yang marah, sekali lagi mengecam Pria Kepala Banteng atas apa yang telah mereka perbuat! Kemudian dia merapalkan mantra Level 4 andalannya. Sepertinya Inara bermaksud untuk segera melenyapkan Pria Kepala Banteng ini.

__ADS_1


"Dhuh Geni lan Angin nyawiji ing karepku banjur bakal ngobong lan ngobong kabeh perkara sing nyebabake pati. (FireTornado). Dhuh Geni lan Angin nyawiji ing karepku banjur bakal ngobong lan ngobong kabeh perkara sing nyebabake pati. (FireTornado). Dhuh Geni lan Angin nyawiji ing karepku banjur bakal ngobong lan ngobong kabeh perkara sing nyebabake pati. FireTornado..."(Inara)


"Ding . . . Ding . . . Ding"


"Zzzzziiiiiing"


Tiga lingkaran sihir besar muncul hampir bersamaan didepan Inara. Tiga lingkaran sihir itu saling terpaut satu sama lain dan membentuk sebuah pola baru yang lebih besar lagi. Kemudian pola itu bersinar dengan terang dan dari dalamnya keluarlah sebuah tornado api raksasa yang jauh lebih besar dari tornado api milik Lucas sebelumnya.


Saat ini Inara juga melakukan TripleCasting Mantra.


Dia meniru apa yang pernah Rudy lakukan sewaktu dia sedang berlatih sihir kala itu. Sehingga ketiga mantra sihir Level Ke 4 nya bergabung menjadi satu dan menciptakan sebuah sihir gabungan yang setara dengan mantra Level Ke 5.


Lucas yang masih berada dibelakangnya, hanya bisa melihat Inara dengan mata takjub.


Lalu tornado api itu meluncur deras ke arah Pria Kepala Banteng, Inara pun segera menghapus kedua telapak tangan raksasa yang sedang mencengkram tubuh Pria Kepala Banteng tersebut.


Yang tersisa kini hanyalah tubuh dari Pria Kepala Banteng yang mengambang di udara.


Dan sekarang tornado api itu akan segera ******* habis tubuh dari Pria Kepala Banteng tersebut.


Tapi kemudian?


"Amukan Naga Air"


Satu Sosok muncul secara tiba-tiba di depan Pria Kepala Banteng itu dan langsung merilis Mantra miliknya tepat sebelum tornado api itu mencapai mereka berdua.


Itu merupakan rapalan yang sangat singkat.


Dan seketika Lingkaran sihir besar telah bersinar terang dan dari dalamnya munculah seekor Naga Air yang langsung memblokir serbuan dari Tornado Api milik Inara.


Bentrokan antar dua tipe element sihir pun terjadi.


"Puuuussssssshhhhhhhh"


Itu menyebabkan sebuah gelombang uap panas yang menyebar cepat menyapu ke segala penjuru dengan radius yang cukup luas!


Itu hampir meliputi keseluruhan dari area pemukiman saat ini.

__ADS_1


Lalu apa yang akan terjadi selanjutnya?


Bersambung.


__ADS_2