Tempat Tertinggi

Tempat Tertinggi
Ch 4 : Langkah Awal Petualangan


__ADS_3

Rudy dan Dina masih duduk di sofa dan saling berhadapan dalam keheningan.


Saat ini Dina masih berusaha memahami semua hal yang Rudy katakan sebelumnya.


Dan setelah menyelesaikan semua pemikirannya itu, Dina berniat untuk kembali melanjutkan pembicaraan mereka.


"Apa maksudnya perkataan Kamu, Rud? Terus ini kalung apa maksudnya? Saya benar-benar tidak mengerti arah dari pembicaraan Kamu?"(Dina)


Dina membuka pembicaraan tersebut dengan rentetan pertanyaannya.


"Ehm ini. Seperti yang Saya katakan sebelumnya. Pekerjaan yang akan Saya ambil itu mengharuskan Saya untuk pergi dalam waktu yang cukup lama. Uhmmm, atau lebih tepatnya Saya tidak tahu kapan Saya akan kembali?"(Rudy)


Rudy menjawab pertanyaan Dina dengan suara yang agak pelan.


"Dan kalung itu Saya berikan kepada Kamu buat jaga-jaga kalau nantinya Kamu terlibat dalam masalah dan saat Kamu tidak tahu harus meminta pertolongan kepada siapa nantinya, maka gunakanlah kalung itu?"(Rudy)


Rudy terus berbicara sambil meraih lagi kalung tersebut, dan menunjukan sebuah kartu chip yang ditempatkan dengan rapi di bagian belakang dari liontin kalung tersebut.


"Aktifkan lah kartu chip ini di handphone Kamu jika nanti kamu dalam bahaya. Nomor ini sudah otomatis tergabung dalam Group Kontak Anggota Organisasi lainnya. Yah, semua kontak lainnya juga akan otomatis mendapatkan sinyal pemberitahuan apabila salah satu dari chip ini diaktifkan. Jadi nantinya Kamu bisa menghubungi mereka atas nama Saya dan Saya pastikan mereka semua akan membantu Kamu!"(Rudy)


Dan Rudy terus melanjutkan penjelasannya dengan nada yang meyakinkan.


Tapi Dina masih terdiam dengan semua pikiran yang mungkin ada di benaknya.


Hal itu terlihat jelas dari raut wajah dan tatapan matanya yang semakin redup. Seolah- olah itu akan padam kapan saja.


"Yah, itu kan menurut perkiraan paling buruk Aku, Din? Hehehehe. Atau gini deh. Anggap aja Aku nitipin kalung itu ke Kamu. Terus pas Aku pulang, Aku ambil lagi kalungnya, Gimana?"(Rudy)


Rudy kembali berbicara dengan nada yang agak santai, karena dia tahu keadaan Dina yang mungkin agak terguncang, sekarang.


Rudy berusaha mencoba untuk mencairkan suasana suram ini bermaksud untuk menenangkan Dina.


Tapi Dina masih tetap diam dalam kebisuannya.


Mungkin saat ini dia masih berusaha untuk menyatukan pikirannya kembali.


Dan waktu pun terus berjalan. Sedangkan mereka berdua tetap diam tanpa suara.


Sekitar 15 menit telah berlalu.


Akhirnya Dina mulai kembali membuka mulutnya. Dia mencoba memulai kembali pembicaraan mereka yang sempat terhenti sebelumnya.


"Ok, Aku gak bakal nanya ke Kamu lagi tentang masalah ini. Intinya Kamu bakal bekerja keluar Kota sementara dan Aku bakal nunggu Kamu pulang sambil jagain kalung ini, ya kan? Dan kalo Kamu gak juga pulang-pulang, paling Aku bakal datang kerumah Orang Tua Kamu lalu membujuk mereka buat bantu Aku untuk mencari Kamu?"(Dina)


Dina pun memulai pembicaraan dengan argument-argumentnya yang tidak bisa terbantahkan itu!


Hal ini membuat Rudy yang biasanya tidak pernah kaget menjadi terkaget karnanya.

__ADS_1


Rudy pun berniat untuk membalas argument yang tidak masuk ini.


"Dari mana nyambungnya Bro? Kamu buat kesimpulan gitu dari mana asalnya? Ehmmm, (kayaknya udah gak ada jalan lain nih, hemmm, saya bergumam didalam hati saya) Aku pasti pulang, oke? Jadi Kamu gak usah nyusul atau cari Aku nantinya? Kamu itu perempuan. Jadi duduk manis aja gak usah mikir macam-macam, Aku yang bakal datangin Kamu nanti, Janji!"(Rudy)


Rudy telah kehabisan cara untuk menentang argumentnya Dina. Dan dia pun terpaksa berjanji.


Yah. Sebagai seorang pria sejati jelas Rudy akan berusaha untuk tetap menepati janjinya itu.


"Sekarang udah malam, Kamu mau pulang atau nginap disini, Din? Kalo mau pulang sekarang Aku antar. Tapi kalo mau nginap, ya tidur aja dikamar tamu sana. Aku mau nyantai dulu malam ini dipondok belakang. Nggak bisa diganggu, ok?"(Rudy)


Rudy melanjutkan dengan bertanya kepada Dina, dia juga memberitahukan tentang hal-hal yang akan dilakukannya malam ini.


Rudy memang sering bermeditasi dipondok belakang rumahnya untuk menjernihkan hati dan pikirann sambil melatih Aura(Tenaga Dalam) yang terus dilatihnya itu.


Yah. Saat ini energi didalam dirinya sudah cukup kuat untuk membuat fenomena yang dapat mempengaruhi keadaan fisik.


Lanjut...


Menanggapi perkataan Rudy, Dina hanya menganggukan kepala menandakan bahwa ia setuju.


Yah, intinya Dina malam ini akan menginap dirumahnya Rudy.


Lalu mereka berdua pun lanjut menonton Tv, sambil bercakap-cakap seperti biasa, seolah tidak ada yang pernah terjadi sebelumnya.


Dan tak terasa jam telah menunjukan pukul 23:00.


Rudy bangkit dari sofa, kemudian dia berbicara kepada Dina.


Setelah selesai mengatakan hal itu, Rudy berjalan menuju ke arah teras belakang sambil tertawa ringan.


Dia meninggalkan Dina yang masih duduk disofa sendirian. Lalu setelah Rudy sudah tidak kelihatan lagi, Dina pun menghela nafasnya.


Kemudian dia bergumam dengan nada yang pelan.


"Huuhhhh, Rudy, Rudy. Mau sampai kapan Kamu bertahan dengan prinsip hidup Kamu yang aneh itu, heemmmm?"(Dina)


Sebenarnya sudah dari SMA Dina menyukai Rudy.


Tapi Dina tidak pernah tahu bahwa sebenarnya Rudy juga meletakan perasaan lebih terhadapnya.


Yah, Rudy memang selalu peduli dan menuruti semua keinginan Dina.


Tapi Dina malah berfikir kalau Rudy hanya menganggap dirinya sebagai sosok yang sama seperti kakak perempuannya.


Hemmmmmm, sebenarnya yang salah paham disini cuma Dinanya saja.


Karna Rudy sendiri tahu dengan pasti kalo sebenarnya Dina memang memendam perasaan lebih terhadapnya.

__ADS_1


Tapi sayangnya Rudy masih belum siap menerima tanggung jawab seperti itu sampai sekarang.


Sebenarnya Rudy memanglah berharap bahwa kelak dia akan bertemu dengan cinta sejatinya.


Yah, mungkin dia akan menemukan figur wanita yang diimpikannya itu di masa depan nanti.


Ehm, walaupun masih diragukan sosok wanita itu berasal dari golongan mahluk seperti apa nanti.


Hehehe, yah, hanya Tuhan lah yang tahu.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Jam pun telah menunjukan pukul 01:00 dini hari.


Saat ini semua ruangan dirumah Rudy sudah gelap dan sunyi karna sudah tidak ada aktivitas lagi.


Dan Dina sepertinya juga sudah tertidur pulas dikamar tamu, sementara Rudy saat ini sedang duduk bersila dipondok.


Dia diam seperti Batu, tenang seperti Air, dan senyap seperti Udara!


Tidak ada pergerakan sedikitpun yang dia lakukan saat ini!


Hanya sebuah gelombang Aura panas yang memancar kuat dari dirinya!


Itu layaknya api besar yang sedang berkobar melahap semua hal yang ada disekelilingnya!


Rudy pun terus melanjutkan meditasinya sampai pagi hari tiba.


Dan pada pagi harinya, Rudy kembali melakukan latihan fisik seperti biasanya.


waktu berlanjut...


Siang ini Rudy berencana untuk pulang kerumah orang tuanya, dan sepertinya Dina juga akan ikut bersamanya, karna dia juga berniat untuk menjenguk Ayah dan Ibunya dirumah.


Yah, soalnya keluarga mereka itu tetanggaan. Itu seperti yang telah dijelaskan pada chapter sebelumnya.


Lanjut...


Akhirnya mereka berdua berangkat menuju ke kota kelahiran mereka.


Untuk mencapai kota tersebut, dibutuhkan waktu sekitar 3 jam perjalanan dari Kota tempat tinggal mereka saat ini.


Dan Kebetulan kantor memang sengaja diliburkan untuk beberapa hari kedepan, karna hampir semua Karyawannya akan ikut serta dalam kunjungan ke situs tersebut.


Pastinya, Bos nya Rudy yang nyentrik itu juga akan ikut serta.


Dan begitulah Kegiatan hari ini berakhir begitu saja.

__ADS_1


Lanjut...


Keesokan harinya, hari dimana Rudy akan melangkahkan langkah awalnya menuju ke Dunia Yang Di Impikannya itu.


__ADS_2