
Setelah pesawat itu melintas, tampak puluhan titik hitam terlihat dilangit saat ini.
Yah. Itu adalah agen-agen dari Organisasi Rahasia yang sedang melakukan terjun bebas dari atas pesawat!
Hanya berselang beberapa detik saja puluhan parasut telah terbentang di udara, lalu parasut-parasut tersebut mulai bergerak turun secara perlahan menuju ke tempat Inara berada, sekarang.
Kemudian?
"Teng' . . . Teng' . . . Teng' . . . Teng' . . . Teng' . . . Teng' . . . Teng' . . . Teng' . . .Teng' . . . Teng' . . . Teng'"
Suara dari Lonceng Besar juga menggema memenuhi seluruh area ini.
"Dewa telah datang! Dewa telah datang! Akhirnya bencana ini akan segera berakhir"(Penduduk)
Para penduduk yang sebelumnya ketakutan dan putus asa telah mendapatkan harapannya kembali karna Lonceng Besar tanda datangnya Dewa kembali berdentang!
Mereka semua berseru atas kedatangan Dewa mereka!
Satu demi satu kejadian tak terduga terus saja terjadi. Garuza dan Moozo yang juga menyaksikan rentetan peristiwa mengejutkan ini merasakan firasat buruk dihati mereka.
Sedangkan untuk inara?
Dia tahu bahwa ini adalah tanda dari kedatangan Rudy.
Garuza dan Moozo yang tidak memgetahui perihal ini, langsung masuk kedalam Mode siaganya. Mereka berdua melirik kearea disekelilingnya berusaha untuk memastikan sesuatu.
"Bagaimana ini, Tuan?"(Moozo)
Moozo yang panik dengan keadaan ini berseru kepada Garuza!
Tapi Garuza tidak menanggapinya. Dia masih fokus untuk mengawasi keadaan disekitarnya. Dia juga sedikit takut tentang kedatangan dari sosok Dewa ini.
Akhirnya puluhan Agen Rahasia yang sebelumnya telah melakukan terjun payung, telah mendarat seluruhnya diwilayah pemukiman dari Suku Pasir ini.
Setelah mendarat, mereka semua langsung membentuk formasi pertahanan untuk melindungi para penduduk yang ada diarea ini.
Kemudian sebagian dari mereka juga melakukan pertolongan pertamanya untuk mengobati para penduduk yang sedang terluka.
Sementara itu Inara dan Lucas masih menoleh kesana kemari seperti sedang mencari sesuatu.
Inara tentu saja mencari Sosok Oniisamanya dan Rudy.
Sedangkan Lucas, dia sedang mencari sosok dari Dewa tersebut. Lucas yang sebelumnya tidak terlalu peduli dengan yang namanya Dewa mulai mengakui keberadaannya karna aksi bakti sosial yang telah Rudy lakukan selama ini.
Apalagi pada situasi yang seperti sekarang, dia benar-benar berharap dan bergantung pada Sosok yang di sebut Dewa ini.
"Oh Dewa yang perkasa, Saya benar-benar bersyukur karna Anda telah datang untuk menyelamatkan kami semua!"(Lucasto)
Lucas bergumam pelan seolah dia sedang berdoa.
Kemudian dari kejauhan tampak 2 buah titik hitam lagi yang sedang terbang kearah pemukiman ini dengan kecepatan yang luar biasa!
2 titik hitam Itu adalah Rudy dan Reyzo yang sedang terbang menuju ketempat Inara berada setelah mereka mendaratkan pesawat ditempat yang aman.
Sambil tetap terbang bersama Rudy, Reyzo pun berteriak keras dengan menggunakan mikrophon yang sedang dibawanya itu.
__ADS_1
"Inara___Hallo___Inara___ Apakah Kamu baik-baik saja. Kami datang untuk menyelamatkanmu"(Reyzo)
"Oniisama?"(Inara)
Setelah mengetahui kedatangan Reyzo dan Rudy, Inara yang memang sudah kelelahan pun terduduk. Dia merasa lega sekarang, karna semua hal mengerikan ini akan segera berakhir.
Rudy langsung menerbangkan Reyzo menuju ketempat Inara, sedangkan dia sendiri masih tetap mengambang di udara tepat dihadapan Garuza dan Moozo sedang berada saat ini.
Saat ini mereka hanya berjarak sekitar 20 meter saja.
Lucas yang melihat kedatangan Rudy merasakan keraguan dihatinya! Dia tidak bisa mempercayai dengan apa yang telah dilihatnya sekarang!
"Tidak mungkin itu adalah Rudy? Bagaimana orang seperti itu bisa melakukan ini? Saya benar-benar tidak bisa percaya dengan semua ini! Ini tidak mungkin nyata?"(Isi pikiran Lucasto)
Lucas terus bergumam dipikirannya bahwa hal ini tidaklah nyata.
Lalu Reyzo yang saat ini telah mendarat membuang Mikrophonenya kesamping dan segera memeluk Inara. Kemudian Dia memeriksa kondisi Inara dan menanyakan tentang bagaimana keadaannya saat ini.
"Inara? Kamu terluka? Hemmm?"(Reyzo)
Pikiran Reyzo yang simple mulai sedikit kacau setelah melihat Inara yang seperti ini.
"Tidak apa-apa, niisama? Saya baik-baik saja, Hehehe. Yang penting Oniisama dan Rudy sudah datang. Jadi sekarang Saya sudah bisa tenang"(Inara)
Inara menjawab Reyzo dengan suara yang lemah. Tapi senyuman lega tampak diwajahnya saat ini. Dia benar-benar merasa tenang sekarang.
Akhirnya Inara pun pingsan dipelukan Reyzo.
"Inara? Inara? Hey? Inara? Hhhhmmm. Ya, Kamu sudah aman sekarang. Kamu Istirahat saja biar Oniisama yang memberikan mereka pelajaran!"(Reyzo)
"Hey anak muda? Tolong Kamu pegangkan Alat itu dan tempatkan itu tepat di depan mulut Saya?"(Reyzo)
"Iya"(Lucasto)
Lucas pun reflek mengiyakan perintah dari Reyzo, kemudian dia berdiri dan mengambil Mikrophone tersebut, lalu dia memegangnya dan menempatkannya didepan mulut Reyzo tepat seperti yang Reyzo perintahkan kepadanya.
"Ngiiiiiiiiiiiiiiing . . . Tes . . . Tes..."
"Hey Rudy"(Reyzo)
Suara Reyzo kembali menggema diseluruh area ini.
"............?"(Rudy)
Rudy langsung melirik kearah Reyzo yang saat ini sedang menggendong Inara.
"Tahan kedua Bajingan itu sebentar. Saya akan mengurus Inara dulu sekarang. Dan jangan membunuh mereka. Sayalah yang akan melenyapkan Mereka nanti!"(Reyzo)
Setelah mengatakan itu, Reyzo langsung berjalan menuju ke arah formasi pertahanan yang telah di buat oleh Agen Organisasi untuk segera memberikan Inara perawatan sementara.
Kemudian Rudy memanggilnya kembali.
"Tunggu? Biar Saya yang mengurus luka Inara? Luka semua orang juga, tentunya. Dan. Yah, mereka berdua akan Saya serahkan kepada Kamu"(Rudy)
Mendengar pernyataan dari Rudy, Reyzo pun menghentikan langkahnya, lalu memandang kembali kearah Rudy.
__ADS_1
Kemudian Rudy merapalkan Mantra Sihirnya
"SuperRecovery"(Rudy)
"Ding' Ding' Ding' Ding' Ding' Ding'..."
Tiba-Tiba 6 buah lingkaran sihir besar bermunculan di area pemukiman ini. Lingkaran sihir tersebut bersinar dengan sangat terang dan membungkus semua penduduk dengan cahaya hijaunya yang hangat.
Lucas yang menyaksikan kejadian ini, berseru tak percaya!
"Bagaimana mungkin ada sihir pemulihan yang seperti ini? Dan jumlah Mana yang terpancar dari Sihir ini bahkan lebih besar dari Mantra Nona Inara yang tadi! Ini pasti tidak nyata? Tidak mungkin!"(Lucasto)
Lucas masih saja menolak untuk mempercayai semua hal yang telah terjadi tepat didepan matanya saat ini.
"Tuan? Mantra pemulihan itu?(Moozo)
"Yah, Mantra pemulihan ini setidaknya ada di Level 6. Hemmmmmmm?"(Garuza)
Garuza dan Moozo juga bereaksi dengan Mantra Sihir yang Rudy rilis barusan.
Kemudian bersamaan dengan cahaya hijau tersebut, para penduduk yang terluka segera pulih seperti sedia kala.
Tapi sayangnya mereka tidaklah berminat untuk merayakan keajaiban ini.
Mereka masih berduka dikarnakan beberapa Anggota dari Suku mereka telah gugur dalam pertempuran sebelumnya.
Kemudian Inara yang sedang digendong oleh Reyzo juga siuman dari pingsannya. Sekarang dia juga sudah benar-benar pulih seperti biasanya.
Melihat Inara yang sudah sadar kembali, Reyzo pun bersuka-cita hingga menangis dan terus mengelu-elukan nama Inara. Reyzo yang berpikiran simple itu tidak akan pernah memperdulikan etika pada situasi seperti ini.
Yah, yang dia pikirkan hanyalah keadaan Inara saja.
"Inara? . . . Apakah Kamu sudah baik-baik saja, sekarang? Tidak ada yang aneh kan dengan tubuh Kamu?"(Reyzo)
Reyzo pun memulai Drama kakak-adiknya.
"Ughh. Oniisama. Saya sudah tidak apa-apa. Hemmmm, tolong turunkan Saya?"(Inara)
Inara yang sudah siuman meminta Reyzo untuk menurunkannya, karna malu.
"Fufufufu, tidak apa-apa? Biarkan Oniisama menikmati moment ini sebentar lagi? Fufufufufu"(Reyzo)
"Hemmmmmmm?"(Inara)
Karna Reyzo yang masih sempat-sempatnya menggoda Inara dalam situasi seperti ini, Inara pun cemberut dan mempelototinya.
"Ughh. Ok. Hehehehhe"(Reyzo)
Sambil tertawa canggung, Reyzo pun segera menurunkan Inara.
Kemudian?
Pertempuran Ronde kedua pun akan segera dimulai.
Bersambung....
__ADS_1