Tempat Tertinggi

Tempat Tertinggi
Ch 6 : Rudy Dan Bakti Sosial


__ADS_3

Tidak terasa sudah dua minggu Rudy dan Inara tinggal bersama dengan penduduk Suku Pasir di area Gurun Kematian ini.


(Catatan: mulai sekarang kita akan menyebut nama suku ini adalah Suku Pasir)


Saat ini Inara masih saja sibuk dengan mata pelajaran Ilmu Sihirnya, sedangkan Rudy sendiri sibuk dengan aksi bakti sosial sembunyi-sembunyinya.


Yah. Hal itu bermula dari 10 hari yang lalu, dimana lonceng besar yang biasanya menjadi pertanda dari kedatangan sosok Dewa kembali berdentang.


Pada pagi itu Kepala Suku dan Para Penjaga dikejutkan oleh dentangan dari Lonceng Besar tersebut. Lonceng itu akhirnya berdentang sebanyak 7 kali!


Itu adalah jumlah dentangan yang sama setiap kalinya sosok Dewa Ildraiz datang pada suku mereka di masa lalu. Yah, hal ini menurut pada apa yang dituliskan dalam Catatan Kuno yang dicatat oleh nenek moyang suku ini sejak zaman itu.


Tapi anehnya dentangan Lonceng Besar juga disertai dengan ditemukannya karung-karung berisi makanan yang belum pernah mereka lihat sebelumnya. Karung-karung tersebut diletakan di depan Altar Persembahan tempat dimana Lonceng Besar dan Patung Dewa berada.


Hal ini lantas membuat Kepala Suku dan Para Penjaga bingung sekaligus juga ber-sukacita. Karna dengan semua makanan itu suku mereka tidak akan kekurangan makanan lagi untuk sementara.


Tapi selang 3 hari berikutnya Lonceng Besar itu kembali berdentang pada waktu yang hampir sama dengan yang sebelumnya. Dentangan tersebut juga disertai dengan karung-karung berisi makanan sama seperti yang pertama, tapi kali ini juga terdapat karung-karung lain yang berisi pakaian serta alat-alat lain yang juga belum pernah mereka lihat sebelumnya.


Bahkan hal-hal dengan bentuk dan rupa seperti itu tidak terdapat didalam Catatan Kuno atau pun Buku-Buku sejarah yang ada pada mereka dan hal itu pun berlanjut hingga saat ini.


Tapi pada kali yang ke 4, Jumlah dentangan Lonceng Besar itu menjadi 8 kali!


Akan tetapi hal itu tidak terlalu dipermasalahkan oleh semua orang karna hal lainnya tetaplah sama seperti yang sudah-sudah.


Dikarnakan kejadia-kajadian tang aneh ini, mereka pun menanyakan kepada Inara perihal masalah tersebut. Mereka bertanya apakah jenis makanan, pakaian, serta peralatan itu memanglah sama dengan yang ada di Dunia Pusat. Setelah dikonfirmasi bahwa hal itu memang sama, akhirnya Kepala Suku dan semua Anggota Suku sepakat bahwa semua hal ini adalah pemberian dari Dewa yang ada di Surga.


Begitulah Aksi Bakti Sosial Rudy pun terus berlanjut...


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Pagi menjelang siang ini, Rudy tengah fokus melihat Inara yang sedang latihan Sihir dibawah bimbingan dari cucu dari Kepala Suku.


Pemuda yang seumuran dengan Inara itu bernama Lucasto, dia merupakan penyihir paling berbakat yang ada di Suku Pasir ini.


Lucas saat ini bisa menggunakan Sihir hingga Mantra Sihir Tingkat Lanjut Level Ke 4.


Karna memang kapasitas Mana yang dia miliki sebanding dengan milik Inara. Ini sepertinya merupakan hal yang langka bagi orang-orang yang berada disisi dunia ini.


Karna orang-orang disini tidak bisa memperbesar kapasitas energi Mana yang mereka miliki hanya dengan metode latihan saja. Berbeda dengan Rudy dan Inara yang memang berasal dari dunia yang memang minim dengan energi Mana, sehingga mereka berdua sudah terbiasa dengan metode Meditasi dan penyerapan Mana tersebut.


Lucas juga hanya memiliki 2 Element, yang mana element utamanya adalah Api dan Angin.


Penyihir dengan dua Element pun termasuk hal yang cukup jarang untuk orang-orang disisi dunia ini, karna rata-rata orang-orang disini hanya memiliki 1 element saja dengan kapasitas Mana hanya 1/5 dari yang dimiliki oleh Lucas dan Inara saat ini.


Mungkin karna orang-orang disini terlahir didunia dengan Aura Mana yang berlimpah, sehingga tubuh mereka telah ber-Evolusi dikarenakan oleh paparan dari energi Mana itu sendiri.


Yah, hal yang sama juga terjadi pada bangsa Binatang dan juga bangsa Peri yang berada disisi dunia ini.


Tapi sepertinya kesimpulan tentang penyebab kapasitas Mana ini belum tentu benar, karena kapasitas penampungan Mana maksimal milik Inara hanya mampu menyerap 100 Manacube Sedangkan untuk Rudy sendiri jauh melebihi itu.


Padahal Rudy dan Inara sama-sama berasal dari pusat dunia.

__ADS_1


Yah. semua hal ini masihlah akan jadi misteri untuk sekarang.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Lanjut ke cerita.


Saat ini Lucas sedang mengajari Inara tentang cara mengendalikan Mana didalam tubuh. Karena saat melakukan pelafalan Mantra, kita harus sangat berkonsentrasi agar Mana didalam tubuh kita tidak lepas kendali dan meledak keluar secara berlebihan.


Dan semakin tinggi Level dari sihir tersebut, semakin panjang pula Mantra Sihir yang harus dilafalkan. Hal itulah yang menyebabkan Inara mengalami kesulitan dalam melakukannya saat ini.


Inara sedang berlatih untuk melafalkan Mantra Sihir tingkat Lanjut Level ke 4, FlamingTornado. Ini merupakan Sihir dengan dua jenis Element yang digabungkan yaitu, Element Api dan Angin.


Sedangkan untuk Rudy, dia hanya duduk manis melihat Inara yang sedang belajar itu.


Tapi sebenarnya dia juga menghafal Mantra tersebut secara diam-diam agar tidak ada orang yang tahu. Yah, karna Rudy masih malu untuk melafalkannya didepan orang lain. Jadi Rudy hanya mencoba belajar pelafalan Mantra ketika malam hari, dimana dia sedang libur dari tugas Bakti Sosialnya.


Lanjut ke pelatihan Inara.


Saat ini Inara telah mengulurkan kedua tangannya kedepan. Dia berkonsentrasi dan memusatkan energi Mana miliknya. Lalu dia mulai bergumam dan melafalkan mantra sihir tersebut?


"Dhuh Geni lan Angin nyawiji ing karepku banjur bakal ngobong lan ngobong kabeh perkara sing nyebabake pati pati pati.. FireTornado..."(Inara)


Lingkaran sihir cukup besar dengan Pola-Pola aneh yang bercahaya pun muncul didepan kedua tangan Inara saat ini!


Kemudian dari dalam lingkaran sihir tersebut keluarlah sebuah Tornado Api besar yang menyapu semua hal yang ada didepannya!


Semua yang dilalui oleh tornado api itu terbakar dan menjadi abu dalam seketika!


Rudy yang menyaksikan keajaiban dari sihir ini hanya bisa menghela nafasnya dalam-dalam dan merenung didalam benaknya.


"Siluman dari mana lagi ini sekarang? Kenapa bahasa pada Mantra kali ini agak berberda dari Mantra-Mantra sebelumnya? Hemmmmmm. Sepertinya saya harus segera menyelidiki mengenai hal ini secepatnya? hemmmmm."(Isi Pikiran Rudy)


Saat ini Rudy tambah kesal dikarnakan mantra sihir yang semakin bertambah aneh.


Lalu setelah berhasil mengeluarkan Sihir yang barusan, Inara yang sedikit lelah pun berlari ke arah dimana Rudy berada.


Wajahnya menampilkan senyuman gembira saat ini. Yah, karna dia akhirnya berhasil.


Meski ada sedikit keringat yang membasahi keningnya, itu sedikitpun tidak menurunkan kecantikannya.


Rudy hanya melihat kearah Inara yang saat ini yang semakin mendekat kearahnya.


Akhirnya inara pun menjatuhkan dirinya tepat kearah Rudy yang sebenarnya sedang duduk jongkok, kemudian Rudy pun segera berdiri dan mengulurkan kedua tangannya kedepan, mulai ber-konsentrasi dan memusatkan energi Mana miliknya juga, lalu Rudy menggumamkan sesuatu?


"Dhuh cahya sing nyenengake mulihake kabeh kekeselen. (Recovery...) Dhuh banyu bening ngumbah kabeh rereget awak iki. (Clean...) Dhuh angin sepoi garing karo anget sampeyan (Dry...) Uuaaaaaaahhhhhh Mampus kabeh Siluman Sak Kena kenane...Mooddaaarrr sampeaann..."(Rudy)


Dengan sedikit dramatis Rudy langsung merilis 3 Mantra Sihir dengan 3 Element berbeda sekaligus!


Ini merupakan kemampuan TripleCasting yang sangat sulit dilakukan, apalagi dengan ketiga element yang berbeda seperti ini.


Inara yang seharusnya telah jatuh ke pelukan Rudy, saat ini diliputi oleh cahaya dari 3 buah lingkaran sihir yang telah dirilis oleh Rudy, sehingga dia sedikit melayang diudara.

__ADS_1


Kemudian setelah cahaya-cahaya itu memudar, Inara pun jatuh dengan lembut kedalam pelukan Rudy.


Dia saat ini sudah tidak kelelahan lagi. Pakaian yang penuh debu dan keringat sebelumnya juga sudah bersih dan kering seperti semula.


Yah. Keriga mantra sihir tingkat dasar Level Ke 2 yang Rudy rilis telah berkerja sempurna.


Dan masih sambil dipeluk oleh Rudy, Inara pun tersenyum manja dan berkata.


"Terima kasih, hehehe. Katanya Kamu tidak mau belajar Sihir?"(Inara)


"Ehm. Itu hanya kebetulan terbaca saja fufufuufufu."(Rudy)


"Hhhuuuuu. Akhirnya Saya berhasil mempelajarinya juga xixixiixixi Sekarang saya adalah penyihir tingkat lanjut! Hhhmmm, ayo kita pergi berkeliling Oasis ini dan merayakan keberhasilan kita?"(Inara)


"Yaa, kita aka pergi berkeliling dan menghancurkan para Siluman itu!"(Rudy)


"Fufufuufufufu. Dasar? Lupakan tentang mantra yang aneh itu dan nikmati saja sihir yang menyenangkan ini xixixiixixi. Ehem, Lucas? Apakah kamu juga mau ikut dengan kami untuk makan siang?"(Inara)


Setelah sedikit bermanja dan bercanda dengan Rudy, Inara pun menoleh kearah Lucasto yang melihat mereka dengan rasa iri dihatinya. Inara yang saat ini masih memeluk lengan kanan Rudy pun, berniat mengajak Lucasto untuk ikut makan siang bersama mereka.


"Tidak apa-apa Nona Inara, Saya akan pergi ketempat para Penjaga untuk mengurus sesuatu. Terima kasih, mungkin lain kali saja saya akan menemani kalian"(Lucasto)


Lucasto yang sepertinya juga menyukai Inara, jelas menolak ajakan tersebut.


"hemmmm? Ya, kalau begitu Terima kasih sudah melatih saya 2 minggu ini. Ok. kalau begitu kami akan pergi dulu"(Inara)


Lalu Inara pun menarik tangan Rudy dan pergi meninggalkan Lucasto.


Setelah Rudy dan Inara sudah berjalan agak jauh, Lucasto mendesah kesal dan bergumam pelan.


"Apa hebatnya TripleCasting? Apa hebatnya bisa menggunakan banyak Element? Aahhhhhh, Kenapa nona Inara suka dengan pria lemah seperti itu. Saya tidak paham sama sekali!"(Lucasto)


Tapi kenapa Lucasto bisa menganggap Rudy itu lemah?


Yah, karna memang sejak mereka tiba disini, Rudy selalu melapisi dirinya dengan perisai psikis untuk menutupi pancaran Mana miliknya yang sangatlah besar.


Dan untuk jumlah Mana yang Rudy miliki saat ini tentunya ratusan kali lipat lebih besar dari Mana maksimum yang Lucasto miliki sekarang.


Dan gumaman pelan Lucas yang barusan pun juga bisa didengar oleh Rudy karna memang sejak tadi Rudy sudah meningkatkan kinerja telinganya untuk menguping pelafalan mantra yang sedang Inara pelajari.


Yah, tapi Rudy tidak terlalu memikirkan plot-plot romansa dari bocah seperti Lucasto ini.


Karna menurut Rudy Itu sama-sekali tidak penting!


zzzzzzzzzzzzzzzzzzzz


"Aaaarrrgggggghhhhhhhhhh"


Tak lama setelah menyelesaikan gumamannya itu, Lucasto pun entah mengapa berteriak dengan sangat keras!


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2