Tempat Tertinggi

Tempat Tertinggi
Ch 7 : Serangan Bangsa Binatang, Bag 1


__ADS_3

Saat ini Rudy sedang berada di Kota Sakura.


Dia sedang sibuk mengurusi segala hal yang diperlukan untuk merelokasi penduduk suku pasir ke-area lain yang ada di pusat dunia ini.


Tentunya selama waktu ini Rudy meninggalkan Inara disisi lain dunia bersama dengan para penduduk suku pasir lainnya.


Lanjut ke cerita.


Saat ini Rudy sedang bersama Reyzo dan seorang pria muda lainnya yang juga salah satu Dewan dari Organisasi Rahasia yang sangatlah dirahasiakan ini. Mereka bertiga sedang berada di dalam sebuah ruangan mewah milik direktur dari perusahaan Mhucikari Company.


Rudy pun menyapa pria muda tersebut.


"Apa kabarnya, Mas Tom? Fufufuufu. Sepertinya kamu tambah makmur saja sekarang?"(Rudy)


Pemuda ini bernama Thomas Frontier alias Tomo Prasetsyo. Ehem. Thomas merupakan Arsitek dari sebuah perusahaan raksasa yang bergerak dibidang Real Estate. Nama Thomas juga sudah dikenal luas oleh Investor-Investor besar dari negara-negara maju yang berada di pusat dunia ini.


"Ah, Makmur dari mananya, Mas Rud? Hahaha. Saya pastinya baik-baik saja sekarang. Jika tidak bagaimana mungkin kita bisa berkumpul seperti ini, kan? Hehehehe"(Thomas)


Thomas membalas sapaan Rudy dengan nada bercanda. Kemudian mereka berdua berpelukan sekedarnya agar kesannya lebih mirip dengan pertemuan antar dua orang sahabat.


"Ya, ya, drama kalian sudah cukup sampai disini. Emmm Rudy? Bagaimana kabar Adik Saya? Apakah dia sehat? Apakah dia baik-baik saja disana? Emmmm kamu tidak melakukan hal yang tidak-tidak kepada dia, Kan?(Reyzo)


Reyzo pun menghentikan drama persahabatan yang telah ditampilkan oleh Rudy dan Thomas, tapi saat ini Reyzo malah ganti memainkan drama adik-kakak miliknya sendiri.


Rudy dan Thomas melirik ke Reyzo sebentar, kemudian mereka berdua pun melanjutkan kembali obrolannya. Mereka sama sekali tidak memperdulikan rentetan pertanyaan yang diluncurkan oleh Reyzo barusan.


Dan begitulah seterusnya, hal tidak penting seperti ini pun berlangsung cukup lama.


Setelah mereka selesai dengan pembicaraan penuh basa-basi tersebut, mereka mulai membicarakan topik utama dari diskusi mereka saat ini.


Yah.


Rudy meminta bantuan dari Thomas untuk menyiapkan sebuah apartemen yang nantinya akan ditinggali oleh penduduk dari Suku Pasir.


Rudy meminta lokasi dari apartemen tersebut agar berada diarea yang tidak terlalu ramai. Dengan begitu para penduduk dari Suku Pasir dapat belajar secara perlahan, agar mereka nantinya dapat beradaptasi dengan gaya hidup masyarakat yang ada di area pusat dunia ini.


Diskusi ini pun selesai dengan baik. Hasilnya adalah, Thomas akan menyediakan Apartement dilokasi yang sesuai dengan yang diminta Rudy, sedangkan Reyzo akan menyediakan semua fasilitas pembantu yang diperlukan untuk menunjang kehidupan sehari-hari para penduduk Suku Pasir nantinya.


Setelah menyelesaikan masalah ini, mereka bertiga pun melanjutkan acara reuni mereka yang penuh drama persahabatan tersebut hingga waktu pun berlalu begitu saja.


Dan pada akhirnya Rudy telah berada didunia pusat selama 2 hari. Dia baru berencana akan pulang besok malam, karna hari ini dia akan menyelidiki sisi terowongan lain terlebih dahulu sekalian menyerap ManaCube yang ada disisi itu.


Rudy jelas tidak akan melewatkan sumber kekuatan gratis itu begitu saja.


Jadi Rudy memutuskan untuk absen dari tugas bakti sosialnya. Lagian dia juga sudah menyiapkan relokasi penduduk teraebut, jadi kegiatan bakti sosial itu sebenarnya sudah tidak diperlukan lagi. Begitulah yang dia pikirkan.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Keesokan hari.


Tepatnya pagi hari di area Oasis tempat dimana penduduk suku pasir tinggal.


"Hemmm. Kenapa Rudy belum kembali juga? Biasanya pagi-pagi sekali Dia sudah pulang. Hemmm. Apa dia keasyikan karna bertemu dengan Sahabat-Sahabatnya? Dia bahkan melupakan tugas bakti sosialnya pagi ini. Huuuuuuu"( Isi Pikiran Inara)


Saat ini Inara sedang melamun.


Dia sedikit tidak memperhatikan anak-anak yang sudah daritadi sibuk menanyakan berbagai hal kepadanya.


Yah, karna saat ini dia sedang sibuk memikirkan Rudy yang pagi ini telah bolos dari pekerjaannya.


Karna Inara sudah menyelesaikan latihan sihirnya, sekarang dia mulai mengajari anak-anak disini pengetahuan mengenai cara-cara menggunakan alat-alat yang berasal dari pusat dunia.


Hal itu dimaksudkan agar nantinya mereka tidak terlalu kesulitan lagi beradaptasi dengan gaya hidup sehari-hari masyarakat yang ada di pusat dunia.


Yah. karna permintaan dari Inara lah Rudy akhirnya akan memindahkan semua penduduk disini ke area pusat dunia.


Karna Inara berpikir mereka semua dapat menjalani kehidupan yang lebih layak disana, khususnya untuk para Anak-Anak ini.


Yah, mereka semua sedang asyik-asyiknya belajar tentang hal-hal baru dari Inara yang sedang berperan sebagai seorang Guru pada saat ini.


Kemudian terdengarlah suara ledakan keras dari luar dan diiringi oleh getaran yang menyebabkan butiran debu diplafon ruangan belajar tersebut berjatuhan!


Keadaan di ruangan tersebut menjadi sedikit berkabut karna debu yang berterbangan di udara.


Anak-anak yang saat ini sedang bersama Inara pun panik dan menangis karna kejadian ini.

__ADS_1


Menyadari situasi ini, Inara berusaha menenangkan mereka. Lalu dia menyuruh penjaga yang memang sedang mengawal dirinya itu untuk segera membawa anak-anak ketempat yang lebih aman.


Dan kemudian Inara sendiri langsung bergegas menuju ke arah sumber dari ledakan tersebut.


Namun ketika Inara berlari diluar, banyak suara jerit dan tangisan yang terdengar diarea pemukiman saat ini.


Terlihat pula asap hitam mengepul dari area yang sepertinya adalah sumber dari ledakan sebelumnya.


Inara pun mempercepat langkahnya, kemudian disana dia melihat puing-puing bangunan yang berserakan serta beberapa tubuh dari penduduk yang dipenuhi oleh luka. Mereka semua tersebar bergeletakan disela puing-puing bangunan yang runtuh tersebut.


"Apa sebenarnya yang terjadi?"(inara)


Inara yang melihat hal ini sedikit takut dan bertanya-tanya dalam benaknya tentang apa yang sedang terjadi saat ini.


"Bang...Bang...Bang...Bang.."


Kemudian kembali terjadi beberapa ledakan lainnya.


"Apa itu? Siapa sebenarnya mereka?"(inara)


Akhirnya dibalik kepulan asap hitam itu, Inara melihat beberapa mahluk berkepala banteng dengan badan kekar setinggi kurang lebih 2 meter.


Yang anehnya mereka semua berdiri layaknya seorang manusia dengan memegang senjatanya masing-masing. Mereka saat ini sedang terbang di udara mengendarai burung-burung besar yang terlihat mengerikan.


Burung-burung itulah yang menembakan bola-bola api dan menjadi penyebab dari semua ledakan yang terjadi saat ini.


Dan saat ini pertempuran masih berlangsung antara para penjaga suku dan para penyerang tersebut.


Pertukaran serangan pun terus mereka lakukan dan menyebabkan ledakan-ledakan lainnya!


Sekarang area pemukiman ini telah berubah menjadi medan perang sihir.


Inara hanya bisa terdiam menyaksikan pertempuran yang sedang terjadi didepan matanya saat ini.


Dia gemetar!


Dia pun menghentikan langkahnya. Sekarang dia hanya bisa diam dam berdiri cukup jauh dari lokasi pertempuran yang tengah berlangsung itu.


Kemudian sebuah lingkaran sihir yang cukup besar muncul dari bawah sekelompok penyerang tersebut!


Ternyata itu adalah Lucasto yang saat ini sedang merapalkan mantra sihir FireTornado miliknya.


Tapi sayangnya sihir FireTornado milik Lucasto telah selesai dirilis dan sekarang tornado api raksasa itu meluncur ke arah para penyerang yang sedang berada diudara.


Tapi sayangnya tornado api itu berbenturan dengan ke 5 bola api yang juga telah berhasil ditembakan oleh burung-burung tersebut.


"Bang...Bang...Bang...Bang...Bang...fiiuuuuuhhhhhhhhhh"


Akibat benturan kekuatan itu. rentetan ledakan keras menggema di udara!


Itu bahkan disertai dengan gelombang kejut panas yang menyebar keseluruh penjuru, membawa serta asap dan debu memenuhi seluruh udara diarea ini.


Tapi sihir FireTornado bukanlah sihir biasa yang lemah!


Tornado Api milik Lucasto ternyata tidaklah berhenti berkobar dan tetap maju menyapu semua penyerang yang masih ada diudara saat ini. Para penyerang itu tidak sempat lagi untuk menghindari pusaran tornado api tersebut, sehingga hampir semua dari mereka terhempas dan hangus bersamaan dengan burung tunggangan mereka. Kemudian mereka pun meluncur dan menyebar mengahantam beberapa bangunan dibawahnya, mengakibatkan ledakan-ledakan lainnya terjadi.


Setelah beberapa saat Tornado Api itu menghilang, tampaklah seekor Burung Besar dan juga penunggangnya yang masih tetap melayang di udara.


Dikarnakan asap dan debu, perisai transparan yang mengelilingi mereka pun terlihat. Perisai itulah yang melindungi penyerang tersebut dari sihir Level Ke-4 milik Lucas sebelumnya.


"GAHAHAHAHA. Saya tidak mengira ada Penyihir Tingkat Lanjut disini. Yaa Ini cukuplah menghibur!"(Kepala Banteng)


Penyerang itu pun tertawa dan berkata dengan sombong!


Suaranya yang keras dan lantang terdengar sangat cocok dengan tubuh besarnya itu. kemudian dia melompat dari atas Burung Besar yang dia tunggangi dan turun kebawah.


"Buuummmmm"


Ketika Sosok Besar itu mendarat dipasir. Itu menyebabkan getaran dan kepulan asap debu yang mengelilinginya. Saat ini dia telah berdiri dijarak sekirar 50 m dari Lucasto Sambil memegang sebuah kapak besar ditangan kanannya.


Lucasto yang melihat sosok Kepala Banteng yang berada didepannya saat ini bertanya dengan nada kasar dan marah.


"Siapa Kamu? Mengapa Bangsa Binatang melakukan semua hal ini?"(Lucas)


"GAHAHAHA. Siapa Saya? Mengapa Katamu? GAHAHAHA. BOCAH seperti kamu tidak layak bertanya kepada Saya!"(Kepala Banteng)

__ADS_1


Pria Kepala Banteng itu malah tertawa dan berkata dengan nada yang meremehkan. Dia tidak berniat sama sekali untuk menjawab pertanyaan dari Lucasto.


Hal itu membuat Lucasto menjadi semakin marah dan kembali merapalkan mantra sihir FireTornado miliknya, dia berniat untuk segera menghabisi pria Kepala Banteng ini.


Tapi sebelum Lucas selesai merapalkan Mantranya, Pria Kepala Banteng tersebut sudah melompat ke arahnya dan dalam sekejap mata sudah berada didepannya.


Lalu pria kepala banteng tersebut mengayunkan kapak besar miliknya berniat untuk segera menebas Lucas.


Lucas yang terkejut pun refleks memejamkan kedua matanya. Dia merasakan ketakutan akan apa yang sedang terjadi saat ini. Didalam benaknya dia yakin bahwa sebentar lagi dia akan segera mati!


Kapak Besar itu pun meluncur deras ke arah Lucas. Tapi benturan keras pun terjadi dan tebasan itu menghantam perisai transparan yang Inara ciptakan dari energi psikisnya.


Kemudian Inara juga segera menarik Lucas yang sudah tidak berdaya itu mendekat kearahnya. Tentu dengan menggunakan kekuatan psikisnya juga.


Merasakan tidak ada yang terjadi, Lucas pun membuka matanya.


Sekarang Lucas sadar, bahwa dia saat ini telah diselamatkan!


Dia sekarang sedang terduduk lemah dan tak berdaya dibelakang sosok wanita yang dia sukai yang seharusnya dia lindungi.


Lucasto malu dengan dirinya sendiri yang tidak berdaya saat ini.


Kemudian dia segera berteriak lemah, berusaha untuk mengingatkan Inara.


"Nona Inara? Cepat segera Lari dari sini! Pria itu bukanlah tandingan kita? Lari sekarang! . . . Nona Inara?"(Lucasto)


Mendengar peringatan dari Lucas, Inara hanya diam saja. Dia saat ini masih berdiri tegak didepan Lucas dan menghadap ke arah pria kepala banteng yang ada didepannya.


Inara sangat ketakutan saat ini tapi dia marah!


Inara yang baik hati itu benar-benar marah dengan apa yang telah dilakukan para penyerang ini!


Saat ini banyak tubuh dari penjaga yang telah tewas berserakan. Serta beberapa penduduk yang terluka bergeletakan tak berdaya disekeliling Inara.


Suara teriakan dan tangisan menggema diarea pemukiman ini sekarang.


Pemandangan seperti ini sangatlah mengguncang hati Inara yang terbiasa hidup dengan damai di pusat dunia sebelumnya.


Inara sangat marah saat ini!


Dia telah melupakan semua ketakutannya.


Kemudian dia melangkah maju ke arah Pria Kepala Banteng tersebut.


Dia terus maju sambil bertanya-tanya tentang apa yang sebenarnya yang ada dipikiran para penyerang busuk ini yang tanpa sebab dan alasan jelas membantai penduduk disini.


Inara benar-benar tidak mengerti.


Dia pun berkata dengan nada geram!


"APA YANG SEBENARNYA KALIAN PIKIRKAN TIBA-TIBA DATANG DAN MENYERANG SECARA MEMBABI BUTA PENDUDUK YANG TIDAK BERSALAH INI"(Inara)


Pria Kepala Banteng itu pun melihat Inara dengan acuh. Dia masih saja bertingkah sombong seperti sebelumnya.


Melihat Pria Kepala Banteng yang masih bertingkah seperti itu, Inara terus melangkah dengan penuh kemarahan diwajahnya. Dia kembali bertanya dengan nada membentak kepada Pria Kepala Banteng tersebut.


"HEY? JAWAB SAYA SEKARANG JUGA!"(Inara)


"Wuuuiiiiuizzzzzzhhh"


Udara disekitar Inara pun bergetar!


Hal ini disebabkan oleh pancaran energi Mana miliknya yang sedang melonjak karna kemarahannya.


Setelah melihat hal ini. Pria Kepala Banteng itu pun merasakan sinyal berbahaya dari sosok Inara. Dia lantas segera memasang posisi siaganya dan mulai bersikap serius terhadap Inara.


"Hemmmm . . . Jadi Kamu, Manusia dari pusat dunia? Yaa, Saya hanya ada keperluan dengan kalian manusia dari Pusat Dunia. GAHAHAHA Bagus kam. Urghhhh Apa ini? Kamu das. Cepat lepaskan Saya!"(Kepala Banteng)


Perkataan Pria Kepala Banteng itu terhenti. Kemudian dia meronta berusaha untuk menggerakan tubuhnya.


Inara yang sudah marah, menggunakan Kekuatan psikisnya untuk menahan pergerakan dari Pria Kepala Banteng tersebut. Kemudian dia mengangkatnya ke udara.


"APAKAH KAMU TULI. SAYA BILANG JAWAB PERTANYAAN SAYA!"(Inara)


Inara kembali mengecam dengan nada kasar penuh kemarahan!

__ADS_1


Saat ini terlihat urat-urat di keningnya mulai keluar dan keringat mulai mengalir didahinya.


Bersambung...


__ADS_2