Tempat Tertinggi

Tempat Tertinggi
Ch 13 : Prediksi Bukan Penerawangan


__ADS_3

Saat ini Rudy sedang bersama dengan Thomas di rumahnya.


Mereka berdua sedang mempelajari mantra sihir karna Thomas memang sedikit paham dengan bahasa yang digunakan pada mantra-mantra tersebut.


"Semakin banyak Saya membaca catatan ini, Saya semakin yakin bahwa bahasa pada mantra sihir ini memanglah mirip dengan bahasa daerah dari orang tua Saya. Tapi memang ada beberapa kata yang masih tidak bisa Saya pahami, Mas Rud?"(Thomas)


Thomas menyampaikan pendapatnya pada Rudy.


Rudy menanggapinya.


"Iya, Saya juga yakin masalah itu. Karna paragraf yang belum kita verifikasi sebagai mantra sebelumnya, juga sudah Saya coba dan itu memanglah berhasil. Bahkan itu sebuah mantra sihir tingkat tinggi! Fufufufu, coba Mas Thom baca catatan ini, siapa tahu ada paragraf mantra yang lainnya juga, kan?(Rudy)


Sebelumnya Thomas memang pernah menerjemahkan paragraf-paragraf yang Rudy salin dari perpustakaan yang ada disuku pasir.


Saat itu Rudy memang sengaja menyalin semua paragraf yang bahasanya mirip dengan bahasa pada mantra sihir, dengan tujuan agar dia bisa menanyakannya pada Thomas. Dan sesuai dengan perkiraan Rudy, Thomas memang bisa menerjemahkan sebagian besar dari bahasa tersebut.


Tapi Rudy yang jenius hanya butuh sedikit pengetahuan untuk menebak bahwa paragraf-paragraf ini memanglah sebuah mantra sihir. Dan dengan hasil terjemahan Thomas, Rudy juga bisa menebak efek apa yang mungkin akan dihasilkan dari mantra-mantra sihir ini.


Sekarang sudah jelas kenapa pada saat pertempuran sebelumnya Rudy bisa menggunakan mantra sihir tingkat tinggi tersebut.


lanjut...


Kemudian mereka berdua terus melanjutkan diskusinya, Thomas pun membaca catatan lainnya dari Rudy untuk kembali menerjemahkan paragraf-paragraf tersebut.


Tapi sepertinya Thomas mempunyai hal penting yang harus dia bicarakan dengan Rudy. Dan hal itu ada hubungannya dengan Inara yang ikut serta dalam penjelajahan yang Rudy lakukan di sisi lain dunia.


"Mas Rud? Menurut penilaian Saya, lebih baik hanya Mas Rud saja yang menjelajahi sisi dunia itu. Karna terlalu banyak jenis bahaya yang belum diketahui disana dan tidak mungkin Mas Rud dan Inara akan selalu bersama dalam setiap waktu, kan?"(Thomas)


Thomas memberikan sarannya kepada Rudy.


"Heemmmmm, Yah, Saya juga berpikiran demikian. Untung pada kejadian sebelumnya kita bisa datang tepat waktu. Jika kita terlambat entah apa yang akan terjadi pada Inara dan penduduk suku Pasir itu. Memang ada jenis mantra yang mampu membangkitkan orang yang mati, tapi jika mereka diculik atau mayat mereka tidak bisa ditemukan maka Saya masih tidak tahu cara mengatasinya. Hemmmmm(Rudy)


Rudy menanggapi saran dari Thomas lalu dia mulai merenung panjang.


"Yah, Saya akan mengikuti sarannya Mas thom, karna masalah penerawangan masa depan adalah keahliannya Mas Thom, kan? Fufufufufuufufu. Oh mbah Thomas si ahli terawang tolong berikan nasehat kepada Saya. Fufufufuufu"(Rudy)


Rudy melanjutkan perkataanya, tapi dia juga sekalian menggoda si Thomas.

__ADS_1


Thomas pun menjawab balik candaan Rudy.


"Ah Mas Rudy yang Perkasa tapi tidak pernah pacaran bisa aja. Kakakakkaka. Ehem, ini bukan ilmu terawang, ya? Ini murni prediksi yang dibuat dari penggabungan informasi. Saya bukan Dukun loh, Mas Rud?"(Thomas)


Akhirnya mereka berdua berakhir dengan saling ejek dan tertawa bersama.


Waktu terus berlalu.


Di tempat yang lain, Inara sedang jalan-jalan bersama Reyzo. Reyzo juga ingin Inara tinggal lagi bersamanya karna penjelajahan di sisi lain dunia itu terlalu berbahaya baginya. Reyzo jelas tidak ingin adik tercintanya sampai kenapa-kenapa. Dia juga tidak ingin masa remaja dari Inara dihabiskan dengan segala macam pengalaman yang berbahaya itu.


Sama dengan Reyzo, Inara juga merasa bahwa saat ini dia memang belum pantas berpatner dengan Rudy. Dia kembali memikirkan semua kejadian yang telah dia alami sejak memulai petualangannya itu. Selama ini dia selalu saja bergantung pada Rudy. Inara jelas tidak mau selalu menjadi beban bagi Rudy, jadi sekarang Inara telah berniat untuk meningkatkan kemampuannya terlebih dahulu.


Yah, lagian Rudy juga bisa pulang kapan saja, pikir Inara.


Dan hari ini berlalu begitu saja dengan Rudy yang berdiskusi dengan Thomas dan Inara yang jalan-jalan bersama Reyzo.


Rencananya setelah puas berjalan-jalan, Inara dan Reyzo akan kembali kerumahnya Rudy.


Kemudian saat sore hari, Inara dan Reyzo pun tiba dirumahnya Rudy.


Ketika mereka turun dari mobil, Inara dan Reyzo melihat Rudy dan Thomas sudah berdiri didepan pintu?


Kemudian Inara dan Reyzo melangkah menuju ke arah pintu tempat dimana Rudy dan Thomas sedang berdiri, Lalu?


"Kami Pulang"(Reyzo dan Inara)


"Asuuuuuuuuuuu"(Thomas)


Thomas meneriakan sesuatu dengan bahasa dari daerah asalnya dan lari kedalam rumah.


"Fufuffuufuffu, xixixixixiixxii, hahahahahahha"(Rudy, Inara, Reyzo)


Melihat Thomas yang berlari sambil berteriak, Mereka bertiga pun masuk kedalam rumah sambil tertawa terbahak-bahak.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Malam ini?

__ADS_1


Dipondok reot yang ada dibelakang rumahnya Rudy?


Rudy dan Inara sedang berduan sambil menikmati indahnya bulan purnama yang sedang bersinar terang pada malam ini.


Inara berniat mengatakan keputusannya kepada Ruy dan Rudy pun juga sama. Dia juga ingin menyampaikan keputusannya kepada Inara.


"Begin.(Rudy dan Inara)


Rudy dan Inara berkata hampir bersamaan?


"Eh? Kalau begitu Kamu saja yang duluan?"(Rudy)


Rudy mempersilahkan Inara untuk bicara terlebih dahulu.


"Tidak apa-apa, Kamu saja yang duluan, Rud?"(Inara)


Tapi Inara malah menyuruh balik Rudy untuk berbicara pertama kali.


"Kamu saja yang duluan?"(Rudy)


"Kamu saja?"(Inara)


"Kamu?"(Rudy)


"Kamu?"(Inara)


"Kamu? Kamu? Kamu? Kamu? Kamu?"(Reyzo dan Thomas)


Seruan dan tepuk tangan Reyzo dan Thomas menyela perdebatan antara Rudy dan Inara. Rudy dan Inara Kaget dan menoleh kebelakang, lalu mereka berdua langsung mengambil jarak dan duduk sedikit berjauhan.


"Eh, Mas Rud dan Dek Inara, kenapa berhenti kamu-kamuannya, kakakkakkak"(Thomas)


"Fufufufufufuu"(Reyzo)


Reyzo tertawa karna mendengar ledekan Thomas yang nada bicaranya memanglah sedikit lucu.


"Eh, sudah cukup bercandanya. Ayo kita mulai saja rapatnya segera? Yah, kebetulan semua juga sudah ada disini, kan? Dan tidak ada juga yang perlu dirahasiakan dari pembicaraan ini"(Rudy)

__ADS_1


Rudy langsung menghentikan situasi yang membuatnya agak malu ini. Kemudian dia menyarankan untuk segera memulai diskusi bersama tentang rencana untuk penjelajahan ke sisi lain dunia jilid 2.


__ADS_2