Tempat Tertinggi

Tempat Tertinggi
Ch 14 : Fakta Yang Mencengangkan


__ADS_3

Pagi ini.


Dengan berlatarkan meja makan Cerita ini berlanjut.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


"Ok. Fakta ini hanya akan menjadi rahasia antara kita ber 3 untuk sekarang. Apakah kalian paham?"(Rudy)


Rudy memulai pembicaraan dengan memastikan bahwa Reyzo dan Inara dapat menjaga rahasia ini.


Reyzo dan Inara mengangguk dengan wajah serius mereka!


Hal itu berarti mereka berdua telah setuju, tapi sepertinya Rudy belumlah yakin.


Yah, apa yang akan dia katakan adalah hal yang akan membawa siapa pun yang mengetahuinya terlibat dengan hal yang mungkin sangatlah besar.


"Reyzo dan Inara? Sebagai pimpinan Organisasi Rahasia Saya bertanya kepada Kalian sekali lagi. Apakah Kalian bisa menjaga rahasia ini untuk kita ber 3 saja? Karna apa yang akan Saya beritahukan ini adalah hal yang benar-benar akan merubah hidup kalian, jadi sekarang Saya tanyakan untuk yang terakhir kalinya, apakah Kalian ingin menerima apa pun kosekuensi dan tanggung jawab dari fakta yang akan Saya sampaikan ini?"(Rudy)


Mendengarkan perkataan Rudy, Reyzo dan Inara saling memandang.


Lalu setelah itu, mereka berdua kembali menatap Rudy.


"Saya pasti setuju tanpa penolakan sedikitpun! sejak dari dulu! sekarang! ataupun dimasa depan nant! Rudy? Kamu tidak perlu mempertanyakan kesungguhan Saya?"(Reyzo)


Mendengar jawaban tegas Reyzo, Rudy menganggukan kepalanya.


"Tapi, jika hal ini benar-benar akan menyebabkan bahaya besar, maka Saya tidak akan membiarkan Inara mengetahui hal ini!"(Reyzo)


Reyzo melanjutkan perkataannya, sambil melirik Inara yang hanya diam, wajahnya sangat serius memperhatikan pembicaraan Reyzo dan Rudy saat ini.


"Heemmmm? Ya, ya, ok. Saya paham. Untuk Inara? Saat ini Kamu boleh tidak ikut mendengarkan hal-hal ini. Kamu silahkan pergi sebentar dari sini, karna Saya akan melanjutkan pembicaraan ini berdua dengan Reyzo saja?"(Rudy)


Setelah paham apa yang dimaksud Reyzo, Rudy meminta Inara untuk meninggalkan mereka berdua.


Tapi sayangnya Inara menolak, dia berdiri dari kursinya lalu membungkuk 90° menghadap kearah Reyzo dengan tangan kanan diletakan didadanya, seolah dia adalah seorang prajurit yang sedang menunjukan kesetiaan kepada Tuannya!


"Tuan? Semenjak Tuan memungut Saya, Saya telah menyerahkan hidup Saya kepada Tuan sepenuhnya! Jadi Tuan tidak perlu memperdulikan Saya karna Saya akan selalu mengikuti Tuan?"(Inara)


Melihat hal itu, Rudy mengerutkan keningnya dan berkata.


"Reyzo? Sepertinya Saya harus kembali mempertanyakan tentang bagaimana bisa Kamu tega mengajarkan seorang gadis belia untuk bersikap seperti ini? Apa pendapat Kamu tentang hal itu?"(Rudy)


"Ehem, eeeeeee? Yah, eeeeee itu? Hemm Inara, jangan bersikap seperti itu lagi. Oniisama hanya tidak mau Kamu dalam bahaya? Dan meskipun Kamu merupakan Bawahan Utama Oniisama di Organisasi dan juga di Perusahaan, tapi Oniisama benar-benar menganggap Kamu seperti adik kandung Oniisama sendiri. Oniisama harap Kamu bisa mengerti?"(Reyzo)


Mendengar perkataan serius Reyzo, Inara terdiam, lalu dia duduk kembali kekursinya dengan tenang.


Rudy yang melihat adegan ini paham dengan jelas bahwa Reyzo benar-benar peduli pada Inara.


Yah, Reyzo memang orang baik dengan kepribadian yang polos.


(ket: polos juga bahasa halus dari agak bodoh fufufufu)


Karna ingin bergaya keren, Rudy akhirnya keceplosan.


"Reyzo? Saya mengerti tentang apa yang Kamu maksudkan? Ok. Saya berjanji akan menjamin keselamatan ehm, juga kebahagian Inara dengan semua hal yang Saya miliki! Apakah Kamu bisa tenang sekarang? Dan untuk Inara? Eheem yah, tidak apa-apa jika Kamu ingin mengetahuinya. Yah, lagian Kamu akan baik-baik saja?"(Rudy)


"Eeeeeeeeh! Apa yang baru saja saya katakan? Kenapa bisa saya mengatakan hal yang mencurigakan seperti itu pada saat ini? Ahhhhhhh! Masalah ini akan saya serahkan kepada saya yang nanti. Yah, lebih baik saya melanjutkan pembicaraan utama sekarang? Yah, itu lebih penting?"(isi pikiran Rudy)


Mendengar pernyataan Rudy, Reyzo menganggukan kepalanya dengan yakin!


Yah, karna Reyzo yang berpikiran simple tidak akan pernah menyadari perkataan Rudy yang agak aneh itu.


Dia benar-benar percaya oleh janji yang Rudy buat, dia yakin bahwa Inara pasti akan baik-baik saja sesuai dengan janji yang Rudy ucapkan itu.


Tapi Inara merasakan hal yang lain dari pernyataan Rudy. Dia benar-benar merasakan kehangatan didalam hatinya.


Dia membayangkan pertemuan pertamanya dan tentang apa yang telah terjadi malam tadi. Inara benar-benar bingung dengan dirinya sendiri, sekarang.


Melihat Reyzo yang menganggukan kepalanya dan telah bertekad, Rudy sedikit melirik kearah Inara.


Inara menundukan kepalanya, karna merasa malu.


Tapi Rudy tidak terlalu memperhatikan perubahan sikap Inara terhadapnya, dia pun mulai melanjutkan pembicaraannya tersebut.


"Yah, Saya akan langsung saja ke pokok permasalahan. Kalian berdua ikut Saya ke kam ehem. Tidak tidak kita keruang tamu saja"(Rudy)


Sebenarnya Rudy bermaksud mencari tempat yang aman untuk mengeluarkan wujud psikisnya.


Karna pada saat itu mereka bertiga akan kehilangan kesadarannya, jadi dia berpikir kamar adalah tempat teraman yang ada di rumah ini.


Tapi Rudy segera merubah pemikirannya karna dia takut disalah pahami nantinya! Wkwkwkkwkwkwk.


Lanjut...


Rudy berniat menggunakan wujud psikisnya untuk memanggil wujud psikis Reyzo dan juga Inara, karna saat itu Dewa Ildraiz bisa memanggil wujud psikisnya Rudy, jadi Rudy berpikir bahwa dia juga bisa melakukan hal itu.


Dia juga bermaksud untuk mengajarkan tekhnik ini kepada Reyzo dan juga Inara.


(Padahal Rudy hanya malas repot-repot menjelaskan dengan perkataannya. Yah, karna penjelasan itu mungkin akan memakan tempat satu episode full! Dan tentu Rudy tidak ingin author dari novel ini mengambil keuntungan dari dirinya! Yah, lihat betapa pintarnya Rudy itu!)


Sebelum pergi keruang tamu, Rudy mengunci semua pintu rumahnya, lalu dia juga menutup semua jendela yang ada, baru setelahnya mereka bertiga berjalan menuju ke ruang tamu.


"Silahkan Kalian berdua ikuti saya? Duduk bersila dan mulailah bermeditasi! ehem, Inara sudah mengerti bagaimana caranya bermeditasi, kan?"(Rudy)


Setelah sampai diruang tanu, Rudy mulai menyampaikan intruksinya.


"Iya Tuan? Terima kasih sudah memperdulikan Saya"(Inara)


"................? Ok!"(Reyzo)


Rudy memang selalu bersikap baik pada wanita cantik, dia pun bertanya kepada inara dengan nada yang sangat lembut.


Sedangkan untuk Reyzo, itu tidak perlu diperhatikan.

__ADS_1


Yah, pria harus bisa mengurus dirinya sendiri!


Karna kita tidaklah perlu mengurusi hal-hal yang tidaklah memiliki keindahan!


Ehem, itulah yang dipikirkan Rudy.


Lanjut.


Lalu mereka bertiga mulai bermeditasi.


Rudy yang telah berhasil mengeluarkan wujud psikisnya melihat tubuhnya sendiri yang masih dalam posisi bermeditasi.


Rudy masih merasa sedikit aneh dengan hal ini, Tapi dia tidak terlalu memikirkannya dan kemudian dia mulai mencoba memanggil wujud psikis milik Inara dan Reyzo..


Tapi sudah pasti Inara lah yang pertama, karna Rudy adalah Pria yang menganut paham lady's first.


zzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzz


"Eehhh? Apa yang terjadi? Tuan, Tuan, bagaimana ini? Apakah Saya sudah mati Tuan?"(Inara)


Inara panik dan menunjukan sisi perempuannya.


Melihat Inara yang panik, Rudy berusaha untuk menenangkannya.


"Inara? Tenang, tenang? Ok, tidak apa-apa, tidak apa-apa? Kamu tidak perlu cemas, saat ini Saya hanya memanggil keluar bentuk dari kesadaran Kamu? Yah, mudahnya ini hanyalah perwujudan dari pikiran Kamu? Emmm, nanti Saya akan menjelaskannya perlahan, jadi yah__Kamu tidak perlu takut?"(Rudy)


Rudy mendekati Inara, lalu mengusap kepalanya untuk menenangkan Inara.


Dan setelah Inara tenang, Rudy melanjutkan penjelasan dengan cara yang sangat-sangat baik agar Inara merasa nyaman.


Dan dengan penuh perhatian Rudy terus menjelaskannya sampai Inara bisa mengerti.


Kemudian Rudy juga mengajarkan Inara cara mengeluarkan wujud psikisnya dan bagaimana cara untuk kembali ke tubuhnya lagi.


Inara yang memanglah pintar bisa memahami segera apa yang telah Rudy ajarkan saat ini.


Sedangkan untuk Reyzo, dia masih berusaha untuk fokus dalam meditasinya.


Lalu setelah Inara telah memahami semuanya, Rudy pun melanjutkan untuk memanggil bentuk kesadaran dari Reyzo.


Tapi aneh.


Rudy saat ini tidak bisa memanggil bentuk kesadaran dari Reyzo.


"Eeeee! Apakah orang ini tidak punya pikiran?"(Rudy)


"Ada apa Tuan?"(Inara)


"Emm, tidak ada apa-apa. Saya hanya tidak bisa memanggil bentuk kesadaran dari Reyzo. Ini aneh, hhhhmmmm? Tapi Saya akan mencobanya kembali dan jika tidak bisa juga, maka kita berdua akan kembali ketubuh kita masing-masing untuk menjelaskannya kepada Reyzo? Ehmmm, ya Saya masih ada cara yang lain"(Rudy)


"Iya Tuan"(Inara)


Rudy kembali mencoba untuk memanggil bentuk kesadaran dari Reyzo.


Setelah mencoba beberapa kali, Rudy akhirnya menyerah.


"Huuuu, masih tidak berhasil juga. Hemmmm, Inara? Kita akan kembali ketubuh kita masing-masing sekarang? Emmm, Kamu sudah tahu caranya kan? Ya, lakukan seperti yang Saya ajarkan tadi. Jika gagal, Saya akan kembali untuk menjemput Kamu?"(Rudy)


"Iya, terima kasih Tuan?"(Inara)


Setelah lama memperhatikan perilaku Inara yang seperti pelayan, Rudy merasa tidak enak hati karna diperlakukan seperti ini.


Yah, Rudy memang tidak suka mendapatkan perlakuan khusus layaknya tuan besar dari keluarga yang juga besar itu!


(ket: penulis sengaja membuat kalimat rumit untuk memperbanyak kata)


"Ehem, Inara? Tolong jangan panggil Saya Tuan mulai sekarang, karna Saya tidak biasa diperlakukan seperti itu? Uhumm. Lagian Saya tidak pernah menganggap Kamu lebih rendah daripada Saya? Yah, dan jangan panggil Saya Oniisama juga?"(Rudy)


"Tapi? Eemmmm Tuan Rudy kan sahabatnya Tuan Reyzo? Dan Tuan juga Ketua dari Organisasi, jadi Saya haruslah bersikap hormat kepada Tuan?"(Inara)


"HHuuuuuu, Saya benar-benar bingung bagaimana caranya Reyzo mengajarkan Kamu tentang cara menjalani hidup? Yah, Saya mendirikan Organisasi itu pun dengan dasar persahabatan, jadi bisa dibilang bahwa Kita semua adalah Teman atau Keluarga? Jadi Saya mau Kamu menganggap Saya salah satu dari Teman atau Keluarga Kamu, sekarang? Apakah Kamu bisa menerimanya?"(Rudy)


Rudy terus meyakinkan Inara, kemudian Inara merenung dan memikirkan hal itu.


"Eemmmm, apakah tidak apa-apa jika Saya memanggil Kamu Rudy? Eemmmm, itu karna tadi Kamu juga tidak mengizinkan Saya untuk memanggil Kamu dengan panggilan Oniisama? Urghhh, Saya juga merasa aneh dengan panggilan itu sebenarnya? Ehem"(Inara)


"Ok. Hehehe, silahkan panggil Saya dengan panggilan yang Kamu sukai? Dan Kamu bisa menganggap Saya sebagai teman mulai sekarang? Ehem yah, kalau Kamu juga tidak keberatan dengan itu, sih? Ehem. Yah, tidak usah dipikirkan, lupakan saja perkataan Saya yang barusan itu?"(Rudy)


"Eh, tidak apa-apa, Saya tidak keberatan kok? Ehhh maaf? Ehmm. Yah, maksudnya jika Kamu tidak apa-apa berteman dengan Saya, Saya juga mau berteman dengan Kamu? Emmmm, sepertinya kita harus kembali sekarang? Tadi katanya Kamu mau menjelaskan tentang ini dengan cara lain kan, Rud?"(Inara)


"Ehhh, iya? Ehem, oke obrolannya kita lanjutkan lain kali saja? Ehm."(Rudy)


(yah, akhirnya Rudy mendapatkan teman wanitanya fufufufufufu, mungkin?)


Setelah Rudy dan Inara menyelesaikan pembicaraan yang sangatlah rahasia itu, mereka berdua kembali ketubuh mereka masing-masing.


Tapi mengapa Rudy tidak bisa memanggil bentuk kesadaran dari Reyzo?


Apakah karna Reyzo memang tidak memiliki pikiran?


Atau kah Reyzo memiliki pikiran tapi tidak memiliki kesadaran?


Atau malah karna bentuk kesadaran Rudy tidak sadar bahwa bentuk dari kesadaran Reyzo, tidaklah seperti yang dipikirkan oleh pikiran sadar Rudy?


Yah, intinya Rudy masih tidak bisa mengetahui apa penyebabnya saat ini.


Setelah bentuk kesadaran mereka berdua masuk kembali ketubuh masing-masing, mereka berdua segera tersadar dari meditasinya.


Rudy dan Inara saling memandang, lalu inara melihat ke arah Reyzo yang masih fokus bermeditasi.


"Tuan? Tuan? Bangun Tuan?"(Inara)


Inara memanggil Reyzo yang ternyata sedang tertidur dalam meditasinya tersebut.

__ADS_1


Rudy yang melihat hal ini langsung bangkit dari posisinya, dan berkata.


"Sudah biarkan saja Dia tidur! Hemm, Dia tidak pernah berubah dari dulu. Ehem, Inara kamu ambil bantal dan selimut saja dikamar, lalu baringkan saja Dia disini tidak apa-apa. Yah, Kami dulu juga sering tidur dikarpet seperti ini jadi hal ini sudah biasa. Dia tidak akan memarahi Kamu nanti Saya yang jamin, ok?"(Rudy)


Setelah mengatakan itu, Rudy pergi menuju ke kamar gamenya.


Melihat Rudy pergi, Inara bergegas mengambil bantal serta selimut dikamar seperti yang Rudy minta, lalu dia membaringkan Reyzo dan meletakan bantal tersebut dibawah kepalanya Reyzo, Lalu dia juga menutupi Reyzo dengan selimut yang telah ia bawa itu, hingga itu hanya menyisakan kepala Reyzo saja yang sengaja dibiarkan berada diluar selimut.


Dan setelah Inara selesai mengurusi Reyzo yang tertidur, dia langsung bergegas mengikuti Rudy yang sudah pergi terlebih dahulu kekamar gamenya.


Yah, padahal Rudy hanya mau mandi sekarang.


Tapi Inara hanya ingin mengikuti kemana pun Rudy pergi, dia juga tidak memikirkan kemungkinan Rudy melakukan hal-hal yang lain, saat ini Inara berpikir bahwa Rudy akan melanjutkan meditasi seperti yang sebelumnya.


Entah mengapa Inara yang biasanya selalu berpikiran cerdas menjadi sedikit ceroboh hari ini.


Lantas Inara langsung saja membuka pintu dan masuk kekamar gamenya Rudy?


"Jeglekk"


Pintu itu pun terbuka.


"..............?"(Inara)


Inara tertegun melihat apa yang ada didepan matanya?


Rudy sebenarnya juga kaget karna melihat inara yang masuk secara tiba-tiba, tapi dia mencoba untuk tetap tenang seperti biasannya.


"Ehemm, hallo? Apakah Kamu juga mau mandi? Jika iya, maka silahkan duluan? Ya, Saya akan mandi setelah Kamu selesai?"(Rudy)


Rudy berbicara kepada inara yang saat ini hanya berdiri seperti patung sambil menatapnya.


Yah, Rudy saat ini hanya mengenakan handuk yang ia lilitkan dipinggangnya untuk menutupi bagian dari pinggang hingga kelututnya.


Lalu Rudy merasakan alarm dipikirannya.


"Saya bisa menebak kejadian klise apa yang akan terjadi. Hheeeemmm jangan kira Saya akan membiarkan adegan "Kyaaaaaaa, hentai!" yang sering kali muncul di anime dan manga itu terjadi disini? Hehehehe, itu tidak akan terjadi?"(isi pikiran Rudy)


Lalu sebelum Inara sempat berteriak, Rudy telah menggunakan kekuatan psikisnya untuk menutup mulut dan mata Inara.


Dia juga tidak lupa untuk menahan semua pergerakan inara saat ini!


Kemudian Rudy bertanya kepada Inara.


"Apakah Kamu sudah bisa tenang? Inara Saya tidak bermaksud untuk macam-macam, ok? Lagian Kamu sendiri yang masuk kesini tiba-tiba?"(Rudy)


Setelah mendengar itu dan memahami kesalahannya, Inara menganggukan kepalanya.


"Uhum, Ok?"(Rudy)


Setelah yakin Inara sudah tenang, Rudy kembali menggunakan kekuatan psikisnya dan mengangkat tubuh mungil Inara lalu mendudukannya ke kursi yang berada disana.


"Saya akan mandi terlebih dahulu, karna siang ini Saya akan pergi kekantor untuk menemui Bos Roy. Dan Kamu silahkan bebas untuk bersantai dirumah ini"(Rudy)


Setelah mengucapkan itu, Rudy masuk kekamar mandi.


Kemudian Inara akhirnya terlepas dari pengaruh kekuatan psikis Rudy.


Dia menutupi mukanya dengan kedua telapak tangan karna merasa sangat malu, kemudian Inara bergumam dengan sangat pelan.


"Ahhh? Kenapa Saya hari ini? Kenapa Saya selalu melakukan hal memalukan didepan Dia? Saya merasa aneh dengan diri Saya sendiri sekarang? Mmmmmmmm?"(Inara)


Inara masih tetap duduk dikursi yang berada dikamar game itu dan terus memikirkan tentang apa yang telah ia lakukan.


Setelah 5 menit Rudy akhirnya keluar dari kamar mandi.


"Eh Inara! Kamu masih disini ya? Ehm, ya, silahkan mandi, Saya akan kembali kekamar Saya sekarang. Dan terima kasih sudah merawat Saya?"(Rudy)


Setelah mengatakan hal yang membuat orang akan salah paham, Rudy keluar dari kamar game itu dan kembali kekamarnya.


Dia hanya ingin mengucapkan terima kasih kepada Inara, tapi entah mengapa Rudy ingin mengatakan hal tersebut.


Setelah sendiri Inara langsung melompat keatas tempat tidur dan menutup wajahnya dengan bantal.


Sekarang Ddia benar-benar telah masuk ke dalam skema pria sejatinya Rudy. fufufufufufu.


Lanjut...


Siang ini Rudy pergi kekantor dan membahas berbagai macam hal dengan Bos Roy, tapi Rudy tidak memberi tahu Bos Roy tentang Dewa dan keseluruhan rahasia tentang kebenaran dari dunia ini, dia hanya memberi tahu Bos Roy soal Manacube dan Terowongan yang ada diselatan dunia pusat ini.


Kemudian dia juga meminta Bos Roy untuk memerintahkan ke 8 Agen Bawahannya, untuk mengirimkan pesan kepada ke 7 Dewan agar mereka lebih berfokus pada pencarian informasi, tentang pihak lain yang mungkin saja berhubungan dengan Situs Reruntuhan lain dan Manacube.


Yah, Rudy berniat untuk mengeksplorasi sisi lain dunia itu terlebih dahulu sebelum dia memutuskan apakah rahasia ini akan dia beritahukan atau tidak nantinya.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Disiang yang sama, kita kembali lagi ke kamar gamenya Rudy.


Inara saat ini mulai bertingkah seperti seorang gadis yang sedang jatuh cinta.


Dia merasa sangat senang saat memikirkan semua hal yang telah terjadi semenjak dia bertemu Rudy.


Tapi Inara belum menyadari bahwa saat ini dia mulai menyukai Rudy.


yah, dia hanya berpikir bahwa saat ini dia hanyalah merasa sangat senang dan bersemangat.


Kemudian Inara mandi dan mengganti pakaiannya dengan pakaian gadis-gadis biasanya, dia tidak lagi menggunakan kimononya saat ini.


Dan untuk Reyzo, pria polos yang terlupakan itu.


Dia masih tertidur pulas diruang tamu, Dan Hari ini terus berlanjut.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2