Tempat Tertinggi

Tempat Tertinggi
Ch 2 : Desa Ditengah Gurun Kematian, Bag 2


__ADS_3

"Kyaaaaaaaaaaaa"


Mendengar teriakan ini, Rudy yang saat ini masih duduk bersila dalam meditasinya kaget! Dia segera melompat kebelakang sehingga tenda mini itu ikut terseret bersamanya, dan kemudian membungkus seluruh tubuhnya yang terbaring dipasir. Dia berguling-guling kesana kemari, sehingga Rudy saat ini terlihat seperti bungkusan sampah yang sedang ditiup oleh angin.


Rudy terus berguling kekanan dan kekiri, berusaha untuk melepaskan dirinya.


Inara yang tadinya kaget, karna ketika bangun dia mendapati dirinya sedang dalam keadaan tanpa busana, kini malah tertawa lepas karna melihat kejadian yang telah dialami oleh Rudy itu.


"Xixixixixixi . . . fufufufufufu . . . maaf, maaf, Saya tadi tanpa sadar berteriak xixixixix"(Inara)


Inara tertawa mengejek Rudy yang sedang kesusahan itu, lalu Rudy yang telah berhasil mengeluarkan kepalanya berusaha membalas ejekan Inara.


"Dasar Bocah! Menyesal Saya tidak melakukan apa pun sebelumnya. Dan jangan meniru cara tertawa Saya, ok? Hemmmmmm"(Rudy)


"Fufufufufufufu... fufufufufu...fufufufufufufufufufu"(Inara)


"Hemmmm. Yah sudahlah, toh Saya juga tidak berminat bertengkar dengan Gadis Kecil? Xixixixixixixi banyakin makan dulu sana, hushhhhhh"(Rudy)


"Huuuuuuuu, ya, Saya memang masih kecil! Hemmmmmm"(Inara)


"Fufufufu, ehm, ya, apakah Kamu sudah baik-baik saja sekarang? Bagaimana perasaan Kamu saat ini? maaf, semua ini terjadi karna kelalaian Saya"(Rudy)


"Emmmmm. yah, terima kasih. Saya sudah tidak apa-apa, eh? Apakah Kita sudah berhasil menyebrang?"(Inara)


Setelah mengetahui bahwa saat ini mereka sedang berada diarea seperti hutan, Inara pun bertanya kepada Rudy.


"Emmm, yah entah bagaimana Saya berhasil menembus badai es tersebut. Apakah Kamu tidak merasakan adanya perbedaan disini dan ditempat tinggal Kita sebelumnya?"(Rudy)


"Yah, Saya rasa nafas Saya agak sesak disini? Hemmmm?"(Inara)


Inara yang hanya terbungkus selimut itu pun berdiri, kemudian dia berjalan-jalan melihat area hutan disekelilingnya.


Saat ini Inara juga merasakan bahwa gerakannya terasa agak berat.


Rudy bertanya karna memang dia telah mengetahui tentang hal ini sebelumnya, itulah sebabnya dia terus menanyakan tentang keadaan Inara saat ini.


Dia khawatir bahwa Inara akan merasa kesulitan untuk beradaptasi dilingkungan dimana mereka berada sekarang.


Yah, mungkin karna aura energi Mana disini jauh lebih tebal, hal itu menyebabkan udara disini terasa lebih berat jika dibandingkan dengan Area Pusat Dunia sebelumnya.


Hal itulah yang telah membatasi pergerakan dari mereka berdua saat ini.


Jadi, mereka berdua harus segera menyesuaikan diri dengan perubahan tersebut.


Lanjut...


Rudy yang sudah melepaskan diri dari cekraman tenda mini itu, kini telah duduk bersandar dibawah sebuah pohon.


Saat ini dia sedang memandangi Inara yang masih asyik berkeliling tersebut.


Dan karna merasa ada yang aneh, Rudy pun berbicara.


"Ehem, hey Inara? Sebelum berkeliling, setidaknya pakailah pakaian Kamu terlebih dahulu? Ehem, jangan menambah sulit kehidupan dari pria baik-baik seperti Saya ini, ok? Ehemm."(Rudy)


Karna tahu Inara saat ini sedang tidak mengenakan apa-apa, Rudy pun menyuruh dia untuk segera mengenakan pakaiannya.


Yah, Rudy yang sekarang sudah tidak merasa cemas lagi. Jadi dia sudah bisa kembali berfikir secara normal sekarang. Dan Rudy sedikit berfantasy karna mengetahui Inara yang saat ini hanya terbungkus oleh selimut saja, ehem.


"Eeee? Yah, maaf! Saya akan segera memakai pakaian Saya"(Inara)


Mendengar perkataan Rudy, Inara yang agak malu segera terburu-buru mengambil tas ranselnya lalu menghilang dibalik pepohonan.


"Sek' sek' sek' sek" (ilustrasi ganti pakaian)


Setelah mengenakan pakaiannya kembali, Inara berjalan kearah Rudy yang saat ini masih berada dibawah pohon. Rudy masih duduk bersandar dengan matanya yang tertutup seakan sedang tertidur, kemudian?


"Puk puk puk puk"


Rudy mendengar suara langkah yang mendekatinya, dia pun membuka matanya dan melihat Inara yang sudah ada didekatnya saat ini.


"Ehem, yah, tidak perlu memikirkannya? Saya akan bertanggung jawab?"(Rudy)


Rudy langsung mengatakan hal yang sedikit aneh kepada Inara, tapi Inara yang pintar segera mengetahui maksud dari perkataan Rudy.


Kemudian Inara membalas perkataan Rudy.


"Emmm . . . yah, terima kasih telah menjaga Saya"(Inara)


"Itu sudah kewajiban Saya. Hemmm, yaa, Saya akan melepaskan wujud psikis Saya untuk melihat pemukiman yang ada ditengah Oasis ini sebentar. Kamu makan saja dulu sekalian menjaga tubuh Saya disini?"(Rudy)


"Ya..."(Inara)


Setelah mengucapkan perkataan-perkataan ambigu itu, Rudy pun duduk bersila dan memejamkan kedua matanya untuk bermeditasi dan memfokuskan kesadarannya.


Saat ini, Rudy sepertinya telah melepaskan wujud psikisnya.


Sedangkan Inara yang ada didekatnya masih sedikit tersipu setelah mendengar kata-kata yang telah diucapkan oleh Rudy barusan.


Kemudian Inara memberanikan dirinya, dia mendekatkan mukanya ke muka Rudy lalu mencium pipi sebelah kanan milik Rudy yang sedang tidak sadarkan diri itu.


Masih sedikit tersipu, Inara kembali duduk dibawah pohon itu juga sambil memakan makanan kaleng yang telah mereka bawa sebelumnya.


Kemudian dari kejauhan?


Rudy yang hanya berupa wujud psikis itu melihat dengan jelas adegan yang dilakukan oleh Inara tersebut!


Lalu dia bergumam?

__ADS_1


"Dasar tubuh berengsek! Menikmati kenikmatan seperti itu sendirian saja. Hemmmmm, berengsek!"(Wujud Psikis Rudy)


Rudy kesal karna ciuman pipi pertamanya, telah dirampas oleh sosok yang adalah tubuhnya sendiri.


Lalu sambil tetap mengeluh, Wujud Psikis Rudy terbang untuk melanjutkan kegiatan mata-matanya saat ini.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Ditempat lainnya?


Didalam ruangan yang cukup luas sekitar 30 orang sedang berkumpul didepan sebuah Altar.


Sepertinya mereka semua sedang berdoa kepada 2 Sosok Dewa yang mereka percayai.


Yah, di Altar itu terdapat dua buah patung yang berdiri tegak, dengan sebuah lonceng besar menggantung pada tiang yang berada ditengah kedua patung tersebut.


Kemudian?


Seorang Pemuda yang kira-kira seumuran dengan Inara, memecahkan keheningan ditempat ini. Dia bertanya kepada Pria Tua yang sepertinya adalah Pemimpin dari mereka.


"Kepala Suku? Untuk apa lagi kita bertahan di gurun yang gersang ini? Para penduduk yang lain juga telah lama meninggalkan kita. Tapi mengapa kita harus terus berdoa kepada langit sedangkan Dewa atau pun Utusannya dari Surga itu tidak pernah muncul lagi disni? Mungkin mereka juga sudah meninggalkan kita sekarang? Kepala Suku?"(Pemuda)


Setelah mendengar pernyataan yang lebih mirip dengan keluhan itu, Pria Tua tersebut melirik dan sedikit menghela nafasnya yang berat.


"Heeemmmm, menjaga tempat ini sudah menjadi tugas dari suku Kita sejak puluhan ribu tahun yang lalu. Kita tidak bisa mengabaikan tugas ini? Ini adalah tugas yang Dewa telah berikan kepada Suku Kita"(Kepala Suku)


Nendengar jawaban dari Pria Tua itu Pemuda tersebut melanjutkan perkataannya dengan nada yang sedikit keras!


"Kakek! Sampai kapan lagi Kita harus bertahan hidup ditengah gurun yang gersang ini! Sudah lebih dari 2000 tahun, Dewa tidak datang untuk membawa Utusannya dari Surga, kan? mere."(Pemuda)


"Sudah cukup! Silahkan Kamu keluar dari sini, sekarang!"(Kepala Suku)


Setelah disela dan disuruh keluar oleh Pria Tua yang merupakan kakeknya, keluhan Pemuda itu pun berhenti. Dia pun pergi meninggalkan ruangan altar tersebut.


Yah, pemukiman yang berada ditengah gurun ini adalah tempat tinggal dari suku yang telah ditugaskan sebagai penjaga oleh Para Dewa sejak zaman dahulu.


Sejak proses evakuasi yang dilakukan oleh Bangsa Manusia dan Peri dari sisi dunia ini, sejak puluhan ribu tahun yang lalu suku ini telah ditugaskan oleh salah satu Dewa untuk menjaga area ini.


Tapi karena 10.000 tahun yang lalu terowongan penghubung itu telah ditutup, proses evakuasi Bangsa Manusia dan Peri pun dihentikan.


Namun sekitar 5000 tahun setelah terowongan itu tertutup, Sosok Dewa lain datang ke Kota ini.


Yah, itu adalah pecahan wujud psikis dari Dewa Ildraiz.


Saat itu adalah kedatangan yang pertama kali bagi Nya. Itu pada saat Dewa Ildraiz mengantarkan Mahluk Yang Terpilih dari dunia pusat kesisi lain duni ini.


Sejak saat itulah suku ini telah diberikan tugas baru oleh Dewa Ildraiz, yaitu untuk membantu Utusan yang datang dari pusat dunia mengatasi masalah Manacube diterowongan penghubung tersebut.


Area yang dulunya merupakan Kota Persinggahan sementara, sebelum manusia dan peri menyebrang ke sisi dunia bagian pusat, berganti fungsi menjadi kota tempat tinggal pertama bagi para Utusan Surga sebelum mereka mengerjakan tugasnya.


Lanjut...


Tapi sekarang tempat ini telah menjadi gurun tandus!


Hutan yang dulunya luas serta kota besar itu telah hilang perlahan dan tertutupi oleh pasir gurun sejak seribu tahun yang lalu.


Orang-orang yang dulunya menjadi penduduk disini juga telah berangsur-angsur meninggalkan area tanpa kehidupan ini, mereka pergi ketempat-tempat lainnya yang lebih layak untuk melanjutkan kehidupan mereka.


Di area Oasis yang terus menerus menyempit ini, hanya tersisa sekitar 200 orang penduduk saja!


Mereka semua adalah sisa-sisa dari anggota suku yang masih tetap bertahan dan terus menjaga tempat yang telah lama terlupakan ini.


Yah, meski mereka semua harus hidup dalam kesusahan setiap harinya.


Disini mereka hanya bisa mengandalkan Oasis kecil yang tersisa ini untuk menopang kelangsungan hidup mereka sehari-hari.


Tapi semua anggota suku yang tersisa saat ini masih bertahan, karna tugas mulia yang telah suku mereka terima dari 2 sosok Dewa sejak zaman dahulu. Dan mereka juga percaya bahwa suatu saat sosok Dewa Ildraiz akan datang kembali ketempat ini, membawa seorang Utusan Dari Surga dan membantu mereka seperti pada masa-masa kejayaan suku ini dizaman dahulu.


Entah cerita macam apa yang telah dibawa oleh para Utusan Yang Terpilih, sebelum Rudy.


Hal besar macam apa yang telah mereka lakukan pada masa lalu. Padahal mereka itu hanya ditugaskan untuk mengatasi masalah ManaCube yang kemungkinan akan meledak.


Yah, apa yang terjadi pada kala itu, hanya orang-orang yang ada disisi lain dunia inilah yang tahu.


Lanjut...


Yang jelas suku penjaga ini telah hidup dalam penderitaan untuk waktu yang sangat lama ditengah gurun pasir yang gersang ini.


Memang kadang-kadang beberapa kelompok pria dari anggota suku juga pergi ke area luar gurun, mereka pergi untuk membeli persediaan makanan dan peralatan-peralatan berguna lainnya.


Yah, hal tersebut dilakukan untuk melengkapi kebutuhan hidup sehari-hari mereka disini. Karna sebagian besar dari anggota suku mereka yang tersisa hanyalah berupa anak-anak dan wanita saja, sehingga mereka semua selalu kesulitan untuk menjalani kehidupan normal ditengah gurun pasir yang gersang seperti ini.


Yah, itulah sebagian cerita tentang suku ini dalam menjalani kehidupan sulit mereka.


Karna fungsi tempat ini memang sengaja dirahasiakan sejak zaman dahulu, orang-orang dari dunia ini tidak tahu tentang keberadaan sebenarnya dari kota ini.


Namun seiring berlalunya waktu, telah banyak cerita-cerita yang telah menyebar tentang tempat ini.


Kemungkinan itu diceritakan oleh para penduduk yang telah meninggalkan area gurun pasir ini dulu. Dan inilah sebabnya area gurun pasir yang sangat luas ini lebih dikenal dengan nama Gurun Kematian hingga sekarang. Bahkan para ManaBeast dan Demon pun enggan untuk tinggal di area ini.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Info, sejak dahulu area pusat dunia telah disebut surga oleh para manusia dan peri kala itu.


Wajar saja jika mereka menyebut area pusat sebagai surga, karna diarea pusat mereka dapat hidup dengan damai tanpa perlu ketakutan oleh serangan para Demon dan juga ManaBeast seperti yang terjadi disisi dunia ini.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=

__ADS_1


Lanjut kecerita utama...


Rudy yang hanya berupa wujud psikis saat ini sedang berjalan mengamati keadaan pemukiman dan para penduduk disini. Dia melihat disekelingnya terdapat rumah-rumah tua yang terbuat dari batu dan beberapa bagian dari reruntuhan yang telah hancur.


Puing-puing itu berserakan dan tersebar diarea sekitar Oasis ini, sebagian besar reruntuhan bangunan juga telah tenggelam bagiannya tertimbun oleh pasir gurun ini.


Setelah melihat semua hal itu Rudy pun berkomentar penuh keluhan.


"Hemmm. Ini jelas tempat yang tidak layak, kan? Bagaimana mereka bisa membesarkan anak-anak dengan baik diarea seperti ini, hemmm?"(Pikiran Rudy)


Rudy sedikit prihatin setelah melihat keadaan menyedihkan dari kehidupan orang-orang disini. Lalu dia mendengar sesuatu yang membuat dia sedikit terkejut!


"Eh? Mereka juga berbicara dengan bahasa umum yang sama dengan ditempat Saya? Hemmmm, sepertinya bahasa umum merupakan bahasa resmi yang telah manusia gunakan sejak zaman dahulu, ya. Bagus kalau begitu, hemmm?"(Pikiran Rudy)


Karna Rudy hanyalah berupa wujud psikis, jadi antara dia berbicara dan berfikir tidak ada bedanya sekarang.


Lanjut.


Setelah mengetahui bahwa bahasa yang digunakan disini sama, dan juga tidak adanya hal berbahaya atau aneh tentang penduduk disini, Rudy pun berniat untuk kembali ketempat Inara berada saat ini.


Rudy pun terbang rendah diatas pemukiman bobrok tersebut, dia sedikit melirik kebawah ketika melewati sebuah bangunan tua yang cukup besar, bangunan itu berdiri kokoh ditengah area pemukiman tersebut, itu memang terlihat agak mencolok jika dibandingkan dengan situasi lain pada area ini, tapi Rudy tidak terlalu peduli dan melanjutkan penerbangannya.


Kemudian?


"Teng' . . . Teng' . . . Teng' . . . Teng' . . . Teng' . . . Teng' ...?"


Suara lonceng yang cukup keras menggema diseluruh area Oasis saat ini.


Didalam aula yang cukup besar dimana tempat dari altar persembahan Dewa dan lonceng besar itu berada. Pria Tua yang merupakan pemimpin dari suku ini sedikit tersentak dan gemetar!


Dia meragukan hal yang tengah terjadi saat ini, kemudian dia memandangi anggota suku lainnya yang saat ini juga merasakan hal yang sama dengan dia.


Karna menurut catatan turun menurun dari suku mereka, lonceng besar yang berada di atas Altar tersebut tidak pernah berbunyi sekali pun selama lebih dari 2000 tahun ini.


Setelah menyaksikan kejadian menakjubkan dan bersejarah tersebut, pria tua itu langsung bersujud!


Hal itu lantas membuat anggota suku lainnya yang melihat tingkah pria tua itu, merasa bingung dengan apa yang terjadi pada Kepala Suku mereka saat ini.


Saat ini Pria Tua itu benar-benar terharu, karna sejak kecil dia hanya mendengar tentang kisah-kisah ini dari kakeknya yang juga merupakan kepala suku dari generasi sebelumnya.


Memang kisah tentang Lonceng Besar tersebut telah diwariskan secara turun-temurun oleh Kepala Suku dari generasi sebelumnya kepada Kepala Suku generasi selanjutnya, dan itu terus berlanjut hingga sekarang.


Menurut catatan dan cerita yang telah diwariskan turun temurun itu, lonceng besar tersebut merupakan artefak magis yang akan otomatis bergerak jika sosok Dewa berada didekatnya.


Hal itu juga dituliskan pada catatan kuno lain dari 5000 tahun yang lalu, sebelum sosok Utusan dari surga datang kedunia ini, akan ada sosok Dewa yang datang terlebih dahulu ke Altar ini untuk menyampaikan pesanannya. Kedatangan sosok Dewa itu akan ditandai dengan berdentangnya lonceng besar yang ada diatas altar persembahan sebanyak 7 kali.


tapi anehnya saat ini lonceng besar itu hanya berdentang sebanyak 6 kali saja. Pada gerakannya yang ke 7, Lonceng Besar tersebut gagal untuk berbunyi dan setelahnya juga tidak ada pesanan dari Dewa seperti yang dicatat pada catatan kuno.


Memang kejadian saat ini sedikit berbeda dari apa yang telah kepala suku itu ketahui. Yah, pengetahuan yang telah dia dapatkan sebagai Kepala Suku dari suku ini, hal itu juga sama seperti Kepala Suku dari generasi lain sebelum dia.


Tapi pria tua itu tidak terlalu memikirkan sedikit perbedaan tersebut, karna dia saat ini sedang merasa sangat bahagia!


Sambil tetap bersujud, Pria Tua itu menengadah kearah lonceng diatas Altar dengan penuh air mata syukur diwajah tuanya.


Lalu dia berteriak dengan penuh emosional.


"Ahhhh . . . Ini adalah pertanda kedatangan dari Dewa! Dewa masih belum melupakan suku kita! Puji syukur untuk Dewa dari Surga"(Kepala Suku)


"Kepala Suku? Kepala Suku? Apa yang sebenarnya terjadi?"(Penjaga)


Melihat Kepala Sukunya saat ini sedang berteriak sambil menangis, seorang pria kekar yang berumur sekitar 30 tahun bertanya kepada Kepala Suku tersebut. Pria itu tidak mengetahui detail yang sedang terjadi sekarang.


Tapi tanpa memberikan pria itu penjelasan, Kepala Suku tersebut langsung memberikan perintah kepadanya.


"Cepat segera kumpulkan semua anggota suku kita yang tersisa disini! Semuanya! Dewa telah datang . . . Dewa telah datang kepada kita..."(Kepala Suku)


Setelah penjaga itu mendengar perkataan mencengangkan dari Kepala Suku tersebut, dia langsung berlari kepemukiman untuk memberi tahu semua anggota suku yang tersisa perihal kejadian ini.


Hal tersebut menyebabkan kehebohan diantara semua anggota suku yang tersisa saat ini, mereka semua segera pergi menuju ke bangunan besar tempat dimana altar persembahan itu berada.


Semua pria dan wanita yang adalah orang tua, anak-anak, pemuda-pemudi, mereka semua telah berkumpul di sebuah aula besar dimana altar persembahan itu berada.


Mereka semua duduk dengan hikmat dan mendengarkan perkataan dari Kepala Suku mereka yang saat ini sedang berdiri didepan sambil menjelaskan semuanya.


Setelah mendengarkan perkataan dari Kepala Suku, mereka semua mulai sibuk mempersiapkan upacara perayaan atas kedatangan Dewa yang telah mereka sembah sejak dahulu itu, mereka juga bersiap untuk menyambut kedatangan seorang Utusan dari surga. Saat ini mereka semua bersuka cita karna penantian panjang suku mereka akhirnya akan terbayarkan.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Tapi saat ini Rudy yang tidak tahu akan kejadian yang sedang berlangsung dipemukiman tersebut.


Sekarang dia sudah kembali ketubuh fisiknya dan kemudian dia menjelaskan semua hal yang dia saksikan dipemukiman tersebut kepada Inara, setelah penjelasan itu mereka berdua memutuskan bahwa sore ini mereka akan memasuki area pemukiman bobrok tersebut.


Rudy dan Inara tidak tahu kejadian macam apa yang akan mereka alami disana nanti sore.


Rencananya saat ini mereka berdua akan mencari sumber air untuk membersihkan tubuh mereka, kemudian makan siang dan sorenya baru mereka akan berangkat menuju pemukiman bobrok tersebut.


Bersambung...


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


keterangan pada novel:


Lonceng besar itu adalah artefak magis yang biasanya digunakan untuk mengukur kapasitas energi psikis yang dimiliki oleh para Dewa.


Yah, artinya lonceng ini hanya beresonansi pada energi kekuatan psikis saja.


Tapi sebesar apa energi psikis yang diperlukan untuk menggerakan dan membunyikan lonceng ini bahkan untuk 1 kali saja?

__ADS_1


Dan catatan tambahan: kekuatan psikis adalah salah satu bentuk perubahan lain dari Mana, tapi kekuatan psikis umumnya hanya dimiliki oleh para Dewa beserta utusannya, dan juga semua mahluk yang tinggal di atas langit.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


__ADS_2