Tempat Tertinggi

Tempat Tertinggi
Ch 16 : Keputusan Inara Serta Kepulangan Reyzo, Bag 2


__ADS_3

Dipondok kayu kebanggaan Rudy yang sudah agak reot itu, Rudy dan Reyzo masih melanjutkan pembicaraan serius diantara dua pria secara rahasia.


Yah, sudah lebih 1 jam mereka berbicara.


Saat ini merupakan moment-moment paling klimaks dari pembicaraan kedua pria tersebut.


"Jadi bagaimana jika Inara bersedia untuk mengikuti Kamu?"(Reyzo)


Reyzo bertanya kepada Rudy sekali lagi, kali ini dengan wajah yang lebih serius!


Dia sekarang lebih mirip Ayah Mertua yang sedang bertanya kepada Menantunya.


Menanggapi Reyzo yang memasang wajah serius itu, Rudy akhirnya menjawab.


"Ehem. Yah, Saya sih tidak keberatan juga. Lagian berdua itu lebih baik daripada sendiri. Yaaa berdua lebih baik, kan? Ehem"(Rudy)


"Yah, meskipun Saya agak tidak terlalu mengerti dengan jawaban Kamu yang barusan, tapi Saya percaya Kamu bisa membuat Inara bahagia? Yah, mungkin didunia ini cuma Kamu pria yang paling bisa Saya andalkan? Ehem"(Reyzo)


Meski pernyataan mereka berdua itu sedikit membingungkan, tapi pada intinya mereka berdua saling memahami maksud dari masing-masing.


Yah, seperti itulah kira-kira.


(baca secara perlahan dan rasakan kebingungannya)


"Karna kita sudah sepakat. Besok saya akan membicarakan masalah ini dengan Inara. Ok, kalau begitu saya akan tidur sekarang. hehehehe, selamat malam?"(Reyzo)


Tanpa menunggu Rudy menjawab, Reyzo sudah berdiri dan melangkah pergi, lalu dia masuk kedalam rumah.


"..............? Emmmmmmm, Saya memang tidak pernah mengerti cara si Reno itu berpikir? Yah, intinya begitulah? Sepakat-sepakat aja deh, daripada-daripada nantinya, kan? Lagipula pergi berpetualang sambil ditemani oleh wanita cantik itu tidak buruk juga. Hemmmm?"(Rudy)


Setelah Reyzo masuk kedalam rumah, Rudy bergumam pelan dengan kalimat-kaimat aneh yang sulit untuk dipahami.


Kemudian Rudy mulai melakukan meditasi untuk melatih energi Rohnya.


Saat ini dia mulai menyadari kesenjangan antara ketiga bentuk kekuatannya, yaitu:


Kekuatan Tubuh Fisik?


Kekuatan Energi Roh/Mana?


Dan Kekuatan Psikis?


Karna energi Kekuatan Psikisnya jauh lebih kuat dibandingkan 2 kekuatannya yang lain, Rudy saat ini lebih fokus untuk meningkatkan Kekuatan Fisik dan Energi Roh/Mana miliknya.


Dan setelah menyelesaikan latihannya, dia segera masuk kerumah untuk beristirahat.


Karna mereka hanya bertiga malam ini, mereka bisa tidur dikamarnya masing-masing tanpa perlu khawatir dengan adanya plot-plot kesalahpahaman seperti pada malam yang sebelumnya.


Lalu malam ini berakhir.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Pagi ini Rudy latihan fisik tidak seperti yang biasanya.


Yah, saat ini dia tidak berlari sprint karna Inara juga ikut bersamanya, Rudy hanya berlari marathon mengelilingi area kompleks yang ada disekitar rumahnya.


Ketika sedang berlari melewati Taman Kompleks, mereka berdua berhenti untuk beristirahat sejenak. Mereka berdua duduk dikursi umum yang memang disiapkan ditaman untuk tempat biasanya orang-orang beristirahat.


"Gluk . . . Gluk . . . Gluk"


Setelah duduk, mereka meminum air mineral yang berasal dari mata air pegunungan yang selalu terjaga kemurnianya itu untuk melepaskan rasa haus mereka.


Setelah minum, Rudy akhirnya membuka pembicaraan.


"Inara? Apa pendapat Kamu tentang sisi lain dunia itu?"(Rudy)


"Emmmm, Saya kira itu tempat yang menyenangkan? Meski mungkin berbahaya, sih? Kenapa memangnya?"(Inara)


Yah, saat ini Inara sudah agak terbiasa berbicara santai pada Rudy.


Mungkin karena mereka adalah teman.

__ADS_1


"Oh, tidak apa-apa? Yah, Saya sedikit penasaran tentang bagaimana kehidupan orang-orang di Kekaisaran. Ehem, bisa Kamu ceritakan keseharian Kamu disana? Yaa, itu pun jika Kamu tidak keberatan?"(Rudy)


"Ohhhh, ya tidak apa-apa, kok? Jika Kamu tidak keberatan mendengarkan cerita tentang Saya, maka Saya akan menceritakannya. tapi jangan kecewa, ya? Karna memang tidak ada hal yang istimewa tentang Saya?"(Inara)


Sebenarnya Rudy ingin sedikit mengetahui tentang Inara. Karna Rudy berpikir bagaimana mungkin wanita cantik dan berpendidikan seperti Inara dulunya hanya seorang snak jalanan!


Tapi, yah sekalian Rudy memang sedikit tertarik dengan Inara juga.


Mengetahui cerita tentang seorang Teman adalah hal yang wajar menurut Rudy.


Padahal dia hanya tidak mau mengakui bahwa dia merasa nyaman saat bersama Inara.


Emmmm, benih-benih rasa pertemanan pun mulai muncul diantara mereka saat ini.


Dan tidak memakan waktu terlalu lama, Inara telah selesai menceritakan tentang kesehariannya. Kemudian dia juga menanyakan perihal tentang kehidupannya Rudy.


Rudy pun mulai bercerita.


Mereka yang telah selesai istirahat itu terus melanjutkan langkahnya dan berjalan dengan santai.


Yah, agar mereka tetap bisa melanjutkan obrolannya itu.


Sesekali mereka berdua juga bercanda dengan riang.


Mereka tersenyum dengan gembira.


Sambil melanjutkan jalan santainya.


Terus melangkahkan kaki bersama, lalu kembali menuju kerumah.


Cieee.


Saat mereka tiba dirumah, Reyzo telah berdiri didepan pintu rumah yang telah terbuka?


Dengan senyumannya yang cerah, Reyzo berniat menyambut kepulangan Rudy dan Inara.


"Kami pulang?"(Rudy dan Inara)


Lalu mereka bertiga masuk kerumah dan waktu pun berlalu.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Saat ini sudah jam 10 pagi, mereka bertiga baru saja selesai melakukan sarapan pagi.


Yah, rencananya hari ini Reyzo akan menanyakan perihal tentang keinginannya kepada Inara.


Karna tadi malam dia dan Rudy sudah bersepakat untuk menerima apa pun keputusan Inara. Dan tentang bagaimana dia akan menentukan kehidupannya nanti, Rudy dan Reyzo tidak akan ikut campur.


Dengan masih berlatarkan meja makan, pembicaraan Reyzo dan Inara pun segera dimulai.


Sedangkan untuk Rudy sendiri, dia sudah keluar rumah setelah sarapan tadi.


Lalu, Inara dan Reyzo memulai pembicaraanya.


"Inara? Apakah Kamu merasa senang selama tinggal disini?"(Reyzo)


"Eh! Apa?_____ Maksudnya bagaimana, Oniisama?"(Inara)


"Yah, Oniisama hanya berpikir bahwa selama 2 hari kita tinggal bersama Rudy, Kamu terlihat lebih ceria?"(Reyzo)


"Eh? Maaf kalau hal itu telah menggangu Oniisama. Saya tidak mendengarkan peringatan yang telah Oniisama berikan sebelumnya"(Inara)


Inara memang melupakan pesan Reyzo sebelumnya.


Itu karna dia terlalu terbawa suasana selama berada disini, jadi saat ini dia mengira bahwa Reyzo marah kepadanya.


Padahal Reyzo tidak pernah marah sama sekali padanya, bahkan semenjak pertama kali mereka bertemu dulu.


"Ehhhh? Tidak-tidak-tidak! Oniisama tidak pernah sekalipun berpikir untuk memarahi Kamu? Yah, Oniisama benar-benar tidak marah, ok? Oniisama hanya ingin tahu bagaimana tentang perasaan Kamu saat ini? Karna sejak Kita bersama, Kamu tidak pernah mengungkapkan keinginan Kamu sendiri. Kamu juga tidak pernah bermain dan bersenang-senang dengan teman sebaya lainnya? Oniisama selalu khawatir, apakah selama ini Oniisama sudah memperlakukan Kamu dengan baik. Sebenarnya, Oniisama tidak ingin Kamu merasa berhutang budi dan lebih mementingkan kepentingan Oniisama sehingga Kamu akan mengorbankan kepentingan diri Kamu sendiri?"(Reyzo)


Yah, selama ini Inara selalu menganggap sosok Tuannya berada diatas segalanya!

__ADS_1


Dia tidak pernah berpikir untuk meminta hal lebih dari Reyzo, dia hanya berpikir untuk terus melayani Reyzo!


Yah, dia benar-benar merasa berhutang budi pada Reyzo sehingga dia tidak pernah berpikir bahwa dia bisa membalasnya!


Tapi seiring kebersamaan mereka, Inara mulai menyadari bahwa Reyzo adalah figur seorang Kakak yang sangatlah baik kepadanya.


Hanya saja dia merasa tidak pantas untuk mendapatkan perlakuan ini!


Yah, sebenarnya sudah sejak lama Inara telah menganggap Reyzo sebagai Kakak Kandungnya sendiri.


Setelah memikirkan semua hal itu kembali, mata Inara pun mulai bergetar menahan air matanya yang siap meluncur keluar kapan saja.


Dan setelah mendengar kata-kata yang keluar dari mulut Reyzo barusan, akhirnya inara tidak sanggup lagi untuk membendung air matanya.


"Heng'eeeeeee . . . Oniisama . . .Oniisama..."(tangisan Inara)


Melihat Inara yang menangis saat ini, Reyzo pun mendekat kemudian dia memeluk Inara dengan erat! Reyzo mengelus-elus kepala Inara untuk menenangkannya.


"Cup, cup, cup, sudah jangan menangis? Oniisama hanya ingin Kamu hidup bahagia seperti anak-anak lainnya? Kamu itu Adik Oniisama satu-satunya yang paling Oniisama sayangi? Sudah, jangan nangis lagi ya?"(Reyzo)


Reyzo masih memeluk Inara sambil terus mengusap kepalanya dengan lembut, dia terus berbicara untuk membuat Inara tenang.


Tapi Inara masih menangis.


Yah, ini merupakan adegan haru antara adik dan kakak yang saling menyayangi.


"Ayo jangan menangis lagi, ok? Ehem begini. Malam tadi Oniisama sudah membahas masalah ini dengan Rudy. Yah, karna Oniisama tidak bisa mempelajari tentang Kekuatan Psikis itu, Oniisama tidak bisa menemani Rudy untuk pergi kesisi lain dunia bersamanya. Yah, setelah melihat Kamu tampak lebih ceria disini, dan karna Kamu juga bisa mempelajari Kekuatan Psikis itu, Oniisama ingin Kamu yang menggantikan Oniisama untuk menemani Rudy berpetualang disana? Emmm tapi, itu terserah keputusan Kamu? Oniisama hanya ingin Kamu mengungkapkan keinginan Kamu secara terbuka kepada Oniisama? Wajar kan, jika seorang adik sedikit egois dan banyak meminta sesuatu kepada kakaknya? Bagaimana? Apakah Kamu mau pergi bersama Rudy? Atau misal Kamu punya keinginan lainnya?"(Reyzo)


"Oniisama?"(Inara)


Setelah mendengar permintaan Oniisama nya barusan, Inara yang saat ini masih sedikit terisak dalam tangisnya, mendongak keatas kemudian memandangi Reyzo dengan matanya yang sembab dan masih agak berair itu.


Mereka berdua saling menatap penuh haru.


Tapi ditempat yang lain?


Yah, tepatnya didapur yang tempatnya hanya bersebelahan saja dengan ruang makan itu!


Setelah mereka bertiga sarapan tadi, Rudy hanyalah berpura-pura untuk keluar rumah. Dia penasaran dengan apa yang akan mereka berdua bicarakan.


Lalu setelah keluar, Rudy menggunakan semua jenis kekuatan yang dia miliki saat ini untuk menyusup kedalam lagi.


Pertama dia membalut tubuhnya dengan Energi Mana/Roh, kemudian dia juga menyelimuti dirinya dengan Prisai Kekuatan Psikis agar tidak bersuara, lalu dia terbang mengandalkan Kekuatan Psikisnya dan juga sedikit melakukan akrobat diudara dengan kemampuan fisiknya yang tinggi, Rudy akhirnya berhasil menempel di atas plafon yang ada diruang dapur dengan senyap!


Yah, tepatnya itu didekat celah lubang ventilasi pintu yang memisahkan antara dapur dan ruang makan!


Dari balik horden itu, melalui celah-celah lubang ventilasi tersebut, Rudy mengintip apa yang dilakukan oleh Reyzo dan Inara sambil menahan nafasnya!


Dengan tenang dia terus menyaksikan tontonan yang mengharukan itu, lalu dia pun tidak tahan lagi karna melihat adegan haru tersebut!


Yah, padahal Reyzo dan Inara masih saling berpelukan penuh haru karna saat ini mereka berdua telah benar-benar menjadi kakak-beradik yang sebenarnya.


Lalu?


"Oniichan. Fufufuffufufu"(Rudy)


Rudy bersuara!


"Bwaaajaiiingan Kamu! Wwahhhhhhhh jangan lari Kamu brengsekkkk"(Reyzo)


"Xixixixixixi, Dasar Rudy. Awas nanti Kamu, yaaa? Fufufufufufufu"(Inara)


Reyzo yang sedang terharu langsung tersadar kembali karna rasa malu!


Dan Inara yang seharusnya masih bersedih langsung tertawa ceria karna tindakan konyol dari Rudy.


Tanpa berhasil menyelesaikan semua hal ini seolah-olah sudah lupa, Inara dan Reyzo berlari mengejar Rudy yang saat ini telah kabur kehalaman belakang rumahnya. Pada akhirnya mereka bertiga berakhir dengan main kejar-kejaran bersama, dan saat ini mereka bertiga penuh dengan kegembiraan.


Yah, bisa disimpulkan bahwa semua masalah ini telah selesai dengan cara yang bahagia.


Dengan ini Inara sepertinya akan pergi berpetualang bersama Rudy, sedangkan Reyzo akan kembali ke kota Sakura dan melanjutkan kegiatannya.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2