Tempat Tertinggi

Tempat Tertinggi
Ch 3 : Desa Ditengah Gurun Kematian, Bag Akhir


__ADS_3

Siang ini Rudy sedang duduk diatas sebuah batu sambil membelakangi kolam kecil yang ada didekatnya.


Kolam kecil itu adalah tempat dimana Inara sedang membersihkan dirinya saat ini.


Yah, kolam kecil ini tersembunyi diantara rimbunnya pepohonan yang tumbuh diarea Oasis tempat dimana Rudy dan Inara berada sekarang.


Rudy saat ini sedang merenungkan semua hal yang telah ia saksikan semenjak dia tiba disini. Dia juga memikirkan banyak sekali hal yang telah menggangu pikirannya sampai sekarang.


Karna sejak dia tiba disisi lain dunia ini, dia tidak menemukan perbedaan apa pun selain jumlah Mana yang lebih berlimpah saja jika dibandingkan dengan tempat tinggal dia sebelumnya.


Yah, hanya itu saja?


"Dimana Monsternya? Hemmmmmm, terus dimana para Peri itu? Sampai saat ini saya belum melihat satu pun dari mereka. Oh Dewa, tempat ini tidak ada bedanya dengan gurun yang ada di sisi dunia saya sebelumnya, kan? Haaaaaaaaaaaa"(Keluhan Rudy)


"Berpetualang disini tidak ada bedanya dengan saat ketika saya sedang survey lokasi tambang minyak baru. Hemmmmmmm?"(Keluhan Rudy)


Rudy terus mengeluhkan situasi saat ini.


Karna menurut apa yang telah dikatakan oleh Dewa Ildraiz sebelumnya, disisi lain dunia ini terdapat banyak ManaBeast dan Demon yang bertebaran bebas di Daratan, Lautan, dan juga di Udara. Sedangkan fakta yang Rudy saksikan saat ini jelas tidak sesuai dengan apa yang telah dia harapkan sebelumnya.


Tapi yah, Rudy tidak tahu bahwa memang tidak ada ManaBeast dan Demon yang mau tinggal diarea gurun tanpa kehidupan ini.


Lanjut...


Inara telah selesai membersihkan dirinya, dia juga sudah mengenakan pakaiannya kembali saat ini.


Tapi dia masih saja berdiri ditepi kolam kecil itu, dia sibuk melakukan hal-hal yang entah apalah itu.


Kemudian dia memanggil-manggil Rudy dari tepi kolam kecil tersebut, dengan suara gemercik air yang menjadi latarnya.


"Rud? Rud? lihat ini?"(Inara)


"Kamu!"(Rudy)


Rudy saat ini ingin memarahi Inara, tapi dia segera menghentikan perkataannya. Dia tetap duduk diatas batu dan tidak berani untuk berbalik kebelakang.


Rudy bersimulasi didalam pikirannya.


"Apakah bocah ini sudah gila? Apa sih yang dia pikirkan menyuruh seorang pria normal seperti saya untuk melihatnya yang sedang mandi? Ohhhh, tenang Rudy, tenang"(Isi Pikiran Rudy)


Rudy yang terlalu sibuk berfikir tidak tahu bahwa Inara sudah menyelesaikan mandinya.


Yang dia pikirkan saat ini adalah Inara yang sedang mandi bermaksud menyuruh dia untuk melihatnya.


"Rud? lihat dulu kesini? Ini adalah hal yang sangat menakjubkan"(Inara)


Inara masih lanjut memanggil-manggil Rudy, tetap dengan suara gemercik air sebagai latar tentunya.


Karna Rudy tidak juga merespon, Inara pun mengambil tindakan.


Kemudian?


"Byurrrrrr............."


Rudy yang sedang duduk gelisah diatas batu itu basah kuyup terkena guyuran air!


Hal tersebut membuat Rudy tersadar dari simulasi pikirannya.


Dia pun segera melompat dan berbalik kearah Inara.

__ADS_1


"Hey? Apakah Kamu seorang Avatar, sekarang? Apa-apaan ini, hey?"(Rudy)


"Xixixixiixi, habisnya Kamu tidak menanggapi panggilan Saya, huuuuuuu. Bagaimana? hebat bukan? Sekarang Saya sudah bisa menggunakan Kekuatan Psikis Saya juga. Hemmmm . . . Yah, lagian Kamu juga belum mandi, kan? xixixixixixixi."(Inara)


Yah, sebenarnya saat ini Inara sedang melatih kekuatan psikisnya untuk menggerakan benda-benda lain yang ada disekitarnya. Dan saat ini dia sedang menggerakan air yang ada dikolam kecil tersebut.


"Pok pok pok pok pok pok pok"


Melihat hal ini Rudy yang sudah basah kuyup bertepuk tangan.


"Oh? Horeeeee. Selamat karna telah berhasil. Selamat"(Rudy)


Lalu Rudy lanjut mengucapkan kata selamat dengan gaya yang canggung untuk merayakan keberhasilan Inara saat ini.


"Ah, sudahlah. Hemmmm"(Inara)


Inara hanya merespon datar setelah mendengar ucapan selamat yang seadanya dari Rudy, kemudian ia pergi meninggalkan Rudy dan Kolam Kecil yang malang tersebut.


Waktu siang pun berakhir tenang dengan Rudy yang tidak bisa mandi saat ini.


Itu karena air didalam kolam kecil malang itu telah ditumpahkan seluruhnya oleh Inara. Yah, guyuran air yang sudah membuat Rudy basah kuyup sebelumnya itu?


Ya, yang sebelumnya itu.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Lanjut kecerita.


Rudy yang berniat untuk pergi dengan berjalan kaki pun memulai perjalanan lebih awal dari rencana sebelumnya.


"Tut . . . tut . . . tut . . . tut..."(suara panggilan telpon terputus)


"Ah, ini Saya sedang mencoba apakah ponsel dapat berfungsi juga disini. Hemmmmm . . . jelas tidak bisa sesuai dugaan Saya"(Rudy)


"Tentu tidak bisa pastinya. kan kita sedang disisi lain dunia sekarang. Huuuuuu"(Inara)


"Hehehehe, yah, siapa yang tahu, kan? Fufufufu"(Rudy)


"Hemmmmmmm?"(Inara)


"Sepertinya sebentar lagi kita akan sampai ke pemukiman bob. Ehem, pemukiman penduduk yang ada disini maksudnya. Ehem."(Rudy)


"Eh? Yaaa."(Inara)


Saat ini Rudy dan Inara sedang berjalan di area hutan dari Oasis kecil tersebut.


Rudy masih sibuk mengotak-atik ponselnya mencoba apakah itu bisa berfungsi disisi lain dunia ini atau tidak, tapi tentu saja itu tidak berfungsi sekarang.


Lalu mereka berdua terus berjalan melintasi hutan yang tidaklah begitu luas itu. Setelah berjalan santai sekitar 2 jam, mereka pun akhirnya keluar dari rimbunnya pepohonan hutan tersebut.


Kini mereka telah tiba diarea terbuka dimana terdapat bentuk-bentuk menyerupai bangunan yang sudah setengah hancur, lalu mereka terus melanjutkan perjalanannya menyusuri area ini.


Setelah beberapa menit menyusuri area reruntuhan, Rudy dan Inara pun melihat 2 tumpukan batu yang diletakan sejajar kanan dan kirinya.


Diantara kedua tumpukan batu tersebut diberikan jarak kira-kira 10 meter, mungkin tumpukan batu itu dimaksudkan sebagai gerbang masuk dari pemukiman milik suku ini


"Rud, Rud? Lihat itu? Sepertinya ada Penjaga disana"(inara)


Melihat tumpukan batu yang seperti gerbang itu dijaga oleh 2 orang pria bertubuh kekar, Inara pun menarik-narik lengan Rudy dan mengingatkannya.

__ADS_1


"Tenang, tenang saja. Ayo kita segera menyapa Mereka"(Rudy)


Setelah menenangkan Inara, Rudy pun meraih tangan Inara lalu menggandengnya untuk ikut berjalan bersamanya.


Ketika kedua Penjaga itu melihat kedatangan Rudy dan Inara dari kejauhan, salah satu dari mereka segera berlari masuk kedalam area pemukiman.


"Kepala Suku? Kepala Suku? Uhuk . . . uhuk . . . Utusan Dari Surga datang, Utusan Dari Surga datang. ada 2 orang sekaligus!"(Penjaga)


"Oooooh. Ada 2? Puji Dewa . . . Puji Dewa . . . Cepat, cepat kumpulkan semua orang ke gerbang Desa! Kita akan menyambut kedatangan mereka!"(Kepala Suku)


"Iya, Kepala Suku. Ayo cepat segera berkumpul, cepat!"(Penjaga)


Sesuai perintah, Penjaga itu pun mulai mengumpulkan semua orang.


Lalu, Kepala Suku, Penjaga tadi, dan Semua Anggota Suku lainnya berbondong-bondong datang ke gerbang desa.


Didepan gerbang, Rudy dan Inara pun berjalan kearah penjaga yang sedang berdiri siaga itu, kemudian Rudy mencoba untuk menyapanya.


"Halo? Kami petualang yang kebetulan lewat. Kami bermaksud untuk mampir ke desa ini, sekarang?"(Rudy)


"Tolong Tuan dan Nona tunggu disini sebentar, Kepala Suku sebentar lagi akan datang untuk menyambut"(Penjaga-2)


Jawab Penjaga itu sambil membungkuk dengan sangat sopan.


"Eeeh? Yaaa, terima kasih"(Rudy)


Saat ini Rudy dan penjaga itu sedang berbicara dengan bahasa umum Dunia ini, jadi tidak ada masalah komunikasi yang akan terjadi.


Rudy dan Inara menunggu di gerbang desa tersebut dengan perasaan yang janggal.


Yah, karna prilaku sangat sopan yang ditunjukan oleh Penjaga tersebut, tentunya.


Kemudian sebuah kerumunan datang dari dalam Desa. Pria Tua dengan tongkatnya, berjalan dibarisan paling depan, di ikuti beberapa pria kekar dan agak sedikit tua dikanan dan kirinya, kemudian ada juga ibu-ibu, gadis-gadis muda, pria muda dan anak-anak yang berjalan beriring dibelakangnya.


Kerumunan itu terus berjalan mendekat kearah Rudy dan Inara yang saat ini masih berada didepan gerbang desa tersebut.


Kemudian semua orang bersujud bersamaan didepan Inara dan Rudy, termasuk penjaga-2 yang berada didekatnya pun juga mengambil posisi dan bersujud.


"Selamat datang Utusan Dari Surga, maaf atas sambutan kami yang tidak layak ini"(Semua Penduduk)


Melihat adegan ini Rudy pun langsung menganalisis situasi dan segera bereaksi.


"Sudah cukup. Semuanya, silahkan berdiri?"(Rudy)


"....................?"(Inara)


Inara yang masih terkejut dengan adegan ini menoleh bengong melihat Rudy yang dalam sekejap merubah sikapnya dan berbicara layaknya seorang Raja.


Setelah mendengar perintah dari Rudy semua orang yang bersujud itu kembali berdiri.


Lalu Rudy melanjutkan.


"Tolong bawa Kami masuk. Dan Siapa yang menjadi Pemimpin disini? Nanti tolong jelaskan secara perlahan tentang semua situasi yang ada disini"(Rudy)


Mendengar perintah Rudy, Pria Tua yang adalah Kepala Suku itu maju dan membungkuk, kemudian dia segera menjawab.


"Saya Tuan. Ya, sesuai pesanan Anda"(Kepala Suku)


Rudy pun menganggukan kepalanya, lalu dia dan inara masuk ke dalam pemukiman bobrok ini dengan semua orang yang juga mengikuti mereka.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2