
Berlanjut dari cerita sebelumnya, Rudy sudah selesai memberi tahu semua yang ingin dia beritahukan kepada Bos Roy.
Dia juga memerintahkan Bos Roy untuk mengirimkan pesannya kepada ke 7 Dewan Organisasi yang lain.
Rudy telah menyiapkan semua hal sebelum keberangkatannya ke sisi lain dunia itu.
Karna hari juga sudah malam, Rudy akhirnya bergegas untuk pulang kerumahnya.
Dan sebelum sampai dirumah, dia mampir ke minimarket yang ada didekat kantor dan membeli beberapa bahan makanan untuk dimasak dirumahnya nanti.
Yah, Rudy adalah tipe lelaki sejati yang serba bisa. Ehem.
Setelah itu ia melanjutkan perjalanannya kembali.
Ehem, pastinya dia masih menggunakan mobil SUV Double Cabin yang merupakan Inventaris kantornya itu.
"Wuiiizzzzzzzzzzzzz"(ilustrasi sedang dalam perjalanan)
Setelah 20 menitan, Rudy tiba akhirnya dirumah.
Ternyata didepan pintu Inara telah siap menyambut kepulangannya itu.
Rudy merasa sedikit terharu dengan moment yang terjadi saat ini.
"Huuuu, perasaan bahagia macam apa ini? Apakah ini rasa dari memiliki pasangan? Ehmmmmm"(isi pikiran Rudy)
Melihat Inara yang telah menyambutnya, Rudy mencoba untuk berimprofisasi.
Dia selalu ingin mencoba untuk melakukan adegan ini. Ehem.
Sambil tersenyum bahagia Rudy melangkah dan berkata?
"Aku pulang?"(Rudy)
(fufufufufuufu)
"Yah, selamat datang?"(Inara)
Inara membalas perkataan Rudy sambil sedikit tersipu.
"Ohhhhh! Ini sempurna. Hemmmmm, Saya suka situasi ini. Ehem tenang, tenang Rudy"(isi pikiran Rudy)
"Ehem. terima kasih telah menyambut Saya pulang? Ya, bagaimana kabar Kamu. Apakah Kamu nyaman tinggal disini?"(Rudy)
"Eh? Ya, ya nyaman kok. Emmm, ayo kita masuk kedalam dulu. Kamu pasti lelah sekarang, kan? Yah, silahkan mandi dulu dan berganti pakaian. Saya akan segera menyiapkan makan malam"(Inara)
"Yah, terima kasih. Hemmm, apakah Reyzo sudah bangun sekarang?"(Rudy)
"Ya, Tuan Reyzo sudah bangun dari tadi sore dan sekarang Dia sedang menonton Tv"(Inara)
"Oh, ya, ya, kalau begitu Saya akan langsung kekamar Saya sekarang"(Rudy)
"Ehem, ya, sampai ketemu dimeja makan?"(Inara)
"..........? Ya, sampai jumpa?"(Rudy)
Mereka berdua memasuki rumah sambil terus berbicara santai, Rudy dan Inara mulai menikmati suasana ala pasangan ini.
Lalu mereka berdua berpisah.
Maksudnya, Rudy ke kamarnya untuk mandi dan ganti pakaian, dan Inara akan pergi ke dapur untuk memasak makan malam.
Lanjut...
Setelah selesai mandi dan ganti pakaian, Rudy segera menuju keruangan Tv.
"Hey Tuan Mucikari, apakah tidur Anda nyenyak siang tadi?"(Rudy)
Rudy menyapa Reyzo yang saat ini sedang duduk santai sambil menonton Acara Drama yang tidak jelas itu!
"Ohhhhhh. Saudara Rudy sudah pulang ternyata, hehehehe"(Reyzo)
"Hemmmm. Tidak perlu berpura-pura tidak tahu! Bilang saja kalau Kamu cukup malas untuk menggerakan tubuh kotormu itu dari sofa untuk menyambut Saya, kan? Hemmmm"(Rudy)
"Uhghhhh, lidah Kamu masih kejam seperti biasa, Rud? Hehehehhe, duduk sini Brother. Sudah lama kita tidak menikmati moment-moment kebersamaan yang indah seperti ini, kan? Fufufufufu"(Reyzo)
"Urghhhh. Padahal sudah susah payah Saya memberikan nama Mucikari itu kepada Kamu dengan harapan agar Kamu nantinyamenjadi pria yang lebih normal. Tapi apa-apaan ini?"(Rudy)
__ADS_1
Reyzo dan Rudy saling menembakan kata-kata mereka!
Rudy saat ini telah duduk disofa lalu dia merangkul Reyzo, kemudian melanjutkan adegan saling sindir yang memang sering kali mereka lakukan sejak dulu.
"Urghh, ya. Saya baru tahu apa maksudnya dari sebutan Mucikari itu 2 tahun yang lalu kok. Terima kasih Kamu telah memilihkan nama itu untuk Saya. Hehehehe"(Reyzo)
"Urgh . . . Ya?"(Rudy)
Mendengar perkataan Reyzo yang barusan, Rudy sedikit tersentak karna rasa bersalah.
Yah, Reyzo tahu apa arti dari nama Mucikari itu dari Agen Bawahannya No 3, Pria 30th, Pekerjaan: Pengusaha, Pemilik Kasino, dan beberapa Bar. Gelar: Petualang Dari Dunia Malam.
"Kata dia, Mucikari itu merupakan sebutan untuk pria sejati yang mengumpulkan wanita-wanita terlantar atau dia yang mengurusi sekelompok wanita yang mengalami kesulitan dalam hidup mereka dan lain-lain. Dia memberi mereka tempat tinggal, lalu juga memberikan mereka pekerjaan untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka. Yah, Mucikari itu juga kadang sering disebut Papi oleh para wanita malang tersebut! Hhemmmmm. Sungguh sebutan yang memang pantas untuk pria-pria baik seperti Saya ini! Hehehehhe"(Reyzo)
Yah, Reyzo yang berpikiran simple itu benar-benar salah memahami maksud dari kata-kata khiasan dari Agen No3!
Karna sebagai bawahannya Reyzo, Agen No3 jelas sangatlah menghormati Reyzo, sehingga pastilah Ia menggunakan bahasa yang paling sopan untuk menggambarkan sosok pria-pria dengan sebutan mucikari tersebut.
Lalu bagaimana hasil dari penjelasan halus versi Agen No3 itu, kita bisa melihatnya saat ini. Ehem.
"Eh? ya, baguslah kalau Kamu mengerti? Ehem. Oke, kita bahas maswalwah, uhm, penting saja sekarang. Yah, sambil menunggu waktu makan malam juga?"(Rudy)
Rudy yang merasa tidak enak hati dengan Reyzo, segera menghentikan topik dari nama Muchikari Reyzo tersebut.
Lalu mereka berdua melanjutkan pembicaraan tadi pagi yang telah tertunda sebelumnya.
Kemudian Rudy menjelaskan tentang pertemuannya dengan Dewa.
Tentang kebenaran dunia ini yang hanyalah pusat dari dunia besar yang sebenarnya.
Tentang sisi dari dunia ini yang telah terpisah puluhan ribu tahun, tentang kekuatan psikis, dan dia juga menjelaskan apa yang terjadi tadi pagi.
Yah, tentang dia yang tidak bisa memanggil wujud psikis Reyzo sedangkan itu berhasil pada Inara, dan juga tentang rencana dia kedepannya lalu bla bla bla bla bla.
Mereka berdua terus berbicara tanpa memperdulikan keadaan disekitar, yang mana saat ini Inara telah duduk di meja kerja Rudy sambil memperhatikan pembicaran mereka dengan seksama.
Reyzo akhirnya menyadari bahwa Inara sudah duduk diruang itu, kemudian dia segera mendekati Inara dan Rudy hanya menoleh saja.
"Ehm. Inara. Apakah Kamu sudah selesai memasaknya? Emmmm, Kamu tidak lelah, kan? Sini biar Oniisama pijit?"(Reyzo)
"Ehhhh . . . Oniisama! Kan Saya sudah bilang jangan perlakukan Saya seperti anak kecil? Huuummm, Saya sudah dewasa sekarang!"(Inara)
"Hehehehe, yah, jangan marah begitu dengan Oniisama? Emmm, Oniisama hanya mau jadi Kakak yang baik untuk Inara? Yah, itu saja, tidak ada maksud lain? Ehem."(Reyzo)
Melihat Inara mulai marah Reyzo mulai melontarkan bujukan-bujukannya.
"Fufufufuffufu, Oniichan tidak perlu khawatir, Ludy yang akan menjadi sosok Adik terbaik bagi Oniichan untuk kedepannya. Yah, Ludy akan selalu menyayangi Oniichan selamanya_____Oniichan Daiisekii! Fufufufufufu"(Rudy)
(Ket pada Novel: Oniichan adalah sebutan untuk kakak laki-laki di kekaisaran Nippon untuk kalangan umum)
Tidak tahan melihat adegan ini? Rudy akhirnya menggoda mereka berdua.
"Ahhhh! Ayo kita segera makan Saya sudah lapar. Huuuuuu"(Reyzo)
Reyzo yang merasa malu segera mengajukan saran untuk makan malam.
"Yaa Oniisama? Xixixixixixi"(Inara)
"Fufufufufufufu, tunggu Ludy . . . Oniichan?"(Rudy)
Sambil mengikuti Reyzo yang menuju meja makan, Rudy dan Inara saling melirik. Lalu mereka berdua kembali menggoda Reyzo, dan kemudian tertawa bersama.
Pada akhirnya mereka bertiga makan malam bersama sambil melakukan obrolan santai dengan candaan-candaan ringan yang penuh keakraban.
Reyzo memperhatikan Inara yang saat ini terus saja tersenyum gembira berbeda dari dia yang biasanya itu.
lalu Reyzo bergumam didalam hatinya.
"Melihat Inara yang bergaul akrab dan bisa tersenyum gembira seperti ini, ternyata bagus juga ya. Hemmmmm . . . Apakah saya salah melarang inara untuk tidak terlalu akrab dengan Rudy? Yah, sepertinya saya harus membicarakan masalah ini nantinya? Hemmmmm"(isi lamunan Reyzo)
Makan malam yang menyenangkan ini telah usai dan mereka bertiga saat ini melanjutkan obrolan santai mereka di ruang tv.
"Fufufu bla...bla....bla...xixixixixi...heheh....bla...bla...bla"(ilustrasi obrolan santai mereka)
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Malam telah menunjukan pukul 00:09.
__ADS_1
Saat ini Rudy dan Reyzo sedang melakukan pembicaraan yang sepertinya agak serius, di pondok yang ada halaman belakang Rumahnya Rudy.
"Tidak perlu dipertanyakan karna Saya sangatlah mempercayai Kamu, Rud? Jika bukan karna Kamu, Saya tidak akan bisa menjadi sosok yang seperti sekarang ini!"(Reyzo)
"Please Ren(Reno itu nama asli Reyzo)? Jangan bicara hal memalukan seperti itu disituasi yang seperti ini, ok? Ingat. Kamu bisa berhasil itu karna usaha Kamu sendiri! Saya hanya sedikit membantu Kamu sebagai Teman Baik Kamu saja?"(Rudy)
"Ehm, ok? Hehehe terima kasih"(Reyzo)
"Ya ya, lanjut ke intinya saja. Apa yang sebenarnya mau Kamu bicarakan dengan Saya, sekarang?"(Rudy)
"Eemmmm, ini tentang Inara, Rud?"(Reyzo)
"Ehhh? Apa hubungannya Inara dengan hal yang akan Kamu bicarakan dengan Saya? Saya tidak bisa mengerti?"(Rudy)
"Yah, karna sejak Inara ikut bersama saya 4 tahun yang lalu, Dia tidak pernah terlihat ceria seperti saat ini? Yah, Dia selalu bersikap serius dan agak tertutup selama ini! Ehem. Ya, mungkin karna masa lalunya yang sulit itu?"(Reyzo)
Lalu Reyzo melanjutkan ceritanya.
Dia menceritakan tentang saat pertama kali dia bertemu dengan Inara 4 tahun yang lalu.
Bagaimana akhirnya dia mengajak Inara ikut tinggal bersamanya.
Bagaimana Inara mulai bekerja menjadi Asistennya untuk merintis perusahaan.
Dia juga bercerita tentang bagaimana Inara menjalani hari-harinya nya selama mereka tinggal bersama dan bla bla bla.
Sedangkan Rudy?
Ia hanya memperhatikan Reyzo yang bercerita.
Lalu?
"Yah, Kamu tahu lah bagaimana Saya, kan? Saya benar-benar mengangap Inara sebagai Adik Kandung Saya sendiri, jadi Ketika melihat dia sekarang bisa tersenyum dan tertawa bahagia seperti itu, Saya merasa bingung harus bagaimana? Yah sebagai seorang Kakak, Saya sangat ingin Inara bisa menjalani kehidupan sesuai dengan keinginannya sendiri! Saya hanya ingin melihat dia terus menjalani hari-hari menyenangkan seperti saat dia disini. Ehem, Rud? Kamu masih mendengarkan Saya, kan?(Reyzo)
Karna Rudy hanya diam, Reyzo berhenti bicara dan bertanya.
"Urgh . . . Yah, yah?"(Rudy)
Lalu Reyzo melanjutkan perkataannya.
"Ehem, Kamu akan segera pergi ke sisi lain dunia itu, kan?"(Reyzo)
"Ya. Mungkin itu satu bulan lagi. Karna Saya masih harus berlatih sedikit lebih lama lagi. Uhum, Saya lebih percaya diri jika Saya benar-benar sudah siap, hehehe, Kamu pasti pahamlah bagaimana Saya?"(Rudy)
"Ya. Tapi Saya juga tidak bisa ikut! Sayang sekali Saya tidak berbakat dengan hal-hal seperti itu. Ehm, tapi Inara berbeda?"(Reyzo)
"Yah, dia memang cukup berbakat. Jika Saya melatihnya sedikit lagi, mungkin dia juga bisa menembus area Aura Beku itu? Hemmm"(Rudy)
"Uhumm, emmm bagaimana kalau Inara saja yang menggantikan Saya untuk menemani Kamu?"(Reyzo)
"...........?"(Rudy)
Akhirnya Reyzo mengungkapkan maksud utama dari pembicaraan rahasia dia dengan Rudy malam ini. hal itu membuat Rudy terdiam! Dia bingung, bagaimana harus menanggapi pernyataan Reyzo itu.
"Hey Rudy? Bagaimana menurut Kamu?"(Reyzo)
"Ehm, ya . . . Saya tidak tahu bagaimana menjawabnya? Emmmmmmmm, yah masalah ini harus Inara sendiri yang putuskan? Uhum ya, harus seperti itu? Hey Reyzo, Saya belum menceramahi Kamu karna sudah menyebabkan seorang gadis belia berprilaku seperti prajurit pelayan, kan? Ayo apa alasan Kamu sekarang?"(Rudy)
"Eehhhhmmm. ya, Saya hanya mengajarkan Inara cara berprilaku sebagai Asisten dan Sekretaris Profesional. Hanya itu saja? Saya tidak pernah bermaksud membuat dia menjadi pelayan. Ehemmm, ya itu dia?"(Reyzo)
Rudy berniat untuk menutupi kebingungannya dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan sensitif untuk Reyzo.
Tapi dia gagal mengendalikan situasinya saat ini.
Yah, Rudy gagal karna jawaban polos dari Reyzo yang selalu berpikiran simple itu.
Karna Rudy seringkali mengalami kebuntuan ketika berperang kata melawan Reyzo, Hal itulah yang menjadi penyebab mereka berdua selalu saling sindir dan melakukan perdebatan konyol satu sama lain setiap kali mereka bertemu.
Yah, Rudy dan Reyzo masih sama seperti saat masa kanak-kanak mereka dahulu.
Rudy yang jenius itu sering kali harus mengalah dengan enggan dihadapan Reyzo yang lugu dan mempercayainya secara buta itu.
Tapi Rudy menyukai jenis persahabatan seperti ini.
Yah, Karna dia berpikir hal ini menyenangkan.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
__ADS_1
Bersambung...