Tempat Tertinggi

Tempat Tertinggi
Ch 15 : Rudy Si Duda Sehari


__ADS_3

Lanjutan dari cerita sebelumnya.


Karena kesalahan penerjemahan yang dilakukan Thomas, Rudy pun berakhir dengan menikahi Garuza dan juga Moozo.


Dan Rudy harus menunggu sampai besok pagi baru bisa melepaskan efek sihir ikatan pernikahan tersebut. Jadi hari ini Rudy harus menerima kenyataan bahwa dia adalah Suami dari Garuza dan Moozo menurut Hukum para Penyihir. Ehem.


Cerita pun berlanjut


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


"Thomas? Thomas? Dimana Kamu? Woy Thomas?"(Rudy)


Rudy yang baru saja sampai kerumahnya langsung berseru memanggil dan mencari-cari keberadaan Thomas.


"Eh? Rudy, kenapa Kamu berteriak sambil berpakaian rapi seperti itu?"(Inara)


Inara yang kebetulan sedang ada di rumah bertanya, karena Rudy yang berteriak mencari-cari keberadaan Thomas, saat ini dia juga masih mengenakan setelan jas dan sepatu kulitnya.


"Eh, Inara? Ya, tidak apa-apa. Emmmmmm, dimana Thomas sekarang?"(Rudy)


Rudy bertanya kepada Inara.


"Oh . . . Thomas sudah pergi sejak pagi tadi, dia bilang dia akan segera kembali ke negara Britania untuk mengurus suatu hal katanya. Ya, dia juga meninggalkan surat ini untuk Kamu?"(Inara)


Inara menjawab sambil memberikan sebuah amplop berisi surat dari Thomas yang memang ditujukan untuk Rudy.


"Hemmmmmmm? Dia pasti sudah memperkirakan hal ini akan terjadi? Begitu ternyata? Hemmmmm, sepertinya Saya juga telah menjadi kelinci percobaan dari dia. Ahhhh, tunggu pembalasan dari Saya Tomo!"(Isi Pikiran Rudy)


Rudy ber-simulasi didalam pikirannya.


"Hey Rudy? Rudy? Hey . . . ?"(Inara)


Inara memanggil-manggil Rudy Karena Rudy hanya berdiri diam didepannya saat ini.


"Oh, iya maaf. Saya hanya sedang memikirkan sesuatu. Ehem, terima kasih, ya Saya mau ganti pakaian dulu sekarang."(Rudy)


Rudy pun tersadar dari simulasi pikirannya karena seruan Inara.


"Ya tidak apa-apa. Ini suratnya?"(Inara)


Lalu Inara memberikan surat dari Thomas tersebut kepada Rudy.


"Oh, terima kasih."


Rudy mengambil amplop surat tersebut, kemudian dia bergegas ke kamarnya.


Ketika sampai dikamar, Rudy langsung membuka surat tersebut dan membacanya.


_____________________________


Untuk Mas Rudy yang perkasa.


Maaf karena Saya pergi tanpa berpamitan terlebih dahulu, karena ada hal penting yang harus segera Saya urus. Ehem, dan masalah Pangkalan di terowongan tersebut Mas Rudy tidak perlu khawatir, Saya bersama Andre dan juga Jacob akan segera mengatasinya. Dan Saya juga meminta maaf apabila nantinya terjadi kesalahan penerjemahan di mantra sihir perbudakan tersebut. Yah, Saya hanyalah manusia biasa yang pastinya tidak akan pernah luput dari kesalahan.


Sekian dulu surat dari Saya, Saya juga meminta maaf apabila ada kesalahan pada penulisan nama/gelar.


Thomas


_____________________________________


"Urgh . . . Yah biarkan sajalah daripada pusing. Hemmmmmmm?"(Rudy)


Rudy bergumam sendiri setelah membaca surat tersebut, kemudian dia meremas surat itu dan membuangnya ke tong sampah yang ada dikamarnya! Lalu Rudy segera mengambil buku catatannya dan dia menuliskan sesuatu dibuku catatan tersebut.


Setelah menuliskan catatan baru di bukunya, Rudy langsung berganti pakaian dan pergi lagi entah kemana.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


"Hari sudah malam tapi kenapa Rudy belum pulang juga ya?"(Inara)

__ADS_1


Inara bergumam pelan.


Saat ini dia sedang sendirian dimeja makan karna Rudy belum juga kembali sejak siang tadi. Sedangkan Reyzo, dia sudah kembali terlebih dahulu ke kota Sakura karna ada hal mendesak yang harus segera dia urus.


Yah, kepergian Thomas dan Reyzo kali ini tidak menggunakan ritual salam perpisahan seperti pada biasanya.


Lanjut...


Saat ini Inara masih menunggu Rudy untuk makan malam bersama, tapi sampai jam 10 malam Rudy tidak kembali juga.


Inara tidak bisa menghubungi Rudy karna memang selama ini mereka belum pernah bertukar No handphone.


Yah, karna sudah lama menunggu tapi Rudy tidak pulang-pulang Inara pun makan malam terlebih dahulu. Setelah selesai makan malam dia membereskan meja makan tersebut dan kemudian mengunci semua pintu serta jendela, lalu setelah dia menyelesaikan semuanya dia masuk kekamar gamenya Rudy dan beristirahat.


Malam ini pun berlalu begitu saja.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Keesokan harinya.


Pagi ini akhirnya Rudy pulang kerumahnya.


Dia berjalan dengan lesu dan tidak bersemangat, lalu setibanya didepan pintu rumah, Rudy mengetuk pintu tersebut dan memanggil-manggil Inara.


'Tok Tok Tok'


"Inara? Inara?"(Rudy)


Tak lama kemudian pintu itu pun dibuka.


"Eh? Darimana saja Kamu, dari siang kemaren tidak pulang-pulang. Huuuuuuuu, Saya kan cemas menunggu Kamu pulang?"(Inara)


Setelah mengetahui kalau yang datang adalah Rudy, Inara langsung melancarkan rentetan pertanyaannya.


"Urgh . . . Maaf, Saya sedang banyak pikiran sekarang?"(Rudy)


"Hemmmmm Yah, masuk saja dulu dan mandi, Saya akan menyiapkan sarapan"(Inara)


Karna melihat Rudy yang sepertinya sedang lelah, Inara pun menyuruhnya masuk dan segera mandi. Dan untuk Inara sendiri, dia akan segera mempersiapkan sarapan untuk mereka berdua.


"Ya, terimakasih"(Rudy)


Rudy hanya menjawab pelan, kemudian Mereka berdua masuk ke dalam rumah.


Lanjut...


Didalam kamar mandi?


Rudy saat ini sedang duduk bersandar di dinding kamar mandi dengan kedua tangannya yang dia letakan di atas kepala.


Air dari shower pun mengguyur dan membasahi tubuh serta pakaiannya yang masih dia kenakan saat ini.


Rudy sedang terlarut dalam lamunannya.


" Ini tidak mungkin? Bagaimana mungkin Saya menikahi 2 Pria sekaligus! Mereka Bahkan bukanlah manusia. Dan Saya telah menjadi Duda hanya dalam satu hari saja. Arghhhhhhh, hidup Saya sudah hancur sekarang! Bagaimana jika orang lain mengetahui kejadian ini? Tidak! Itu tidak boleh terjadi? Ya, Saya harus segera pergi ke sisi lain dunia dan membawa Garuza dan juga Moozo? Ya itu yang terbaik"(Isi Pikiran Rudy)


Rudy sedikit terguncang karna kejadian yang menimpanya kemaren.


Alasan kenapa Rudy tidak pulang-pulang dari kemaren siang, karna dia sedang menyembunyikan Garuza dan Moozo ke sebuah pulau terpencil yang jaraknya tidak terlalu jauh dari terowongan penghubung antar sisi dunia tersebut.


Rudy tidak ingin orang-orang tahu perihal tentang pernikahan diantara mereka bertiga kemaren.


Yah, dipulau terpencil itu mereka bertiga menunggu pergantian hari karna Rudy ingin segera membatalkan sihir ikatan pernikahan yang telah mengikat mereka.


Dan ketika matahari telah terbit, Rudy langsung merapalkan mantra sihir pemutus ikatan untuk membatalkan sihir ikatan pernikahan yang telah mengikat mereka bertiga. Setelah Rudy melepaskan kontrak pernikahan tersebut, Rudy telah resmi menjadi Duda mulai dari sekarang.


Itulah yang menjadi sebab Rudy pulang dengan wajah lesunya pagi ini.


Rudy menghabiskan waktu lebih dari satu jam dikamar mandi. Setelah dia pulih dari dilemanya, Rudy yang telah selesai mandi dan berganti pakaian, segera pergi ke meja makan dan disana Inara telah menunggunya untuk melakukan sarapan pagi bersama.

__ADS_1


Lalu sambil menyantap sarapannya, mereka berdua melakukan obrolan santai seperti biasanya.


"Inara?"(Rudy)


Tiba-tiba Rudy memanggil Inara dengan raut wajah yang agak serius.


"Ya, ada apa?"(Inara)


Inara pun menjawab panggilan Rudy.


"Emmmm, sepertinya malam ini Saya akan segera pergi ke Sisi Lain Dunia itu? Yah, sebelum itu Saya akan mengantar Kamu ke kota Sakura terlebih dahulu?"(Rudy)


"Eh? Kenapa terburu-buru sekali, Rud?"(Inara)


"Tidak ada apa-apa, Saya pikir semakin cepat Saya mendirikan Basis Kita disana maka itu akan semakin baik, Ehem. Yah, itu saja?"(Rudy)


"Hemmmm . . . Yah, tidak apa-apa kalau itu sudah menjadi keputusan Kamu?"(Inara)


"Ya, terima kasih"(Rudy)


Inara masih merasa ada yang aneh dengan Rudy pagi ini, tapi dia tidak menanyakan hal itu.


Setelah menyelesaikan sarapan, mereka berdua pergi keluar untuk bersenang-senang.


Tapi sayangnya Rudy tetap tidak bersemangat hari ini, dia masih saja memikirkan tentang status Dudanya itu.


Dan waktu berlalu dengan cepat.


Lanjut...


Malam hari pun tiba, dan Rudy akhirnya membawa Inara terbang secara manual kembali ke kota Sakura. Setibanya disana mereka berdua melakukan ritual perpisahan seperti biasanya, dan Reyzo pun ikut serta dalam ritual tersebut.


Setelah melakukan ritual perpisahan, Rudy pun segera terbang menuju ke pulau terpencil tempat dimana Garuza dan Moozo berada.


"Wuuuuiiiiishhhhhhhhh"


Sekitar 5 jam penerbangan, akhirnya Rudy tiba di pulau tersebut.


Disana Garuza dan Moozo telah bersiaga untuk menunggu kedatangannya. Lalu Rudy segera turun dan menghampiri mereka berdua.


"Apakah kalian tahu dimana kota SandPort?"(Rudy)


Rudy bertanya kepada mereka berdua.


"Ya Tuan, Kami tahu letak kota tersebut."(Garuza)


Garuza menjawab pertanyaan Rudy, dan Moozo hanya diam saja karna dia masihlah bawahan dari Garuza.


"Ok. Kalau begitu Saya akan membawa kalian menyebrang kembali ke Sisi Lain Dunia itu. Setelah Kita menyebrang nanti tolong Kamu tunjukan arahnya, ok? Hemmmmm. Tolong juga beritahu Saya gaya hidup umum orang-orang di Sisi Lain Dunia itu nanti?"(Rudy)


"Iya Tuan, Kami mengerti"(Garuza dan Moozo)


Garuza dan Moozo menjawab bersamaan sambil berpose seperti seorang prajurit yang sedang melapor kepada Rajanya.


"Hemmmmmmmm . . . Kan sudah Saya bilang, bersikap saja seperti Biasa?"(Rudy)


Rudy menegur mereka berdua karna mereka masih saja bersikap secara berlebihan terhadap Rudy.


"Ya Tuan, Maaf?"(Garuza)


Garuza meminta maaf, lalu mereka berdua segera berdiri dan mulai bersikap seperti biasanya.


"Ok, Ayo Kita Pergi."(Rudy)


Setelah mengatakan itu, Rudy segera melapisi dirinya, Garuza dan juga Moozo dengan perisai psikisnya, kemudian mereka semua melesat dengan sangat cepat menuju Ke Sisi Lain Dunia.


"Wuiiiizzzzzzzzzzzzzhhh"


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2