Tempat Tertinggi

Tempat Tertinggi
Ch 18 : Ayo Segera Berpetualang


__ADS_3

Setelah kepulangan Reyzo, Inara pun mulai resmi tinggal bersama dengan Rudy.


Sekarang Inara selalu menemani Rudy latihan fisik dipagi hari dan bermeditasi pada malam harinya.


Dia mengikuti semua porsi latihan yang Rudy lakukan setiap pagi dan malamnya itu?


Yah, Pagi latihan fisik, malam meditasi, pagi latihan fisik, malam meditasi, pagi latihan fisik, malam meditasi, latihan fisik meditasi latihan fisik meditasi, nananana nananana.


Tapi sesekali saat Inara sudah tertidur, wujud psikis Rudy akan menyelinap ke Pegunungan Es untuk menyerap manacube serta melakukan beberapa percobaan.


Inara yang seharusnya imut dan mungil, mulai terlihat sedikit beroto, sekarang!


Dan setelah 3 minggu ikut latihan bersama Rudy, Inara akhirnya berhenti mengikuti porsi latihan yang sama dengan Rudy, Karna dia tidak mau nantinya menjadi gadis dewasa yang kekar.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Lanjut ke cerita...


"Eh, Rud? Pelan-pelan dikit. Saya baru pertama kali melakukan ini?"(Inara)


"Emmmm, ya ini udah yang paling pelan kok. Tahan sebentar lagi, ya?"(Rudy)


"Urgh. Udah lepas, lepas Rud? Saya sudah tidak tahan lag?"(Inara)


"Ehem, ya, maaf? Hehehehe, Saya terbawa suasana? Emmm, seharusnya Kamu lebih sering melakukan peregangan mulai sekarang?"(Rudy)


"Eemmm yah, terimakasih"(Inara)


"Yah, sama-sama, kita kan Teman? Fufufufu"(Rudy)


"Iiihhhh! Udah ah. Saya mau mandi dan membuat sarapan juga. Kamu lanjutkan latihan yoganya sendiri saja?"(Inara)


Yang barusan itu sebenarnya Inara sedang melakukan peregangan untuk otot kakinya. Dia duduk dengan kedua kaki yang diluruskan kearah depan, kemudian dia menundukan tubuhnya hingga kepalanya mencium kedua lututnya.


Yah, seperti itu.


Dan Rudylah yang membantu menahan tubuh inara agar tetap menunduk.


(Sepertinya saat ini Author dengan sengaja membuat kalimat percakapan yang akan membuat para pembacanya berfantasy agak liar!)


Dan karna tidak tahan dengan latihan yoga, inara pun berhenti melakukannya.


Dia menggunakan mandi sebagai alasannya sekarang.


Lalu Kenapa pagi ini mereka malah berlatih yoga?


Karna tidak mau melakukan latihan fisik ala Rudy yang biasanya, pagi ini Inara meminta Rudy untuk melakukan jenis latihan yang berbeda.


Yah, latihan yang lebih cocok untuk seorang wanita.


Setelah berfikir, Akhirnya pagi ini Rudy mengajak Inara untuk melakukan gerakan yoga seperti apa yang sedang mereka lakukan itu.


Inara yang baru pertama kalinya melakukan yoga kesakitan karna badannya yang sedikit kaku.


Wajar karna selama bersama Reyzo, Inara hanya melakukan kegiatan kantoran biasa, dia dan Reyzo sama-sama tidak pernah berolah raga sama sekali.


Yah, mungkin karna Reyzo adalah orang yang berpikiran simple.


Lanjut...


Inara bergegas masuk kedalam rumah, dia meninggalkan Rudy yang saat ini masih melakukan gerakan yoga dihalaman belakang rumahnya.


"Hemmmm, latihan ini bagus juga ternyata? Yah, sepertinya saya akan menambahkan yoga di porsi latihan tetap saya. Hemmm?"(Rudy)


Rudy yang memang maniac latihan, mulai memikirkan ide-ide aneh lainnya.


Waktu pun berlanjut...


Setelah menyelesaikan latihan rutinnya, Rudy pun langsung pergi keruang makan tanpa mandi lagi.


Dimeja makan itu, Inara sudah duduk manis dan menunggu kedatangannya untuk melakukan sarapan pagi bersama.


"Emmmm, Kamu masak nasi goreng yah?"(Rudy)


Rudy bertanya pada Inara.


"Huuuuuu, jelas bukanlah? Ini adalah menu lengkap dari satu meja makan yang dirangkum dalam satu piring! Xixixixixi"(Inara)


Rudy merasa de javu setelah mendengar jawaban Inara tentang nasi goreng ini!


Yah, dia juga pernah mengatakan hal yang sama kepada Dina ketika dia memasakannya nasi goreng waktu itu.


"Eeehh, dari mana Kamu mendapatkan penjelasan tentang nasi goreng yang seperti itu?"(Rudy)


Rudy yang penasaran bertanya pada Inara.


"Niisama yang selalu mengatakannya? Kenapa memangnya? Kok Kamu kayaknya kaget begitu, Rud?"(Inara)


"Tidak apa-apa, tidak apa-apa? Saya hanya kagum saja dengan penjelasan itu. Ehem"(Rudy)


Sekarang Rudy ingat bahwa setiap kali dia memasak nasi goreng dan apabila ada orang yang bertanya saat itu, dia pasti akan selalu memberikan jawaban yang sama, Menu lengkap satu meja makan yang dirangkum dalam satu piring.


Yah, itulah yang namanya Nasi Goreng!


Karna sepiring Nasi Goreng itu terdiri dari Nasi, Sayuran, Buahan, yaitu Tomat dan Cabe, Irisan Ayam, Telur, kadang pake Sosis juga atau bisa juga diisi dengan isian lainnya, dan biasanya itu juga ada Krupuknya.


Dan Itulah yang menjadi dasar dari pemikiran Rudy tentang apa itu Nasi Goreng.


"Ehem. Tidak perlu dipikirkan, ayo kita segera sarapan?"(Rudy)


". . . ? Ok"(Inara)


Inara masih sedikit merasa janggal, tapi tetap saja mereka berdua akhirnya melanjutkan sarapan pagi ini. Sambil makan mereka juga melakukan obrolan santai sesekali dan bercanda seperti layaknya sepasang kekasih.


Bahkan setelah menghabiskan makananya, mereka berdua masih melanjutkan obrolannya dimeja makan tersebut.


"Emmmm, Inara? Apakah Kamu sudah mengemas barang-barang Kamu?"(Rudy)


"Yah, sudah semuanya"(Inara)


"Ok, karna malam ini kita akan pergi ke bagian paling selatan dari duniaini? Tempat itu nanti sangat dingin, jadi Kamu harus membawa jaket yang tebal, ok?"(Rudy)


"Malam? Bukannya Kita berangkat pagi besok, Rud? Kenapa juga harus berangkat malam-malam? Aneh?"(Inara)

__ADS_1


Mendengar perkataan Rudy, Inara pun bertanya.


"Yah, karna kita berdua akan terbang sendiri kesana tentunya?"(Rudy)


Rudy menjawabnya dengan mudah seperti biasanya.


"Eh? Emang Kamu punya pesawat sendiri? Terus apa Kamu bisa memilotinya? Jangan bercanda deh, Rud?"(Inara)


" . . . ? Pesawat apaan? Emmmmmm kita akan terbang seperti ini?"(Rudy)


Mendengar Inara yang sepertinya telah salah mengerti maksudnya, Rudy menjawab lalu dia menunjukan contoh terbangnya secara langsung pada Inara.


"Ehhhhhhhh? Apa-apaan ini? Rud? Eeehh? Berhenti, berhenti, Rudy!"(Inara)


Rudy menggunakan kekuatan psikisnya, kemudian dia menerbangkan Inara berserta kursi yang sedang didudukinya, meja makan dengan piring, gelas, sendok, garpu , dll yang masih ada diatasnya, dan juga ke 3 kursi kosong yang berada disana terbang sekitar 1 meter diudara!


Hal itu membuat Inara kaget dan berteriak agar Rudy menghentikannya!


Rudy memang pernah menunjukan kekuatan psikisnya kepada Inara.


Tapi sayangnya Inara tidak berfikir bahwa dengan kekuatan psikisnya Rudy mampu melakukan hal-hal yang jauh melebihi ekspetasinya yang paling liar!


Tapi sayangnya saat ini Author kembali berbohong demi memperbanyak jumlah kata pada setiap episodenya. Uhum.


Sebenarnya inara tidak terlalu ingat saat ketika Rudy menunjukan kekuatan psikisnya, karna dua moment ketika Rudy mengeluarkan kekuatan psikisnya adalah saat dia kaget melihat Rudy yang hanya menggunakan handuk saja dikamar, lalu saat moment haru adik-kakaknya bersama Reyzo yang diganggu oleh Rudy.


Yah, pikiran Inara lagi blank saat kedua moment itu terjadi sehingga dia tidaklah terlalu memperhatikannya.


Kemudian Rudy menjawab Inara yang saat ini telah melontarkan pertanyaan dengan sambil tetap melayang diudara itu!


"Yah, terbang seperti ini maksudnya? Fufufufufu hebat, kan? Jika kita berdua terbang seperti ini pada siang hari, akan repot nanti jika sampai dilihat orang, kan? Fufufufufu"(Rudy)


"Ya, ya, Saya mengerti! Sekarang cepat turunkan Saya! Sekarang!"(Inara)


"Ok. Fufufufufu"(Rudy)


Setelah melihat Inara yang terlihat takut dan meminta segera diturunkan, sambil tetap tertawa Rudy menurunkan inara dan kursi yang sedang didukinya itu beserta semua benda lainya.


Lalu itu semua kembali seperti pada posisinya yang semula.


"Bagaimana menurut Kamu?"(Rudy)


"Urgh, yah, meski Kamu sudah pernah menerbangkan Saya juga waktu dikamar itu, Saya masih sedikit tidak percaya bahwa itu nyata? Huuuuu"(Inara)


"Fufufufufu, Saya bahkan bisa menerbangkan Kamu beserta rumah ini, jika Kamu mau? Bagaimana? Apakah Kamu mau mencobanya?"(Rudy)


"Tidak akan! Huuuuuuuuuu. Emmm ya, apakah nanti Saya juga bisa melakukan hal seperti kamu, Rud?"(Inara)


Setelah melihat semua hal menakjubkan yang telah dilakukan oleh Rudy, Inara pun kembali bertanya apakah nanti dia juga bisa melakukan hal yang semacam ini.


"Emmmmmm? Yah, mungkin saja? Itu tergantung seberapa besar energi psikis yang akan Kamu miliki nanti? Itu sebabnya kita akan pergi lebih awal dari yang seharusnya, karna untuk satu minggu kedepan Saya akan melatih Kamu disana dan Kamu juga harus menyerap energi dari manacube untuk memperbesar kapasitas energi Roh dan juga Psikis Kamu? Ehem. Yah, Saya juga, pastinya?"(Rudy)


"Oh? Ya, ya, kalau begitu mohon bimbing Saya untuk kedepannya? Ehem, maksud Saya, latih Saya? Yah, latih Saya maksudnya?"(Inara)


" . . . ? Emmm ya, itu sudah pasti? Mau bagaimana pun kita kan Teman Ckckckckckckc(Rudy)


Setelah mengatakan itu dan tertawa mengejek, Rudy langsung berlari meninggalkan meja makan.


"Tidak ada yang mau jadi teman Kamu! Aaaaaaaaa . . . jangan lari Kamu? Dasar Rudy, awas Kamu nanti?"(Inara)


Yah, kita kan Teman?


Mungkin karena Inara ingin Rudy menganggapnya lebih dari seorang Teman?


Yah, sepertinya Inara yang masih berusia 18 tahun itu sedang berada pada masa-masa romansanya sekarang.


Apalagi hari-hari yang dia jalani bersama Rudy saat ini sangatlah menyenangkan.


Jadi, wajar saja jika Inara berharap lebih?


Yah, Rudy pun juga merasakan hal yang sama saat ini?


Itu sebabnya ia selalu mengalihkan pembicaraan setiap kali dia mulai merasakan gejolak didadanya.


Yah, saat-saat ia sedang bersama dengan Inara seperti saat ini.


Tapi Rudy terus berusaha untuk menghindarinya, dia tahu bahwa masih banyak waktu untuk dia dan inara dimasa depan nanti jadi dia tidak perlu untuk terburu-buru sekarang.


(Ket: untuk hal ini Rudy dan Saya sebagai Author dari Novel ini memiliki cara pandang yang sama. Yah, cerita Rudy dan Inara masihlah panjang dimasa depan nanti. Ehem)


Dan karna Rudy yang memang sudah jenius sejak lahir, bukan hanya dia sangat pandai untuk menilai situasi, dia bahkan jauh lebih pandai lagi dalam hal-hal mengendalikan situasi kearah yang dia inginkan!


Sehingga sampai saat ini Inara masih belum tahu perihal Rudy yang sebenarnya juga memiliki perasaan yang sama dengannya.


Lanjut kecerita...


Akhirnya saat ini?


Diruang makan yang sama?


Diwaktu yang hampir sama pula, yaitu setelah selesai sarapan pagi?


Moment yang harusnya berakhir dengan hikmat dan penuh perasaan itu hilang seketika karna aksinya Rudy.


Yah, hal ini juga pernah terjadi ketika moment dramatis penuh haru antara Inara dan Reyzo yang baru saja menjadi adik-kakak yang sebenarnya, juga pernah berakhir akibat aksinya Rudy!


Yah, sama seperti yang waktu itu.


Pada akhirnya Rudy dan Inara berakhir dengan main kejar-kejaran bersama dan saat ini mereka berdua sangatlah bahagia.


Zzzzzzzzzzzz


Rudy dan Inara ngos-ngosan setelah main kejar-kekaran, kini mereka berdua sedang berbaring diatas rumput dihalaman belakang rumahnya Rudy.


Mereka berbaring bersebelahan sambil menatap langit pagi menjelang siang yang cerah itu.


Karna Inara saat ini sedang merasa sangat bahagia, Inara pun menoleh kearah Rudy dengan kedua bola matanya yang indah, kemudian sambil merengek seperti anak kecil, Inara berkata kepada Rudy.


"Rud, Rud? Ayo kita pergi berpetualang sekarang? Tidak apa-apa juga jika ada orang yang melihat Kita terbang, kan? Hey? Rud? Rud?"(Inara)


Inara terus merengek meminta untuk segera pergi berpetualang sekarang, sambil menarik-narik lengan baju yang sedang Rudy gunakan.


Melihat Inara yang merengek, Rudy langsung menolaknya dengan tegas!

__ADS_1


"Pokoknya tidak bisa sekarang. Mengerti!"(Rudy)


Mendengar penolakan tegas dari Rudy, Inara pun kaget dan sedikit kecewa.


Dia melepaskan tangannya yang sedang mencengkram lengan bajunya Rudy.


Inara masih tetap melihat kearah Rudy, tapi sekarang kedua mata indahnya menunjukan sedikit kesedihan.


Lalu dengan agak ragu Inara bertanya kembali dengan nada yang pelan.


"Kenapa?"(Inara)


"Pokoknya tidak bisa sekarang ya tidak bisa sekarang!"(Rudy)


Rudy masih bersikeras menolak, sambil kini menatap kearah Inara dengan mata yang tajam!


Lalu Inara menjawabnya dengan suara sangat pelan.


"Ya..."(Inara)


Inara benar-benar kaget dengan sikap Rudy saat ini, dia benar-benar kecewa karna Rudy bersikap demikian hanya karna masalah sepele seperti sekarang!


Dan moment membahagiakan yang inara rasakan sebelumnya seakan runtuh seketika!


Kemudian Rudy mengalihkan pandanganya dari Inara dan kembali menatap ke arah langit.


Lalu dengan nada serius Rudy berkata.


"Paling tidak biarkan Saya untuk mandi dan ganti pakaian dulu? Setelah Saya mandi dan menganti pakaian, barulah kita berkemas dan langsung pergi berpetualang, ok? Fufufufufufu Ckckckckckck"(Rudy)


Sekarang barulah Inara ingat bahwa Rudy sepertinya memang belum mandi!


Melihat Rudy yang terus saja tertawa karna telah berhasil mempermainkannya, Inara memukul-mukul dadanya Rudy yang masih terus saja menertawakannya itu!


Lalu...


"Rudy Bakaaaaaaaaaaaa!"(Inara)


"Ckckckckkckkckckck"(Rudy)


"Baka, Baka, Baka, Baka"(Inara)


(keterangan: baka' juga bahasa dari kelaisaran Nippon yang artinya, Bodoh.)


Akhirnya setelah agak lelah, kepalanya saat ini telah bersandar didadanya Rudy dan tangannya sesekali tetap memukul dada Rudy terus terus dan akhirnya semakin memelan.


Lalu Rudy berhenti tertawa dan meletakan telapak tangan kanannya, di bagian belakang kepala Inara yang saat ini masih menempel didadanya itu.


Tangan kanan Rudy itu mengelus-elus kepala Inara, dan tangan kirinya pun telah ia rangkulkan dibahunya Inara, sekarang!


Kemudian, Rudy berkata.


"Sekarang Kita nikmati saja seperti ini? Yah? Seperti ini saja tidak apa-apa? Toh, sekarang Kita juga akan selalu bersama, kan? Jadi tidak apa-apa tetap seperti ini sekarang?"(Rudy)


"Ya . . ."(Inara)


Mendengar kata-kata Rudy, Inara merasa sangatlah bahagia saat ini!


Moment indah ini pun bertahan untuk waktu yang cukup lama.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Rudy akhirnya telah selesai mandi dan berganti pakaian, lalu dia mengunci semua pintu dan jendela rumah yang selalu jadi aset kebanggannya itu.


2 hari yang lalu Rudy juga sudah berpamitan pada Keluarganya.


Tentu saja dia juga membawa Inara, tapi moment itu tidak akan kita ceritakan sekarang.


Lalu dia juga sudah berpamitan dengan Bos Roy.


Dan yang terakhir dia berpamitan dengan Dina.


Rudy beralibi bahwa dia akan pulang bersama dengan Inara untuk membantu Reyzo diperusahaannya, dengan begitu Dina tidak akan banyak bertanya kepada Rudy.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Kita akan menjelaskan keuntungan dari menggunakan alibi ini.



perusahaan Reyzo itu terletak dikota Sakura yang merupakan ibu kota kekaisaran Nippon?



Yah, itu ada diluar negri fufufufu, dan letaknya sangat jauh.


Dan dengan alibi membantu pekerjaan Reyzo diperusahaannya, Rudy bisa pergi dalam waktu yang lama dengan aman dan damai.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Dan setelah melihat Rudy dan Inara yang semakin akrab itu, Dina pun mengembalikan kalung yang telah dititipkan oleh Rudy padanya.


Yang mana kalung itu saat ini sedang dipakai oleh Inara. Karna Rudy memang ingin memberikan sesuatu yang spesial untuk Inara, lalu dia memberikan kalung itu dengan dalih itu untuk memperkuat mana milik Inara.


Karna memang permata merah pada kalung kepemimpinan Rudy itu, adalah salah satu Crystal Mana seperti apa yang pernah disebutkan oleh Dewa Ildraiz kala itu.


Dan setelah Rudy mengujinya, permata merah pada kalung itu memiliki energi yang sama besar dengan 5 manacube.


Begitulah ceritanya.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Lanjut..


Saat ini mereka berdua yang sudah bersiap, berdiri dihalaman belakang Rumah Rudy sambil bergandengan tangan.


Dan Rudy memanglah seorang pria sejati karna saat ini dia sedang menyandang 2 tas ransel besar sekaligus.


Ransel milik dia tersandang dipunggungnya, ransel milik Inara tersandang ditubuh bagian depannya, dan untuk Inara sendiri?


Inara ada dalam genggamannya!


Yang dimaksud adalah tangan!

__ADS_1


Akhirnya Rudy membawa Inara terbang bersamanya, mereka terbang dalam kecepatan biasa agar bisa menikmati pemandangan indah dari atas, kemudian mereka berdua terus meluncur pelan kearah selatan dan memulai petualangannya.


__ADS_2