
Di dalam tenda dimana Rudy dan semua orang sedang berkemah malam ini. Saat ini semua orang telah tertidur pulas termasuk Rudy sendiri, mungkin mereka kelelahan setelah semua aktivitas yang mereka lakukan seharian ini.
Tapi didalam mimpinya, entah bagaimana Rudy telah berada ditengah pilar-pilar batu. Tidak salah lagi ini adalah Situs Reruntuhan yang sedang dia kunjungi saat ini.
Rudy yang masih bingung akan mimpinya saat ini, bertanya-tanya di dalam benaknya.
Apakah ini adalah kenyataan?
Karena saat ini dia merasa masih sadar dan bisa berfikir didalam mimpinya tersebut.
Lalu dia mencoba untuk menggerakkan tangannya. Ternyata tangannya masih merespon seperti biasa. Semua anggota tubuhnya yang lain juga masih bisa merespon seperti biasa. Tapi bagaimana bisa dia yang sedang tidur di tenda, sekarang telah berada ditengah Situs Reruntuhan.
"Ini aneh? Kenapa saya bisa berada disini, padahal saya tadi sedang tidur di tenda, kan?"(Rudy)
Rudy terus bertanya-tanya didalam benaknya, dia berniat untuk segera keluar dari area reruntuhan ini. Dia pun tidak lagi memperhatikan keadaan sekitar, karena saat ini dia sedikit panik dengan keadaan yang tengah dia alami.
Rudy bergegas menjauhi pilar-pilar batu tersebut, namun rasa paniknya itu telah menjadi kenyataan!
Yang mana saat ia mau keluar dari area situs, dia tertahan oleh sebuah penghalang tak kasat mata yang menyelimuti area ini.
Rudy berusaha menenangkan dirinya dan berbalik kembali kearah Situs tersebut, dan barulah saat ini dia menyadari bahwa di sana ada Sosok Mahluk Metafisik yang telah ia waspadai selama ini!
Sosok itu sedang berdiri didepan batu berbentuk kubus yang ada ditengah Situs tersebut. Mahluk metafisik itu berdiri menghadap kearah dimana Rudy berada saat ini.
Rudy yang merasa bahwa tidak ada pilihan selain mendekat, memberanikan diri untuk mendekatinya. Rudy ingin tahu tentang situasi macam apa yang sedang dia alami sekarang.
Kemudian Rudy melangkah lurus kearah sosok tersebut dan terus mendekat secara perlahan, tapi kemudian Rudy sedikit memicingkan matanya karena Sosok yang sekarang hanya berdiri beberapa langkah lagi didepannya, terlihat seperti sebuah lampu LED yang memancarkan cahaya putih, sehingga sangatlah menyilaukan!
Lalu...
"Maaf, Siapakah Gerangan Tuan yang Agung ini?"(Rudy)
Rudy bertanya kepada sosok itu dengan bahasa paling sopan yang dia ketahui.
"Saya hanyalah penjaga dari benda ini."(Tanpa Nama)
Sosok itu pun menjawab pertanyaan Rudy seadanya saja, sambil Dia menunjuk ke arah batu berbentuk kubus yang ada dibelakangnya.
"Maaf Tuan, maksud saya siapakah Gerangan Nama Tuan? Bolehkah saya mengetahuinya?"(Rudy)
Rudy kembali bertanya sambil sedikit melirik kearah batu yang ada dibelakang Sosok tersebut.
"Saya ILDRAIZ Dewa yang ditugaskan untuk menjaga potongan dari Mana cube ini."(Dewa Ildaraiz)
Sosok yang ternyata adalah seorang Dewa, menjawab pertanyaan Rudy dan memberitahukan nama serta tugasnya disini.
Mendengar nama dan siapa sosok tersebut, jelas membuat Rudy kaget dan dia pun langsung bergumam liar didalam pikirannya.
"Bagaimana bisa sosok ini adalah Dewa? Perkiraan terliar saya sosok ini adalah Malaikat. Karena jujur saya tidak percayai akan adanya Dewa. Kata Dewa hanya berasal dari Mitologi yang ada di dunia ini, kan?"(gumaman Rudy)
Memang Rudy sendiri tidak percaya akan adanya Dewa.
Yah, hal ini merujuk pada kepercayaan yang dia anut saat ini.
"Oh, Malaikat itu juga sebutan lain dari Mahluk seperti Saya ini?"(Dewa Ildraiz)
Dewa Ildraiz menjawab pertanyaan yang sebenarnya hanya Rudy pikirkan didalam pikirannya.
Jelas hal ini membuat Rudy kaget, sehingga dia sedikit melangkah mundur!
"Bagaimana bisa Tuan membaca isi pikiran saya?"(Rudy)
Rudy bertanya karena merasa aneh, kenapa Sosok yang menyebut dirinya Dewa ini bisa membaca pikirannya.
"Antara kamu berbicara sendiri didalam pikiran atau berbicara langsung kepada Saya, tidak ada bedanya. Karena yang berada disini sekarang hanyalah wujud psikis kamu. Atau bisa kita artikan, saat ini kamu hanya berupa bentuk kesadaran."(Dewa Ildraiz)
Bang!
Bagai disambar petir, Rudy pun menyadari tentang semua hal aneh yang tengah terjadi pada dirinya saat ini.
Masuk akal bagaimana dia yang seharusnya sedang tertidur di tenda bisa berada disini sekarang.
__ADS_1
Masuk akal juga kenapa dia tidak mampu melewati penghalang disini.
"Jadi maksud Tuan, yang berada disini sekarang hanyalah roh saya saja?"(Rudy)
Rudy kembali bertanya dan mencoba meyakinkan dirinya kembali.
"Wujudmu saat ini bukanlah Roh yang berada didalam tubuh manusiamu itu. Yang Saya panggil kesini hanyalah bentuk dari kesadaranmu. Saya tidak memiliki wewenang untuk mengeluarkan Roh Manusia dari tubuhnya."(Dewa Ildraiz)
Dewa Ildraiz kembali menjelaskan.
"Maksudnya bagaimana, Tuan?"(Rudy)
Namun Rudy kembali bertanya karena dia tidaklah mengerti tentang hal yang dijelaskan oleh Dewa Ildariz.
"Bentuk kesadaran (wujud psikis) itu hanyalah bentuk pikiran dari Roh kamu. Baiklah, Saya akan menjelaskan dengan cara yang bisa kamu pahami . . . Jika dalam wujud fisik manusia bentuk dari pikiran juga berupa bentuk fisik, dan hal itu biasa kalian sebut dengan Otak? Nah, untuk wujud Roh pada manusia, pikiran itu kami sebut dengan bentuk kesadaran atau sering disebut juga Wujud Psikis. Jadi saat ini anggap saja kamu sedang bermimpi, tapi tetap dalam keadaan yang sadar?"(Dewa Ildraiz)
"Iya Tuan saya mengerti."(Rudy)
Setelah mendengarkan penjelasan barusan, akhirnya Rudy mengerti tentang keadaannya saat ini.
Jadi wajar jika sebelumnya dia tidak mampu menembus penghalang dari area ini, padahal Rudy sangat yakin jika energy Rohnya lebih kuat dari penghalang yang ada di Situs ini.
Dewa Ildraiz terus melanjutkan penjelasannya kepada Rudy.
"Sama seperti Saya saat ini. Yang berada didepan kamu sekarang hanyalah berupa pecahan dari Wujud Psikis Saya, sedangkan Wujud Roh Utama Saya berada ditempat lain sekarang. Karena Sayalah yang ditugaskan untuk menjaga Manacube yang jumlahnya bukan hanya satu saja, Saya memecah wujud psikis saya dan menempatkannya kesemua tempat dimana Manacube ini berada"(Dewa Ildraiz)
Yah, karna Dewa Ildraiz juga termasuk golongan Mahluk Metafisik. Dia hanya memiliki wujud yang berupa Roh.bDan yang berada disini sekarang, hanya salah satu pecahan dari bentuk kesadaran nya.
(Namanya juga Dewa, jadi Dia bisa memecah kesadaran seperti itu)
"Sekarang Saya akan membawa kamu untuk menunjukan sedikit kebenaran dari dunia ini. Ikuti saja dan lihat tidak perlu bertanya karna Saya sendiri yang akan menjelaskan semua hal yang bisa Saya jelaskan untuk kamu."(Dewa Ildraiz)
"Iya Tuan"(Rudy)
Rudy menjawab dan menganggukkan kepalanya tanda dia mengerti.
Lalu...
Tanpa bersentuhan sedikitpun, dalam sekejap Dewa Ildraiz telah membawa Rudy terbang menuju ke langit. Bersama dengan Dewa Ildraiz, Rudy saat ini telah berada pada ketinggian yang tidak dapat diketahui. Mereka terus naik dengan kecepatan yang sangatlah cepat! Dan terus melesat menuju ke langit.
Tapi karna Rudy sekarang hanyalah berupa wujud psikis, dia sama sekali tidak terpengaruh meski saat ini mereka meluncur dengan kecepatan cahaya.
Begitu juga dengan pengelihatannya sekarang, dia mampu melihat sangat jauh melebihi kemampuan dari teleskop yang biasanya sering dia pakai untuk mengamati langit.
Kemudian, setelah beberapa saat mereka berdua pun berhenti. Mereka mengambang pada ketinggian yang sangatlah tinggi, melebihi semua perkiraan siapa pun yang ada di dunia ini.
Pada saat ini yang dapat Rudy lihat disekelilingnya hanyalah kegelapan tak berujung.
Tapi ada titik-titik cahaya yang sepertinya itu adalah bintang-bintang.
Lalu dia juga melihat kearah diatasnya.
Yang dia lihat tetaplah sama berupa kegelapan tak berujung yang dihiasi oleh bintang-bintang.
Sebenarnya saat ini Rudy tengah mencari-cari dimana letak keberadaan dari Matahari dan Bulan.
"Seharusnya saya saya saat ini berada di langit, tetapi dimana letak Matahari dan Bulan itu?"
Rudy tidak sengaja bergumam didalam pikirannya.
Tapi Rudy hanya mengamati area disekeliling dan diatasnya saja, dia belum melihat area yang ada bawahnya saat ini. Karna Rudy berfikir, jika dia saat ini ada diatas langit dunia, Maka dia dapat melihat Matahari dan Bulan secara lebih dekat dari sini. Tapi yang sebenarnya terjadi sekarang adalah, Rudy telah berada pada ketinggian yang jauh lebih tinggi dari perkiraan terliarnya itu.
"Coba kamu lihatlah ke arah bawah?"(Dewa Ildraiz)
Melihat kebingungan Rudy, Dewa Ildraiz pun berbicara kepadanya sambil menunjuk ke arah bawah.
Kemudian...
Rudy pun melihat kebawah sesuai perintah Dewa Ildraiz. Rudy hanya terkejut dan memperhatikan semuabhal tersebut dalam diam!
Dewa Ildraiz kembali menjelaskan.
__ADS_1
"Saat ini kita sedang berada dibagian paling tinggi dari dunia. Dibawah sana adalah dunia dimana tempat kalian semua tinggal, lalu tepat di atas kita adalah lapisan pertama dari langit itu sendiri"(Dewa Ildraiz)
Mendengar penjelasan ini, Rudy yang sedang melihat kebawah, kembali melihat ke arah atas.
Tapi apa yang dilihatnya tetap sama seperti sebelumnya, Hanya kegelapan tak berujung yang dihiasi oleh bintang-bintang.
"Apakah sekarang kamu mengerti bahwa dunia tempat kamu tinggal saat ini hanyalah sebuah kandang ditengah luasnya dunia itu sendiri. Ada tembok yang berupa Pegunungan Es dengan tinggi puluhan ribu meter yang mengelilingi dunia kamu saat ini. Pegunungan Es itu telah memisahkan dunia kalian saat ini dari dunia itu sendiri. Pegunungan Es itu terbentang ribuan kilometer luasnya sehingga udara diarea ribuan kilometer itu membeku, dan membentuk tembok udara dengan suhu sangat dingin membumbung tinggi sampai ke langit yang ada diatasnya. Karna hal itulah bagian dunia kalian saat ini benar-benar telah terpisah dari bagian sisi lain dari dunia itu sendiri."(Dewa Ildraiz)
Sosok Dewa itu terus menjelaskan perihal dunia kepada Rudy dan Rudy pun hanya mendengarkan tanpa berkata apa-apa.
Tapi Rudy terus memproses informasi dari apa yang Dewa Ildraiz jelaskan, dan juga dari apa yang dia lihat sendiri pada saat ini.
"Dunia dimana tempat kalian tinggal saat ini, hanyalah bagian tengah dari dunia besar yang sebenarnya"(Dewa Ildraiz)
"Dahulu kala sebenarnya dunia yang kalian tinggali itu tidaklah terpisah seperti sekarang. Tapi sekitar 30.000 tahun yang lalu, para manusia dan semua mahluk metafisik yang hidup bersama mereka, berdoa kepada langit untuk membuatkan sebuah tempat untuk mereka berlindung"(Dewa Ildraiz)
"Karna pada masa itu Manusia merupakan mahluk yang lemah? Kala itu dunia besar ini dipenuhi oleh binatang-binatang buas dari yang berukuran kecil hingga yang berukuran sangat besar. Mereka menyebutnya Mana Beasts Dan ada juga mahluk-mahluk metafisik ganas yang mereka sebut Demon. Pada masa itu ManaBeast dan Demon mendominasi hampir seluruh penjuru dari dunia besar ini! Mereka tersebar di daratan, hutan, lautan, dan juga berterbangan di langit memenuhi seluruh dunia tersebut."(Dewa Ildraiz)
"Berbeda dengan mahluk-mahluk metafisik di dunia kalian saat ini, Mahluk metafisik di dunia besar memiliki wujud energi yang padat layaknya wujud fisik. Karena di dunia besar kaya akan aura energi yang dulunya disebut dengan Mana."(Dewa Ildraiz)
"Sedangkan, karena dunia kalian saat ini telah terisolasi dari dunia besar, maka Mana di dunia kalian lama kelamaan habis. Itu karena Aura Mana terus dikonsumsi tanpa adanya sumber untuk menyuplainya kembali. Karena kurangnya sumber Mana itulah, mahluk metafisik di dunia kalian saat ini tidak mampu membentuk wujud padatnya."(Dewa Ildraiz)
"Mana itu sendiri mengalir seperti udara yang terus mengalir dan menyesuaikan dengan kebutuhan konsumsi yang diperlukan oleh dunia itu sendiri. Sumber Mana itu mengalir seperti udara dari pinggiran dunia yang berupa wilayah dengan kegelapan yang tak berujung sama seperti langit malam."(Dewa Ildraiz)
Sosok Dewa Ildraiz juga mejelaskan tentang sumber dari aura energi yang dahulu mereka menyebutnya Mana.
Lalu, Dia lanjut menerangkan keadaan manusia pada masa itu.
"Yang mana karna keberadaan dari Mana Beast dan Demon, membuat para manusia dan golongan mahluk metafisik yang hidup berdampingan dengan mereka kala itu hidup dalam ketakutan setiap harinya! Meskipun mereka semua tetap melakukan perlawanan, tapi pada akhirnya mereka terus terdesak kearah tengah dari dunia besar saat itu. Lalu mereka pun berdoa meminta pertolongan kepada langit terus menerus tanpa pernah lelah"(Dewa Ildraiz)
"Pada kala itu umat manusia beserta golongan mahluk metafisik yang hidup bersama mereka, telah terdesak hingga area tengah dari dunia besar, dan tidak tahu kearah mana lagi mereka harus berpindah. Kemudian, keajaiban itu pun terjadi! Jajaran Pegunungan Es Super Tinggi muncul mengelilingi wilayah pusat dunia besar tersebut. Pegunungan Es tersebut membentuk tembok pelindung alami yang menjadi tempat tinggal yang aman bagi mereka semua pada masa itu."(Dewa Ildraiz)
Dan begitulah Sosok Dewa Ildraiz terus melanjutkan penjelasannya tentang bagaimana dunia ini sebenarnya dan tentang apa yang pernah terjadi pada zaman dahulu.
"Setelah Jajaran Pegunungan Es itu muncul, barulah para manusia dan semua mahluk metafisik bisa hidup dengan sedikit ketenangan. Tapi setelah beberapa waktu berlalu, mereka kembali berdoa dan meminta kepada langit"(Dewa Ildraiz)
"Karna masih ada kelompok manusia dan mahluk lainnya yang tertinggal di luar tembok es tersebut, akhirnya salah satu golongan kami yang merupakan dewa pun diperintah untuk turun ke dunia! Golongan Kami ditugaskan untuk membuat terowongan dengan batu yang berasal dari mana yang dipadatkan, menembus pegunungan es tersebut sampai pada sisi lain yang ada diseberangnya. Karna batu itu sendiri dibuat dari Mana, maka keadaan didalam terowongan tidak akan terpengaruh oleh hawa dingin dari pegunungan es tersebut. Dan terowongan itu juga menjadi jalur untuk mengalirkan Aura Mana ke sisi pusat dunia pada kala itu."(Dewa Ildraiz)
"Batu yang dibuat dari mana itu disebut Manacube. Dan Saya sendiri yang ditugaskan untuk menjaga Manacube yang tersisa dari pembangunan terowongan sebelumnya"(Dewa Ildraiz)
"Proses evakuasi pun terus berlanjut sampai 10,000 tahun yang lalu. Itu dikarenakan bangsa Demon telah mengetahui keberadaan dari terowongan itu. Lalu dengan sisa Manacube yang ada, para manusia dan mahluk metafisik diarea pusat menutup jalur terowongan itu."(Dewa Ildraiz)
Penjelasan terus berlanjut dan Rudy masih fokus mendengarkan.
Bersambung........
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Keterangan istilah pada dunia dalam novel ini:
Dewa/Malaikat: Adalah bentuk kehidupan metafisik yang merupakan pengelola dunia dalam novel ini, mereka tinggal di atas langit.
Wujud Psikis : Adalah bentuk kesadaran/pikiran dari sebuah Roh (khusus manusia) atau Mahluk Metafisik.
Roh/Spiritual : Wujud energi kehidupan dari manusia dan semua mahluk yang memiliki Wujud fisik lainnya, Roh juga hanya berupa energi, sama seperti tubuh dari mahluk-mahluk metafisik lain.
Jadi, dalam novel ini Roh bisa dianggap sama dengan Mahluk Metafisik lain.
Energi Mana/Spiritual/Roh : Adalah partikel energi yang terkandung pada setiap unsur pada didunia itu, mana itu sendiri bisa dipadatkan.
BLackMana : Adalah partikel energi Mana yang berwana hitam karna telah tercemari oleh kegelapan dari luar dunia
Demon : Mahluk metafisik yang telah terkontaminasi oleh BlackMana.
Mana Beast : Semua binatang dan Tumbuhan yang juga telah terkontaminasi oleh BlackMana.
Manacube : Bentuk lain dari mana yang dipadatkan, di dunia dalam novel ini ada berbagai bentuk mana padat lainnya yang mungkin akan dijelaskan disesi berikutnya.
Yah, misteri dunia kecil tempat Rudy hidup saat ini mulai terpecahkan, akan tetapi dunia yang mungkin jauh lebih besar telah menanti didepannya.
Ingin tahu bagaimana kelanjutannya?
__ADS_1
Maka dukung terus novel ini agar penulis lebih semangat merangkai cerita selanjutnya dari Rudy.