
Ketika Julia marah marah dan emosi setelah melihat langsung penghianatan Arga padanya, Andre mendekatinya dan langsung mengajaknya untuk pergi dari sana.
" Jul kita pergi dari sini" ajak Andre.
" Aku benci sama kamu Ga, tega teganya kamu menghianatiku. Aku benci sama kamu, benci"
Andre mengajak paksa Julia untuk pergi dari sana, karna Julia tak henti hentinya marah pada Arga. Andre mengajak Julia pergi ke belakang hotel. Mereka duduk di bawah pohon. Andre sudah kebingungan melihat Julia tak henti hentinya menangis.
" Sudah dong Jul, jangan menangis terus" pinta Andre yang sudah mulai prustasi dengan Julia. Bukannya berhenti, Julia malah menangis deras sambil merengek rengek.
" Teganya kamu menghianatiku padahal aku sayang banget sama kamu"
" Sudah dihianati masih bilang sayang" ucap Andre sedikit meledek. Hingga Julia menangis semakin keras mendengar ledekan dari Andre.
"Duh ko nangisnya makin keras sih, kalau dilihat orang kan malu, dikiranya aku ngapa ngapain Julia. Aduh Jul, udah dong nangisnya, malu di lihat orang, lagian ngapain sih nangisin cowok br* * * ** k itu" gumam Andre dalam hati.
" Jul, udah dong jangan nangis terus"
" Tolong tinggalin aku sendiri, ku mohon" pinta Julia.
Andre pun terdiam.
" Ya sudah aku pergi, tapi kamu baik baik ya, jangan berbuat yang aneh aneh", kalau ada apa apa hubungi aku"
Andre pun pergi ke kamar hotel.
" Dasar cewek, bisanya cuma nangis" gerutu Andre.
Julia terus saja menangis, ia sangat kecewa pada Arga.
" Sebenarnya apa kesalahanku, hingga Arga tega menghianatiku"
* * * * * *
Sementara dengan Lusi yang berada di Jakarta. Ketika ia di kantor bersama Hani dan Wisnu.
" Kira kira Julia lagi ngapain ya di kota x?" ucap Lusi.
" Mereka itu sedang memperjuangkan nasib kita dan perusahaan" jawab Wisnu.
" Mudah mudahan mereka berhasil mendapatkan gosip tentang Dara, kalau nggak, gimana sama nasib kerjaan kita"
__ADS_1
" Ngapain sih kalian mengeluh dan khawatir begitu, tenang aja kali, disana kan ada Andre, pasti dia berhasil" ucap Hani dengan santainya.
" ltulah yang kita harapkan"
Tiba tiba bu Luna datang.
" Siang bu" sapa mereka.
" Siang, apa ada kabar tentang Julia dan Andre?" tanya bu Luna.
" Belum bu, sejak tadi pagi mereka belum memberi kami kabar, saya hubungi Julia, hp nya tidak aktip begitupun dengan Andre" ucap Wisnu.
Bu Luna pun terdiam kebingungan, ada rasa khawatir dalam hatinya.
" Ya sudah, kalau ada kabar dari mereka, tolong kalian segera hubungi saya" pinta bu Luna.
" Baik bu"
Bu Luna pun pergi keruangannya pak Surya.
"Apa yang terjadi dengan Andre dan Julia. Kenapa mereka belum menghubungi perusahaan, mereka membuatku khawatir saja" gumam bu Luna dalam hati.
" Hp mereka tidak aktif, ko bisa sih?, jangan jangan mereka janjian matiin hp, dan bersenang senang disana" ucap Hani sedikit takut.
" Udah udah jangan ribut, kita do'ain saja mudah mudahan gak terjadi apa apa sama mereka" ucap Wisnu.
* * * * *
Sementara dengan Andre yang sedang berada di kamar hotel, ia kebingungan melihat hp nya rusak.
" Duuh, pake rusak segala lagi, padahal aku belum memberikan kabar ke Jakarta, pasti mereka di sana sangat cemas" gumam Andre.
Tiba tiba Andre teringat dengan Julia.
" Ya ampun Julia. Aku sampai lupa sama dia, udah sore begini ko dia belum pulang"
Andre pun pergi keluar hotel untuk mencari Julia.
" Ya ampun Julia kemana sih, bukannya tadi dia ada disini" gumam Andre.
Tiba tiba Andre teringat dengan Arga.
__ADS_1
" Arga!, gawat"
Andre bergegas mencari Julia ke pantai. Tiba tiba ia di kejutkan melihat Julia sedang marah marah pada Arga.
" Kayanya aku terlambat lagi. Duuh ini perempuan nyusahin banget" gerutu Andre.
" Ga, jelasin sama aku kenapa kamu bisa selingkuh, apa salah dan kekuranganku hingga kamu tega menghianatiku. Ngomong dong ga, aku akan percaya kalau kamu yang ngomong sendiri" ucap Julia.
" Maafkan aku Julia aku memang berselingkuh di belakangmu" ucap Arga tegas. Darah Julia seakan mendidih, dengan marahnya ia langsung menampar wajahnya Arga.
" Tega kamu Arga, sekarang bilang sama aku, apa kesalahanku sampai kamu tega berbuat seperti itu padaku"
" Dengar ya Julia, kita sudah tidak cocok. Jujur ya, sejak pertama kita pacaran, kita itu memang gak pernah cocok, kamu selalu mentingin pekerjaan kamu dari pada aku, lagian aku sudah bosan sama kamu, kamu itu munafik, jangankan menyentuhmu sekedar menciumu saja kamu tidak mau" gerutu Arga.
Mata Julia sudah mulai berkaca kaca
" Kenapa baru sekarang kamu bilang seperti itu, kenapa gak dari dulu kamu gak ngerasa cocok sama aku" ucap Julia emosi.
" Aku nunggu waktu yang tepat, kukira kamu akan berubah, tapi nyatanya tidak. Tasya itu lebih baik dari kamu, dia lebih cantik, lebih sexy lebih pintar dan lebih menarik. Bahkan dia itu lebih lebih segalanya dari kamu. Karna sekarang kamu sudah tau semuanya, maka mulai saat ini aku jelasin sama kamu, kita PUTUS" ucap Arga menjelaskan.
Julia terkejut dan sangat marah sekali.
" Sebelum kata kata itu keluar dari mulutmu, aku sudah tidak sudi lagi pacaran sama kamu. Ngerti?" ucap Julia sinis.
" Ok, mulai saat ini kita tidak ada hubungan apa apa lagi" ucap Arga sinis juga. Dengan kesalnya Arga pergi meninggalkan Julia. Seketika Julia langsung menangis, ia benar benar kecewa dengan semuanya.
" Kenapa semua ini terjadi padaku"
Perlahan Andre pun mendekati Julia.
" Julia" panggil Andre. Seketika Julia langsung menghapus air matanya.
" Kamu gak apa apa kan Jul? "tanya Andre cemas.
" Kamu gak usah pura pura, kamu seneng kan lihat aku kaya gini. Jadi kamu gak ada saingan lagi kan?" ucap Julia sedikit sinis.
Andre pun terkejut dengan perkataan rekan kerjanya itu.
" Aku itu kasian sama kamu Jul, kukira kamu pintar, tapi ternyata kamu bodoh, kamu gak bisa ngebedain mana yang namanya sahabat dan mana yang namanya musuh"
Dengan kesalnya Andre langsung meninggalkan Julia. Hingga Julia semakin kebingungan.
__ADS_1
" Apa aku ini bodaoh seperti yang di katakan Andre. Aku bodoh karna aku mau aja dimainin cowok, kasihan banget sih aku, teganya dia menyakitiku, dan teganya dia membanding bandingkanku dengan perempuan lain. Karir ku hancur, kenapa kisah cintaku pun ikut ikutan hancur, sungguh malang nasibmu Julia, menyedihkan sekali" ucap Julia. Julia tak kuasa menahan kekecewaannya, ia duduk di tepi pantai sambil menatap deburan ombak.
" Kenapa aku mengalami patah hati seperti ini, kalau mas lvan sama mas Bayu tau, mereka pasti menertawakanku"