
Keesokan harinya. Julia sedang asik membersihkan diri di kamar mandi, ia membiarkan air membasahi seluruh tubuhnya. la berharap semua masalahnya akan ikut mengalir jauh seperti air yang ada di dalam kamar mandinya.
" Semoga hari ini lebih baik dari kemarin. Dan untukmu Andre, bersiap siaplah kau pergi jauh dari hidupku, aku membencimu, sangat, membencimu"
Setelah selesai membersihkan diri, Julia keluar menggunakan handuk sambil mengeringkan rambutnya dengan handuk kecil. Tiba tiba Ponselnya berbunyi, tertulis nama Arga di ponselnya.
" Hallo ga" ucap Julia yang masih menggosok gosokan handuk kerambutnya.
" Heei sayang lagi ngapain nih?" tanya Arga sok perhatian.
" Aku baru saja selesai mandi"
" Jul, besok aku gak bisa jemput kamu ya maaf" ucap Arga santai. Hingga Julia mengerucutkan bibirnya.
" Loh kenapa?, bukannya kamu sudah janji mau jemput aku. Kitakan mau jalan jalan seperti yang sudah kita rencanakan sebelumnya" ucap Julia sedikit kecewa.
" Tapi aku besok ada urusan penting, dan tidak bisa untuk kutinggal, tidak apa apakan maaf"
" Ya sudah tidak apa apa"
Julia menutup sambungan teleponnya, lalu membantingnya ke kasur.
" Udah si cowok Andre yang bikin kesel mulu, ini lagi punya pacar malah ikut ikutan ngeselin. ingin rasanya aku menendang kedua laki laki itu hingga nyangkut di atas monas" gerutu Julia.
Saat Julia baru saja sampai di kantor, tiba tiba Lusi menghampirinya.
" Pagi Julia, sudah bikin sampul untuk tabloid kita?" tanya Lusi yang kini ikut berjalan menuju ruangan mereka. Seketika Julia terkejut dan langsung memejamkan mata, ia pun menutupi wajahnya dengan kedua tangannya.
" Duh aku lupa, gimana nih. Julia kau memang bodoh sekali, dari kemarin pikiranku kacau balau hingga aku tidak konsen dan melupakan semua pekerjaanku. Dasar Julia bodoh bodoh" Julia mengutuki dirinya sendiri. Tiba tiba Hani menghampiri mereka dengan gaya sinisnya.
" Kamu kalau kerja yang niat dong, tugas ko sampai lupa. Untung ada Andre yang selalu datang tepat waktu" ucap Hani sinis. Hani pun dengan cueknya pergi meninggalkan mereka. Julia hanya mendengus kesal dengan ucapannya Hani, namun yang dikatakan Hani memang benar adanya.
" Andre lagi Andre lagi, sampai kapan dia akan membuatku bodoh" gerutu Julia.
__ADS_1
" Kau tenang saja Jul. Suatu saat kau pasti bisa sepintar Andre" Lusi mencoba menenangkan. Tiba tiba Andre datang dan ikut bicara.
" Sampai kau bisa mengalahkanku" ucap Andre dengan santainya. Dengan kesalnya Julia mendekati Andre yang berdiri tidak jauh dari posisinya.
" Dengar ya Dre, aku yakin suatu saat nanti aku bisa mengalahkanmu" ucap Julia penuh keyakinan. Setelah berkata seperti itu Julia dan Lusi langsung pergi. Andre hanya tersenyum senyum saja mendengar ucapannya Julia si cewek jutek.
Julia pergi keruangannya pak Surya. di depan pintu ia malah berdiri mematung. Ada rasa ragu dalam dirinya.
" Mudah mudahan pak Surya tidak marah dan mau memaafkan kesalahanku" gumam Julia. Perlahan ia mengetuk pintu.
Tok tok tok.
" Masuk" pinta pak Surya. Perlahan Julia pun masuk keruangan bosnya itu. la merasa heran dan bingung melihat bu Luna menangis dan langsung pergi setelah kedatangannya.
" Duduk Jul" pinta pak Surya. Dengan kebingunganpun Julia duduk di hadapan pak Surya di ruang kerjanya.
" Saya minta maaf pak atas semua kegagalan saya, yang tak bisa menjalankan tugas tugas yang bapak berikan pada saya" ucap Julia sambil menundukan wajahnya, ia benar benar mengaku kalah.
" Tidak apa apa Jul. Lagian kalaupun itu selesai, semua akan percuma, karna minggu depan tabloid kita tidak akan terbit lagi." ucap pak Surya menegaskan. Julia terdiam kebingungan. la tak mengerti dengan ucapan bosnya itu.
" Tabloid kita dalam masalah. Pak herman ingin mencabut infestasi di perusahaan kita, karna tabloid yang kita keluarkan mengalami penurunan rating secara drastis"
" Maksudnya perusahaan kita akan bangkrut?" tanya Julia menerka nerka.
" Hmmm, tabloid kita terancam bangkrut"
Julia pun terkejut mendengarnya. la hampir tak percaya dengan apa yang di ucapkan oleh bosnya itu.
" Lalu apa yang harus kita lakukan pak?" tanya Julia.
" Saya tidak tau, kita tunggu saja keputusannya pak Herman pemilik saham terbesar di perusahaan ini" ucap pak Surya menegaskan. Tiba tiba Hani datang keruangannya pak Surya.
"Permisi pak, ada pak Herman yang ingin bertemu bapak di depan" ucap Hani.
__ADS_1
Pak Surya pun langsung terdiam kebingungan.
" Suruh dia masuk" pinta pak Surya.
" Baik pak" ucap Hani sambil berlalu pergi menemui pak Herman. Julia pun menatap pak Surya yang kini sedang kebingungan.
" Sebenarnya apa yang akan terjadi dengan perusahaan ini, apa mungkin pengabdianku pada Tabloid hitam putih akan berhenti sampai disini" gumam Julia dalam hati.
" Saya permisi pak" ucap Julia sambil berlalu pergi. Pak Surya hanya mengangguk saja, pikirannya sedang tak karuan memikirkan perusahaannya.
Saat pak Herman berada di ruangannya pak Surya. Hani pun ikut menemani selaku sekertarisnya pak Surya.
" Selamat siang pak Surya" sapa pak Herman.
" Siang pak, silahkan duduk" ucap pak Surya mempersilahkan.
" Sepertinya anda sudah tau dengan tujuan saya datang jemari" ucap pak Herman yakin. Seketika pak Surya langsung terdiam.
" Apapun keputusan bapak, saya harap inilah yang terbaik, tapi saya berharap bapak bisa memberi saya kesempatan sekali lagi untuk memperbaiki semuanya"
" Saya sudah tidak percaya lagi dengan perusahaannya pak Surya. Tabloid hitam putih sudah ketinggalan gosip gosip terbaru di era pertelevisian. Lebih tepatnya tabloid hitam putih sudah tidak menarik peminatnya lagi" tutur pak Herman menegaskan.
" Tapi pak saya mohon jangan tutup perusahaan kami, bagaimana dengan nasib semua karyawan disini?, saya janji kalau kami diberi kesempatan, kami akan memberikan perubahan yang lebih baik lagi" ucap pak Surya penuh harap. Pak Herman pun terdiam dan mulai menimbang nimbang keputusannya.
" Baik saya akan beri kesempatan, Jika tabloid hitam putih bisa menunjukan perubahan yang lebih baik dan menarik lagi, saya tidak akan menutup perusahan tabloid ini" tegas pak Herman meyakinkan. pak Surya dan Hani pun tersenyum, mereka merasa lega dengan keputusan yang di berikan pak Herman.
" Gosip yang sedang panas dan tenar saat ini adalah gosip tentang kehamilannya Dara Amelia penyanyi sekaligus pesinetron yang di puncak kepopuleran. Tak ada seorangpun yang tau kisah di balik tentang kehamilannya. Dan saya ingin tabloid kalianlah yang pertama mengungkap kisah dibalik kehamilannya Dara. Saya yakin, tabloid hitam putih ini akan sukses dipasaran. Dan tentu saja saya tidak akan menutup perusahaan kalian. Tapi saya cuma memberi waktu kalian hanya dua minggu. Selama dua minggu itu kalian harus bisa mengungkap kehidupannya Dara Amelia. Tapi kalau lewat dari dua minggu, maaf saya harus menutup perusahaan ini" tutur pak Herman menjelaskan.
" Terima kasih pak atas kesempatan yang bapak berikan kepada kami, Kami akan berusaha mengungkap pakta tentang kehamilannya Dara Amelia. Selama dua minggu ini kami akan berusaha semaksimal mungkin"
" Baik saya tunggu dua minggu lagi" ucap Pak Herman.
" Terima kasih pak"
__ADS_1
Pak Surya dan pak Herman pun bersalaman. Pak Herman menyuruh mengungkap tentang Dara, karna Dara adalah mantan pacarnya yang belum lama ini memutuskannya.