
Kini Julia sudah berada di depan pintu ruangannya pak Surya. Perlahan ia pun mengetuk pintu.
Tok tok tok
Julia membuka sedikit pintu ruangan bosnya itu.
" Permisi pak"
" Masuk Jul" pinta pak Surya yang kini sedang duduk bersama istrinya yang bernama ibu Luna.
" Duduk Jul" pinta ibu Luna sambil tersenyum.
" Terima kasih bu" Julia pun duduk di hadapan mereka.
" Julia, tabloid kita semakin hari semakin redup, saya tidak tau harus berbuat apa. lntinya adalah di hotel x ada Dara Amelia, artis papan atas yang namanya semakin hari semakin melejit di dunia pertelevisian. Kamu datang kesana dan dapatkan data data tentangnya, mungkin kalau kamu berhasil, tabloid kita akan di kenal kembali. Karna Dara Amelia sekarang sedang di buru oleh setiap media karna gosipnya yang kini sedang hot di perbincangkan" tutur pak Surya menjelaskan.
Juli pun mengangguk.
" Baik pak, saya akan berusaha semaksimal mungkin" ucap Julia menegaskan.
" Saya mohon kamu harus berhasil" pinta pak Surya penuh harap.
" Akan saya usahakan pak"
Setelah beberapa lama pak Surya menjelaskan, Julia pun permisi keluar.
" Saya permisi pak"
Pak Surya pun mengangguk pelan. Julia pun berdiri untuk keluar, baru saja beberapa langkah, Julia melihat bu Luna menatapnya sedih.
" Semoga berhasil" ucap bu Luna memberi semangat pada karyawannya itu. Julia mengangguk sambil tersenyum.
Saat Julia sedang mengendarai mobil, ia terus kepikiran dengan tatapan sedih bu Luna.
__ADS_1
" Sepertinya terjadi sesuatu, apa yang sebenarnya terjadi dengan tabloid Hitam Putih. apa perusahaan ini ada masalah?" Julia terus menerka nerka.
* * * * * *
Sementara dengan Andre, Hani dan Wisnu yang sedang makan di sebuah restoran. Hani benar benar perhatian pada Andre, meskipun Andre nampak cuek cuek saja.
" Dre, mau wortelnya?, kamu kan paling suka makan wortel" ucap Hani sambil mengambilkan wortel kepiringnya Andre.
" Eh jangan Dre, kamu kan alergi sama wortel" ucap Wisnu, membuat Hani mendengus kesal padanya.
" Dre, nih minum jus jeruknya, seger loh" Hani pun mendekatkan jus jeruk itu kehadapannya Andre.
" Andre gak suka sama jus jeruk, dia sukanya jus tomat, ia kan Dre?, jadi jus jeruknya buat aku saja" tanpa tau malu Wisnu pun meminum jus jeruk itu. Membuat Hani semakin kesal padanya.
" Kenapa sih kamu Wisnu, dari tadi rese banget tau gak, ikut campur aja. Udah akh aku mau pulang, Dre kita pulang bareng ya" pinta Hani yang kini semakin kesal pada Wisnu.
"Dre bisakan kamu nemenin aku balik lagi ke kantor, kebetulan ada barang yang ketinggalan" pinta Wisnu yang sengaja agar Andre tidak ikut dengan Hani. Hani pun semakin kesal pada Wisnu.
" Udah deh, kenapa sih kalau ketemu Hani, kau selalu membuatnya marah, katanya kau cinta padanya" tutur Andre. Namun Wisnu malah tersenyum senyum.
* * * * * *
Malam pun tiba. Julia pun bersiap siap untuk pergi ke hotel x dimana Dara Amelia berada disana. Setelah sampai di hotel itu. Perlahan ia masuk kesana. la sempat kebingungan karna disana banyak sekali wartawan dan wartawati yang meliput Dara Amelia artis yang sedang tenar.
"Ya ampun banyak sekali wartawan yang akan meliput, bagaimana aku bisa mewawancarainya secara pribadi" gumam Julia.
Mau tidak mau Julia pun berdesak desakan untuk menemui Dara yang di kabarkan tengah hamil tanpa suami. Saat Dara keluar dari sebuah ruangan, wartawan sudah mulai ramai untuk mewawancarai Dara Amelia sang artis tenar. Semua melempar partanyaan membuat Dara kebingungan.
" Mba Dara, apa benar mba Dara sedang hamil?"
" Mba Dara, siapa laki laki yang telah menghamili mba Dara?"
" Kenapa dia tidak mau bertanggung jawab?"
__ADS_1
" Jawab kami mba?"
" Apa anda menikah diam diam?"
Bertubi tubi pertanyaan di lemparkan pada Dara. Namun Dara tidak menanggapi semua pertanyaan pertanyaan dari wartawan. Dengan santainya ia masuk kedalam mobil. Dari kejauhan Andre memotret suasana disana, wartawan dan Dara di hotel itu.
Semua wartawan kecewa karna Dara tak mengucapkan sepatah katapun. Dengan kesal dan kecewanya Julia pergi dari hotel itu.
" Sudah jauh jauh datang kesini gak dapet hasil apa apa, sungguh menyebalkan" gerutu Julia.
Tiba tiba Andre yang kini ada di belakangnya ikut bicara setelah mendengar ocehannya Julia.
" Kamu itu gak niat wawancara, yang ada diotak kamu cuma ada, gimana caranya kamu bisa ngalahin aku, kamu terlalu berambisi bagaimana caranya kamu mengalahkanku" ucap Andre tiba tiba membuat Julia terdiam kesal meskipun yang di ucapkan Andre memang benar adanya.
" Kalau ia memang kenapa?, apa kamu mau menertawakanku karna selama ini aku memang selalu kalah sama kamu" ucap Julia sedikit sinis. Andre pun sedikit kesal mendengar perkataannya Julia.
"Pikiran kamu itu pendek ya, kamu selalu menilai sesuatu tanpa pemikiran dulu. Pantas saja selama ini kamu tidak pernah berhasil menjalankan tugas kamu" ucap Andre.
" Lama lama kamu itu nyebelin juga ya" ucap Julia yang kini sudah terbawa emosi.
" Terserah, asal kamu tau saja, jika ingin menjadi wartawan terbaik, yang diperlukan bukan cuma bakat tapi juga perasaan. Lihat saja tadi, yang di butuhkan Dara itu ketenangan bukan keramaian seperti tadi. Dia perempuan dan kamu juga perempuan, seharusnya kamu mengerti gimana perasaannya sekarang. Dia itu hamil tanpa suami, dia tidak akan menyebarkan aibnya sendiri di depan publik" tutur Andre yang kini pergi begitu saja meninggalkan Julia. Julia diam tak berkutik, apa yang dikatakan Andre memang benar.
"Andre benar, aku memang bodoh, aku terlalu berambisi untuk mengalahkannya. Andre yang laki laki saja tau bagaimana perasaan perempuan. Kamu memang bodoh Julia. Apa yang harus aku katakan pada pak Surya dan bu Luna kalau wawancaranya gagal, padahal mereka sangat berharap sekali padaku"
Julia pun masuk kedalam mobil ia terus merenung akan kegagalannya. Sudah beberapa kali ia mengutuki dirinya sendiri yang telah gagal menjalankan tugasnya.
Sementara Andre yang kini sedang mengendarai mobil menuju apartemennya, ia sedikit kesal pada Julia.
"Dasar cewek, bisanya marah dan mau menang sendiri saja, sikapnya yang jutek dan sedikit kasar yang membuatnya selalu bikin aku sedikit kesal dan kurang menyukainya. Andre pun berhenti di lampu merah. Ia melihat seorang laki laki yang sedang bermesraan di dalam mobil yang ada di sebelahnya.
"Memalukan sekali" gerutu Andre yang tak suka dengan sikap pasangan muda mudi yang sedang bermesraan itu. Namun tiba tiba ia terdiam saat melihat wajah laki laki yang sedang bermesraan itu.
" Sepertinya aku mengenalnya, laki laki itu seperti pacarnya Julia, tapi siapa perempuan itu, dia sepertinya bukan Julia, apa pacarnya Julia selingkuh?"
__ADS_1