Terjadi Sesuatu

Terjadi Sesuatu
Bercerita


__ADS_3

Setelah urusan di kantor selesai, Julia pun pulang ke rumahnya. Saat sampai di depan rumahnya, tiba tiba Julia menangis saat menatap rumah keluarganya itu, ia tidak menyangka dengan berbagai kejadian di kota x, dari mulai kecelakaan pesawat, kecelakaan mobil dan bencana alam, Julia masih tidak percaya kalau ia masih bisa pulang ke rumahnya. Saat Julia akan masuk ke rumah, tiba tiba pintu rumah terbuka, ia melihat Bayu dan Ivan keluar rumah dengan membawa tas ransel masing masing. Mereka akan pergi menyusul Julia dan Andre ke kota x. Mereka nampak terkejut saat melihat Julia berdiri di depan rumah.


" Julia" teriak Ivan dan Bayu. Julia pun tersenyum. Seketika Ivan dan Bayu langsung berlari memeluk Julia. Ada tangis bahagia saat melihat adik bungsu mereka telah kembali.


" Julia kamu baik baik sajakan?" tanya Bayu sambil membulak balikan badannya Julia takut adiknya itu terluka.


" Aku baik baik saja mas" jawab Julia sambil terisak.


" Kita sangat khawatir sama kamu, tadinya sekarang kita mau nyusulin kamu ke kota x" ucap Ivan sambil membelai lembut kepalanya Julia.


" Mah, mama, Julia pulang" teriak Bayu. Setelah mendengar teriakan Bayu, bu Ratih pun berlari keluar untuk menghampiri mereka. Ia nampak terkejut melihat putri kesayangannya telah pulang.


" Julia" bu Ratih langsung memeluk Julia.


" Kamu gak apa apa kan sayang, mama sangat khawatir sama kamu" ucap bu Ratih sambil membelai pipinya Julia yang basah karna air mata.


" Aku baik baik saja mah"


" Tadinya kakak kakak kamu mau mencarimu ke kota x, untung saja kamu sudah pulang. Kita disini cemas sama kamu sayang" tutur bu Ratih.


" Ayo Jul masuk dulu, sepertinya kamu nampak lelah" ucap Bayu. Mereka belum sempat menanyakan apa yang terjadi di perjalanan mereka, karna mereka kasihan melihat Julia yang begitu nampak kelelahan.


" Kamu mandi dulu ya sayang, setelah itu istirahat, biar capekmu hilang, nanti kalau kamu sudah siap kamu cerita ya sama kita, cerita tentang perjalananmu menemui Dara"


Julia pun mengangguk dan langsung berjalan menuju kamarnya sambil di dampingi oleh mamanya.

__ADS_1


" Kamu bersihkan dulu tubuh kamu, mama mau siapin dulu makanan buat kamu" ucap bu Ratih. Julia hanya mengangguk saja. Di dalam kamar mandi Julia menangis saat ia teringat dengan Andre.


"Dre, sekarang kamu dimana, apa kamu selamat dari bencana itu?. Maafkan aku yang tidak setia kawan ini, tidak ada maksudku untuk meninggalkanmu disana. Maafkan aku Dre"


Setelah selesai membersihkan diri Julia pun membaringkan tubuhnya ke atas tempat tidurnya. Air mata masih mengalir di pelupuk matanya. Saat bu Ratih masuk ke kamar Julia, ia terdiam saat melihat putrinya itu menangis.


" Sayang kenapa kamu menangis?" tanya bu Ratih. Julia langsung memeluk mamanya.


" Andre mah"


" Kenapa sama Andre?" tanya bu Ratih. Julia hanya menangis saja dan menundukan kepalanya.


" Ya sudah kalau kamu belum siap untuk bercerita, sebaiknya kamu makan dulu, setelah itu kamu istirahat" ucap bu Ratih. Setelah makan Julia pun tertidur karna badannya sudah berasa pegal pegal dan ada luka di tangannya bekas terjatuhi batu batuan di pegunungan itu.


" Mama, mas Bayu, mas Ivan" ucap Julia heran. Mereka pun duduk di tempat tidurnya Julia siap mendengarkan cerita perjalanannya Julia.


" Kamu sudah siap untuk bercerita?" tanya bu Ratih, Julia pun mengangguk.


" Saat pertama aku datang ke propinsi A, kami menginap di sebuah hotel, keesokan harinya saat kami akan melanjutkan perjalanan kembali, ternyata penerbangan ditunda dalam dua hari karna cuaca di sana sangat buruk" tutur Julia.


" Lalu?"


" Aku dan Andre terpaksa menginap kembali di hotel itu selama dua hari kedepan. Dan tidak disangka sangka, aku bertemu dengan Arga yang sedang liburan bersama selingkuhannya.


" Jadi si Arga yang b * * o itu punya pacar baru?" tanya Bayu. Julia pun menganggukan kepalanya.

__ADS_1


" Apaaa, kurang ajar si Arga itu" ucap Bayu kesal dan marah pada mantan pacarnya Julia.


" Kalau nanti aku bertemu dengannya akan kubuat dia menjadi daging cincang" ucap Ivan tak kalah kesalnya.


" Kami disana putus" ucap Julia.


" Bagus, itu keputusan yang bijak" ucap Bayu. Julia pun menceritakan kembali perjalanannya.


" Setelah dua hari terlewati di hotel itu, kami pun melanjutkan perjalanan dengan menaiki pesawat B. Namun naas belum juga pesawat terbang tinggi, pesawat itu tergelincir hingga jatuh ke permukaan laut, dan untungnya aku dan Andre masih bisa selamat, kami menepi di sebuah pulau kecil di tengah laut bersama penumpang penumpang yang lain. Aku tidak sengaja terjatuh dan bergelantungan di tepi jurang, hingga Andre yang menolongku, namun sial, kapal penyelamat yang datang tidak bisa menungguku yang saat itu hampir terjatuh ke jurang hingga akhirnya kami tertinggal di pulau itu, kami menginap disana sampai esok hari"


" Bagaimana kamu bisa keluar dari pulau itu?" tanya Ivan.


" Aku di tolong oleh nelaian yang sedang mencari ikan.


" Kami pun melanjutkan perjalanan dengan menaiki bus, Setelah turun dari bus itu, kami menumpang pada sebuah mobil yang lewat, lalu kami menumpang kembali pada mobil sayuran, dan naasnya mobil itu pun kecelakaan, hingga mobil itu masuk jurang, untung saja kami bisa keluar sebelum mobil itu terjatuh. " tutur Julia.


" Terus"


" Setelah kami sampai di perkampungan kecil, kami melihat fila tempat tinggalnya Dara disana. Seketika kami langsung mendatangi fila itu. Awalnya kami mendapatkan penolakan, namun akhirnya Dara mau di wawancarai. Setelah berhasil mendapatkan berita itu kami pun pamit pulang, namun di perjalanan tiba tiba saja terjadi gempa. Setelah kami bangun tidur, daerah itu nampak berkabut dan berasap tebal yang berasal dari gunung itu, ternyata gunung itu meletus, bebatuan dan lahar, berjatuhan dan mengalir ke daerah itu hingga kami mau tidak mau harus meninggalkan daerah itu. Namun saat aku terjatuh dan hampir saja terjatuhi batu besar, tiba tiba Andre menolongku dan akhirnya dialah yang terluka, kakinya terluka parah, saat aku mau menolongnya, sayangnya sangat sulit, luka dikakinya Andre sangat begitu parah hingga ia tak bisa berjalan bahkan berdiripun ia tidak bisa. Hingga Andre menyuruhku untuk pergi"


" Kau pergi meninggalkan Andre disana?" tanya bu Ratih. Julia pun mengangguk.


" Awalnya aku tidak mau, namun karna Andre memaksa, akhirnya dengan terpaksa aku meninggalkannya di sana" ucap Julia dengan isak tangisnya.


" Kau jangan sedih, do'akan saja Andre baik baik saja dan bisa cepat pulang ke Jakarta"

__ADS_1


__ADS_2