
Ketika Andre menemui Julia di tempat semula, ia pun terkejut karna Julia tidak ada disana. Sementara Julia masih menggelantung di akar pohon sambil menggigit buku diarinya agar buku itu tak jatuh.
" Jul Julia, kamu dimana?, ada kapal yang akan menjemput kita kesini" ucap Andre sedikit berteriak. Julia ingin menjawab teriakan Andre, namun mulutnya kini sedang menggigit buku diari pemberian papanya.
" Dre, tolong aku Dre, aku ada di bawah" batin Julia. Karna andre tak menemukan rekan kerjanya itu, ia pun mencari ketempat lain, namun Julia tak kunjung kunjung ketemu, hingga Andre berfikir kalau Julia kini telah bergabung dengan yang lain.
Kapal air yang menolong mereka pun kini telah tiba, sebagian para relawan sudah sigap membawa para korban memasuki kapal. Andre pun masuk kedalam kapal itu sambil mencari cari Julia.
" Seluruh penumpang dan dan para petugas yang ada di pesawat itu semuanya berjumlah 112 orang sudah termasuk pilot dan pramugari, yang di temukan di dalam pesawat sebanyak 48 orang dan disini ada 63 orang jadi jumlahnya ada 111 orang, lalu satu orang lagi kemana?" tutur salah satu tim penyelamat. Andre pun terdiam mendengar ucapan salah satu tim penyelamat itu.
Saat kapal air itu akan melaju, tiba tiba Andre cemas akan Julia, karna sedari tadi dicari tidak di temukan.
" Tunggu, teman saya belum naik" ucap Andre sedikit panik.
" Dimana dia?, kita sedang buru buru, para korban harus segera mendapat tindakan perawatan" ucap salah satu tim.
" Tunggu sebentar, saya akan mencarinya" ucap Andre.
" Terlambat, lihat para korban korban itu, mereka semua terluka parah, mereka harus segera mendapatkan bantuan medis. Kami tidak mau menanggung resiko, lebih baik kehilangan satu orang dari pada kehilangan puluhan orang" jawab salah satu tim. Andre pun terdiam kebingungan.
" Hei ayo cepat berangkat, kita tidak punya banyak waktu"
Tiba tiba Andre teringat dengan ucapannya bu Luna" Dre, jagain Julia" kata kata itu yang kini mengiang di pikirannya. Seketika Andre berlari pergi ke pulau itu untuk mencari Julia.
" Heei kamu mau kemana, kita sudah mau berangkat" ucap salah satu tim pada Andre.
Andre pun berlari ketempat terakhir dia bertemu dengan Julia. Andre berteriak teriak memanggil Julia.
" Julia Julia kamu dimana"
Andre terus saja berteriak memanggil Julia. la pun berkeliling keliling mencari rekan kerjanya itu.
" Julia"
__ADS_1
Tiba tiba terdengar suara erangan Julia. Seketika Andre langsung mencari sumber suara. Andre pun terkejut saat melihat Julia yang sedang menggelantung sambil berpegangan dengan akar pohon.
" Julia" teriak Andre. Julia masih menggigit buku diarinya itu. Tangan kiri Andre pun memegang pohon dan tangan kanan sudah direntangkannya untuk menggapai tangannya Julia.
" Tahan Jul, kau pegang tanganku" pinta Andre sedikit panik. Perlahan Julia pun memegang tangannya Andre. Dengan perlahan juga Andre menarik Julia ke atas. Ketika selamat sampai keatas, Julia langsung memeluk Andre dengan isak tangis ketakutannya. Namun tiba tiba Andre dengan kesalnya melepaskan pelukannya Julia. Julia hanya menangis ketakutan.
" Kamu itu ngapain disini, dan kenapa bisa hampir jatuh ke jurang" ucap Andre sedikit berteriak.
" Aku cuma mau mengambil buku ini" Julia pun memperlihatkan buku diarinya pada Andre.
" Tadi terjatuh, saat aku mengambilnya, tiba tiba aku terpeleset" ucap Julia masih dengan isak tangisnya. Seketika Andre langsung kesal.
" Jadi cuma karna buku ini kamu hampir kehilangan nyawa kamu, kamu itu benar benar bodoh ya" Andre meluapkan kekesalannya.
" Maaf"
" Memangnya lebih penting mana, buku diari itu atau nyawa kamu" Andre sudah menaikan level suaranya, Tentu saja Julia semakin terisak dengan tangisnya.
" Maaf aku merepotkanmu, buku ini sangat berharga untuku, ini adalah pemberian terakhir dari papa" ucap Julia sambil menundukan kepalanya.
" Papaku sudah lama meninggal" ucap Julia lirih. Tiba tiba Andre terdiam ketika mendengar papanya Julia sudah meninggal.
" Ya sudah, sekarang kita ketepi pantai, mereka sudah menunggu kita" ucap Andre sambil menarik tangannya Julia untuk berlari menuju pantai.
Ketika mereka sampai di tepi pantai, mereka sangat terkejut karna kapal itu sudah melaju jauh.
" Heei tunggu" teriak Andre.
Andre pun melambai lambaikan tangannya sambil berteriak.
" Tunggu kita disini"
Mereka terdiam kecewa karna ketinggalan kapal yang akan menolong mereka. Dilihatnya pulau itu berada di tengah tengah lautan. Andre dan Julia mulai kebingungan. Julia terdiam sambil menundukan kepalanya karna merasa bersalah.
__ADS_1
" Maafin aku Dre, semuanya gara gara aku" ucap Julia sambil menyeka air matanya. Perlahan Andre pun menatap Julia.
"Sudahlah mungkin sudah nasib kita harus seperti ini" ucap Andre pasrah.
" Terus sekarang kita gimana Dre?, kita gak mungkinkan berenang menyebrangi lautan ini untuk sampai di pulau sebrang" ucap Julia.
" Ya aku tau, sangat sulit untuk kita keluar dari pulau ini, kecuali ada nelayan yang mencari ikan di dekat pulau ini, itu pun besok pagi. Dan terpaksa untuk malam ini kita harus menginap di pulau ini" tutur Andre. Julia pun mengangguk, sebenarnya ia takut berada di pulau itu, takut pulau itu berhantu dan takut ada binatang buas disana.
" Tapi aku gak mau masuk ke pulau ini aku takut, lebih baik kita tidur di pantai saja" pinta Julia. Andre pun mengangguk.
Malam pun tiba. Andre duduk di pantai sambil memeluk kakinya, menatap deburan ombak dan meresapi dinginnya malam. Seketika Julia terus menatap Andre yang kini ada disampingnya.
" Sebenarnya apa yang terjadi dengan perasaanku" gumam Julia dalam hati sambil memegangi jantungnya yang ia rasa berdetak tak seperti biasa.
Tiba tiba Andre menatap kearah Julia. Seketika itu pula Julia langsung menunduk.
" Kalau kamu ngantuk tidur saja" ucap Andre. Julia pun semakin mendekat pada Andre.
" Aku gak bisa tidur" ucap Julia.
" Sekarang gimana perasaan kamu sama Arga?" tanya Andre.
" Aku gak mau jadi orang bodoh, dan gak mau di bilang bodoh. Arga udah aku lupain, cintanya sudah kubuang jauh jauh" jawab Julia. Andre pun tersenyum.
" Baguslah kalau begitu, sekarang kamu bisa fokus dengan perjalanan kita, ya meskipun perjalanannya sedikit tidak lancar" ucap Andre.
" Dre, apa mereka kecewa ya dengan kita"
" Siapa?" tanya Andre.
" Mereka semua yang ada di jakarta, mereka yang menggantungkan pekerjaan dengan keberhasilan yang ingin kita raih, mereka pasti mencemaskan keadaan kita, mereka pasti berfikir, kalau kita tidak selamat maka pekerjaan mereka pun tidak akan selamat juga" tutur Julia.
" Berdo'alah semoga kita bisa melewati semua ini"
__ADS_1
" Handicam kamu tidak kenapa napakan terkena air tadi?" tanya Julia.
" Masih berfungsi"