
Setelah hampir 1 jam lebih, Andre dan Julia menumpang di mobil sayuran itu. Namun tiba tiba mobil yang di tumpangi mereka remnya blong.
" Sepertinya remnya blong" ucap pak Supir khawatir dan terkejut.
Tentu saja Andre dan Julia begitu takut dan cemas.
Deg.
" Dre"ucap Julia sedikit gemetar menahan takut.
" Tenang Jul" Andre mencoba menenangkan Julia. Kini mereka sudah berdo'a.
" Ya tuhan tolong selamatkan kami dari kecelakaan ini"
Ketika di sebuah belokan jalan, mobil mereka menabrak sebuah pohon, tepatnya kini mobil yang mereka tumpangi berada di sebuah ujung jalan ( Di atas jurang). Pak supir pun terjatuh terlebih dulu untung dia masih bisa di selamatkan oleh penumpang di mobil pik up yang satunya lagi. Kening Andre sudah terluka dan mengeluarkan darah. Kini Julia nampak syok saat melihat kebawah.
" Jurang"
" Dre gimana ini Dre aku takut" Julia menangis ketakutan. Mobil sudah bergoyang goyang, oleng sedikit saja mobil akan terjatuh ke jurang, sementara mereka masih berada di dalam mobil. Pak supir dan beberapa orang yang ada di mobil yang satunya mereka hanya bisa mendo'akan Andre dan Julia karna mereka tidak tau harus berbuat apa untuk menolong mereka. Julia sudah menutup matanya saat melihat ke bawah jurang yang terjal itu.
" Ya tuhan selamatkanlah mereka"
" Tenang Jul, kamu jangan panik" ucap Andre sambil berusaha memikirkan bagaimana caranya agar bisa keluar dari mobil itu.
Mereka terdiam saat mobil mulai bergoyang goyang saat akan jatuh ke bawah, karna setengah dari mobil itu sudah tak berpijak pada tanah. Seketika Andre pun bergegas memukul kaca mobil bagian belakang. Perlahan Andre dan Julia pun keluar dari mobil itu. Tiba tiba mobil itu terjatuh kejurang yang dalamnya tidak bisa diprediksi. Julia yang melihat pun langsung menjerit.
" Aaaaaaaa"
Andre langsung memejamkan matanya dan langsung memeluk Julia hingga mendekap ke tubuhnya. Julia menangis terisak sambil menyembunyikan wajahnya kedadanya Andre.
" Jangan lihat" pinta Andre.
Beberapa waktu kemudian. Andre dan Julia pun melanjutkan perjalanan mereka dengan menaiki mobil pik up yang satunya lagi. Mereka pun duduk di belakang. Perlahan dan sambil menangis, Julia bersandar di pundaknya Andre, sementara Andre hanya diam sambil merenungi nasibnya yang tidak jelas itu.
Ketika mereka sampai di perkampungan itu, Andre dan Julia pun turun dari mobil itu.
" Terima kasih atas tumpangannya pak" ucap Andre pada pak supir.
__ADS_1
" Sama sama" jawab pak supir.
Mobil sayuran itu pun pergi meninggalkan Andre dan Julia di perkampungan itu. Tiba tiba Andre dan Julia terdiam kebingungan melihat keadaan kampung tersebut.
"Kampungnya sangat sepi, seperti tidak ada orang sama sekali" ucap Julia sambil mengedarkan pandangannya ke seluruh perkampungan itu. Mereka berjalan menyelusuri perkampungan itu.
" Kenapa kamung ini begitu sepi, kemana orang orang disini" ucap Andre heran. Tiba tiba Julia menjerit ketakutan saat melihat ada kakek kakek tua yang sudah renta sedang menangis di sebelahnya Julia. Seketika Julia langsung merangkul lengannya Andre. Andre pun terdiam heran.
" Kenapa Jul?" tanya Andre.
Perlahan Julia pun menunjuk pada kakek tua itu. Andre pun terdiam heran saat melihat kakek tua itu.
" Ke, kakek kenapa?, kenapa menangis?" tanya Andre. Kakek tua itu hanya menangis sambil menunjuk ke arah gunung yang ada dihadapannya itu. Dengan keheranan pun Andre dan Julia menatap gunung itu yang kini di selimuti oleh awan tebal. Ada rasa aneh dan khawatir saat Andre melihat gunung itu.
" Entah kenapa aku merasa ada yang aneh ketika aku menatap gunung itu, seperti akan terjadi sesuatu" gumam Andre dalam hati.
" Dre kita pergi saja dari sini, aku takut" ucap Julia sedikit gemetar. Dengan kebingunganpun mereka melanjutkan perjalanan meninggalkan kakek tua itu. Tiba tiba mereka melihat sebuah kapal heli kopter menuju sebuah fila di ujung perkampungan itu. Julia pun terkejut dan langsung menunjuk fila itu.
" Itu Dre, itu fila tempat Dara tinggal" ucap Julia antusias. Andre pun terkejut dan hampir tak percaya. Mereka langsung berlari menuju fila itu.
" Ayo kita masuk" ucap Andre.
Mereka nampak bersemangat untuk bertemu dengan Dara. Saat mereka memencet bel di gerbang depan, tiba tiba ada dua orang bodiguardnya Dara pun membuka gerbang tersebut. Mereka nampak terlihat sangat menakutkan.
" Siapa kalian dan ada perlu apa kalian kemari?" tanya salah satu bodiguard itu sedikit tak ramah.
" Kami dari Jakarta" ucap Andre.
" Pasti kalian seorang wartawankan?" tanya bodiguart itu sambil menggeram.
" Kami dari tabloid hitam putih. Kedatangan kami kesini karna kami ingin mewawancarai Dara" ucap Andre tegas. Namun kedua bodiguart itu menunjukan wajah tak suka.
" Wartawan dilarang masuk ke fila ini permisi" ucap bodiguard itu sambil menutup gerbang. Andre dan Julia seketika langsung terkejut.
" Dre bagaimana ini?" tanya Julia.
" Kamu jangan menyerah" jawab Andre.
__ADS_1
Andre dan Julia pun mendorong dorong gerbang itu hingga kembali terbuka, membuat bodiguard itu marah.
" Ada apa lagi?" tanya bodiguard itu.
" Kami sudah bilang tidak ada wawancara disini, lagipula ibu Dara tidak ada disini, dia ada di Jakarta" ucap bodiguard yang satunya lagi.
" Saya mohon sebentar saja" pinta julia.
" Kami jauh jauh dari Jakarta, manamungkin kami pulang tanpa hasil" ucap Andre. Para bodiguard itu sudah menggeram kesal pada Andre dan Julia.
" Terserah, kita gak perduli, sekarang lebih baik kalian pulang saja ke Jakarta, percuma kalian kesini" ucap sang bodiguard. Tiba tiba Julia melihat Dara yang sedang duduk sendirian di taman fila itu, dan di belakangnya sudah ada dua orang pengawal perempuan.
Julia bergegas menerobos masuk ke fila itu dan langsung menemui Dara. Kedua bodiguar itu terkejut dengan tindakan Julia yang tiba tiba menerobos masuk, begitu pun dengan Andre yang tak menyangka kalau Julia akan nekat masuk.
" Hei jangan masuk" teriak bodiguard itu.
Kedua bodiguard itu langsung mengejar Julia termasuk Andre. Dara nampak terkejut atas kedatangannya Julia dan Andre. Seketika Dara langsung marah.
" Siapa mereka?" tanya Dara pada bodiguar bodiguardnya. Ada rasa tak suka diraut wajahnya Dara.
" Maaf mba Dara mereka menerobos masuk untuk wawancara" ucap sang bodiguard. Seketika Dara menatap Julia dan Andre.
" Jadi kalian adalah wartawan dari Jakarta" ucap Dara tak suka.
" Kami minta maaf karna kedatangan kami mengganggu, tapi kami mohon kamu mau mengungkap tentang kehamilanmu pada publik supaya publik tidak salah faham sehingga gosip yang beredar tidak simpang siur" tutur Andre.
" Kami jauh jauh dari Jakarta. Kami mohon kamu mau berbagi cerita dengan kami, kami dari tabloid hitam putih" ucap Julia.
" Tidak ada pertemuan dan tidak ada wawancara, sebaiknya sekarang kalian pergi" ucap Dara mengusir. Julia dan Andre pun terkejut.
" Tapi Dara, kami mohon, kalau kami pulang tanpa berita, perusahaan tabloid kami akan ditutup" ucap Julia.
" Kami cuma minta waktu sedikit, untuk mengungkap gosip miring tentang dirimu, apa kamu mau kalau semua orang berpikir kalau kamu hamil di luar nikah" ucap Andre.
" Kalau kamu mau jujur, kami bisa merubah gosip itu"
" Bodiguard bawa mereka keluar" ucap Dara mengusir kembali.
__ADS_1