
Kini Julia sedang bersedih di kamarnya, ia duduk sambil menekuk kedua kakinya. Sesekali ia menitikan air matanya. Julia menatap kalung pemberian Andre yang kini terpasang di lehernya.
" Dre apa kamu baik baik saja" Julia sudah terisak. Ntah kenapa ia merasa kehilangan rekan kerjanya itu. Ia tak pernah menyangka kalau ia akan sesedih itu saat berpisah dengan Andre yang sudah jelas dia adalah saingan terberatnya di perusahaan mereka bekerja.
" Maafin aku Dre"
Tiba tiba Bayu masuk ke kamarnya Julia dan duduk di sebelah adik perempuannya itu.
" Kamu kenapa?" tanya Bayu sambil mengelus lembut kepalanya Julia. Julia kembali terisak.
" Andre mas" ucap Julia sambil menyeka air matanya.
" Mas yakin, Andre pasti baik baik saja. Sepertinya kamu sangat khawatir dengannya, bukannya kamu benci banget sama si Andre itu" ucap Bayu mengingatkan. Seketika Julia langsung terdiam.
" Mas Bayu benar, telah terjadi sesuatu denganku. Perjalananku ke kota x telah merubah semuanya. Meski kadang nyebelin dan sedikit sombong. Tapi dia baik padaku. Dia membelaku di depan Arga, dia yang menguatkanku ketika aku terpuruk, dia mengorbankan hidupnya hanya untuk menolongku. Jujur, aku merasa kehilangan dia mas, aku merasa ada sesuatu yang bergetar disini" ucap Julia sambil memegang dadanya.
" Do'akan saja semoga Andre selamat dalam bencana itu, mas do'akan semoga kalian bisa bertemu lagi" ucap Bayu yang kini ikut merasakan kesedihan adiknya itu. Seketika Julia langsung memeluk kakaknya itu.
" Terjadi sesuatu Julia, terjadi sesuatu dengan hatimu, itu cinta, kau telah jatuh hati pada Andre tanpa kau sadari" batin Bayu.
* * * * * * *
Keesokan harinya. Pagi pagi sekali Lusi berkunjung ke rumahnya Julia, karna Julia izin tidak masuk kerja.
Tok tok tok
" Permisi" ucap Lusi sambil mengetuk pintu. Tidak lama kemudian Ivan pun membuka pintu. Seketika Ivan langsung terdiam menatap sahabatnya Julia itu, hingga Lusi mengeryitkan keningnya.
" Eh ada perempuan cantik datang, eh ngomong ngomong dia cari siapa ya" batin Ivan.
" Permisi Julianya ada?" tanya Lusi. Namun Ivan hanya diam saja sambil menatap Lusi.
" Helooooo, Julianya ada" ucap Lusi kembali sambil menaikan level suaranya. Seketika Ivan langsung tersadar.
" Oh Julia ya, dia ada. ngomong ngomong kamu siapa ya?" tanya Ivan.
" Aku Lusi sahabatnya Julia sekaligus rekan kerjanya di kantor" jawab Lusi. Ivan pun mengangguk ngangguk.
__ADS_1
" Boleh aku bertemu Julia?"
" Boleh, Julia ada di kamarnya, seharian dia mengurung diri di kamar, mungkin dengan kedatanganmu dia bisa terhibur" tutur Ivan.
" Boleh aku masuk ke kamarnya?"
" Oh tentu"
Lusi pun menemui Julia di kamarnya. Ivan terus menatap kepergian Lusi untuk menemui adiknya itu, perlahan ia memegangi dadanya
" Sepertinya terjadi sesuatu"
Tok tok tok
" Julia" panggil Lusi sambil mengetuk pintu kamarnya Julia.
" Siapa?"tanya Julia sambil menghapus air matanya.
" Aku Lusi"
" Masuk" pinta Julia.
" Jul, kamu tidak apa apa?" tanya Lusi cemas. Julia pun mencurahkan semua perasaannya pada Lusi.
" Kamu benar Lus, rasa benciku pada Andre kini telah berubah, aku tidak tau berubah menjadi apa. Entah kenapa saat didekatnya aku merasa nyaman dan tenang. Seperti ada sesuatu yang berubah dalam hatiku, tapi aku tidak tau itu apa, aku tidak mengerti Lus, saat ini aku benar benar kehilangannya Lus, seperti ada yang hilang dari hatiku" tutur Julia.
" Kamu jatuh cinta sama Andre?" tanya Lusi.
" Aku tidak tau" jawab Julia sambil menggelengkan kepalanya.
" Yang jelas terjadi sesuatu dengan hatiku" ucap Julia yang kini memeluk kedua kakinya.
" Bagaimana sama Arga?" tanya Lusi kembali. Seketika tangan Julia langsung mengepal begitu saja, ia merasa kesal dan benci serta marah mendengar nama Arga mantan pacarnya itu.
" Aku benci sama dia, dia cowok br* * * * *k dia selingkuh di belakangku"
" Dari mana kamu tau?" tanya Lusi heran.
__ADS_1
" Saat aku dan Andre sampai di provinsi A, aku tidak sengaja ketemu dia. Dia sedang liburan bersama pacar barunya. Dan di sana kita putus" tutur Julia. Lusi pun terkejut dengan cerita sahabatnya itu, ia bisa merasakan kesedihan dan kekecewaan sahabatnya itu.
" Dia sama sekali tidak merasa bersalah, bahkan dia bilang kalau aku adalah perempuan bodoh yang pernah jadi pacarnya. Saat itu aku benar benar hancur dan patah hati, dan disitulah Andre membangkitkan kepercayaan diriku, dia yang membantuku dari keterpurukan. Dia bilang jangan mau dibodohi laki laki, dia selalu menjagaku, dia yang mau mengorbankan dirinya hanya untuku" ucap Julia yang kini mulai berkaca kaca kembali.
Lusi pun mencoba menenangkan sahabatnya itu yang kini sedang terpuruk gelisah.
" Jul, aku harus kembali lagi ke kantor, semoga kau bisa melewati semua ini, kita do'akan saja semoga Andre baik baik saja dan selamat dari bencana itu" ucap Lusi.
" Makasih ya Lus, kamu memang sahabat terbaiku"
" Aku menyayangimu" ucap Lusi sambil memeluk Julia.
" Aku pulang ya, sampai jumpa lagi"
Lusi pun pergi dari rumahnya Julia karna Lusi harus pergi ke kantor lagi.
Berhari hari Julia terus bersedih mengingat Andre. Ia benar benar kehilangan rekan kerjanya itu.
" Apa benar aku jatuh cinta sama Andre?" ucap Julia bicara sendiri. Julia pun mengingat ngingat saat Andre memakaikan kalung dan mencium keningnya.
" Itu adalah saat saat yang paling indah yang pernah kurasakan, sekaligus saat saat yang paling menyedihkan karna itu adalah terakhir aku melihatmu. Dre, aku rindu sama kamu, apa kamu baik baik saja, apa kamu masih hidup Dre"
* * * * * * *
Ketika Julia, Hani, Lusi, Wisnu dan bu Luna berkumpul di kantor, tiba tiba pak Surya datang sambil membawa tabloid hitam putih keluaran terbarunya. Pak Surya memperlihatkan pada mereka. Sampul pertamanya ialah tentang Dara.
" Tabloid kita sukses" ucap pak Surya antusias. Semuanya nampak tersenyum bahagia.
" Waah mesti dirayaain ini pak, pastinya ada pesta dong ya" ucap Wisnu.
" Tentu, tabloid kita bukan hanya tidak jadi ditutup, tapi tabloid kita naik rating, tabloid kitalah yang pertama yang bisa mengungkap tentang kehamilannya Dara Amelia" ucap pak Surya. Semuanya bersorak gembira kecuali Julia. Ia nampak murung dan tak bersemangat.
" Jul, kamu kenapa, sepertinya kamu tidak senang dengan semua ini" ucap bu Luna heran.
" Aku senang ko bu, cuma aku sedih, Semua inikan jerih payahnya Andre juga. Kita di sini senang senang sementara Andre gak tau gimana kabarnya. Ini sudah satu minggu lebih Andre menghilang" tutur Julia. Semuanya pun terdiam.
" Kamu tenang ya Jul, saya sudah mengirim beberapa orang untuk mencari keberadaannya Andre di kota x" tutur pak Surya.
__ADS_1
" Mudah mudahan Andre baik baik saja" ucap Julia.