
Ketika bu Luna sedang berdua dengan pak Surya di ruang kerjanya. Bu Luna nampak gelisah memikirkan Julia yang sudah beberapa hari ini terlihat murung.
" Ibu merasa khawatir pak dengan Julia, sejak dia pulang dari kota x ia menjadi pendiam dan terus menerus murung. dia benar benar kehilangan Andre" ucap bu Luna.
" Aku jadi merasa bersalah sama mereka, secara tidak langsung semua yang terjadi dengan Andre ada hubungannya dengan kita" ucap pak Surya.
" Apa perlu kita mengirim beberapa orang lain lagi untuk mencari Andre" ucap bu Luna.
" Entah lah, aku sudah banyak mendapatkan informasi yang tidak jelas di sana. Namun kalau melihat dari daftar korban dan daftar orang yang meninggal di daerah bencana itu, tidak ada yang mirip dengan ciri cirinya Andre, namun kata tim penyelamat, siapapun yang ada di daerah itu saat bencana berlangsung, hanya ada 1 % untuk mereka selamat. Kecuali mereka yang bisa menyelamatkan diri dengan menaiki mobil tim penyelamat waktu itu seperti yang di lakukan Julia." tutur pak Surya.
" Masalah yang satu selesai, kini masalah baru datang, aku tidak tau harus bicara apa pada keluarganya Andre" ucap bu Luna merasa kebingungan.
* * * *
Saat Julia dan Lusi berada di ruang kerjanya, Julia terus menatap meja kerjanya Andre yang hampir dua minggu itu kosong.
" Dre, dimana kamu, aku rindu"
Tiba tiba Wisnu datang dan menghampiri Julia.
" Jul ada yang nyari tuh di luar" ucap Wisnu. Julia langsung terkejut.
" Andre?" tanya Julia penuh harap.
" Bukan, kamu lihat saja ke lobi" pinta Wisnu yang kini sudah duduk di meja kerjanya. Julia pun terdiam, ia sangat berharap tiba tiba Andre datang mencarinya. Perlahan Julia pun berdiri dari duduknya, ia pun pergi ke lobi untuk menemui orang yang mencarinya. Saat sampai di lobi, tiba tiba ia terdiam heran, tangannya sudah mengepal begitu saja saat ia melihat Arga berdiri di lobi sengaja menunggunya.
" Mau ngapain kamu kesini?" tanya Julia ketus. Arga pun tersenyum.
" Julia, aku kesini mau minta maaf sama kamu, aku tau aku salah, aku gak bisa bohongin perasaan aku kalau aku masih sayang sama kamu" ucap Arga tak tau malu. Seketika Julia langsung menampar Arga. Arga nampak terkejut sambil memegangi pipinya yang kini sudah terasa panas.
" Kamu benar benar gak punya malu ya, kamu yang bilang kalau kita putus. Saat aku berada di posisi kamu sekarang, kamu malah bilang kalau aku bodoh, t* * * l, b * * o, bahkan kamu bilang meskipun aku merengek rengek padamu, kamu tidak akan menerima cintaku kembali, itukan yang pernah kamu bilang padaku. Dan sekarang kata kata itu aku kembalikan padamu, aku tidak mau jadi orang bodoh yang mau menerima cinta kamu untuk yang kedua kalinya, aku bukan perempuan bodoh seperti pacar kamu yang lain" tutur Julia. Arga hampir tak percaya dengan semua yang di ucapkan oleh mantan pacarnya itu.
" Jul, kamu benar benar tidak mau memberiku kesempatan?" tanya Arga penuh harap.
__ADS_1
" Tidak ada kesempatan untuk laki laki sepertimu" jawab Julia.
" Aku benar benar minta maaf Jul, kumohon beri aku kesempatan, kita mulai lagi dari awal"
" Terlambat"
" Terlambat kenapa Jul?" tanya Arga penasaran.
" Terlambat karna aku sudah membencimu" ucap Julia sambil pergi meninggalkan Arga.
" Jul Julia"
Arga pun terdiam kecewa, ia tak menyangka kalau Julia akan menolaknya mentah mentah, karna setau dia, Julia begitu teramat sangat mencintainya.
* * * * *
Keesokan harinya saat Julia sedang nonton tv bersama dengan Bayu. Julia hanya diam saja, padahal Bayu sudah mencoba menghiburnya.
" Jul, sampai kapan kamu akan seperti ini?" tanya Bayu khawatir.
" Apa mas bayu tidak salah dengar Jul, kamu mau pergi ke kota x?" tanya Bayu memastikan. Julia pun mengangguk.
" Aku tidak bisa tenang mas kalau belum tau keberadaan Andre, aku yakin dia baik baik saja, meskipun dia menjadi korban bencana itu, setidaknya aku ingin melihat dimana pemakamannya" tutur Julia.
" Tapi Jul, daerah itu masih belum aman, sangat berbahaya kalau kita ke sana" ucap Bayu mengingatkan. Julia malah menangis.
" Aku rindu pada Andre"
Tiba tiba Ivan datang sambil membawa cemilan yang ia pesan lewat online.
" Dari pada kita sedih sedihan terus, mendingan kita ngemil" ucap Ivan sambil menaruh cemilan itu di hadapan mereka.
" Sepertinya ada yang kurang, aku ambil minumnya dulu" ucap Ivan sambil berlalu ke dapur. Bayu pun mencoba mencicipi cemilan itu, tiba tiba terdengar Ivan menjerit di dalam dapur.
__ADS_1
" Huaaaaaa, Bay tolong" teriak Ivan. Seketika Julia dan Bayu langsung berlari menghampiri Ivan. Mereka terkejut karna Ivan sudah tersungkur di lantai.
" Van kamu kenapa?" tanya Bayu cemas.
" Mas gak apa apa kan?" ucap Julia yang ikut khawatir juga.
" Kaki ku Bay sakit banget" ucap Ivan sambil meringis. Di lihatnya kaki Ivan berdarah. Dia terpeleset hingga gelas yang di pegangnya terjatuh dan hancur hingga tak sengaja terinjak.
" Mas Bayu, bawa mas Ivan ke rumah sakit" pinta Julia. Seketika Bayu dan Julia langsung membawa Ivan ke rumah sakit. Sesampainya di sana Ivan langsung di tangani sang dokter.
" Bagaimana dok keadaan adik saya" tanya Bayu.
" Tidak apa apa, hanya saja kakinya sedikit terluka karna goresan pecahan gelas yang melukai permukaan kulitnya" ucap sang dokter. Dokter pun memberikan resep itu pada Bayu. Mereka bertiga menunggu di depan apotek rumah sakit itu. Disana sangat mengantri hingga Julia merasa bosan.
" Mas, aku tunggu di parkiran ya" ucap Julia.
" Hmmm"
Julia pun pergi dari apotek rumah sakit itu, saat ia berjalan keluar, Tiba tiba ada seseorang di belakangnya yang bicara padanya.
" Apa kabar cewek bodoh"
Seketika Julia langsung tersinggung, ia sudah menggeram sambil mengepalkan tangannya tanpa melihat siapa yang berbicara, namun ia mencoba untuk bisa menguasai emosinya, perlahan ia berjalan kembali. Tiba tiba langkahnya terhenti begitu saja.
" Andre" ucap Julia yang teringat kalau yang sering mengatakan dia cewek bodoh itu Andre. Seketika Julia langsung membalikan tubuhnya. Ia benar benar terkejut melihat Andre yang kini ada di hadapannya, Julia hampir tak percaya dengan apa yang di lihatnya sekarang, Andre hanya tersenyum saja.
" Andre"
Julia langsung berlari menghampiri Andre dan langsung memeluknya. Andre pun membalas pelukannya Julia. Kini Andre hanya terduduk di kursi roda karna luka di kakinya akibat tertimpa bebatuan itu.
" Kamu baik baik saja kan Dre, aku sangat khawatir sama kamu" ucap Julia sambil terisak. Tiba tiba Hani datang dan langsung melepaskan pelukannya Julia.
" Minggir" ucap Hani ketus. Tentu saja Julia nampak terkejut dan bingung, karna Hani bisa tau dengan keberadaannya Andre. Seketika Hani langsung memeluk Andre.
__ADS_1
" Dre kamu baik baik saja kan Dre?" tanya Hani cemas. Dengan kecewanya Julia melangkah mundur. Tiba tiba Lusi datang dan memegang pundaknya Julia.
" Kenapa?, terjadi sesuatu?" tanya Lusi. Julia langsung menundukan kepalanya.