Terjadi Sesuatu

Terjadi Sesuatu
Mencintaimu


__ADS_3

Keesokan harinya. Di rumah sakit Andre sudah menjalankan terapi bersama sang perawat, namun tiba tiba perawat itu minta izin untuk pergi sebentar karna ada barang yang mau di ambil. Andre pun mengangguk dan kini ia belajar berjalan sendirian tanpa bantuan siapapun. Andre nampak bersemangat untuk bisa berjalan kembali. Ia sudah tidak punya orang tua atau pun saudara, jadi ia sudah biasa hidup mandiri. Saat ia berjalan dengan bantuan suatu alat, ia menyadari ada seseorang di balik pintu yang sedang mengamatinya, diam diam curi curi pandang.


" Gak usah ngintip ngintip, sini bantuin aku terapi, jangan ngintip ngintip begitu nanti kamu bintitan" ucap Andre tanpa menoleh ke arah pintu. Julia pun menundukan kepalanya setelah ketahuan mengintip di balik pintu. Perlahan ia pun mendekati Andre, ada rona malu di wajahnya setelah ia ketahuan mengintip dan curi curi pandang.


" Hai Dre" sapa Julia.


Andre pun tersenyum.


" Sudah puas ngintipnya" ucap Andre sambil duduk di kursi yang tersedia di ruangan itu. Julia pun ikut duduk di sebelahnya Andre. Julia memberikan tabloid hitam putih pada Andre, di sana tertera sampulnya adalah gosip tentang Dara Amelia.


" Kita hebat ya, Dara yang selama ini bungkam 1000 bahasa, kini dia mau menceritakan semuanya pada kita" tutur Andre sambil tersenyum dan meraba tabloud itu. Julia pun tersenyum sambil menatap Andre.


" Dre, gimana caranya kamu bisa sampai di Jakarta?" tanya Julia penasaran. Andre pun mengingat kejadian di kota x saat ia terjebak bebatuan gunung yang meletus itu. Andre pun menceritakan kejadian di sana saat ia terjebak dan sampai ia berhasil menyelamatkan diri.


" Saat kau meninggalkanku, tiba tiba ada pesawat hellikopter yang menolongku" ucap Andre.


" Helikopter?"


" Hmmm, helikopter itu menolongku dan membawaku ke rumah sakit yang ada di sana, hingga aku mendapatkan perawatan, namun sayangnya aku sempat tak sadarkan diri hingga beberapa hari, jadi tidak bisa mengirim kabar kalau aku baik baik saja dan selamat dari bencana alam itu, setelah aku sadar dan luka di kakiku sedikit membaik, aku di pindahkan ke rumah sakit di Jakarta, dan akhirnya aku bisa menghubungi kalian"


"Tapi pada kenyataannya kamu tidak menghubungiku" batin Julia sedikit kesal.


" Maafkan aku ya Dre, aku telah meninggalkanmu di sana" ucap Julia sambil menundukan kepalanya penuh rasa bersalah dan penyesalan.


" Kamu tidak perlu merasa bersalah seperti itu, ini sudah takdirnya" jawab Andre sambil tersenyum.


" Tapi aku senang Dre, kini kau selamat dan kita bisa bertemu kembali"


" Apa kau merindukanku?" tanya Andre.


Julia hanya menggelengkan kepalanya, menutupi semua yang terjadi pada dirinya.


" Aku merindukanmu, sangat merindukanmu" batin Julia.


" Jadi kamu tidak merindukanku?" tanya Andre kembali. Julia kembali menggelengkan kepalanya. Andre pun tersenyum.

__ADS_1


" Tidak apa apa kalau kamu tidak merindukanku, karna aku pun tidak merindukanmu" tutur Andre. Julia langsung mengerucutkan bibirnya, Andre yang melihat ekspresinya Julia pun langsung tersenyum.


" Kau tau Julia siapa orang yang telah menolongku di kota x" ucap Andre.


" Memangnya siapa?"


" Dara, dialah yang telah menolongku" jawab Andre. Julia pun terkejut.


" Dara?"


" Hmmm, dialah Dara, dialah orang yang telah menolongku dari bencana itu, dia yang membawaku dengan helikopternya. Dia bilang, semenjak dia bertemu dengan kita, dia merasa punya semangat lagi" tutur Andre. Julia pun tersenyum.


Kini Julia membantu Andre terapi. Mereka pun nampak tertawa tawa. Tiba tiba Andre tersenyum melihat kalung yang ia berikan pada Julia waktu di kota x itu ternyata masih di pakai oleh Julia. Julia pun ikut menatap kalung itu. Saat Julia akan melepas kalung itu berniat mengembalikan kalung itu pada Andre sang pemilik kalung tersebut, Andre malah melarangnya.


" Tidak usah di lepas, pakai saja" pinta Andre.


Julia pun tersenyum.


Ketika terapi selesai, Julia pun mengajak Andre ke taman rumah sakit. Julia sudah mendorong kursi rodanya Andre.


" Sekarang gimana perasaan kamu, masih gak bisa lupain Arga?" tanya Andre. Julia pun tersenyum.


" Lalu apa yang kamu lakukan?" tanya Andre penasaran.


" Tentu saja aku mendaratkan telapak tanganku ke wajahnya yang menyebalkan itu"


" Kamu menamparnya?"


" Hmmm"


Andre pun tersenyum.


" Kamu hebat Jul"


" Kamu tau Dre, aku selalu terbayangi dengan perjalanan kita di kota x, Dari mulai aku di putuskan, jatuh dari pesawat, terpeleset ke jurang, tersesat di pulau, kecelakaan di mobil, lalu mendobrak pintu gerbang filanya Dara, setelah itu merasakan gempa dan letusan gunung itu. Ada rasa trauma dalam diriku" tutur Julia.

__ADS_1


" Yang pentingkan kita selamat dari dari semua itu. Lalu bagaimana dengan perjanjian kita saat kita berada di kota x" ucap Andre. Julia pun terdiam tak mengerti dengan arah pembicaraannya Andre.


" Perjanjian?, perjanjian apa?" tanya Julia.


Andre pun tersenyum.


" Kata kamu, setelah kita sampai di Jakarta, rasa benci kamu akan kembali, dan kita juga akan kembali bersaing lagi seperti dulu. Itu yang dikatakan kamu dulu" ucap Andre. Julia malah tersenyum.


" Rasa benci itu soal perasaan. Tapi kalau soal persaingan, aku gak mau di bilang gak punya perasaan bersaing dengan orang yang keadaannya lagi sakit"


Andre malah tersenyum.


" Jadi maksud kamu, kalau kakiku sudah sembuh kamu siap bersaing lagi denganku?" tanya Andre.


" Tentu saja" jawab Julia sambil tersenyum senyum.


* * * * * *


Ketika Julia pulang ke rumahnya, ia terus tersenyum senyum membuat Ivan dan Bayu terheran heran dan kebingungan.


" Kemarin datang datang cemberut, marah, kesal, lempar obat, banting pintu" ucap Bayu sedikit meledek adik perempuannya itu. Julia tak memperdulikan ledekan dari kakaknya itu. Julia malah duduk bersama mereka.


" Kayanya ada yang sedang jatuh cinta nih" ucap Ivan dengan nada menggoda.


" Jatuh cinta berjuta rasanya" ucap Bayu sambil mengambil cemilan di atas meja.


" Pada ngeledekin aku ya" ucap Julia sedikit kesal. Ivan dan Bayu pun malah menertawakan Julia.


" Maah anak perempuan mama ini sedang jatuh cinta lagi" teriak Bayu pada bu Ratih yang kini sedang berada di kamarnya.


" Ikh dasar rese" gerutu Julia.


Julia langsung pergi ke kamarnya karna duduk bersama kakak kakaknya hanya akan mendapatkan ledekan saja. Julia membaringkan tubuhnya di atas kasur. Ia sudah tersenyum senyum sendiri mengingat kebersamaannya bersama Andre.


"Aku benar benar jatuh cinta, aku jatuh cinta sama Andre. padahal dulu aku sangat membencinya. Jatuh cinta, rasanya jatuh cinta itu hidup begitu bahagia. Selalu tersenyum senyum sendiri, tertawa tawa sendiri seperti orang gila. Perasaan ini selalu berubah ubah, kadang bibir ini tidak mau diam, selalu ingin bicara dan bicara. Kadang hati ini selalu diam dan diam tanpa sepatah katapun terucap. Orang yang sedang jatuh cinta hidupnya selalu bahagia, di setiap harinya selalu ada senyum senyum dan senyum. Dan yang terlihat hanya dia dia dan dia, karna dia selalu ada disetiap mataku memandang"

__ADS_1


Julia pun tersenyum senyum sambil memegangi kalung pemberiannya Andre.


" Aku mencintaimu Dre"


__ADS_2