Terjadi Sesuatu

Terjadi Sesuatu
Persiapan


__ADS_3

Beberapa waktu kemudian saat pak Herman meninggalkan kantornya pak Surya. Pak Surya pun langsung menemui Lusi untuk mengumpulkan sebagian karyawan untuk miting dadakan.


" Lusi" panggil pak Surya.


" Ia pak"


" Bilang pada semua, hari ini ada miting dadakan"


" Baik pak" ucap Lusi. Kini Lusi pun sudah memberitau yang lain kalau ada miting dadakan. Setelah semua berkumpul di ruang miting.


" Selamat sore" sapa pak Surya.


" Sore pak" jawab semua.


" Hari ini kita mengadakan miting dadakan. Kalian pasti sudah tau tentang perusahaan kita, perusahaan kita akan di tutup, karna tabloid kita dianggap tidak menarik lagi" tutur pak Surya. Semuanya nampak terkejut setelah mendengar ucapannya pak Surya kalau perusahaan akan di tutup.


" Apa karna gosip gosip yang ditampilkan tidak begitu heboh, atau mungkin terlalu di buat buat?" tanya Hani.


" Aku rasa tidak, mungkin saja karna persaingan antar tabloid tabloid lain" ucap Andre.


" Lalu apa yang harus kita lakukan agar perusahaan kita tidak di tutup?" tanya Wisnu.


" Tadi pak Herman datang kemari, dan dia memberi kesempatan kita untuk memperbaiki semuanya. Dia menyuruh tabloid kita mengungkap tabir tentang kehamilannya Dara Amelia"


" Tapi pak selama ini Dara selalu bungkam dengan kehamilannya, kita akan sulit mengungkapnya" ucap Julia.


" Dan belum ada satu tabloid pun yang berhasil mengungkapnya"


"Kita tidak mungkin bisa menolaknya karna itu adalah permintaannya pak Herman, Dan kita cuma diberi waktu 2 minggu. Nasib perusahaan kita akan di tentukan 2 minggu lagi. Dan keputusannya adalah, kita akan terfokus dengan Dara, bukan yang lain. Dan saat ini dara di kabarkan ada di kota x di luar pulau jawa" tutur pak Surya.


Mereka terkejut kebingungan karna kota x sangatlah jauh apalagi harus keluar propinsi.


" Aneh kenapa pak Herman meminta untuk mengungkap kehamilannya Dara, sepertinya ada yang aneh" gumam Andre dalam hati.


" Diluar propinsi pulau jawa?" tanya mereka.


" Kota x kan sangat jauh bagaimana kita bisa mewawancarainya?" tanya Wisnu sedikit bingung.


"Sangat sulit dalam waktu 2 minggu kita harus mengungkap kehidupannya Dara, sementara Dara berada di luar pulau jawa. Untuk bertemu dengannya saja kita akan sangat kesulitan, apalagi untuk mewawancarainya, rasanya sangat mustahil" ucap Hani sambil menatap yang lain.


" Saya tau itu, tapi kita harus berusaha, beberapa dari kita akan ke kota x. Dan saya harap Julia bisa ikut" pinta pak Surya. Julia hanya diam dan tak bisa menolak permintaan bosnya itu.


" Untuk Hani, kamu tetap disini, untuk Lusi dan Wisnu kalian pantau keberadaan Dara di Jakarta dan di kota x" pinta pak Surya.


" Lalu siapa yang akan pergi ke kota x?" tanya Andre.

__ADS_1


" Saya putuskan, saya dan Julia lah yang akan pergi ke kota x" ucap pak Surya.


" Lalu kapan kita akan pergi ke kota x?" tanya Julia.


" Besok pagi" jawab pak Surya tegas.


" Besok pagi?, apa tidak terlalu buru buru?" tanya Julia.


" Kita tidak punya banyak waktu lagi, 2 minggu adalah waktu yang sangat singkat, perjalanan pulang pergi saja sudah memakan waktu yang lama, mudah mudahan kita bisa berhasil" ucap pak Surya.


* * * * * *


Ketika semua keluar dari ruang miting, pak Surya pun memanggil Julia.


" Julia"


Julia pun duduk kembali di ruang miting.


" Jul, apa kamu siap pergi ke kota x besok?" tanya pak Surya.


" Demi perusahaan kita, saya siap pak"


" Terima kasih Jul" ucap pak Surya sambil tersenyum. Julia mengangguk sambil berlalu keluar.


Andre, Wisnu, Hani dan Lusi berkumpul di ruangan mereka.


" Susah susah amat sih pergi ke kota x yang ada di luar pulau jawa, tulis saja kalau Dara hamil karna pergaulan bebas" ucap Hani tanpa pikir panjang.


" Itu sih namanya membunuh tabloid kita, bisa bisa Dara menuntut perusahaan kita dengan alasan pencemaran nama baik" jawab Lusi sinis.


" Kira kira siapa ya orang yang telah menghamili Dara?" tanya Wisnu.


" Yang jelas bukan kamu" gerutu Hani.


Tiba tiba Julia datang untuk mengambil tas di meja kerjanya.


" Kamu mau kemana Jul?" tanya Lusi.


" Aku mau siap siap, besok pagi kan aku berangkat" jawab Julia.


"lni saatnya kamu membuktikan kalau kamu bisa mengalahkanku" ucap Andre.


" Itu pasti" jawab Julia sedikit sinis. Setelah mengambil tasnya, ia langsung pergi.


" Gimana nasib kita kalau wawancaranya gagal"

__ADS_1


Andre hanya diam saja dan entah apa yang ada dipikirannya sekarang.


" Siapapun yang berangkat ke kota x, mudah mudahan pulangnya membawa berita menyenangkan" gumam Andre dalam hati.


* * * * * *


Ketika Julia berkemas kemas dikamarnya untuk persiapan besok. Tiba tiba mama nya datang namanya bu Ratih, ia kebingungan melihat anak bungsunya sedang berkemas kemas.


" Jul kamu mau ngapain?, kamu gak mau minggat dari rumahkan?" tanya bu Ratih sedikit panik.


" Ngga mah, Julia mau minta izin sama mama, besok aku mau pergi ke kota x"


Bu Ratih pun terkejut.


" Apaaa, kota x, bukankah itu di luar pulau jawa?" tanya bu Ratih sedikit tak percaya.


Selang beberapa waktu kemudian.


" Apaaa ke kota x?" ucap Ivan dan Bayu.


" la mas, aku ada kerjaan disana"


" Tapi Jul, apa itu tidak kejauhan?" tanya Bayu.


" Apa kamu gak takut ke kota x, lagian disana kamu mau tinggal dimana?" tanya Ivan.


" Aku kesana kan gak sendirian, aku perginya sama pak Surya, lagian cuma 2 minggu"


" Ya udah deh, mama sih terserah kamu saja"


" Juli Juli, jauh jauh ke kota x untuk wawancara artis, giliran artisnya ada di jakarta, eh malah di anggurin" ucap lvan.


" Kamu tau gak Jul, siapa ayah dari anak yang sedang di kandung Dara?"


" Emangnya mas Bayu tau. Terus siapa orangnya?" tanya Julia.


" Yang jelas sih bukan mas Bayu he he" ucap Bayu sambil tertawa tawa, di ikuti lvan yang juga ikut tertawa. Hingga Julia mendengus kesal.


" Mas Bayu sama mas lvan bercanda mulu, aku kan lagi serius. Ya udah akh aku mau pergi dulu cari angin" ucap Julia sambil berlalu pergi.


" Eh Jul mau kemana ini udah malem" ucap Bayu sedikit khawatir dengan kepergian adik bungsunya itu.


" Aku mau nemuin Arga sebentar" jawab Julia sedit berteriak karna ia sudah berada di depan rumah.


" Oh nemuin pacar kamu yang **** itu yah" ucap lvan sambil tertawa tawa.

__ADS_1


" Kayanya Julia mau mengucapkan salam perpisahan dulu sama dia"


" Entah kenapa ya, mama kurang srek dengan pacarnya Julia itu. Dia kurang cocok jadi calon menantunya mama" ucap bu Ratih menegaskan. la dari dulu memang tidak menyukai Arga.


__ADS_2