
Keesokan harinya. Julia dan Andre sudah bersiap siap untuk melanjutkan perjalanan. Tiba tiba Julia terdiam saat melihat wajah Andre yang lebam lebam. Perlahan Julia mendekatinya.
" Dre, muka kamu kenapa?, ko pada lebam begitu?" tanya Julia heran.
" Jatuh" jawab Andre singkat.
" Seperti ada yang aneh, kalau dia beneran jatuh lukanya tidak akan seperti itu, itu seperti luka orang berantem" batin Julia.
Andre hanya diam saja sambil membersihkan handicamnya. Julia pun mengambil buku diarynya yang tersimpan di atas meja kamar. la pun menulis sesuatu sambil memandangi orang yang ada dihadapannya itu.
"Dulu aku benci banget sama Andre, dia saingan terberat untukku, dia satu satunya orang yang bisa membuatku menjadi orang yang paling bodoh. Tapi kenapa rasa itu kini mulai berubah, ketika ia mau membelaku di depan Arga, meskipun dia selalu membuatku kesal, tapi di balik sikapnya itu dia punya sisi baik juga" batin Julia.
" Sekarang kamu gak sedih lagikan?" tanya Andre. Julia pun menggelengkan kepalanya.
" Ya sudah kita berangkat sekarang, jangan sampai kita ketinggalan pesawat" ucap Andre mengingatkan. Andre dan Julia pun keluar dari kamar hotel itu untuk melanjutkan perjalanan naik pesawat yang kedua. Sebelum menaiki taxi, Julia pun menengok kebelakang untuk melihat hotel itu. Andre terdiam melihat Julia, ia pun ikut melihat hotel itu sambil keheranan.
" Julia ayo" ucap Andre.
Julia pun menaiki taxi bersama Andre. Mereka pergi menuju bandara.
" Sekarang kamu jangan sedih lagi, kita harus fokus sama kerjaan kita" ucap Andre mengingatkan.
" Ia aku tau ko, sekarang aku udah gak sedih lagi. Aku sudah melupakan cowok br* * * * *k itu, lagian sekarang aku udah bisa senyum ko" ucap Julia yang kini memperlihatkan senyumannya pada Andre.
" Senyum kamu itu jelek, terlalu di buat buat" ucap Andre.
Sesampainya di bandara. Julia dan Andre pun memasuki pesawat, karna sebentar lagi pesawat akan lepas landas. Mereka sudah duduk berdampingan.
Kini pesawat sudah lepas landas.
"Mulai sekarang aku janji akan melupakan Arga dan memulai kehidupan yang baru" batin Julia.
Tiba tiba Andre berdiri.
" Mau kemana Dre?" tanya Julia.
" Aku mau ke tolilet" jawab Andre sambil berlalu. Saat Andre keluar dari toilet, tiba tiba ia keheranan melihat para pramugari dan beberapa pegawai lainnya tengah sibuk mempersiapkan alat pelampung. Andre pun melihat sebagian dari mereka ada yang menangis dan ada yang tak henti hentinya mengucap do'a.
" Kita harus cepat cepat mempersiapkan semuanya, kita harus selamatkan para penumpang, tiba tiba cuaca hari ini berubah buruk" ucap salah seorang pramugari.
__ADS_1
Andre pun terkejut mendengar pembicaraan mereka. Dengan kebigunganpun Andre pergi kembali ke tempat duduk. Saat Andre baru saja duduk, tiba tiba beberapa orang pramugari membagikan jaket pelampung. Para pramugari itu pun menjelaskan cara guna dan pemakaiannya.
" Ngapain mereka menjelaskan hal ini pada kita?" tanya Julia heran.
" Perhatikan saja mereka" ucap Andre.
" Males ah" ucap Julia cuek. Julia malah memejamkan matanya. Andre teringat omongan salah satu pramugari saat ia keluar dari tolilet. Andre langsung memanjatkan do'a.
" Semoga semuanya baik baik saja"
Tiba tiba pesawat terbang tak karuan. Membuat penumpang terkejut dan khawatir. Begitu juga dengan Julia, ia merasakan ada yang aneh hingga ia terbangun dari tidurnya.
" Dre, ini kenapa Dre?" tanya Julia cemas.
" Tenang Jul" Andre mencoba untuk menenangkan Julia. Para pramugari pun mencoba untuk menenangkan semua para penumpang.
" Tenang bapak bapak ibu ibu. Kami mohon maaf tiba tiba cuaca menjadi buruk" ucap sang pramugari.
Sebagian pramugari yang lain nampak sibuk untuk mencoba menyelamatkan penumpang.
Terdengar para penumpang memanjatkan do'a, namun tak sedikit dari mereka yang nampak begitu takut dan panik.
" Demi keselamatan kita semua, mari kita berdo'a bersama sama dan jangan panik" ucap sang pramugari. Para penumpang nampak histeris ketakutan. Julia terus memegangi tangannya Andre.
" Dre aku takut"
" Kau pegang saja tanganku" pinta Andre. Para penumpang sibuk berdo'a.
" Saat ini tidak ada cara lain selain berdo'a"
Beberapa penumpang sudah mengenakan jaket pelampung itu. Namun Julia malah ketakutan saat pesawai mulai oleng.
" Ayo Julia" pinta Andre.
" Nggak Dre, aku takut" ucap Julia sambil memejamkan matanya, takut terjatuh ke bawah.
" Tidak ada cara lain, memangnya kamu mau mati bersama pesawat ini" ucap Andre. Julia pun terdiam. Mau tidak mau mereka pun mengenakan jaket itu. Julia sudah sangat ketakutan, ia pun menatap Andre, seketika Andre langsung menganggukan kepalanya pada Julia, mencoba untuk menenangkannya. Mereka menjerit saat pesawat terjatuh. Semua orang yang ada di pesawat itu terjatuh ke permukaan laut. Mereka sudah memakai jaket pelampung yang sudah di sediakan sebelumnya. dengan membawa alat masing masing. Untung saja pesawat belum terbang terlalu tinggi. Andre dan Julia pun berpegangan tangan, suara jeritan mereka sangat terdengar jelas. Saat akan keluar dari pintu darurat, pelampung Julia tiba tiba kempes, Julia sangat terkejut dan ketakutan.
" Dre pelampungnya rusak" teriak Julia. Namun andre tak dapat mendengarnya. Julia pun mengisaratkan kalau jaket pelampungnya rusak. Andre nampak terkejut.
__ADS_1
" Aku tidak bisa berenang" ucap Julia.
" Pegang erat tanganku" teriak Andre.
Tiba tiba tangan Julia terlepas dari Andre. Julia dan Andre pun terkejut.
" Julia" teriak Andre.
" Dre tolong aku, a a a a" Julia menjerit. Julia dan Andre pun terpisah. Andre terbawa ombak ke tepi pantai kesebuah pulau. Sementara Julia terombang ambing di tepi pantai. Andre nampak kesakitan ketika ia sampai di tepi pantai. Nafasnya sudah ngos ngosan.
" Duuh sial banget hari ini, tapi aku bersyukur masih di beri keselamatan" ucap Andre. Tiba tiba ia teringat dengan Julia.
" Julia, dimana dia" ucap Andre cemas. la mulai mencari cari Julia di pulau itu.
" Julia julia" teriak Andre memanggil.
" Jul kamu dimana?" teriak Andre kembali.
Beberapa orang penumpang pesawat itu pun berada di pulau yang sama dengan Andre. Sebagian dari mereka terbawa ombak ke tepi pantai. Dan sebagian lagi masih terjebak di dalam pesawat. Andre pun bertanya pada salah satu dari mereka.
" Permisi, apa diantara kalian ada yang melihat seorang perempuan memakai baju merah dan jaket hitam jatuh di sekitar sini?" tanya Andre. Diantara mereka tidak ada yang melihat Julia. Andre mulai ketakutan. Andre melihat para penumpang yang terseret ombak ke pulau itu, tidak sedikit dari mereka yang terluka. Tiba tiba Andre terkejut melihat Julia yang hampir tenggelam di dekat pantai.
" Julia"
Seketika itu pula Andre langsung berlari menghampiri Julia. Andre pun menolong Julia dan membawanya ke tepi pantai.
" Jul Julia kamu tidak apa apa kan ?" tanya Andre cemas. Julia hanya diam karna syok.
" Julia"
Julia langsung menatap Andre.
" Dre, apa aku masih hidup?, apa kita selamat ?" tanya Julia. Andre pun mengangguk. Tiba tiba Julia menangis.
" Aku takut Dre"
Andre pun menggandeng Julia untuk bergabung dengan yang lainnya. Julia tak henti hentinya menangis.
" Mah aku mau pulang, aku takut mah" batin Julia.
__ADS_1