Terjadi Sesuatu

Terjadi Sesuatu
Berhasil


__ADS_3

Masih dengan Andre dan Julia yang diusir oleh Dara di filanya. Mereka sangat terkejut dengan sikapnya Dara yang kurang ramah pada mereka. Andre dan Julia sudah berusaha membujuk Dara, namun Dara tetap pada pendiriannya ia tak mau di wawancara oleh siapapun. Para bodoguard itu membawa paksa Andre dan Julia ke luar fila itu.


" Pergi kalian dan jangan pernah kembali lagi kesini" ucap sang bodoguar mengusir. Andre dan Julia pun mulai bingung dan kecewa. Perjalanan mereka yang penuh perjuangan kini kandas sudah karna penolakan dari Dara sendiri.


" Dre, gimana ini?" tanya Julia. Andre pun menghela nafas kasar.


" Entahlah, padahal kita sudah berusaha semaksimal mungkin" jawab Andre.


" Lalu apa yang harus kita katakan pada pak Surya dan yang lainnya, mereka pasti sangat kecewa pada kita" ucap Julia.


Saat mereka berjalan dengan putus asa. Tiba tiba Julia teringat dengan kata katanya bu Luna."Andre Julia, semoga kalian berhasil, jangan kecewakan ibu, ibu percaya sama kalian, demi semuanya" itu adalah kata kata bu Luna yang sangat berharap pada Andre dan Julia.


Tiba tiba Julia berbalik dan mendorong gerbang filanya Dara dengan sekuat tenaganya hingga gerbang itu kembali terbuka. Seketika itu Julia langsung menemui Dara. Andre pun ikut mengejar Julia begitu juga dengan kedua bodiguarnya Dara. Mereka berlari mengejar Julia. Kini Julia melihat Dara yang kini sedang menangis.


" Oh jadi begini seorang selebriti terkenal menghabiskan waktunya dalam menghadapi masalah, memilih lari dan bersembunyi" ucap Julia. Seketika Dara langsung menghapus air matanya.


" Kenapa kau kembali lagi" ucap Dara tak suka. Kedua bodiguard itupun langsung menarik tangan Julia untuk pergi. Tiba tiba Dara melarangnya. Julia langsung berlutut di hadapannya Dara. Sementara Andre hanya diam terpaku melihat apa yang dilakukan oleh rekan kerjanya itu.


" Aku mohon, kamu mau sedikit berbagi cerita dengan kami atas kabar tentang kehamilanmu, aku tau aku lancang sudah berani bertanya masalah pribadi padamu, tapi kumohon, ini semua bukan untuku, bukan untuk Andre atau perusahaan kami, tapi semata mata demi 164 karyawan yang bekerja di perusahaan itu yang saat ini pekerjaannya sedang terancam, cuma kejujuranmu yang bisa menyelamatkan nasib pekerjaan mereka" tutur Julia.


Andre pun terdiam dengan ucapannya Julia, ia tak menyangka kalau Julia bisa berkata seperti itu.


"Julia benarkah itu kamu?, aku tidak menyangka kamu sangat peduli dengan karyawan yang lain, bukan karna kamu ingin mengalahkanku, aku bangga padamu" batin Andre.


Dara pun terdiam ada rasa iba saat mendengar perkataannya Julia. Dara pun menyuruh kedua bodiguard itu untuk pergi.


" Semua orang salah menilaiku" ucap Dara.


Julia pun tersenyum saat Dara mau berbicara. Julia langsung menatap Andre sambil mengangguk. Andre pun tersenyum dan langsung merekam Dara dengan handicamnya.

__ADS_1


" Aku hamil bukan karna pergaulan bebas, aku sudah menikah diam diam" ucap Dara. Andre dan Julia pun terkejut. Dara pun memperlihatkan poto pernikahannya.


" Namanya Rama, tapi hubungan kami banyak sekali rintangannya, mantan tunanganku dulu ia selalu berusaha mendekatiku lagi dengan cara liciknya, aku takut dia akan menyakiti rama hingga aku harus merahasiakan identitas Rama pada publik. Mantan tunanganku orangnya sangat nekat, aku takut dia akan mencelakai Rama" ucap Dara.


" Kalau boleh tau siapa mantan tunanganmu itu?" tanya Julia. Dara pun terdiam, sebenarnya ia tak mau menyebutkan laki laki itu, namun akhirnya ia memperlihatkan poto mantan tunangannya di ponselnya pada Julia. Seketika Julia langsung terkejut saat melihat siapa laki laki yang menjadi mantannya Dara.


" Pak Herman?" ucap Julia tak percaya.


Andre pun terkejut dan langsung menatap poto itu.


" Kalian mengenalnya?" tanya Dara penasaran.


" Dialah yang mempunyai wewenang atas semua ini, pantas saja dia ingin sekali mengungkap tentang kehamilanmu, pak Herman mengancam akan menutup perusahaan kami dalam dua minggu ini kalau kita tidak berhasil mendapatkan kabar tentang kehamilanmu" tutur Julia. Dara pun terdiam dan menggeram kesal pada pak Herman mantan tunangannya itu.


" Sepertinya dia tidak menyerah dengan usahanya" ucap Dara sedikit kesal.


" Apa kalau pak Herman tau dengan masalah ini dia tidak akan berbuat jahat pada Rama?" tanya Andre.


" Mudah mudahan saja"


Setelah hampir satu jam lebih mereka berbincang bincang, akhirnya selesai juga mewawancarai Dara. Ada kebanggaan dalam diri Julia ketika dia berhasil mendapatkan kabar berita tentang kehamilannya Dara Amelia. Andre pun tersenyum. Setelah selesai dengan urusannya, Andre dan Julia pun pamit untuk pulang.


" Terima kasih banyak Dara, kau sudah menyelamatkan pekerjaan karyawan perusahaan kami, maaf jika kami mengganggumu" ucap Julia.


" Terima kasih sudah mau berbagi dengan kami" ucap Andre. Dara pun mengangguk tersenyum.


" Saya salut dengan perjuangan kalian kemari, karna cuma kalian yang berhasil bertemu denganku disini, ku dengar banyak wartawan yang datang kemari untuk menemuiku, tapi cuma kalian berdua yang berhasil" ucap Dara. Andre dan Julia pun tersenyum.


" Kami pamit terima kasih"

__ADS_1


" Hati hati" ucap Dara.


Kini Andre dan Julia pun pergi dari filanya Dara, ada rasa bahagia diraut wajah mereka. Mereka pun berjalan kembali menelusuri pesawahan.


" Kamu hebat Jul, kamu berhasil" ucap Andre.


" Berhasil apa, berhasil mendapatkan gosip tentang Dara atau berhasil mengalahkanmu" ucap Julia sambil tersenyum.


" Dua duanya" jawab Andre. Julia sudah menampakan senyumnya.


" Bukan aku yang hebat Dre, tapi kita" ucap Julia. Andre pun tersenyum.


" Lagian ada yang bilang padaku, jika ingin menjadi wartawan terbaik, yang diperlukan bukan cuma bakat tapi juga hati dan perasaan" tutur Julia. Andre pun kembali tersenyum karna itu adalah ucapannya yang ia katakan pada Julia.


" Oh iya Dre, aku sama sekali tidak menyangka kalau pak Herman adalah mantan tunangannya Dara, pantas saja dia ingin sekali kita mendapatkan berita tentang Dara Amelia, ternyata dia punya maksud tertentu" ucap Julia.


" Kecurigaanku ternyata benar, pak Herman ada sangkut pautnya dengan semua ini" batin Andre. Mereka pun kembali melanjutkan perjalanan.


" Aku capek Dre" ucap Julia mengeluh, tiba tiba cuaca menjadi gelap.


" Dre, ko rasanya malam cepat banget ya" ucap Julia heran.


" Nggak Julia ini bukan malam, ini baru jam tiga sore" ucap Andre yang juga merasa heran dengan cuaca yang tiba tiba menggelap begitu saja. Andre dan Julia pun terdiam ketakutan. Tiba tiba ada gempa kecil yang terjadi di daerah itu. Julia menjerit ketakutan saat merasa tubuhnya goyang akibat getaran gempa itu.


" Dre, aku takut" ucap Julia.


Seketika Andre langsung memeluknya.


" Tenang Jul kau pegang tanganku jangan sampai kau lepaskan" pinta Andre. Tiba tiba gempa itu menghilang, dan cuaca mulai kembali normal.

__ADS_1


" Dre, kejadian tadi cuma mimpikan?" ucap Julia.


" Sudahlah kita lanjutkan perjalanan" ucap Andre sambil menatap gunung yang kini di penuhi dengan asap tebal.


__ADS_2