
Masih dengan Julia dan Andre yang berada di tepi pantai, Mereka masih setia duduk di sana.
" Aku kangen Jakarta" ucap Julia sambil memandang jauh kedepan.
" Mudah mudahan kita bisa cepat mendapatkan berita tentang Dara, jadi kita bisa cepat pulang ke Jakarta" jawab Andre.
"Kira kira ada yang kangen kita ga ya disana?"
Tiba tiba Julia melihat Arga yang sedang berjalan jalan di tepi pantai itu. Seketika Andre langsung menatap Julia.
" Ga apa apa ko, lagian aku udah benci sama dia" ucap Julia tegas.
" Apa itu efek dari jus patah hati?, tapi gak apa apa, aku jadi punya teman" ucap Andre sambil tersenyum.
" Teman?, teman apa?" tanya Julia tak mengerti.
" Iya, aku sama Arga sama sama orang yang kamu benci" ucap Andre sambil tersenyum senyum. Julia pun ikut tersenyum.
" Tapi sekarang ini rasa benciku sama kamu sudah mulai sedikit berkurang"
" Masa, nanti juga sampai Jakarta kamu benci lagi sama aku" ucap Andre.
Mereka berdua terus memandangi keindahan pemandangan dan ombak di pantai itu.
" Dre, Aida itu orangnya gimana sih?" tanya Julia penasaran. Andre langsung tersenyum.
" Dia itu perempuan yang baik, ceria, lembut dan penyayang, dia satu satunya perempuan yang ku anggap sempurna"
" Kenapa ya, tuhan mengambil orang baik kaya Aida, dan malah membiarkan orang bre* * * * k kaya Arga berkeliaran di dunia ini" ucap Julia.
Andre malah tertawa mendengar ucapannya Julia. Tiba tiba Andre terdiam.
" Mungkin saat ini Aida sudah menjadi bidadari surga. Atau dia menjadi peri, peri kebaikan"
" Kalau Aida jadi bidadari atau peri, lalu aku jadi apa?" tanya Julia.
__ADS_1
" Kamu jadi nenek sihirnya" jawab Andre sambil tertawa. Hingga Julia mendengus kesal.
" Kurang ajar" gerutu Julia. la pun memukul mukul pundak Andre, Andre hanya tertawa tawa. Mereka pun berlarian di pantai itu sambil tertawa tawa, seakan mereka lupa dengan kesedihan masing masing.
" Kamu kan mirip nenek sihir, nenek sihir yang jutek" ucap Andre meledek.
" Kalau aku nenek sihir, berarti kamu kurcacinya dong" ucap Julia.
Mereka berlari sambil berbalap balapan disana, seketika Julia terhenti saat ia melihat Arga semakin mendekat kearahnya. Arga sudah menggandeng Tasya dengan mesranya. Julia langsung tersenyum, membuat Andre menjadi kebingungan. Tiba tiba Julia berlari dan menyenggol Arga hingga Tasya menjadi terjatuh dan terkena deburan ombak. Andre yang melihat pun tersenyum dan langsung berlari menyusul Julia.
" Dasar gila si Julia" ucap Andre sambil tersenyum.
Arga pun terkejut melihat Tasya terjatuh, ia langsung membangunkan pacarnya itu.
" Sayang kamu gak apa apa?" tanya Arga cemas. la tidak tau kalau Julia yang telah sengaja menyenggolnya. Tasya sangat kesal pada Andre. Seketika itu pula Tasya langsung menampar Arga.
" Maafin aku, aku benar benar tak sengaja, tadi ada orang yang menyenggolku hingga membuat kamu terjatuh" ucap Arga membela diri.
Dari kejauhan Andre dan Julia tertawa tawa melihat Tasya marah marah pada Arga.
" Jul, makan yu" ajak Andre. Julia pun mengangguk, mereka makan di sebuah restoran di tepi pantai.
" Lucu ya melihat mukanya Arga sehabis dia di tampar si Tasya" ucap Julia sedikit tertawa.
Andre pun melihat Arga dan Tasya yang akan makan di restoran itu.
" Jul, itu si Arga sama si Tasya masuk kesini, sepertinya mereka mau makan disini" ucap Andre. Julia pun tersenyum.
" Kita kerjain yu" pinta Julia.
Saat Arga duduk bersama Tasya di meja makan yang letaknya tidak jauh dari mejanya Julia dan Andre. Tiba tiba Julia melempar sesuatu pada pundaknya Arga. Arga pun terkejut dan langsung celingak celinguk mencari siapa yang melempar sesuatu padanya, hingga ia kebingungan.
"Siapa yang melempar sesuatu padaku" gumam Arga dalam hati. Andre dan Julia pun tertawa tawa.
Saat Arga dan Tasya akan mulai makan, tiba tiba Arga di lempar sesuatu lagi. Arga semakin kebingungan hingga ia tengok kanan tengok kiri mencari siapa orang yang mengerjainya. Tasya pun sedikit kesal dengan tingkahnya Arga yang celingak celinguk tak jelas.
__ADS_1
" Kamu itu kenapa sih?" tanya Tasya sedikit kesal.
" Oh ngga ko" jawab Arga berbohong. Dan untuk ketiga kalinya Julia melempar sesuatu lagi pada Arga, hingga Arga semakin kebingungan di buatnya.
" Ini siapa yang iseng sih. dari tadi ngelemparin sesuatu terus padaku" ucap Arga yang kini sudah mendengus kesal.
Arga terus saja tengok kanan tengok kiri, membuat Tasya semakin kesal dibuatnya.
" Kamu itu kenapa sih Ga, dari tadi gak fokus banget makannya, apa kamu gak mau makan sama aku ya?" tanya Tasya sedikit marah. Dengan kesalnya pula Tasya langsung pergi meninggalkan Arga. Dan seketika itu pula Arga menyusul kekasihnya. Namun salah satu pelayan disana memanggil Arga.
" Mas, tunggu mas belum bayar, kalau mas mau pergi dari sini mas harus bayar dulu, kalau mas tidak mau bayar nanti saya laporkan pada manager restoran ini" ucap si pelayan.
Arga pun menjadi semakin kebingungan. Setelah membayar bonnya, Arga pun berlari menyusul Tasya. Seketika itu pula Andre dan Julia tertawa terbahak bahak melihat sepasang kekasih itu.
" Kasihan banget si Arga" ucap Andre dengan masih tertawa.
" hari ini aku puas banget" ucap Julia antusias.
* * * * * *
Malam pun tiba. Saat Julia berdiri di balkon kamar hotel, air mata menetes di pelupuk matanya.
" Aku memang bodoh, aku sudah coba melupakannya, membencinya dan menghapus rasa cinta ini. Entah kenapa semua ini terasa sangat sulit. Padahal aku tau kalau Arga itu orangnya bre* * * * *k, tapi kenapa sulit sekali untuk melupakannya"
Tiba tiba Andre mendekatinya dan berdiri disebelahnya Julia. Seketika itu pula Julia langsung menghapus air matanya.
" Kamu memang bisa membohongi orang lain, tapi kamu gak bisa membohongi aku, apalagi membohongi perasaan kamu sendiri" ucap Andre sambil memandang jauh ke arah pantai.
" Maksud kamu?" tanya Julia.
Andre malah tersenyum.
" Julia Julia, aku tau kamu belum bisa melupakan si Arga itu. Kamu masih cintakan sama dia?, jujur ya, kamu itu adalah orang yang paling paling bodoh yang pernah kukenal, udah tau disakitin, dihianati, di bohongi dan di duakan, tapi tetap saja kamu masih cinta sama dia" tutur Andre. Julia pun terdiam.
" Aku sudah berusaha untuk melupakannya, tapi entah kenapa aku masih ada rasa padanya. Aku sudah mencoba membuang semua rasa sayang dan cinta itu, mungkin semua butuh waktu" ucap Julia sambil berlalu pergi. Andre langsung terdiam dengan masih setia memandangi deburan ombak di pantai itu.
__ADS_1
" Julia Julia" ucap Andre sambil menggelengkan kepalanya.