Terjadi Sesuatu

Terjadi Sesuatu
Asap tebal


__ADS_3

Masih dengan Julia yang ketakutan setelah terjadi gempa kecil tadi, ia berjalan sambil memegangi lengannya Andre. Anehnya Andre tidak keberatan akan hal itu. Mereka pun melanjutkan perjalanan.


Ketika hari mulai sore, mereka pun beristirahat di bawah pohon kecil tepatnya di sebuah pesawahan. Andre dan Julia pun duduk di bawah pohon itu.


" Kasihan ya Dara, di balik kesuksesannya, ternyata dia menyimpan kesedihan juga" ucap Julia.


" Yang kasihan itu kita, kita gak tau nasib kita besok gimana?" ucap Andre. Julia pun terdiam.


" Kenapa nasib kita jadi begini ya Dre, meskipun kita berhasil, entah kenapa aku merasa takut" ucap Julia.


" Ya inilah bukti pengorbanan kita, dan yang pastinya pak Surya dan bu Luna akan senang dengan keberhasilan kita" ucap Andre sambil menatap handicamnya. Tiba tiba Julia heran melihat gunung yang sering ia lihat di daerah itu.


" Dre, ko gunung itu keluar asap" ucap Julia sedikit heran.


" Makin hari gunung itu makin aneh" ucap Andre yang kini ikut menatap gunung itu.


" Dre, malam ini kita tidur dimana?" tanya Julia. Andre pun terdiam, lalu ia menatap sekeliling yang hanya ada pesawahan, karna perkampungan sangatlah jauh.


" Sepertinya dengan terpaksa malam ini kita menginap disini, perkampungan masih jauh, aku sudah tak kuat berjalan lagi" jawab Andre.


" Hmmm, aku juga lelah"


" Apa kau laper?" tanya Andre. Julia pun mengangguk. Andre mengeluarkan roti di dalam tas kecilnya dan memberikannya pada Julia.


" Makanlah"


" Hanya satu?, lalu kau makan apa?" tanya Julia.


" Rotinya cuma satu, jadi kau saja yang makan, aku tidak apa apa" ucap Andre. Julia pun membagi dua roti itu pada Andre.


" Susah senang kita sama sama, maka laper maupun kenyang kita juga harus sama sama" ucap Julia. Andre pun tersenyum dan langsung menerima sepotong roti itu dari tangannya Julia.

__ADS_1


" Terima kasih"


" Dre, banyak sekali ya pengalaman dan pelajaran hidup yang kita alami di perjalanan kita ini, dari mulai aku diputuskan Arga, lalu kita terjatuh di pesawat, lalu terjebak di pulau, terus kecelakaan mobil, lalu penolakan Dara pada awal awal. Tapi aku senang karna pada akhirnya kita berhasil dengan tujuan kita, meskipun perjalanannya butuh perjuangan dan pengorbanan yang teramat sangat" tutur Julia. Andre pun tersenyum.


" Perjalanan kita ini akan kujadikan pengalaman hidup yang paling berharga" ucap Andre.


Malam pun tiba. Andre duduk sambil memeluk kedua kakinya sambil menatap bintang dilangit. Sementara dengan Julia, ia pun membuka buku diarynya dan menulis sesuatu disana sambil menatap Andre yang kini ada di hadapannya, jarak mereka sekitar satu meter.


"Dear diary. Entah apa yang terjadi padaku, dulu Andre adalah orang pertama dan orang terakhir yang aku benci. Tapi kini semua itu berubah, entah berubah menjadi apa, yang jelas kata benci dan persaingan itu berubah saat aku menatapnya kini. Dulu aku benci dan sangat membencinya. Tapi rasa benci itu kini telah pergi dan entah pergi kemana. Yang ada sekarang aku selalu ingin menatapnya, ingin mendengar suaranya, dan ingin selalu didekatnya. Apakah terjadi sesuatu, apa benar terjadi sesuatu dengan hatiku?"


Ketika malam sudah larut, Andre pun tidur sambil bersandar di pohon kecil itu. Saat Andre sudah terlelap, Julia pun mendekatinya dan langsung bersandar dipundaknya Andre.


* * * * * *


Keesokan harinya. Pagi pagi sekali Julia terbangun dari tidurnya. Julia terkejut melihat daerah pegunungan dan pesawahan itu di penuhi asap tebal. Julia langsung membangunkan Andre.


" Dre, bangun Dre, kenapa disini banyak asap" ucap Julia cemas dan takut. Perlahan Andre pun terbangun, ia pun terkejut melihat asap itu.


" Ayo cepat Dre, kita pergi dari sini aku takut" ucap Julia. Andre dan Julia pun bergegas pergi dari pesawahan itu dan melanjutkan perjalanan Julia terus saja menggenggam tangannya Andre, karna takut dan penglihatannya pun sedikit kabur karna asap tebal itu. Dan setibanya di sebuah perkampungan, namun asap gunung itu masih ada meski tak setebal di pesawahan tadi. Andre dan Julia pun heran melihat penduduk di kampung itu berlarian bersama keluarganya sambil membawa barang barang berharganya. Mereka banyak yang menangis bahkan menjerit.


" Dre, ada apa ini Dre?" tanya Julia cemas.


" Entahlah Jul"


Karna penasaran, Andre pun bertanya pada salah satu penduduk itu.


" Permisi, sebenarnya ini ada apa ya?" tanya Andre.


" Kalian gak lihat gunung itu, sebentar lagi gunung itu akan meletus dan letusannya akan menghancurkan kita disini, sebaiknya kalian cepat pergi dari sini" ucap salah satu penduduk itu.


Andre dan Julia pun terkejut dan kebingungan saat melihat gunung itu mengeluarkan api.

__ADS_1


" Ayo Jul kita pergi dari sini, kita bisa celaka karna letusan gunung itu" ucap Andre. Andre dan Julia pun berlari mengikuti penduduk itu. Tiba tiba guncangan letusan itu terasa di daerah itu. Membuat semua penduduk menjerit histeris, bahkan ada yang terluka karna terjatuh.


" Julia jangan lepaskan tanganku" ucap Andre. Sambil berlari Julia pun menangis ketakutan.


* * * * * *


Sementara dengan yang ada di Jakarta. Mereka semua terkejut ketika mendengar berita di tv kalau daerah yang dikunjungi Andre dan Julia terkena letusan gunung, Lusi dan bu Luna pun menangis ketakutan.


" Julia dimana kamu?, apa kamu baik baik saja" gumam Lusi cemas.


" Aku yakin mereka baik baik saja, kita harus tenang dan berdo'a untuk mereka" ucap Wisnu.


" Gimana aku bisa tenang, jelas jelas Julia dan Andre berada di daerah itu" ucap Lusi kembali.


" Pak Surya apa yang harus kita lakukan untuk menyelamatkan mereka" ucap Hani yang kini sudah mencemaskan Andre. Pak Surya pun terdiam kebingungan.


" Saya bingung apa yang harus saya lakukan, kita tidak mungkin menyusul mereka kesana, itu sama saja kita bunuh diri" ucap pak Surya.


" Pah lakukan sesuatu" pinta bu Luna yang kini sudah panik.


" Saya akan mencari bantuan untuk melacak keberadaan mereka"


Dan ketika Ivan dan Bayu tau bahwa daerah yang akan dikunjungi Julia dan Andre sedang terjadi letusan gunung. Mereka nampak khawatir dan panik dengan keadaan adik bungsunya itu.


" Julia sekarang kamu dimana, apa kamu baik baik saja" ucap Ivan.


" Apa yang harus kita lakukan, kita gak boleh diam saja, Julia pasti butuh bantuan" ucap Bayu.


" Kita harus minta pertanggung jawaban dari perusahaannya Julia. Dan jangan sampai mama tau masalah ini, karna itu akan sangat bahaya" tutur Ivan.


Ivan dan Bayu nampak ketakutan dan khawatir setengah mati dengan keadaan adik kesayangannya itu.

__ADS_1


__ADS_2