
Saat Julia dan Andre duduk untuk menunggu keberangkatan, tiba tiba bu Luna datang menghampiri mereka.
" Andre, Julia" panggil bu Luna.
" Bu Luna"
" Andre, Julia kalian hati hati, semoga kalian berhasil ya, jangan kecewakan ibu. lbu percaya sama kalian. Demi semuanya"
" lbu percaya kan sama kita?, kita akan berusaha untuk tidak mengecewakan ibu" ucap Julia. Bu Luna pun langsung memeluk Julia sambil meneteskan air matanya. Seketika ia menghapus air matanya setelah melepas pelukannya.
" Kalian hati hati ya, Dre, jagain Julia" pinta bu Luna. Andre pun mengangguk.
" Kita pergi bu" ucap Julia.
" Hmmm, hati hati"
Ketika akan memasuki pesawat, Julia seperti melihat Arga, ia mulai terdiam hingga membuat Andre kebingungan melihatnya.
" Julia kamu kenapa?" tanya Andre.
Julia pun menggelengkan kepalanya dan langsung masuk kedalam pesawat.
" Mungkin aku salah lihat" batin Julia.
Di dalam pesawat Andre duduk berdampingan dengan Julia. Saat Julia membuka tas kecilnya, ia menemukan sebuah kertas yang di tulis oleh Ivan dan Bayu bertuliskan" TERJADI SESUATU"
Dengan kesalnya Julia langsung membuang kertas itu.
" Aku benci kata kata itu" ucap Julia ketus.
Julia tertidur didalam pesawat. Andre terus menatap kertas yang dibuang Julia, ada rasa penasaran dalam hatinya. Diam diam Andre mengambil kertas itu tanpa sepengetahuan siapapun. Perlahan Andre membuka kertas itu.
" Terjadi sesuatu?"
Dengan kebingungan pun Andre menaruh kertas itu ketempat semula. Setelah hampir satu jam Julia tertidur, akhirnya ia bangun juga. Ia menatap kearah jendela, sebenarnya ia tak mau pergi ke kota x apalagi perginya dengan Andre.
" Kenapa kita harus pergi ke kota x, kenapa perusahaan kita harus di tutup" Gumam Julia. Andre pun mendengar ucapannya Julia.
" Kamu mau tau kenapa?, karna gosip yang kamu tampilkan tidak menarik" ucap Andre membuat Julia naik darah.
" Jadi maksud kamu yang salah itu aku?" tanya Julia ketus. Andre pun mengangguk.
" Kamu tau siapa orang yang paling aku benci?" tanya Julia.
" Tau!, aku kan" ucap Andre dengan santainya. Julia semakin di buat kesal oleh rekan kerjanya itu.
" Mimpi apa aku semalam, kenapa aku harus pergi sama kamu, aku benci banget sama kamu" gerutu Julia.
" Kamu benci kan karna kamu iri padaku, tapi terserah karna aku tidak perduli"
Dengan kesalnya Julia tidur kembali. Setelah melihat Julia tertidur, Andre pun mengeluarkan sebuah foto di dalam saku jaketnya. la terdiam saat melihat sebuah foto perempuan.
__ADS_1
" Kenapa kamu harus pergi ninggalin aku" gumam Andre. Julia pun terbangun mendengar ucapan Andre.
" Berisik banget sih"
" Udah sampai" jawab Andre. Julia pun terdiam dan langsung melihat kearah jendela.
" Jadi kita udah ada di propinsi A?" tanya Julia tak percaya. Andre mengambil tas kecilnya.
" Ini udah sampai di propinsi A, kamu mau turun gak?"
Andre dan Julia pun keluar dari pesawat. Seketika Julia langsung tersenyum melihat pemandangan disana.
" Propinsi A, duh indah banget" ucap Julia girang.
" lngat ya, kita kesini bukan untuk liburan, tapi untuk kerja" ucap Andre mengingatkan. Hingga Julia cemberut kesal.
"Aku tau, menyelam sambil minum air kan ga apa apa" ucap Julia sedikit sinis. Tiba tiba ponsel Andre berbunyi, Hani meghubunginya.
" Ada apa Han, aku dan Julia baru turun dari pesawat"
" Kalian baru sampai ya" ucap Hani.
" Han aku tutup dulu ya telponnya aku sedang mencari mobil transportasi" Andre pun mematikan teleponnya.
" Baru aja sebentar dia sepertinya sudah kangen sama kamu" ucap Julia sinis. Andre hanya diam saja dan tak memperdulikan ucapan sinis Julia. Julia berjalan mendahului Andre. Ia melihat lihat mobil yang ada di parkiran.
" Dre, mobil yang akan menjemput kita mobil yang mana?" tanya Julia dengan masih melihat lihat mobil di parkiran itu.
" Apa, naik taxi?, tapi ga apa apalah dari pada naik angkot" ucap Julia.
Julia dan Andre pun naik taxi menuju sebuah hotel. Di dalam taxi ia terus menggerutu kesal karna ia tak bisa menghubungi Arga.
" Kenapa sih, dimatiin lagi dimatiin lagi" gerutu Julia. Tiba tiba ponsel Julia berbunyi.
" Hallo mas Bayu"
" Julia kamu udah sampai di propinsi A?" tanya Bayu.
" Sudah mas"
Tiba tiba lvan ikut bicara.
" Eh Jul, gimana?, sudah ada pertanda terjadi sesuatu?" tanya lvan. Seketika Julia langsung cemberut.
" Mulai deh, gak disana gak disini. Bilangnya terjadi sesuatu, terjadi sesuatu, aku benci sama kata kata itu" ucap Julia kesal. Bayu dan lvan malah menertawakan Julia.
" Yasudah kamu baik baik ya disana"
" Jangan lupa bilang sama Andre, AKU CINTA KAMU" ucap Ivan menggoda adik bungsunya itu. Dengan kesalnya Julia langsung mematikan ponselnya.
" Dasar gila" gerutu Julia.
__ADS_1
" Dasar anak mamih, belum sehari saja sudah di khawatirkan" sindir Andre.
" Seharusnya kata kata itu kamu ucapkan pada si Hani. Cewek genit yang suka ngejar ngejar kamu itu, cowok kaya kamu dikejar kejar, kurang kerjaan" gerutu Julia.
" Kuperingatkan ya, mulai saat ini lupakan dulu persaingan kita, dan fokuskan sama pekerjaan kita" ucap Andre tegas.
" Ya kita lihat saja nanti" ucap Julia cuek.
Taxi pun berhenti karna sudah sampai di sebuah hotel.
" Akhirnya sampai juga" ucap Julia sambil meregangkan otot ototnya. Andre dan Julia pun keluar dari taxi. Julia terdiam melihat keindahan yang ada di sekeliling hotel itu. di hadapan hotel itu nampak pantai yang begitu indah di pandang mata.
" Waaah indah banget"
Julia berbalik kebelakang menatap pantai. Sementara Andre malah memotret motret hotel itu.
" Ya ampun ada pantainya , sempurna" ucap Julia sambil tersenyum senyum. Andre pun terdiam melihat rekan kerjanya itu.
" lngat ya kita kesini bukan untuk liburan" ucap Andre mengingatkan. Julia langsung cemberut kesal.
" la aku tau"
Andre dan Julia pun masuk kedalam hotel. Mereka langsung menemui resepsionis untuk memesan kamar.
"Ada yang bisa saya bantu?" tanya resepsionis.
" Saya mau pesan kamar" jawab Andre.
" Untuk berapa kamar?" tanya resepsionis kembali.
" Satu kamar" jawab Andre.
Seketika Julia langsung terkejut, ia langsung menatap Andre.
" Ko cuma satu?, kita kan berdua?" tanya Julia heran.
" Kamu lupa sama ucapannya bu Luna, kita itu harus berhemat, bu Luna ngasih uang nya sedikit" jawab Andre.
" la aku ingat" ketus Julia. Julia pun menggeram kesal karna harus satu kamar dengan Andre.
" Untuk berapa malam?" tanya resepsionis kembali.
" Satu malam"
Setelah membayar hotel, resepsionis itu memberikan kunci kamar itu.
" Terima kasih"
Andre dan Julia pun berjalan menuju kamarnya.
" Duuh, aku capek banget, manasih kamarnya?, jauh banget" julia sudah tak sabar ingin beristirahat.
__ADS_1
" Berisik banget sih" ucap Andre ketus.