Terjadi Sesuatu

Terjadi Sesuatu
Saingan


__ADS_3

Keesokan harinya. Saat Julia menghadap pak Surya diruangannya. Ada sedikit keraguan dalam dirinya setelah apa yang di harapkan pak Surya telah gagal di jalankannya. Perlahan Julia duduk di hadapannya pak Surya sambil menundukan kepalanya.


" Maafkan saya pak, saya benar benar telah mengecewakan bapak" ucap Julia penuh penyesalan, ia merasa malu pada bosnya itu.


" Saya memang kecewa. Tapi apa mau dikata, kalau Dara diam membisu tentu saja dia punya alasan tertentu dan itu bukan salah kamu Jul" ucap pak Surya yang kini sedikit kecewa.


" Tapi saya janji pak, saya akan berusaha untuk lebih baik lagi" tutur Julia menegaskan.


" Mungkin untuk minggu ini tabloid hitam putih tidak akan keluar edisi baru. Karna memang kita tidak punya berita untuk minggu ini" ucap pak Surya penuh kekecewaan. Tiba tiba Andre datang dan memotong pembicaraan mereka.


" Majalah kita akan tetap terbit minggu ini" ucap Andre tiba tiba, membuat Julia dan pak Surya terdiam tak mengerti. Andre pun memberikan foto foto Dara yang sedang di kerumuni para wartawan di hotel semalam.


" Apa ini Dre?" tanya pak Surya belum mengerti.


" Ini memang bukan gosip tentang hamilnya Dara, tapi kita bisa ubah temanya, yaitu keramaian wartawan ketika Dara diam membisu" ucap Andre menjelaskan. Pak Surya pun tersenyum dengan ide yang di berikan Andre.


" Bagus sekali Dre, kamu memang bisa di andalkan, saya suka dengan cara kerja kamu, minggu ini tabloid hitam putih akan terbit seperti biasa" tutur pak Surya dengan senangnya. Andre pun tersenyum, perlahan ia menatap Julia yang sedang cemberut kesal.


Saat Andre dan Julia keluar dari ruangannya pak Surya. Julia hanya diam sambil menundukan kepalanya, terlihat sekali rasa kecewa di raut wajahnya.


" Kenapa?, kalah lagi sama aku?" tanya Andre sedikit sinis


" Gak usah nyindir nyindir deh" jawab Julia yang tak kalah sinis.


" Memang benarkan kamu selalu kalah denganku" Andre kembali menegaskan. Kini Julia sudah mendengus kesal dengan laki laki yang ada di sebelahnya itu.


" Kamu itu nyebelin banget ya, kalau ada orang yang nanya siapa orang yang paling aku benci, maka jawabannya adalah kamu" ucap Julia tegas. Andre malah tertawa mendengar ucapannya Julia.


" Terserah,"


Andre pun pergi meninggalkan Julia. Dari kejauhan Lusi terdiam melihat Julia marah marah sendiri. Lusi bergegas mendekati Julia.


" Hai Jul, kamu kenapa?, masalah Andre lagi?" tanya Lusi menebak nebak.


" Tau akh, aku benci banget hari ini, sepertinya Andre itu akan menjadi saingan terberat dalam hidupku, menyebalkan sekali, ingin rasanya aku menendangnya hingga dia terpental ke kutub utara" gerutu Julia, hingga Lusi tertawa tawa.


" Ke kutub utara apa ke hatimu" goda Lusi. Hingga Julia mendengus kesal.


" Ya sudah jangan cemberut terus, kita makan yu" ajak Lusi. Julia pun mengangguk. Dan akhirnya mereka pun pergi ke kantin.

__ADS_1


Sementara dengan pak Surya yang ada di ruangannya. Ia sedang kebingungan dengan kondisi perusahaannya yang kini sedang terancam masalah.


" Apa yang harus aku lakukan"


Tiba tiba istrinya datang dengan wajah penuh kekecewaan.


" Tenang pah, kita pasti bisa menghadapi semua ini" ucap bu Luna menenangkan suaminya.


" Aku tidak akan bisa tenang sebelum melihat tabloid hitam putih kembali seperti dulu. Dan gimana aku bisa tenang kalau perusahaan tabloid kita terancam bangkrut" ucap pak Surya. Bu Luna mencoba menenangkan suaminya.


" Semoga perusahaan kita bisa stabil seperti dulu" ucap bu Luna sambil mengelus bahu pak Surya.


* * * * * *


Saat Juli dan Lusi selesai makan siang. Dilihat Lusi, makanan Julia masih banyak tersisa di piringnya.


" Kamu gak laper Jul?" tanya Lusi heran. Julia malah menggelengkan kepalanya. wajahnya nampak kacau tak karuan.


" Eh sekarang acara kita mau kemana nih?" tanya Lusi.


" Kayanya aku mau pulang aja deh, kepalaku pusing banget nih" jawab Julia.


" Eh pacar kamu datang tuh, kayanya gak akan pusing lagi nih" goda Lusi. Julia pun tersenyum saat Arga bersandar di mobil menunggunya. Perlahan mereka mendekati Arga.


" Hai sayang" sapa Julia sambil tersenyum dan langsung menggandeng lengannya Arga. Julia tidak tau kalau Arga selingkuh di belakangnya.


" Hai, kita pulang sekarang yu. Lus kamu mau ikut ga?" tanya Arga pada Lusi.


" Ga usah, aku masih ada keperluan, lagian takut ganggu"


" Ya udah kita duluan ya, daaah" Julia pun melambaikan tangannya begitu pun dengan Lusi yang membalas lambaian tangan sahabatnya itu. Juli dan Arga pun pergi.


Andre yang melihat kepergian mereka pun tediam.


" Ternyata saingan kamu punya pacar juga" ucap Wisnu sambil menatap kepergian Julia dan Arga.


" Jadi benar laki laki yang sedang bermesraan di lampu merah itu adalah pacarnya Julia. Kasian sekali Julia, dia telah di bohongi laki laki itu" gumam Andre dalam hati. Tiba tiba Hani datang menghampiri mereka.


" Hai Dre" sapa Hani sedikit genit.

__ADS_1


" Dia lagi dia lagi" gerutu Andre dalam hati.


Ketika sampai di depan rumah, Julia hanya diam sambil mengerucutkan bibirnya. Membuat Arga heran melihatnya.


" Kamu kenapa sih Jul, ko cemberut aja?" tanya Arga.


" Aku sebel sama kamu, selama ini kamu itu selalu sibuk, tidak pernah ada waktu untukku. jangan jangan kamu punya pacar baru ya" ucap Julia curiga. Arga nampak salah tingkah karna yang di ucapkan Julia memang benar adanya. Dia mempunyai pacar baru di belakangnya Julia.


" Ko kamu ngomongnya gitu sih, aku beneran sibuk, aku gak punya pacar selain kamu percaya deh" ucap Arga sedikit membujuk. Julia pun keluar dari mobilnya Arga dengan sedikit kesal. Saat Julia masuk rumah, ia kembali kesal saat melihat kedua kakak laki lakinya sedang berebut remot seperti anak kecil. Namanya Ivan (25 tahun) dan Bayu (27 tahun). Julia adalah anak bungsu, ayahnya sudah meninggal saat ia masih abg.


" Dasar gak ada kerjaan" gerutu Julia sambil ikut duduk bersama mereka.


" Eh si jelek udah pulang" ucap Ivan meledek adik perempuannya itu. Julia hanya cemberut saja, ia sudah biasa dengan ledekan ledekan kakak laki lakinya itu.


" Kenapa kau pulang pulang cemberut seperti itu" tanya Bayu heran.


" Aku lagi bt nih mas"


Ivan dan Bayu malah tersenyum.


" Duh adiku tersayang bt kenapa sih?" tanya Bayu sambil mengacak ngacak rambutnya Julia.


" Aku punya masalah mas di kantor"


" Emangnya masalah apa?" tanya Bayu kembali.


" Dikantor aku punya saingan, namanya Andre, soal mengerjakan tugas aku selalu kalah dengannya, tadi saja aku yang dikasih tugas, eh malah dia yang berhasil dan di puji oleh pak Surya. Bukannya itu menyebalkan" ucap Julia mengadu. Ivan dan Bayu malah saling lirik sambil tersenyum.


" Sebel karna apa?, karna kerjaan apa karna Andre?"


" Ya dua duanya, terlebih sama si Andre, pokonya kalau ketemu dia bawaannya mau marah, pengen nampar dia, nonjok jidatnya, nendang perutnya, ngejambak rambutnya dan berteriak pada telinganya, AKU BENCI KAMUUU" tutur Julia sedikit beremosi. Ivan dan Bayu malah tertawa.


" Segitu bencinya"


" Tapi semua itu akan berubah jika terjadi sesuatu antara kalian. Kata kata itu akan berubah begini, pokonya kalau ketemu dia bawaannya seneng, pengen peluk dia, pengen cium dia, usap keningnya belai rambutnya dan berteriak pada telinganya, AKU CINTA KAMUUU" ucap Ivan dengan sedikit memperagakan suara adik perempuannya yang manja itu, hingga Julia mendengus kesal, karna mereka malah menertawakannya.


" Kalian berdua menyebalkan ya, lagian gak akan terjadi sesuatu antara aku dengan Andre, meskipun ada itu hanya sekedar persaingan" tutur Julia.


" Kita lihat saja nanti" ucap Ivan sambil tersenyum.

__ADS_1


__ADS_2