Terjadi Sesuatu

Terjadi Sesuatu
Perjalanan


__ADS_3

Keesokan harinya. Pagi pagi buta sekali Andre sudah terbangun, ia tersenyum saat melihat lampu lampu perahu nelayan berlayar di lautan. Seketika Andre langsung membangunkan Julia.


" Jul Julia bangun"


Andre sudah mengguncang guncang pundaknya Julia. Perlahan Julia pun membuka matanya.


" Sudah pagi ya" ucap Julia sambil mengusap ngusap matanya, di lihatnya hari masih sedikit gelap.


" Lihat itu Jul" Andre menunjuk perahu perahu nelayan itu. Seketika Julia langsung tersenyum.


" Kita selamat Dre" ucap Julia antusias. Andre dan Julia sudah berteriak teriak sambil melambai lambaikan tangannya.


" Heeeii, tolong kami" teriak Julia.


" Woooyy, kami ada di pulau, tolooong" teriak Andre. Mereka pun terdiam karna perahu perahu itu melaju semakin menjauh.


" Woooy kami disini, kami butuh bantuan" teriak Andre kembali.


" Dre, ko perahu perahu itu malah semakin menjauh" ucap Julia kecewa. Dengan kecewanya Andre pun duduk dengan pasrah di atas pasir pantai. Tiba tiba Julia terkejut melihat ada perahu kecil yang datang mendekat.


"Dre, lihat itu" tunjuk Julia.


Andre pun tersenyum begitupun Julia.


Selang beberapa waktu kemudian, Andre dan Julia pun menaiki perahu kecil itu bersama seorang nelayan. Mereka duduk di perahu itu sambil memandang ombak yang mendebur di pulau itu. Pikiran mereka melayang layang entah kemana, mereka serasa mimpi bisa selamat dalam kecelakaan pesawat itu.


Ketika sampai disebuah pedesaan, Andre dan Julia pun turun dari perahu. Andre sudah merentangkan tangannya untuk memapah Julia yang kini berjalan di atas permukaan pantai, kaki mereka sudah basah terkena debutan ombak di tepi pantai.


" Terima kasih banyak pak" ucap Julia dan Andre pada nelayan yang memberi tumpangan pada mereka itu.


" Oh ia pak apa disini ada bus yang menuju arah utara sana" tanya Andre pada nelayan itu.


" Oh ada, cuma datangnya sore, tunggu saja disini, nanti sore juga lewat" tutur pak nelayan.


" Oh iya makasih pak atas pemberitahuannya"


Nelayan itu pun pergi. Kini Andre dan Julia pun duduk di pinggiran pantai dekat dengan jalan yang akan di lewati kendaraan.

__ADS_1


" Kamu tunggu disini ya, aku mau pergi sebentar" ucap Andre.


" Kamu mau kemana, jangan tinggalin aku, aku takut" ucap Julia.


" Sebentar saja, nanti aku kembali"


Mau tidak mau Julia pun mengangguk. Andre pun pergi. Tidak lama kemudian ia datang sambil membawa roti dan sebotol minuman lalu di berikannya pada Julia. Julia pun tersenyum.


" Makasih Dre. Kamu gak makan ?" tanya Julia.


" Sudah" jawab Andre singkat.


Andre dan Julia masih setia menunggu bus lewat.


" Dre, kenapa nasib kita jadi begini ya, tiba tiba saja aku ingin pulang" ucap Julia sambil terisak. Seketika Andre langsung menatapnya.


" Ini yang namanya ujian hidup"


" Apa mereka yang ada di Jakarta mencemaskan kita, apalagi sekarang kita tidak punya ponsel untuk menghubungi mereka.Mereka pasti mengkhawatirkan kita. Aku kangen keluargaku Dre, aku mau pulang" tutur Julia.


" Apa kita akan berhasil mendapatkan berita tentang Dara?"


" Kalau kita mau berusaha aku yakin kita pasti bisa"


Mereka kini duduk di pasir putih menatap jauh pada deburan ombak yang berlarian di lautan. Pikiran mereka pun mulai melayang layang entah kemana, memikirkan nasib mereka yang entah akan berakhir seperti apa.


Sore pun tiba. Bus pun datang tepat pukul 16:30. Mereka pun naik mobil dan duduk berdampingan. Karna merasa kelelahan Andre pun tertidur. Namun Julia hanya diam saja sambil memandang kearah luar dan entah memikirkan apa.


Malam pun tiba, mereka masih berada di dalam bus, karna perjalanan masih jauh, mereka pun akhirnya bermalam di bus itu. Julia masih setia membuka matanya sambil bersandar di jendela mobil. pikirannya masih berlari larian entah kemana.


Keesokan harinya, ketika mereka sampai, mereka pun turun dari bus itu. Andre dan Julia menatap kesekeliling daerah itu.


" Daerah pegunungan" ucap Julia sambil melihat gunung gunung yang menjulang tinggi di hadapannya.


" Jul, kamu lihat deh gunung itu" ucap Andre sambil menunjuk gunung yang ada di hadapannya itu pada Julia.


" Semakin hari gunung itu semakin terlihat aneh. Seperti akan terjadi sesuatu" ucap Andre kembali.

__ADS_1


" Kenapa sih, ga disini gak di Jakarta yang kudengar selalu kata kata TERJADI SESUATU, aku benci kata kata itu" gerutu Julia. Dengan kesalnya Julia pun berjalan terlebih dulu. Perlahan Andre pun berjalan mengikuti Julia. Mereka nampak kelelahan setelah berjalan jauh, karna di sana tidak ada kendaraan umum yang melintas. Masih daerah perkampungan jalan jalannya pun masih terlihat jelek.


" Dre aku cape banget. Kita sudah berjalan jauh tapi masih tidak ada kendaraan yang lewat" ucap Julia sambil terengah engah karna kelelahan.


" Sepertinya tidak Julia, kamu lihat itu" ucap Andre sambil menunjuk mobil yang berjalan ke arahnya. Julia pun tersenyum.


" Akhirnya" ucap Julia senang.


Andre pun melambai lambaikan tangannya untuk menghentikan mobil pik up itu. Seketika mobil itu langsung berhenti tepat di hadapannya mereka.


" Permisi pak, apa boleh kami menumpang sampai ke desa itu" tunjuk Andre pada desa yang ia maksud pada pak supir.


" Tentu boleh" jawab pak supir.


Julia dan Andre pun tersenyum dan langsung naik kemobil itu, mereka duduk di belakang mobil pik up itu. Julia pun menyandarkan kepalanya pada pundaknya Andre.


" Dre, aku lelah sekali dengan perjalanan ini" ucap Julia.


" Bersabarlah, bukan hanya demi kita, tapi demi mereka yang ada di Jakarta" ucap Andre memberi semangat. Mobil pun berhenti. Andre dan Julia pun mau tidak mau harus turun meskipun perjalanannya masih jauh.


" Saya cuma bisa mengantar kalian sampai disini" ucap pak supir.


" Tidak apa apa pak, terima kasih banyak atas tumpangannya" ucap Andre. Mereka pun melanjutkan perjalanannya dengan berjalan kaki. Pak supir pun menatap kepergian mereka ia sempat menggelengkan kepalanya.


"Mereka benar benar nekat pergi kesana" ucap pak Supir.


" Dre, sepertinya kita bisa menumpang mobil lagi, di belakang ada 2 mobil pik up pengangkut sayuran" ucap Julia sambil menatap mobil itu berjalan ke arahnya.


Andre pun menghentikan mobil itu.


" Pak boleh kami menumpang sampai ke kampung A" ucap Andre pada pak supir. Pak supir pun membolehkan. Kini mereka berdua sudah duduk di depan dengan pak supir, karna di belakang sudah penuh dengan sayuran yang menumpuk.


" Kalian berdua ngapain pergi ke kampung itu" tanya pak supir.


" Kami ada perlu ada urusan penting" jawab Andre.


" Mau ada urusan sama siapa, sekarang kan disana sepi" batin pak supir

__ADS_1


__ADS_2